Curse: Chain Blood

Curse: Chain Blood
Bab 6: Ramalan Valentine



Malam hari telah kembali. Sang Penjaga bersama dua peliharaannya mulai berkeliaran ke seluruh penjuru Hutan Neurune mencari keberadaan pasangan terkutuk. Sang Penjaga terhenti di sisi timur Hutan Neurune karena mencium aroma mengerikan bercampur pada hembusan angin malam.


Darah kering yang ditemukan mengarah ke rumah kecil ketika mencoba mengikutinya tiba-tiba sosok Vampir dari Keluarga Rosewein menghalangi jalannya.


"Menginjakkan kaki pada area tempat tinggalku sepertinya bocah bodoh kayak kamu ini harus diberi pelajaran!" ancam Bella dengan menampakkan dirinya seperti predator


"Maafkan ketidaksopanan saya, Tetua!" balas Grey meminta maaf dengan tulus tapi memasang ekspresi terkejut


Terkejutnya Grey karena sosok perempuan dihadapannya ini merupakan mantan pelayan Raja Vampir ke-3 akan tetapi taringnya sama sekali tidak menciut sebagai Kepala Keluarga Vallen yang turun-temurun menjadi Penjaga Hutan Neurune agar terhindar dari bahaya menguatkan tekad untuk tetap melaksanakan kewajibannya.


"Bella-sama, saat ini keadaan Hutan Neurune sedang dalam bahaya akan keberadaan darah racun atau lebih tepatnya Chain Blood. Nona Sela memerintahkan saya untuk mencari Lenora Hista karena aroma mengerikan tercium maka kemungkinan dia berada sekitar sini." ucap Grey dengan nada sopan


"Lenora memang berada di sini!" ungkap Bella


"Benarkah? Kalau begitu mari kita bawa dia!" ucap Grey dengan ekspresi senang


"Kau ini memang bocah bodoh seharusnya memahami ucapan sendiri dan perintahnya untuk mencari bukan menangkapnya, benar?" tanya Bella dengan nada sindiran


"Anda benar." jawab Grey sambil menahan malu


"Setelah mengetahui Lenora berada di sini maka perintah itu telah selesai. Pulang dan dapatkan perintah lainnya!" ucap Bella


Grey tidak mengangkat kaki tapi menunjukkan kewajibannya sebagai Penjaga Hutan Neurune dengan memperlihatkan taring disertai tatapan tajam membuat Bella memikirkan cara untuk bocah bodoh dihadapannya itu memberikan waktu agar Lenora dan Sasaki bisa kabur.


"Barusan anda membelanya, benar? Berarti anda adalah ancaman." ucap Grey menunjukkan kebengisannya bersama dua serigala seperti melindungi tempat tinggal mereka


"Peringatan terakhir untukmu, bocah bodoh. Pulanglah!" ancam Bella menampakkan kengeriannya


Satu-satunya jalan keluar agar Grey memberikan waktu adalah perbedaan kekuatan. Berlian mentah yang masih belum diasah tidak akan berani menghadapi berlian indah yang sudah siap menarik mata.


Bella adalah berlian indah sedangkan Grey adalah berlian mentah sehingga kengerian dihadapannya memberikan tanda ke seluruh tubuh untuk tidak melawan sendirian. Sang Penjaga tidak menerima taringnya menciut mencoba melawan tapi Bella terus mengirim intimidasinya.


"Sekali lagi pulanglah, bocah bodoh! Generasi sebelum dirimu yang adalah sahabatku tidak malu untuk mundur karena dia akan kembali dan menghadapinya lagi dengan menunjukkan kelayakannya sebagai Penjaga Hutan Neurune." ucap Bella menunjukkan kedua taring sebagai peringatan terakhir


Grey teringat ucapan Kepala Keluarga Vallen sebelum dirinya yang mana memberikan saran.


