Curse: Chain Blood

Curse: Chain Blood
Bab 9: Desa Selatan



Desa utara merupakan tempat yang paling indah dari desa lainnya dan di tengah desanya terdapat sebuah Kastil megah menjadi pusat para Vampir untuk melihat Raja. Saat ini semua penduduk mulai cemas dan khawatir karena pasukan di bawah pimpinan Grey Vallen telah dikalahkan oleh pasangan Chain Blood membuat gelarnya sebagai Penjaga Hutan Neurune hanya menjadi sebuah pajangan.


Grey bersama Sela menunjukkan diri dihadapan Raja Vampir untuk melaporkan pasangan Chain Blood sudah bisa memanfaatkan kutukannya sontak ekspresi marah bercampur rasa takut membuat Raja Vampir memukul tembok Kastil hingga retak. Siapa pun yang berada di Kastil langsung merinding akan kekuatan besarnya membuat pelayan bingung melihat Raja Vampir ketakutan saat mendengar hasil laporan.


"Tuan Vein maafkan kami yang telah gagal memberikan kepala pasangan Chain Blood!" ucap Sela sambil menunduk


"Diam Sela! Seharusnya yang minta maaf bukanlah dirimu tapi Grey Vallen. Setelah menerima pembaruan desa timur, aku memberikannya sebuah saran untuk tidak membiarkan pasangan Chain Blood bersatu tapi melihat kekalahan telak pasti penjaga bodoh ini mengabaikannya!" ucap Vein dengan nada marah disertai ekspresi kesal


Grey tidak menerimanya bahkan berani mengangkat kepala sampai berdiri hanya untuk meluruskan ucapan Raja Vampir lalu satu ketukan jari telunjuk mengakibatkan kedua kaki pelayannya terpotong seketika sujud di lantai seperti memberikan pembelajaran agar selalu hormat dihadapan Rajanya.


Namun, Grey masih berusaha membuat Raja Vampir geram hingga mengangkat jari telunjuk yang siap memotong kepala pelayannya sontak Penjaga Hutan Neurune merinding tetapi Eden menampakkan diri di samping takhta sehingga kemarahan Raja Vampir langsung mereda dan Grey bernapas lega.


"Kau datang tepat waktu, Eden. Sebagai keturunan Kasel yang mempunyai daya tempur terkuat, aku memerintahkanmu untuk membunuh Lenora Hista!" perintah Raja Vampir


Eden menjawab perintah Raja Vampir melalui tingkah lakunya yang menunduk seperti pelayan kemudian menghilang.


"Grey jangan mempermalukan keluargamu. Jadi, pergi dari Kastil ini dan pertahankan tiga desa lainnya agar pasangan Chain Blood tidak masuk dan biarkan desa timur!" perintah Raja Vampir dengan nada menyindir


"Baik Tuan Vein!" balas Grey dengan menyembunyikan ekspresi kesal sambil meninggalkan Kastil


Ketika Kastil hanya ada mereka berdua tiba-tiba tubuh Sela tergeletak di lantai lalu asap hitam keluar dari mulutnya seketika membentuk penampilan tubuh perempuan.


"Aku bisa mencium aroma takut yang keluar dari tubuhmu, Vein!" ucapnya


"Memukul mundur Grey Vallen bahkan kamu, Pandora! Jika mereka berdua semakin dekat tidak ada pilihan lain kecuali membuka segel keturunan Edgar." ucap Raja Vampir


"Kalau begitu aku tidak sabar untuk bertemu saudara dan saudariku." ucap Pandora sambil menyeringai


Lima hari setelahnya.


Sebagian desa timur yang terlahap oleh api sudah dibangun kembali dengan bantuan sisa-sisa penduduk yang masih bertahan seperti anak-anak serta orang tuanya. Kabar mengenai Lenora yang sudah mencabut taring Penjaga Hutan Neurune tidak bisa lagi tinggal lebih lama di desa timur karena setiap Vampir dari desa utara sudah bergerak untuk mengincar kepalanya.


"Kakak, apa makanan manusia?" tanya anak-anak


"Manusia memakan apa pun yang bisa di makan apa lagi kalau sudah terancam untuk bertahan hidup bahkan kalau sudah gila, kami akan memakan kalian!" jawab Sasaki sambil menakuti anak-anak desa timur


Mereka langsung pergi menjauhi Sasaki karena takut tapi ada yang menganggapnya lucu. Sasaki teringat saat Bella memberikannya sarapan karena penasaran ingin mengetahui makanan Vampir selain darah, dia langsung bertanya dihadapan Bella seketika mendapatkan pukulan tepat mengenai perut.


"Ingat Sasaki, penasaran bisa membunuhmu! Sarapan pernah itu sebenarnya untuk para serigala karena kamu bilang manusia memakan apa pun. Jadi, aku tidak salah!" jawab Bella tidak mau disalahkan


"Astaga kau benar!" ucap Sasaki sambil menangis mengingat rasa sarapan yang pernah dimakannya


"Hmm, kalian berdua sudah tambah dekat. Bella sudah memanggil namamu!" ucap Lenora sambil menggendong anak-anak


Sasaki langsung mengangkat tubuh mungil Bella ke atas dengan sangat tinggi karena senang tidak lagi dipanggil bocah bau. Bella merasa malu dilihat anak-anak seketika menyentil dahinya Sasaki dengan sangat kuat hingga terlempar keluar desa membuat Lenora tidak bisa menahan tawa melihat ekspresi malu ibu angkatnya.


