
" kalian saling kenal.?" tanya Ega saat mereka telah sampai di kantin.
" iya.". balas ayu
" gimana ceritanya." tanya Kevin lagi
" kita itu saling kenal dari SD, dulu aku SD nya di Bandung tapi waktu SMP aku pinda ke Palembang, tapi kita masih terus saling kasih kabar kok." jelas ayu
" Oya sin kamu kok bisa di sini mama sama papa kamu juga di sini.?" tanya ayu
" mama sama papa udah meninggal ay, mereka ke celekaan waktu aku SMP.". ujar Sinta sambil tersenyum walaupun senyuman yang di berikan ya itu palsu.
" maaf sin aku gak tahu." maaf Ayu dengan tulus.
" Hallo semuanya." teriak seseorang dari pintu kantin.
ayu Kevin dan Sinta langsung menoleh ke arah pintu.
" bener - bener itu anak bikin telinga aku sakit aja." geram Ayu
" Hay kalian kenapa gak jawab sapaan aku." ucap Arnol kesel.
ayu,Kevin,dan Sinta hanya memutar bola mata malas,mendengar celotehan Arnol.
" eh siapa ni.?" tanya Bagas menunjuk Sinta.
" oh ini Sinta temen aku dari dulu ni ma." sahut Ayu.
" jadi kalian saling kenal tanya.?". tanya Randa.
" iya aku sama ayu itu saling kenal dari SD, cuman waktu ak SMP ak pinda ke Lampung,dan baru balik ke Palembang lagi sekitar enam bulan yang lalu." jelas Sinta.
" oh.." sahut mereka serempak.
setelahnya mereka memesan makanan.
" eh sin kamu tinggal di mana sekarang.?" tanya ayu tiba - tiba.
" dia tinggal di apartemen gua." sahut Randa.
" APA.." pekik ayu dan Ega secara bersamaan, hingga mengalikan perhatian semua orang ke meja mereka.
sedang Sinta hanya meringis mendapat tatapan tajam dari Ayu dan Ega.
" jelasin sekarang." pinta ayu penuh penekanan.
" nanti aja, aku jelasin."
" ok, kita tunggu kamu di kafe kenangan." ujar ayu.
" kamu juga ikut." ujar ayu menunjuk Randa.
" ck, iya, jam berapa."
" jam tujuh, awas aja kalian telat." ancam ayu.
" sekarang jelasin." pinta ayu yang mulai kepo dengan cerita mereka.
" jadi gini. waktu aku lagi di jalan tiba- tiba ada yang menyulik dan nyekap aku, ya aku takut doank kalok aku di bunuh atau di lecehkan, tapi nyatanya gak aku di rawat dengan baik oleh orang yang nyulik aku,
setelah seminggu aku terus berada di sana baru deh orangnya kasih tau aku kalok dia mau menolong aku dari teman papa yang pengen menguasain hartanya papa,
dan kalian tau gak siapa yang nyulik aku, itu adalah Randa, senjak kejadian itu dia nyuru aku buat tinggal di apartemen nya, takut kalok ada yang mau nyelakain aku lagi." jelas Sinta panjang lebar.
" oh.." hanya kalimat itu yang keluar dari mulut mereka semua.
" eh tunggu dulu selama singgu,Lo gak macam- macam kan sama besty gua.?" selidik ayu.
" gua bulan cowok berensek." balas Randa dengan ekspresi dingin.
" bagus deh kalok gitu,Lo boleh jadi pacarnya Sinta." jawab ayu enteng.
sedang kan Sinta Dan yang lain hanya bisa memasang waja cengo begitu juga dengan Sinta tapi tidak dengan Randa dan pandu, mereka tersenyum penu arti sambil menatap ayu dan Sinta bergantian.
" wa kamu pikir aku ini apa si, kamu kayak mau jual anak ayam aja." kesal Sinta.
" ya biarin aja kamu kaneng anak ayam suka berciap ." ujar ayu asal.
" eh gimana kalok kita malam ini nginep di rumah kamu Ayu." usul Ega.
" boleh tu kebetulan di rah lagi ada mama sama papa, kamu kan udah lama gak ketemu mereka.?" ujar ayu sambil melirik. Sinta.
" ya, juga ya, aku udah kangen kayak dulu nonton bareng, makan bareng,tidur bareng, yok kita pulang sekarang." ucap Sinta dengn sangat empat lima.
kemudian mereka bertiga pulang duluan dan kebetulan ayu membawa mobilnya, sedangkan para cowok- cowok yang melihat kepergian tiga cewek itu pun memasang wajah cengo bak orang bodoh.
" jadi kita di tinggal ni.?". tanya aji masih belum sepenuhnya sadar.
" kayaknya si iya." balas Rian, dan di angguki oleh semuanya termasuk pandu dan Randa yang notabennya sang kulkas dan beruang kutub.
." mungkin kita sudah di lupakan." ujar Randy.
" kalian emang akan di lupakan jika mereka bertiga sedang bersama." ujar seorang perempuan cantik yang menggunakan allamenter sebuah universitas. yang entah datang nya dari mana.
" kamu siapa.?" tanya Kevin
" kenalin ayu Nadia kakak nya Ega." ujar Nadia memperkenalkan diri.
. " mereka bertiga selalu saja begitu jika ia sedang bertemu, bahkan cowok mereka pun di lupakan,
eh ralat bukan hanya cowok mereka yang di lupakan namun aku juga sering mereka tinggalkan saat sedang berbelanja di mall,
jadi kalian siap - siap saja untuk di lupakan oleh mereka bertiga saat sedang bersama. " ujar Nadia
" kalok gitu aku pamit dulu ya, teman - teman aku yang lain udah nungguin tu." tunjuk Nadia ke arah sebua meja.
." hati - hati kak." jawab mereka semua
" kayaknya kita bakal sering di lupakan dah." ujar Randy.