
Ria merasakan sakit luar biasa pada **** * nya, Dia pun berendam dengan air hangat.. perlahan rasa sakit nya berkurang.
setelah merasakan lebih baik dari sebelumnya, Ria pun bergegas keluar dari kamar mandi, Ria ingin melanjutkan tidurnya.
jam sudah menunjukkan pukul 05.00, Sam sudah rapi, dia berencana akan pindah ke rumahnya hari ini.
Sam merapikan baju bajunya, sementara Ria yang sudah selesai mandi dengan Busana piyama handuk itu duduk di meja rias, rambutnya basah, dia menyalakan Hair dryer.
"bajumu mana yang akan di bawa?" Sam bertanya pada Ria yang sibuk menata rambut.
"semuanya!"
"memang kamu berencana tidak akan pulang lagi kesini"
"mami udah ngusir aku ketika aku izin menikah, jadi untuk apa aku kesini lagi!"
"hei, mungkin maksud mami biar kamu bisa mandiri, masa kamu langsung menyimpulkan 'diusir' itu terlalu berlebih-lebihan"
Ria membalikkan badannya, menatap Sam
"dengar, jelas jelas aku di usir oleh ibu dan papa dan kamu tahu, fasilitas yang mereka kasih selamai ini di cabut, mereka menganggap aku udah gak ber hak atas harta nya lagi, dan mereka sepenuhnya menyerahkan pada mu, kamu yang bertanggung jawab, dan kamu tahu begitu banyak pengorbanan ku, hidup ku sudah mulai berantakan seperti ini, aku gak tahu nanti biaya kuliah dari mana?"
"hei, itu mah gampang, aku masih bisa biayain kamu, lanjutin aja kuliah mu!"
"kamu yakin?"
"iya aku yakin, sudahlah kita kan sudah menikah, persoalan seperti itu jangan terlalu dipikirkan sendiri, kita berbagi" Sam memegang kedua pipi Ria sambil menatap kedua matanya.
"kamu tahu, aku bukan siapa-siapa saat ini, yang kaya raya adalah kedua orangtuaku" Ria menjelaskan
"dari awal aku tidak tahu kamu kaya, maksudnya orang tua mu..jadi aku menikahi mu karena memang murni aku begitu mencintaimu"
"ohh..so sweet" Ria mengejek
"ah terserah lah, aku mau packing dulu"
"kok terserah, yang kamu ucapkan begitu manis"
Sam tidak memperdulikan Ria, dia kembali packing sementara Ria sibuk dengan rambutnya.
Kedua orang tua Ria sudah berangkat dari jam 06.00. sementara Sam dan Ria belum keluar kamar, Sam masih sibuk merapikan baju baju Ria yang akan di bawanya.
sementara Ria sibuk dengan tidur manisnya,
setelah semuanya selesai Sam pun menuju meja makan, disana tersedia menu sarapan pagi, roti panggang dan nasi goreng. Sam memilih nasi goreng. Bi Iyem yang baru menyadari keberadaan Sam terkejut dan menyapa
"iya, Ria masih tidur!"
"semalam siapa yang masak nasi goreng?"
"saya tidur bi, tidak tahu siapa yang masak"
"oh, mungkin non Ria yah, soalnya bibi lihat ada bekas masakan seperti nasi goreng"
"mungkin bi"
Dia merecoki tidur malam ku ketika sudah kenyang makan, dasar wanita.. bisanya menindas Sam bergumam.
setelah selesai sarapan Sam pun menonton tv di kamar, Ria yang masih tidur lelap tidak terbangun meskipun suara tv sangat kencang. Sam terus memperhatikan Ria yang tidur, cantiknya Ria tidak berubah sedikitpun walaupun sedang tertidur.
jam sudah menunjukkan pukul 08.00 Ria belum juga bangun, Sam mulai memindahkan koper koper ke mobilnya.
setelah tapi semuanya, dia pun memberanikan diri untuk membangunkan Ria,
"sayang ayuk kita berangkat, siang nanti ada matakuliah untuk ku"
"jam berapa?"
"jam 08.00, koper sudah semuanya di mobil!"
"mobil siapa?"
"mobilku lah, kan mobilmu di sita papa"
"oke, aku cuci muka dulu setelah itu mau sarapan, kamu tunggu depan tv aja!"
"aku pengen disini"
"gak bisa akumau ganti baju"
"ya gpp, ganti aja"
"ayolah, kamu itu jangan ngeyel, aku tahu isi otakmu itu apa kalo liat aku telanjang!"
"hahaha, oke oke aku keluar"