Deepest Love

Deepest Love
Hari pertama



Hari ini adalah hari pertama aku kerja di perusahaan kota Bandung. Setelah satu minggu mondar mandir cari kerjaan, akhir aku dapat kerjaan.


Pas sampai di kantor. "Qilaa, kamu Aqila kan?" panggil Alana.


Alana!!! kamu disini? Tanyaku. "Iya, ini kan perusahaan kak Arfan, kalo kamu ngapain disini?" Ucapnya. Aku karyawan baru disini Al.


 "Kalo gitu kita bareng aja masuk, soalnya aku mau ketemu dengan kak Arfan" ucapnya lagi. Baiklah jawabku.


 


"Kakaakkk" panggil Alana. "Kau ini mengagetkan saja" ketus Arfan. "Apa kakau tau, ternyata karyawan baru disini teman dekat aku dulu kak, namanya Aqila yang sering aku ceritain sama kakak" kata Alana.


"Terus kau mau apa?" Tanya Arfan. Bagaimana kalau kakak jadikan dia sekretaris pribadi kakak, dia orang baik. Aku sangat mengenalnya kak. "Kalo dia nolak gimana? kau tau sendiri kan gimana sikapnya kepada orang lain, dia itu wanita yang dingin, sedingin es" ucap Arfan.


Aku sendiri yang akan melakukannya kak, aku yakin dia mau jadi sekretaris kakak. "Terserah kau saja" ucapnya lagi. "Aku akan berusaha mendekatkan kakak dengan Aqila, agar Qila bisa melupakan masa lalunya bersama Atalaric". tutur Alana dalam hati.


Alana dan Arfan tengah berjalan menuju luar kantor. Mereka asyik mengobrol dan tidak menyadari kalau Aqila, di depan mereka, melangkah terburu-buru. Bahu Alana tersenggol hingga berkas-berkas yang dipegangnya jatuh berserakan menimpa lantai.


"Aduh Al, sorry banget!" seru Aqila sambil memunguti berkasnya itu. "Tidak apa-apa, sini aku bantu" Ucap Alana. "Lain kali kalo jalan hati-hati jangan terburu-buru" Sungut Arfan.


"Eh Qila, ayok kita makan siang di cafe depan kantor" ucap Alana. Tapi aku belum selesai kerja Al jawabnya. "Ini kan udah jam istirahat kantor!!! sekalian ada yang mau aku omongin sama kamu" ucapnya lagi.


Tapi Al, lirihku. "Ayok lah sebentar saja, kak Arfan mau ngomong sesuatu sama kamu Qila. Benarkan kah?" tanya Alana kepada kakaknya. "Ikutlah dengan kita, ada yang perlu dibicarakan" sungut Arfan.


"Baiklah" ucap Qila, akhirnya ia mengikuti Alana dan Kakaknya ke cafe di depan kantor.


"Qila, ayok duduk lah, kau mau makan apa?" Tanya Alana. Aku minum saja Al, jus mangga. "Apa kau tidak lapar?" Tanya Arfan. Tidak jawabku.


"Kau mau ngomong apa Al?" Tanya Qila. Jadi gini, kak Arfan ingin mengangkatmu jadi sekretarisnya, apa kau bersedia? "Tapi Al, aku tidak memiliki banyak pengalaman" jawabnya.


"Kak Arfan lagi butuhkan sekretaris Qila" protes Alana. Qila diam saja sambil nunduk.


"Aku akan mengajarimu, jadi terima lah tawarannya" Tukas Arfan. Dan Qila cuma mengangguk tanpa berkata.


"Jadi mulai sekarang kau adalah sekretaris ku" ucap Arfan.