
Lenora di bawa Himelda menuju sebuah ruangan bawah tanah dari tempat sebelumnya.
"Baiklah dengarkan! Darah spesial dalam dirimu itu mempunyai kemampuan yang luar biasa melebihi Vampir lainnya. Apa yang bisa kamu lakukan setelah mengetahui bahwa darahmu adalah spesial?" tanya Himelda
"Untuk saat ini hanya bisa menyembuhkan luka parah!" jawab Lenora
"Ha? Kau pasti bercanda bahkan itu bukan kemampuan asli dari darah spesial milikmu!" ucap Himelda dengan ekspresi terkejut
Lenora sama sekali tidak memahami darah spesial sehingga Himelda memberitahu bahwa menyembuhkan luka parah secara instan lebih mengerikan jika darah istimewa melakukannya.
"Sasaki yang memilikinya akan menjadi abadi jika bisa menahan segala rasa sakit tapi manusia sepertinya akan sulit melakukan hal tersebut malahan aku ingin kalian bertukar posisi. Namun, itu sangat mustahil yang bisa Lenora lakukan sekarang adalah manipulasi darah." ucap Himelda
"Manipulasi darah?" tanya Lenora masih bingung
"Darah racun tidak akan mempan untukmu. Jadi, pikirkan darahnya Sasaki mengalir di setiap urat nadi lalu ubah menjadi milikmu kemudian ciptakan darah racun!" jawab Himelda
Lenora tidak bisa melakukannya tetapi lama-kelamaan mulai melihat Lautan Merah Tanpa Dasar yang dimaksud Sasaki saat di desa timur bahkan lebih terkejutnya lagi, Lenora dapat melihat tubuhnya Sasaki yang terus tenggelam.
Selagi Lenora berlatih bersama Himelda. Penduduk barat menjelaskan darah istimewa sesuai arahan pemimpin ketika mendapatkan pelatihan mental untuk menahan setiap rasa sakit membuat Sasaki merinding melihat berbagai senjata sudah siap untuk digunakannya sendiri.
"Jangan terlalu memaksakan dirimu!" ucapnya dengan ekspresi khawatir
"Aku akan terus memaksakan diri untuknya maka segalanya akan kuberikan. Jadi, apa pun rasa sakitnya akan aku terima!" teriak Sasaki bertekad melatih mental rasa sakitnya
5 hari masa pelatihan.
Lenora tidak kuasa menahan aliran darah racun yang terus mengalir ke setiap urat nadinya sehingga setiap berpisah dari dunia Lautan Merah Tanpa Dasar, dia merasa seperti mencapai permukaan dengan menarik napas sebanyak mungkin.
Himelda terus menemani Lenora yang setiap kali gagal mengalirkan darah racun dalam tubuhnya. Kegagalan akan memberikannya rasa sakit yang luar biasa sampai menangis tapi Lenora terus berusaha memikirkan cara agar darah racun mengalir dengan sempurna di urat nadinya.
Sedangkan untuk pelatihan Sasaki. Puluhan senjata tajam melukai tubuhnya agar terbiasa walaupun sudah bisa menguasai penyembuhan instan tetapi rasa sakitnya tidak bisa dihilangkan. Jeritan sakit setiap kali senjata tajam menembus tubuh atau menyayat kulitnya hingga berusaha memanfaatkan setengah Vampir agar mengurangi rasa sakitnya.
10 hari masa pelatihan.
Lenora dan Sasaki mulai bisa berkomunikasi melalui rantai darah yang bisa dimunculkan sesuka hati. Mereka saling berbagi pengalaman saat berlatih hingga Lenora menyadari hal penting agar darah racun mengalir sempurna sedangkan Sasaki mulai bisa membuang sisi manusianya.
Sontak terbangun tanpa merasakan sakit tiba-tiba Himelda yang selalu mengawasi mulai bersikap aneh dengan tatapan kosong bahkan tidak bergerak sama sekali. Lenora menyadari sesuatu tentang keadaannya saat ini, Himelda bukan tidak bergerak melainkan diam membeku tanpa ada suara detak jantungnya.
