
satu minggu berlalau senjak kejadian di taman waktu itu, hari ini ayu sangat malas untuk berangkat ke sekolah sebab hari ini adalah hari Senin hari yang paling di hindari oleh setiap siswa karna hari Senin akan di lakukan upacara.
" Ay bangun sayang." ujar mama ras sambil mengusap rambut ayu.
" sebentar lagi ma, lima menit." jawab ayu balas ayu sambil menarik selimut nya menutupi seluruh tubuh nya.
" gak ada lima menit - lima menit Tan, cepat bangun atau mama siram kamu dengan air cucian piring.". ancam mama ras.
" Iss' mama sama anak sendiri kok kejam banget si." balas ayu sambil menuju kamar mandi.
di sekolah ayu terlihat sangat murung,
" kenapa muka Lo kayak ngak di kasih makan aja." tanya Randy
" gak papa kok." balas ayu lesuh
" seriusan Lo gak sakit kan.?" tanya Randy lagi.
" gak aku sehat lahir batin ran." ujar ayu lesuh,
Tak lama setelahnya ibu jeni sebagai wali kelas mereka, terlihat memasuki kelas.
" Selamat pagi semuanya,". sapa Bu jeni " pagi Bu" balas seluruh murid
" baiklah anak-anak hari ini ibu beserta guru yang lainya ada rapat di ruang kepalah sekolah, jadi kalian di bebaskan dari belajar untuk hari ini, dan jangan ribut di kelas." ujar Bu jeni.
dan seketika itu juga kelas menjari Riu kerna suara sorakan,
" yes, kita bisa terbebas dari PR hari ini teman-teman." ujar Ega bersorak senang.
seketika itu juga murid yang ada di kelas ikut bersorak senang juga.
" Kantin yuk." ajak ayu
" gas kuy." balas Ega dan Kevin berbarengan.
" apaan si Lo yan, gak jelas banget." ujar Ega dan Kevin berbarengan lagi.
" na kan jodoh pasti kalian berdua." namun kali ini bukan Rian yang berbicara melainkan Aji.
sedangkan yang lainnya sekarang sedang tertawa terbahak-bahak, mengingat jika meraka berdua memang saling suka namun ya karna gengsi yang sama-sama Tinggi jadi lah seperti ini.
" udah-udah ntar meraka nangis." lerai ayu walaupun dia sendiri masih tertawa
" is dasar teman gak punya akhlak." sungut Ega sambil berjalan menuju kantin.
" Huby Ega sayang jangan ngambek donk." panggil ayu di koridor sekolah, yang membuat semua mata memandang ke arah Ega dan ayu, Ayu hanya menyengir tanpa dosa sedangkan Ega ia begitu malu karna panggilan Ayu tadi.
sesampainya di kantin ayu langsung duduk di sebelah Ega dan tak lama setelah itu Kevin, Randy,Rian,Arnol, Bagas, dan Pandu. juga duduk di meja yang sama dengan yang di duduki oleh Ayu dan Ega.
" mang bakso delapan sama es teh manis delapan juga ya." pesan ayu
" siap neng di tunggu ya." balas mang Ujang sang penjual bakso terenak di sekolah.
selagi menunggu pesanan Bagas tanpa sengaja menoleh ke arah Ega yang tampak murung.
" kenapa Lo ga, sakit tumben Lo diem biasanya kayak mba Kunti yang gak bisa diem.?" tanya Bagas
" apaan si Lo, gua sehat ya cuman lagi kesel aja sama seseorang." balas Ega sambil melihat ke arah ayu.
" kenapa kalian berdua ribut.?" tanya pandu.
" gak mereka berdua gak ribut cuman kita tadi godain Kevin sama si Ega, ayu juga ikutan tetawa dan gak belain si Ega, makanya Ega kesel sama Ayu." jelas Randy
" oh ya aku sebagai teman kalian semua ni cuman mau bilang Kalok suka bilang jangan di pendam ntar di ambil orang lain nangis nyesek sampai ke hati. " ujar Pandu
sambil melirik ke arah Kevin ya secara tak langsung pandu menyindir Kevin.
namun semua yang ada di meja itu mengerti semua apa yang di maksud oleh pandu.