
2 hari sebelum gempuran pasukan Grey Vallen.
Bella berpakaian maid dengan aroma mawar khas Keluarga Rosewein berjalan di desa timur sontak mencuri pandang setiap penduduknya. Namun, hinaan dan caci maki dilontarkan kepada Bella yang telah menelantarkan desa timur.
Di saat yang bersamaan Lenora dan Sasaki berbaur dalam kerumunan yang terus menghina Bella. Semua melempari batu hingga Lenora tidak tahan melihat Bella diperlakukan seperti itu tapi Sasaki menghentikannya.
"Jangan ceroboh jika mereka mengetahui identitasmu nanti suasana akan bertambah parah. Coba lihat Bella, apa dia terlihat memerlukan bantuan?" tanya Sasaki memegang tangan kanan Lenora.
Batu demi batu menghantam tubuh kecilnya hingga terluka tapi Bella tetap tersenyum layaknya menerima semua kemarahan penduduk desa timur. Dia tidak menunjukkan kebencian seperti biasanya sehingga memberikan perasaan lega untuk Lenora karena Bella sudah berani menghadapi hal yang sama sepertinya.
Anak-anak yang melihat seseorang mendapatkan perlakuan buruk enggan untuk terus menontonnya seketika mereka bersatu lalu menghentikan perbuatan orang dewasa menggunakan tubuh kecilnya sebagai tameng.
"Hentikan!" teriaknya dengan nada tinggi
Ada beberapa yang menangis melihat tingkah laku orang dewasa hingga mereka yang melempari batu mulai berhenti melakukannya sedangkan untuk para orang tua seketika sadar bahwa pemimpin desa timur sangat berbeda dari sebelumnya.
Para orang tua langsung ikut mendukung anak-anaknya. Bella merasa dirinya mempunyai kesempatan untuk memperbaiki apa yang telah dilakukannya seketika sebuah dorongan muncul untuk bersungguh-sungguh melindungi desa timur.
"Bella Rosewein sebagai pemimpin desa timur ingin meminta maaf kepada kalian semua. Selama ini, aku telah membenci kalian hanya masalah pribadi dan menelantarkan desa ini. Namun, sekarang aku ingin berubah dan akan melindungi desa timur ini walaupun di antara kalian masih ada yang membenciku tapi tidak masalah karena aku pantas untuk dibenci." teriak Bella dengan serius
"Apa maksud kedatanganmu?" tanya salah satu penduduk dengan nada tinggi
"Tersisa 2 hari nanti pasukan Grey Vallen yang melayani Raja Vampir ke-4 akan memusnahkan desa timur. Oleh karena itu, aku akan melindungi desa ini walaupun nyawa adalah taruhannya!" jawab Bella
"Ha? Pasti ini perbuatanmu!" teriaknya
"Dasar pemimpin bodoh!" teriaknya
"Tanggung jawab!" teriaknya
Penduduk mulai menunjukkan kemarahan hingga Lenora menghilang dari genggaman tangannya Sasaki. Dia malah menunjukkan diri di depan bersama Bella sontak mereka mulai mengenali sosoknya yang telah ditetapkan sebagai Vampir terkutuk.
"Itu semua adalah perbuatanku. Jadi, lampiaskan semua amarah kalian kepadaku!" teriak Lenora
Bella sangat terkejut dengan kedatangan Lenora seketika penduduk tidak bisa mengontrol emosinya sampai ingin memakai kekerasan. Di saat keadaan sudah mulai kacau, Sasaki tidak tinggal diam dengan menggigit kulit tangan kanan seketika menyebarkan aroma mengerikan berupa darah racun.
"Siapa pun yang menyentuh mereka berdua akan kubunuh!" teriak Sasaki menatap tajam ke semua penduduk desa timur
Tidak ada yang berani mendekat kecuali anak-anak yang pernah bermain dengan Sasaki sedangkan orang tuanya ketakutan tapi melihat anak-anaknya masih mencoba melindungi seketika memberikan mereka dorongan untuk tetap percaya.
Mereka bersama-sama berteriak dan menghina perbuatan orang dewasa yang tidak layak seketika menurunkan emosi mereka hingga malu akan perbuatannya. Hal tersebut memberikan Sasaki sebuah keyakinan bahwa Vampir tidak jauh berbeda dari manusia.