Sebuah aliran merah terus mengalir di urat nadinya seketika Lenora sadar bahwa itu adalah darah racun bahkan aliran darahnya Himelda ikut berwarna merah. Panik saat melihat darah racun mengalir di tubuhnya Himelda seketika aliran darah racun terhenti sampai menyadarkan Himelda kembali seperti semula.
"Lenora barusan kamu berhasil melakukannya!" teriak Himelda dengan senang melihat keberhasilan Lenora
"Maksudmu?" tanya Lenora tidak mengerti apa yang sedang terjadi
"Kau barusan mengalirkan darah racun dalam tubuhmu sehingga itu mempengaruhi sekitar. Jadi, siapa pun yang mendekatimu akan sulit bergerak mirip seperti orang mati dan untung saja tadi kamu tidak membunuhku." jawab Himelda dengan perasaan lega
Himelda memberitahu lagi bahwa darah spesial selagi aktif bisa memerintahkan Vampir untuk mengikuti perintahnya. Lenora akhirnya bisa berkali-kali memanfaatkan darah spesialnya sampai mengontrol Himelda yang mana mengikuti perintahnya.
15 hari masa pelatihan.
Lenora sudah berhasil menggunakan darah spesialnya sehingga pergi ke atas untuk memeriksa Sasaki ketika sampai betapa terkejutnya, dia melihat perubahan drastis pada pasangannya. Puluhan penduduk desa barat bergiliran menyerang Sasaki secara membabi-buta yang mana serangannya sangat fatal.
Namun, luka itu langsung sembuh hanya beberapa detik saja dengan Sasaki menyeringai seperti orang gila disertai warna matanya berubah menjadi putih. Salah satu penduduk desa barat menjelaskan apa yang sedang terjadi kepada Sasaki.
Semasa pelatihan, Sasaki mencoba membuang sisi manusianya ketika berhasil sisi Vampirnya mengambil alih tubuh sontak perubahan sifatnya terlihat jelas dari senyumannya itu. Himelda sangat terkejut akan senjata perdamaian bernama Chain Blood yang dibuat Raja Sora bersama Valentine.
Tawa mengerikan yang berasal dari Sasaki tidak membuat Lenora senang saat melihatnya sudah berhasil memanfaatkan darah istimewa. Rantai darah dimunculkannya lalu mengekang tubuh Sasaki kemudian menciumnya seketika perubahan warna mata kembali menjadi normal seperti manusia pada umumnya.
"Lenora." ucap Sasaki dengan nada lelah
Lenora menjatuhkan kepalanya Sasaki ke dua gunung kembarnya kemudian mengelus rambut pasangannya itu dengan lembut sampai tidur lelap. Perbuatan Lenora saat mencium Sasaki seketika meningatkan aroma mengerikan Chain Blood sampai melemahkan seluruh penduduk desa barat bahkan Himelda kesulitan bernapas.
Mereka berdua sudah berhasil menggunakan darah istimewa dan spesial tapi daya tempur untuk melawan 10 perintah Vampir masih belum cukup sehingga Himelda menyarankannya untuk mencari keturunan Angelica sebab dahulu, dia adalah Pemburu Vampir yang sanggup melawan salah satu 10 perintah Vampir sendirian dalam duel satu lawan satu.
Setelah melalui pelatihan kini Lenora dan Sasaki akan berpisah dari desa barat untuk mengikuti sarannya Himelda menuju Tokyo. Saat ini, desa barat sudah menjadi pasukan yang siap kapan pun menurunkan Raja Vampir ke-4 dari takhtanya ketika Himelda selesai menghubungi teman manusianya kini mereka berdua bersiap-siap menuju tempat keturunan Angelica berada.
Tempat tersebut adalah Akademi Pemburu Vampir yang hanya aktif saat malam hari tiba bahkan tidak ada satu pun yang mengetahui bahwa ada akademi seperti itu. Lenora dan Sasaki langsung berangkat setelah melakukan perpisahan dengan berpesta bersama penduduk desa barat.
Bersambung....