Deepest Love

Deepest Love
Kenangan



Setelah selesai, Aqila memberikan berkas-berkasnya itu kepada Arfan. "Ini berkasnya sudah selesai, mohon diperiksa dulu berkasnya". Arfan mengambil berkas itu ditangan Aqila, ia memeriksa hasil kerja Qila barusan. "Bagus" Pikirnya, karena Arfan tidak memberikan komentar Aqila pun bertanya kepada Arfan. "Apa ada yang salah" ucap Qila dengan sekilas memandangi Arfan yang sibuk dengan berkasnya.


"Tidak" jawabnya singkat. Aqila pun kembali bertanya, "Apa besok saya boleh cuti untuk sehari, karena besok papa dan mamaku pulang dari paris".


Arfan pun menoleh pada Qila, "Sehari saja ku beri libur" jawabnya. Aqila pun mengangguk.


***


sore harinya, Aqila terlihat berselonjor di atas tempat tidur dengan tangan yang menumpu sebuah buku yang bergenre romance. Buku seperti sahabat bagi Qila, rutinitas yang dilakukannya sepulang dari kantor adalah membaca buku dan juga mendengarkan alunan musik kesukaannya.


***


Tu jo mila, Lo ho gaya main kaabil


Tu jo mila, To ho gaya sab haasil haan


Mushqil sahi, Aasaan hui manzil


Kyunki tu, Dhadkan, Main dil.


Rooth jaana tera, Maan jaana mera


Dhoondhte teri hansi, Mil gayi kushi


Raah hoon main teri, Tu hai tu meri.


Terjemahan...


Karena aku sudah bertemu denganmu, Aku jadi bisa segalanya


Karena aku sudah bertemu denganmu, Aku telah mencapai segalanya


Bahkan jika ada kesulitan, Semuanya menjadi mudah


Karena kamu adalah detak, Dan aku jantungnya.


Saat kamu marah, Aku akan menenangkanmu


Saat mencari senyummu, Aku telah menemukan kebahagiaanku


Aku jalanmu, Kamu adalah milikku.


***


Kenangan!!!


Kamu, adalah kenangan yang ingin ku hapus dalam ingatan.


Bayangan yang selalu menghantuiku, tentang masa silam.


Namun, semakin ku coba untuk menyingkarkan tentangmu, aku semakin terpuruk ke dalam bayangan kelam.


Waktu semakin berlalu, dan tampaknya aku gagal untuk mengubur kenangan bersamamu.


Aku tak terlalu bersedih tentang kita yang tak menjadi satu.


Aku hanya gelisah, bagaimana aku bisa menjalani hidup baru yang akan ku tempuh nanti jika melupakanmu saja aku tak mampu.


Kadang sering ku mencoba untuk mengalihkan tentangmu dengan berkenalan banyak orang-orang baru.


Apa yang harus aku lakukan jika waktu terus berlalu, dan aku masih disini dengan rasa yang sama terhadapmu.


By: Aldi Antoni


.


.


.


.


.


Barang kali dari kalian ada yang punya kata-kata atau puisi yang mau di post di karya putri, bisa DM yaa.


Tapi Follow dulu ig putri


@ylna_ptr


Jangan lupa Vote, UnFavorit, Like and Rate.