DEAR AYU

DEAR AYU
SANDERA



kini telah satu minggu berlalu senjak kejadian ayu yang sakit. dan kedua orang tua ayu pun sudah kembali ke rumah, yang berarti pandu pun juga telah kembali ke rumahnya.


namun walaupun pandu telah kembali ke rumahnya sendiri ia masih selalau menjemput dan mengantar ayu sekolah, seperti pagi ini.


" assalammualaikum, Bun, pah " sapa pandu.


". waalaikum'salam, masuk pan ." ujar mama ras.


" iya Bun." jawab pandu


" kamu sudah sarapan pan.?" tanya papa ledi.


" belum pa." jawab pandu dengan apa adanya.


" ya kamu sarapan di sini aja." ajak papa ledi.


tak lama kemudian ayu juga turun ke bawah.


" morning mam, pa. " sapa ayu.


" morning, sayang ." malas mama dan papa berbarengan.


" eehmm kok aku gak di sapa juga." ujar pandu yang mengalikan atensi ayu ke arahnya.


" eh aku lupa ada kamu." balas ayu enteng.


" sudah - sudah jangan ribut, kita sarapan sekarang," lerai mama ras.


pukul 07: 00 ayu dan pandu telah sampai di parkiran sekolah yang langsung di sambut oleh Bagas, Arnol,Kevin, Randy,Aji,dan Rian.


" wa tumben kalian bertiga ikut gabung.?" tanya pandu, ke pada Randy, Aji, dan Rian,


ya pasalnya mereka lebih suka menggombali adik kelasnya yang sedang lewat.


" ya elah bro bosen kita gombali cewek mulu tapi gak ada yang dapet." jawab Randy yang seolah - olah sedang merasa tersakiti.


" lebay Lo, jijik gua liatnya," ujar ayu lalu pergi meninggalkan ke 7 cowok tampan itu, tapi diata ayu ya biasa saja.


" ya neng cantik jangan gitu dong hati babang jadi terluka." ujar Randy dengn wajah yang di buat sesedi mungkin.


namun bukanya merasa kasihan melihat Randy, mereka Mala merasa ngeri melihatnya.


" yok kita tinggalkan Randy di sini.". bisik Arnol kepada Pandu. pandu pun mengangguk sedangkan yang lain melihat kode dari tangan pandu segera mengerti mereka langsung pergi ke kelas mereka.


" wah gua gak bisa bayangin kayak apa malunya Randy nanti jika ia ternyata sedang bicara sendiri, dan itu di lihat oleh banyak orang." ujar Kevin


" eeffffhh hhh " akhirnya tawa Bagas peca juga.


" gua gak bisa bayangin seperti apa tu muka anak songong itu." sahut Arnol.


" hhhhjaaahh, hhhh, hahahaha, ." tawa mereka serempak kecuali pandu dia hanya terkeke melihat tingka temanya yang bisa di bilang otak nya agak bermasalah.


jika sekarang pandu dan yang lain nya sedang tertawa bedah halnya dengan randu yang sangat malu di perhatikan oleh banyak orang, apa lagi ada seorang cewek yang menegurnya.


" permisi kak, kakak sedang bicara dengan siapa.?" tanya seorang adik kelasnya.


mendengar itu pun Randy menjadi sadar jika hanya ada ia sendiri di sini,


" itu tadi sama temen cuman udah pergi duluan." Jawab Randy gugup.


" oh kalok gitu aku permisi kak, lain kali jangan bicara sendiri takutnya di kira orang gila." balas murid perempuan itu yang di ketahui bernama Hafifa manova.


setelah mengucap kan itu Hafifa langsung pergi dari sana takut - takut ia di marahi oleh Randy.


" astaga malu sekali aku, ini semua karna curut- curut- itu awas aja mereka." batin Randy


***


jika sekarang pandu, Ayu dan yang lain ya sedang bersenang senang bertemu teman temannya,


namun berbeda dengan seorang gadis yang sedang duduk sendiri di dalam kamar itu, walau pun kamar yang dia tempati sangat mewah, baju yang ia pakai sangat mahal, tapi itu tidak membuat ia bahagia. wajanya sangat sedih air matanya mengalir deras.


