
Semenjak pertemuan ayu dan regan saat di taman itu, kini mereka semakin dekat bahkan pandu pun heran apa yang terjadi dengan ayu, bahkan Regan sekarang juga pinda ke sekolah tempat ayu dan yang lainya enta apa alasannya.
bahkan saat ini ayu sedang bersama dengan Regan, ayu seakan menjau dari mereka semua.
" ayu" panggil Sinta dari koridor
" ya " jawab ayu cuek
" ay kamu kok ngejau dari kita, kamu ada masalah apa." jujur Sinta khawatir dengan keadaan ayu sekarang
" aku gak papa kok " lalu pergi dari hadapan Sinta, namun dalam hatinya ayu sangat ingin seperti dulu lagi, selalu tertawa bersama namun ayu tak ingin membuat orang yang ada di sekitarnya terluka.
satu tahun berlalu
selama satu tahun ini kangker hati ayu semakin bertambah para dari hari ke hari,bahkan senjak pertemuan terakhir ayu dengan Sinta di koridor ayu langsung pinda sekolah ke kota lain begitupun dengan Regan ia selalu menemani ayu.
Seperti saat ini ayu sedang di rumah sakit untuk melakukan operasi hati, ayu sudah satu bulan koma karna hatinya yang rusak.
" apa kamu yakin untuk mendonorkan hati kamu untuknya, kamu tahu kan risikonya nyawa kamu tidak akan selamat." ujar sang dokter.
" saya yakin dok, karna saya sangat mencintainya walaupun ia tidak mencintai saya, walaupun hati saya tidak di donorkan kepadanya saya masih akan mati kan dok, karna kanker otak yang selama ini menggerogoti saya." jelasnya
" baik la jika kamu yakin kita akan melakukan operasinya sekarang juga." terang dokter
" namun sebelum saya melakukan operasi saya titipkan surat ini buat ayu dok." pesatnya dengan suara yang serak karena menahan tangisnya.
" baikla, sekarang kamu bisa melakukan operasinya" terang sang dokter
" bisa dok."
Di ruang operasi Regan melihat ayu yang terbaring lemah, iya orang yang akan mendonorkan hatinya untuk ayu adalah Regan.
"" mungkin ini yang terbaik buat kita, aku bersyukur Tuhan mengirimkan kamu untuk **me***ngisi hari hari ku sampai waktu terakhir hidup ku aku sangat bahagia*." batin Regan setelah itu semuanya menjadi gelap Regan tertidur karena obat bius dan mungkin ini terahir kalinya Regan bisa melihat dunia.
satu Minggu berlalu
Di ruang AICU ayu masih terbaring di sana walaupun ia sudah melakukan operasi, dan di luar ruangan pandu,Ega,semuanya termasuk orang tua ayu ada di sana,
semenjak ayu melakukan operasi dokter memberi tahu semua teman-teman ayu jika ayu di rumah sakit, itu semua atas permintaan dari almarhum Regan. iya mereka semua telah tau jika Regan telah pergi, karna orang tua Regan yang memberi tahu mereka dan mereka juga pamitan untuk pergi ke Jerman karna mereka tidak mau terus menerus sedih dengan kepergian Regan.
sedang kan di dalam ruangan itu tangan ayu bergerak dan itu di sadari oleh Ega karna ia mengintip ayu.
Ega langsung masuk dan memencet tombol untuk memanggil dokter.begitupun dengan orang tua ayu mereka semua cemas menunggu dokter,
" silakan tunggu di luar" jelas sang dokter
" bagai mana keadaan anak saya dok." tanya papa ledi dengan raut khawatir
" anak bapak baik baik saja dan boleh di lihat," jelas sang dokter
lantas mereka semuaasuk ke ruangan ayu begitupun dengan sang dokter.
" ma " pangil ayu lema
" iya sayang di sini mama, kamu butuh apa." tanya mama ras.
" di mana Regan ma,Regan dimana kok dia tidak ada di sini." tanya ayu
sedang kan mereka semua Diam tidak ada yang bersuara. kemudian sang dokteremberikan sebua surat kepada ayu.
" apa ini dok" tanya ayu
" itu surat dari Regan dia titip buat kamu." jelas sang dokter.
ayu membuka surat itu nanun kemudian ayu menangis membacanya.
***Dear ayu
apa kabar kamu semoga kamu sudah sehat ya, jika kamu membaca surat ini itu artinya aku sudah tidak ada lagi di dunia ini aku sudah pergi ke surga itupun jika aku masuk surga.hehehe
jujur aku suka sama kamu ayu namun aku tidak berani untuk mengungkapkannya karna waktu aku gak lama lagi aku sakit kanker otak ay, aku gak mau kamu sedi jika kamu tahu, walaupun aku pergi tapi hati aku aku tinggalkan di kamu.
coba sentu dada kamu apa kamu merasakan hati aku. tolong jaga hati aku baik baik ya, selamat tinggal ayu cantik
dari Regan ganteng***
Ayu menagis sambil memegang dadanya begitupun dengan yang lainnya mereka menangis. pandu menatap nanar ayu
" aku janji ay akan buat kamu bahagia tidak akan ada lagi air mata di pipi mu,namun sekarang aku membiarkan ya, terimakasih Regan kamu mau mendonorkan hati mu untuk ayu, aku kira kamu ingin menyakitinya namun kamu sangat mencintainnya. maaf kan aku Regan." batin pandu
***TAMAT
maaf ya ma ungkin ceritanya kurang nyambung ini karya pertamaku
i love you 💜💜💜💜💜
buat kalian semua
jagala kesehatan***