Deepest Love

Deepest Love
BAB XVI PONDOK INDAH MERTUA



setelah merapihkan semua koper - koper yang akan di bawa, Ria dan Sam berangkat, mereka tahu orang tua Ria sangat sibuk di jam seperti itu tidak akan pernah ada di rumah.


di perjalanan Sam bernyanyi - nyanyi bahagia mengikuti irama lagu sementara Ria hanya sibuk dengan chatting nya


Rio


Kenapa sih susah banget di hubungi?


Ria


ahh, aku sibuk


Rio


Sibuk apaan, tugas kuliah aku yg buatin


Ria


kan nanti aku yang persentasi di depan dosen, tenang lah kita bagi tugasnya


Rio


subak sibuk apa coba, aku tahu kamu nikah sama Sam!


Ria


Giman? gimana? jangan hoax!


Rio


aku Liat instastory Sam, kalian bener-bener buat aku jantungan!


Ria terdiam, wajahnya kesal..dia menatap Sam yang masih nyanyi - nyanyi dengan bahagia, Ria langsung mematikan Audio.


"sayang, itu lagunya asyik...ayolah jangan dimatikan" Sam mengeluh


"kamu kenapa pasang instastory tentang pernikahan kita?"


"emangnya kenapa?"


"jangan pura pura bodoh, kedua orangtuaku sangat terkenal, jika aku menikah hanya sederhana orang tuaku akan sangat di cecar oleh rekan bisnisnya, pernikahan kita sangat mencurigakan mereka akan mencari tahu!"


"sudahlah, tidak akan habis kalo mempedulikan omongan orang lain, cuek saja..dan sebaiknya pernikahan itu perlu di umumkan dalam agama itu di anjurkan loh"


Ria hanya terdiam


"dan aku juga gak mau yah di kampus anak-anak mengira kamu itu masih single" Sam mulai memperingati Ria


"aku butuh waktu, tidak secepat ini.."


"pokoknya aku akan umumkan pernikahan kita"


"tolong Sam, jangan terlalu cepat"


Ria hanya terdiam, semuanya sudah terlanjur..


"terserah lah, toh sekarang aku sudah di usir orang tua ku"


"hei, jangan sedih..kita akan bersama, selamanya"


Ria tidak mempedulikan Sam, dia hanya bingung entah apa nanti yang akan dia jelaskan pada temannya di kampus.


Sam memasuki perumahan, menuju sebuah rumah minimalis modern yang berada di ujung dengan terparkir motor sport gaya klasik.


Mobil pun berhenti. Ria nampak bingung


"Sam ini rumah siapa?"


"rumah mama"


"Sam kenapa kita kesini? kamu kok gak disscuss dl? kenapa ngambil keputusan sepihak?"


"memang nya apa yang kamu fikirkan?"


"aku fikir kita tinggal di rumahmu, rumah dimana aku diculik olehmu bersama preman waktu itu"


"kamu fikir aku akan meninggalkan kamu sendirian di rumah itu? itu rumah sangat terpencil, gak bisa untuk ditinggali, jauh dari tetangga dan jauh dari kota!"


"tapi aku gak akan nyaman sama mama kamu"


"mama aku orang nya open minded, gak norak, dan gak bawel..paling, sering gibah aja.kamu gak perlu cemas, oke!"


Ria nampak kecewa, bagaimana tidak, dia sama sekali tidak akan membayangkan tinggal bersama mama mertua.


Ria pun memasuk rumah yang sangat minimalis dibandingkan dengan rumah nya ini hanya 1/4 rumah milik orang tuanya, kedatangan nya disambut oleh mama dan ayah mertuanya..


"sini masuk, sini kopernya biar ayah bantu bawa" Ayah Sam menawarkan bantuan


"tidak usah ayah, biar Sam saja, Ria ayok masuk?" Sam mengajak Ria masuk


Ria masuk dan duduk di sofa, mama mertua nya sedang sibuk masak di dapur.


Karena bingung dengan apa yang harus dilakukan, Ria hanya duduk di sofa dan memainkan HP milik nya, banyak WhatsApp masuk menanyakan kabar dan ucapan selamat.


Sam benar - benar gila, ingin aku membunuhnya saat ini juga, kurasa dia sangat senang membuat aku emosi.


Ria nampak kesal, dia bad mood karena sikap Sam yang sangat kekanak-kanakan, tukang pamer dan gak bisa menahan rahasia.


Ria pun masuk ke kamar Sam, ingin rasanya dia berbaring karena lelah dengan perjalanan menuju rumah mertuanya dan lelah juga dengan sikap Sam.


...****************...