Ucapan Bella terasa hangat di dalam hatinya Lenora seketika teringat akan masa lalu saat dibuang Keluarga Hista. Tidur sendirian di hutan, kelaparan dan tidak mempunyai tempat tinggal hingga bertemu Bella yang memberikannya kasih sayang sampai melupakan sosok ibu kandungnya.


Dia menangis sambil memeluk Bella dengan terus mengucapkan terima kasih karena sudah merawatnya dari jarak jauh Sasaki merasa lega kini mereka berdua bisa pergi agar tidak melibatkan desa timur lagi.


"Bella yakin tidak mau ikut?" tanya Lenora


"Aku akan menghidupkan kembali desa timur lagipula tempat ini adalah pasanganku!" jawab Bella sambil tersenyum mengingat Jelma


"Baiklah. Jaga diri, aku pasti akan kembali!" ucap Lenora sambil memeluknya lagi


"Sasaki tolong jaga Lenora untukku!" minta Bella


Mendengarnya saja membuat Sasaki merasa senang karena Bella sudah mengandalkannya sehingga permintaan tersebut dijawabnya dengan berjabat tangan. Sebelum meninggalkan desa timur, Lenora memberitahu tujuan berikutnya yaitu menyebarkan ramalan Valentine dan memulai kembali janji lama yang berarti meruntuhkan kekuasaan Raja Vampir ke-4 sontak Bella syok saat mendengarnya tapi dia tetap memberikan dukungan.


Bella menyarankan untuk mereka berdua pergi ke desa selatan karena masih ada beberapa penduduk yang memegang janji lama. Mereka berdua sepakat menuju desa selatan dengan hadiah perpisahan dari penduduk desa timur berupa jubah untuk menutupi identitas.


Sasaki sedikit mempelajari Chain Blood ketika berpegangan tangan dapat menutup aroma mengerikan sehingga tidak perlu khawatir ketahuan penduduk desa selatan bahkan Bella sendiri terkejut soal itu.


"Baiklah, selamat jalan!" ucap Bella sambil melambaikan tangan bersama penduduk desa timur


Malam itu juga Lenora bersama Sasaki meninggalkan desa timur menuju desa selatan yang jaraknya cukup jauh tapi bisa sampai menggunakan kemampuan Vampir sehingga tidak memerlukan waktu lama sudah berada di gerbang desa selatan. Terdapat empat penjaga gerbang tapi mereka berdua bisa melewatinya dengan aman ketika masuk betapa terpukaunya Sasaki melihat kerumunan Vampir lalu-lalang sedang bersiap-siap mengadakan pesat.


"Desa yang makmur." ucap Sasaki sambil melihat jual beli bagaikan pasar


Jual beli yang dimaksud Sasaki hanya hiasan, perhiasan rumah, pakaian dan lain-lainnya bahkan masih menggunakan sistem barter. Pesta diadakan untuk memeriahkan hari terakhir masa kandungan istri pemimpin desa selatan seketika Lenora menarik Sasaki untuk menikmati pesta tersebut sampai menari di api unggun yang sangat besar dengan menggelilinginya bersama pasangan membuat keramaian hingga menyentuh akhir malam.


Saat mencari penginapan.


"Maaf hanya ada satu kamar yang tersisa lagipula kalian adalah pasangan. Jadi, satu ranjang untuk kamar ini bisa kalian gunakan!" ucap pemilik penginapan sambil tersenyum


Lenora hanya diam sambil memalingkan wajahnya sedangkan Sasaki terus dipaksa pemilik penginapan untuk menerima kamar tersebut sampai uang pemberian desa timur digunakannya. Satu ranjang dengan mereka berdua saling menjaga jarak bahkan saling balik badan agar tidak canggung karena suasana sunyi membuat Sasaki memikirkan hal tidak senonoh bersama Lenora.


"Belum saatnya Joni!" ucap Sasaki dalam hatinya masih menahan diri


Sasaki tidur duluan membuat Lenora kesal sambil mencubit pipi pasangannya.


"Bella benar terkadang perempuan harus bergerak untuk memulainya. Dasar Sasaki masih bisa saja menahan diri padahal ada wanita cantik tidur bersamanya!" ucap Lenora sambil memeluk Sasaki kemudian tertidur lelahp


Sesuatu berdiri karena mendapatkan sinyal kuat berupa dua gunung kembar menyentuh punggungnya, terasa lembut dan empuk memunculkan dua pilihan yaitu melakukannya atau tidak melakukannya. Sasaki tidak menyerang wanita yang lagi tidur karena tidak keren sehingga menunggu pagi hari muncul dengan memanfaatkan kantuk untuk tidur supaya tidak melakukan apa pun.


Bersambung....