DEAR AYU

DEAR AYU
Besty



sesampainya di pantai Ayu langsung turun dari mobil menuju ke bibir pantai.


" aaaahhhhhh......."


pekik ayu sesampai nya di pinggir pantai. beruntung saat itu pantai lagi sepi, pandu yang memperhatikan Ayu hanya diam saja, ia tahu jika selama ini ayu pura pura bahagia di hadapan semua orang.


pandu juga tahu jika ayu belum bisa muve on dari Langit ataupun Cakra, alih- alih pacaran dengan Cakra bisa menyembuhkan lukanya dengan langit, namun semua itu salah karna Cakra juga menorehkan luka yang sama dalam dan perinya.


sampai akhirnya ayu menutup hatinya untuk semua cowok, walaupun banyak orang yang suka kepadanya, namun jika hanya ingin berteman ayu tidak membatasinya,


pandu hanya melihat ayu dari jauh,hanya bisa diam, dengan hati yang ikut merasa sakit.


" ay, aku janji aku tidak akan sama kayak mereka yang meninggalkan kamu,


dan untuk kamu langit aku ingin meminta izin ya,buat bikin ayu bahagia ada di samping aku." janji pandu pada dirinya sendiri.


sedangkan ayu hanya duduk di pinggir pantai tatapan matanya kosong, ayu tidak menangis ia hanya merasa sesak di dadanya, semakin banyak,


" huumm.. " ayu membuang nafas lelah


" lebih baik aku pulang saja, hari sudah mulai gelap juga." lalu ayu pergi dari pantai,


" lebih baik aku memesan taksi online saja." pikir ayu.


namun saat ia ingin mengambil hp di dalam tas ayu melihat mobil pandu yang tak jauh dari tempatnya berdiri.ia baru sadar jika ia pergi ke sini bersama pandu.


" astaga aku lupa ada pandu." guman ayu di dalam hati. lalu langsung masuk ke dalam mobil.


" beruang kutub ini tidur apa ia kelalahan menungguku." pikir ayu.


ya pandu sekarang tertidur di kursi belakang, ayu pun yang tadi duduk di depan langsung pindah ke kursi belakang juga,


dan mengangkat kepalah pandu untuk pinda di pahanya.


sebenarnya pandu tidak tidur ia melihat ayu yang Hendak berdiri, jadinya ia langsung masuk ke dalam mobil dan berpura - pura tidur.


" beruang bangun." ujar ayu membangunkan pandu sambil mengelus rambutnya, yang hitam legam,


" beruang bangun, atau mau aku cium." ancam Ayu,


ya sebenarnya ayu tahu jika pandu hanya pura- pura tidur karna waktu ayu membelai rambutnya ayu melihat pandu tersenyum walau hanya sebentar.


" aku gak mau bangun, cium aja kalok. berani." tantang pandu,


karna ia yakin jika, ayu tidak akan berani untuk menciumnya,


namun. selanjutnya apa yang terjadiembuat pandu menjadi diam seperti patung.


" cup.."


" cup.."


namun sekarang ia mencium pandu orang yang baru satu bulan terakhir ini bersamanya.


" berani kan aku mencium mu." guman ayu untuk menghilangkan rasa gugupnya.


" sekarang mari bangun. dan pulang ." ujar ayu lagi,


kemudian langsung keluar dari mobil dan pinda duduk ke depan.


" wah apa itu tadi aku baru caja di cium." pikir pandu yang masi bengong.


" beruang kutub, cepat hari mulai gelap." ujar ayu yang mulai kesal karna pandu melamun.


suara ayu itu langsung menyadarkan pandu dari lamunannya.mereka pun pulang kerumah Masing masing.


***


ke esokan harinya di dalam kelas ayu sedang duduk sendiri di mejanya sambilelamun, tiba - tiba ada yang mengagetkanya.


" dor " pekik Ega dan Kevin mengagetkan ayu.


" astaga kalian untung aku gak jantungan." guman ayu pura - pura kesal.


" ya sory " ujar Ega dan kevin sambil cengengesan.


" eh kamu tau gak katanya ada anak baru lagi deh." ujar Kevin heboh.


" oh ya, dia masuk ke kelas mana,?" tanya Ega


" katanya si yang cowok masuk ke kelasnya si curut itu, jawab Kevin,


ya si curut yang di maksud adalah Arnol,Bagas,Randy,Rian.


" terus yang ceweknya.?" tanya Ega lagi


" masuk ke kelas kita." balas Kevin dengan semangat empat lima.


tak lama kemudian sang guru pun masuk ke kelas yang di iringi oleh seorang murid cewek,


" selamat pagi semuanya," sapa ibu jeni sang wali kelas.


" pagi Bu." jawab mereka semua serentak.


" kita ke datangan murid baru hari ini silakan perkenalkan diri." ujar ibu jeni


" perkenalkan nama aku Sinta utari, semoga kita bisa menjadi teman." ujar Sinta memperkenalkan dirinya.


ayu yang sedari tadi melamun langsung menoleh ke depan ketika ada yang menyebutkan nama Sinta Utari. kemudian mata ayu dan Sinta saling tatap.


" BESTY. " pekik ayu dan Ega secara bersamaan. hingga membuat seisi kelas menutup telinga mereka.