" ma pa kenapa nasib ku seperti ini." tangis gadis itu


" ma pa aku ingin menyusul kalian ke surga juga, di sini aku sangat tersiksa ma " ucap gadis itu sesugukan.


dan tanpa di sadari oleh gadis itu ada seorang pria bertopeng yang mendengar keluh kesahnya.


karna sebua kecelakaan, walaupun orang tuanya telah meninggal tapi Sinta tidak kekurangan uang karna orang tuanya memeiliki banyak perusahaan, butik, dan juga restoran, yang di urus oleh orang kepercayaan mama dan papanya selama ia masih sekolah.


namun siapa sangka jika ada yang mendengarkan keluh kesah Sinta.


" apaka aku terlalu mengekangnya selama ini,mungkin aku harus membiarkannya untuk pergi ke sekolah dan melakukan apa yang dia mau seperti dulu, asalkan dia tetap tinggal di sini ." batin pria itu


" cklek"


bunyi suara pintu terbuka, yang langsung mengalikan atensi Sinta.


" kamu mau keluar dari sini dan melakukan aktivitas seperti dulu lagi." pertanyaan yang tiba - tiba keluar dari mulut pria itu.


" kamu serius mau lepasin aku.?" tanya Sinta dengan mata yang berbinar.


" untuk melepaskan kamu mungkin tidak, tapi aku akan membiarkan kamu untuk beraktivitas seperti dulu lagi." ujar pria itu sambil menatap intens Sinta.


" benarka ." pekik Sinta senang dan tanpa sadar ia memeluk pria bertopeng itu.


sesaat setelah ia sadar apa yang ia lakukan ia langsung melepaskan pelukanya.


" maaf aku gak sengaja." ujar Sinta sambil terus menunduk tanpa berani mengangkat wajanya.


" apaka kamu tidak merasah penasaran dengan ku.?" tanya pria itu tiba tiba.


" aku penasaran denganmu tapi rasa takutku lebih mendominasi." jawab Sinta jujur.


" maafkan aku karna telah menyakitimu." ucap pria itu, lalu dengan gerakan tiba- tiba ia langsung membuka topengnya yang selama ini ia kenakan.


" tampan " itu lah kata yang tepat untuk menggambarkan fisual pria itu.


" selama kamu di sini kamu tidak mengetahui namaku bukan.?" tanya pria itu lagi.


" iya " jawab Sinta.


" kenalin nama ku Randa akmananja, " ujar Randa.


" kamu kenapa menyekapku di sini." tanya Sinta, ia cukup penasaran kenapa Randa menyekapnya di sini.


" itu karna aku melihat ada saingan bisnis papa mu yang ingin membunuhmu." jawab Randa.


" apa membunuhku kenapa?" tanya Sinta


" karna ia selalu kalah dari perusahaan papa mu." jawab Randa lagi.


" siapa orang yang ingin membunuhku." tanya Sinta masih dengan rasa penasarannya yang tinggi.


" kamu pasti kenal dengan orangnya, apa kamu ingat kenapa kamu pingsan dan terbangun di dalam kamar hotel itu, dan apa kamu tahu siapa orang yang hampir menabrak kamu.?" tanya Randa


" sebelum aku terbangun di kamar hotel itu, om BARA dan Tante GINA yang kasih aku jus alpukat, tapi orang yang hampir nabrak aku itu aku kira hanya orang yang gak sengaja." balas Sinta.


" menurutmu kenapa itu bisa kebetulan." tanya Randa


" aku tidak tahu ." jawab Sinta


" itu karna merekalah orang yang ingin menyelakaimu dan sikap baiknya selama ini hanya untuk topeng semata." jelas Randa.



jam sepulang sekolah pun tiba semua murid berhamburan keluar dari kelas begitu juga dengan ayu.


" beruang kutub sebelum pulang kita ke pantai dulu ya." pinta ayu


" iya " jawab pandu singkat.


memang sebelum sampai di rumah ayu sering ke pantai apa lagi setelah Cakra menghianatinya,. jarak antara pantai dan rumah tidak terlalu jauh


* **Hay semua jangan lupa like, komen,.vote,dan tambakan ke favorit kalian ya.


buat kalian I. LOVE YOU πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€


salam dari aku


ayu Puspita sariπŸ€—**