
Dua laki laki tadi menyeret Ria ke dalam rumah, di garasi rumah tersebut terparkir motor sport yang menghalangi jalanan Ria tadi dan mobil minibus biasa
Ooohh jadi ini pelakunya, siapa ya.. aku gak pernah liat motor ini
Ria di dudukan di atas sofa, kemudian orang yang berbadan tadi pergi keluar dan membawa mobil minibus yang terparkir di garasi
kunci mobil aku dimana, preman tadi kayaknya deh yang pegang kan doi yang nyetir, nah ntr aku pulang gimana... mami, tolong Ria...
air mata Ria mulai menggenang, dia memikirkan nasibnya..
sementara seorang laki laki datang dari kamar menghampiri nya, Ria tidak fokus dia melamun yang dipikirkan nya saat itu bagaimana caranya dia menghubungi orang tua nya.
"Hii Ria, kenal sama aku kan? kok melamun sih?" seorang laki-laki tadi membuyarkan lamunan nya
Ria tercengang, bagaimana tidak laki laki di depannya ini adalah seseorang yang dikenal nya.
"kamu! jadi kamu dalang dibalik semua ini!" Ria nampak sedikit gusar
"Aku sangat ingin memiliki kamu, ku mohon ayolah kita saling mengenal setelah itu kita menikah"
"Sam, aku tidak bisa memaksakan perasaan ku, ku mohon tunggu sampai perasaan itu berkembang"
"perasaan itu akan berkembang ketika kita menjalani nya"
"aku tidak bisa berjanji"
"apa karena ada Rio di hatimu?"
"Rio hanya teman masa kecilku"
suasana menjadi hening, Sam hanya menatap mata Ria, dia merasakan ada kebohongan pada ucapan Ria yang barusan
"aku tidak bisa menerima penolakan!" Sam mendekati Ria, Ria menggeser posisi duduk nya ke ujung, Sam terus mendekati nya sampai Ria tidak bisa lagi bergeser, paha mereka berdekatan.
Sam mengelus P**a Ria yang sangat berisi, memerhatikan benjolan d**a Ria yang sama berisi juga.
Ria yang menyadari tingkah laku Sam, mulai waspada
"kamu jangan macam-macam, aku bisa membuat kamu menyesal seumur hidup" Ria mulai ketakutan sehingga nada bicaranya bergetar
"ancaman kamu itu tidak berlaku untuk aku"
"Sam, aku bisa melakukan apapun!"
"lakukan, disini hanya ada kita berdua"
"ini" Sam menunjukkan kunci mobil Ria.
Ria hendak mengambil kunci mobilnya, tetapi Sam dengan sigap memasukkan ke saku celana yang di pakainya, dan Sam memeluk Ria sampai Ria tidak bisa bernafas.
"tolong lepaskan Sam" Ria mengeluh
"tolong diam, biarkan aku memeluk mu sebentar saja"
"aku sesak nafas"
Sam melepaskan pelukannya.
sebenarnya tampang Sam tidak terlalu buruk, hanya type Ria yang terlalu tinggi
"cepat Sam, aku mau pulang" Ria meminta kunci mobilnya dikembalikan
"kumohon, menurut padaku, terima aku dan kita jalani hubungan ini serius, aku akan menikahi mu ketika kamu siap"
Ria tertegun, dia bingung tentang perasaan nya, tidak bisa dia mencintai Sam dalam waktu dekat dan dia pun tidak bisa menjamin perasaannya akan tumbuh
"beri aku waktu" Ria memohon
"kita akan menginap disini, dan paginya kamu harus memberikan jawabannya!"
"gak bisa, mami akan khawatir padaku"
"bilang saja kau bersama Rio, ibumu pasti tidak akan khawatir"
"tidak bisa, aku tidak pernah berbohong pada mami"
"setidaknya kali ini saja!"
"kenapa kamu begitu memaksa?"
"karena kamu, sangat membuatku penasaran"
Ria berfikir lama, dan akhirnya..
"berikan handphone ku, aku akan menghubungi Rio"
"chating saja, aku yang chat!" Sam memberikan penawaran
"oke baiklah, aku akan menuruti semua keinginan mu asal besok aku terbebas dari rumah terkutuk ini!"