"Kumohon untuk tidak panas. Ini adalah kesalahan kami karena melibatkan kalian oleh karena itu Bella, Lenora dan aku akan melindungi semuanya tapi kami bertiga tidak akan cukup. Jadi, aku membutuhkan kerja sama kalian untuk mengikuti arahan agar semuanya selamat!" teriak Sasaki mulai unjuk diri
"Diam! Darah racun memangnya bisa dipercaya?" tanyanya dengan nada tinggi
Masih ada yang tidak percaya sehingga Sasaki terpikirkan sebuah cara untuk mewujudkan keyakinan dan kepercayaan tersebut. Karena, dia ahli dalam bernegosiasi seketika suasana berada digenggaman tangannya kini Lenora merasa tenang.
"Bocah bodoh jangan terlalu berlebihan!" teriak Bella dengan ekspresi khawatir
Melirik ke belakang sambil senyum meminta untuk dipercaya dan diandalkan. Bella mengikuti arahan Sasaki dan benar tidak ada keanehan saat mengonsumsi darah tersebut sehingga semuanya terdiam lalu menuruti perkataan Sasaki dan benar bahwa janji Sasaki bisa dipercaya
Masalah keributan terselesaikan dengan Sasaki membiarkan setiap Vampir menghisap darah di lengan kirinya sampai selesai.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Lenora dengan ekspresi khawatir
"Tidak perlu khawatir. Masih ingat saat memberikan darahmu? Saat itu, aku tenggelam di lautan merah tanpa dasar ketika terus memikirkannya ternyata lautan merah tanpa dasar adalah darahku!" jawab Sasaki
"Itu seperti menjadikanmu monster melebihi kami!" sindir Bella
"Tidak apa menjadi monster selagi itu bisa membantu maka akan aku lakukan." ucap Sasaki dalam hatinya
Sasaki sedikit memahami keanehan pada tubuhnya sehingga memanfaatkan lautan merah tanpa dasar untuk mewujudkan keinginan Lenora. Sesuai kesepakatan kini semua penduduk desa timur tidak lagi melawan dan Bella akan memberitahu rencananya untuk melindungi desa timur.
Namun, masih ada beberapa Vampir yang tidak mau menuruti perkataan manusia, Vampir terkutuk dan Pemimpin Desa Timur yang menelantarkan mereka. Dendam dalam dirinya tidak menghilang sehingga bersatu dengan beberapa Vampir yang juga memberontak.
1 hari sebelum gempuran pasukan Grey Vallen.
Di saat semuanya sibuk mempersiapkan peralatan untuk melawan balik pasukan Grey Vallen yang sudah memasuki satu hari sebelum gempuran datang. Sasaki dipanggil beberapa Vampir untuk mendiskusikan sesuatu yang mana sangat mencurigakan.
Sasaki mengikuti tiga Vampir menuju sebuah goa yang sedikit jauh dari desa timur ketika menyadari keadaan semakin aneh tiba-tiba dari belakang muncul balok kayu menghantam kepalanya dengan sangat kuat sampai pingsan di tempat.
"Bagus mari buat kesepakatan dengan Grey Vallen untuk membiarkan kita hidup tapi sebelum itu nikmati darahnya agar kekuatan kita bertambah!" ucap pemimpin yang memberontak
"Siap bos!" ucap dua bawahannya
Di sisi lain, Lenora tidak merasakan tanda-tanda detak jantung berdegup kencang karena Sasaki masih belum dalam kondisi berbahaya sehingga tidak sadar kalau terjadi sesuatu pada pasangannya.
Beberapa jam berlalu. Sasaki terbangun dengan tetesan darah terus mengalir dari ujung rambutnya, kedua tangan terikat begitupun kakinya dan tubuhnya dibuat gantung sampai tidak bisa bergerak.
Mengetahui Sasaki sudah sadar tiba-tiba mereka bertiga memukulnya dengan kuat di berbagai tubuh karena membenci manusia. Sasaki sampai muntah darah, babak belur dan terus menjerit sakit sedangkan tiga Vampir tertawa serta merasa bahagia setiap kali melancarkan pukulannya.
"Manusia adalah makanan. Jadi, diam dan berikan darahmu untuk kami!" teriaknya
Sayat demi sayatan melukai tubuh bagian kiri dengan mereka bertiga terus membuat aliran darah yang diisi menggunakan ember untuk dikonsumsi walaupun darahnya tidak ada habisnya tapi rasa sakit yang dirasakan membuat Sasaki menangis hingga terus menjerit sakit.
[Deg-Deg]
Pada saat itulah, jantung berdegup sangat kencang seketika Lenora menajamkan pupil matanya dengan sangat marah mengetahui Sasaki dalam bahaya.
Bersambung....