"Penjaga tidak akan bertarung sendirian karena Penjaga yang sebenarnya akan bertarung bersama kawanannya untuk melindungi tempat tinggal walaupun itu harus membuang harga diri." saran Kepala Keluarga Vallen yang melayani Raja Vampir ke-3


Grey menutup taring bersama dua serigalanya memberikan tatapan berupa peringatan untuk sisi timur Hutan Neurune.


"Saya nyatakan sisi timur telah menjadi ancaman untuk Raja oleh karena itu 3 hari setelahnya sisi timur akan diperbarui!" ancam Grey sambil menghilang bersama hembusan angin


Lenora dan Sasaki sedari awal mendengar percakapan dari dalam rumah.


"Apa yang kalian tunggu? Sekarang juga kabur dari sini!" ucap Bella dengan nada mengusir


"Tidak!" balas Lenora


"Apa kamu tuli? Dalam 3 hari sisi timur ini akan dipenuhi puluhan Vampir yang siap membunuh dan menghancurkan desa timur kalau memang ingin hidup, pergilah dari sini bersamanya!" teriak Bella dengan nada kesal melihat Lenora menyia-nyiakan pertolongannya


Lenora masih bersikeras untuk tidak kabur meninggalkan desa timur yang akan dibantai oleh pasukan Grey Vallen. Mendengarnya saja membuat Bella sangat kesal karena Lenora dari dulu dikucilkan berbagai desa sampai hinaan dan caci maki selama 100 tahun.


"Aku tidak akan meninggalkan mereka!" ucap Lenora


Bella tidak menerima semua itu karena apa yang Lenora dapatkan sangat mirip sepertinya. Mengingat masa lalu di saat mendapatkan hinaan dan dikucilkan ke tempat yang sekarang ini sudah membuatnya membenci seluruh Vampir kecuali Lenora.


"Hanya kalian berdua saja, aku tidak ikut!" balas Bella sambil masuk kamarnya


Lenora sangat terkejut hingga mencoba membujuk Bella agar dapat membantu tapi berkali-kali dilakukan tetap saja menolak. Sasaki sudah tidak melihat harapan untuk bisa mempertahankan desa timur sehingga memutuskan pilihan terbaik.


"Lenora lebih baik kita kabur saja!" ucap Sasaki dengan nada pelan


"Sasaki ikut aku!" ucap Lenora sambil menarik tangan Sasaki dengan kuat


"Kita mau ke mana?" tanya Sasaki


"Desa timur, aku ingin Sasaki melihat tujuanku!" jawab Lenora dengan senyuman


Desa timur tidak jauh dari rumah Bella ketika sampai Sasaki hanya melihat sebuah desa dengan banyak sekali Vampir berkeliaran sana-sini menikmati waktu malam.


Lenora mendarat di kerumunan anak-anak yang sedang bermain layaknya permainan manusia seketika diajak bermain bersama.


Sasaki tidak memahami maksud dari Lenora tapi lama-kelamaan ketika bermain bersama anak-anak tersebut akhirnya dia menyadari hal penting saat melihat Lenora diajak main tanpa mengetahui identitasnya.


Anak-anak tersenyum dan bersenang-senang bermain bersama Lenora bahkan dia sendiri hingga Sasaki paham, apa yang ingin Lenora utarakan.


"Lenora hal yang selama ini sangat berharga untukmu sampai melindunginya apakah itu...." ucap Sasaki tapi diucapkan oleh Lenora sendiri


"Kedamaian! Bertemu denganmu menumbuhkan rasa cintaku dan kesabaran selama 100 tahun ini akhirnya terwujudkan karena sudah saatnya perdamaian manusia dengan Vampir kembali tercipta lagi! Kau adalah pasanganku. Jadi, kumohon untuk menuruti keegoisan pasanganmu ini!" ungkap Lenora dengan senyuman


Sasaki terdiam melihat kehebatan perempuan dihadapannya sangat kuat menerima apa pun yang pernah menimpanya seketika menyesal karena tidak memperlihatkan sisi keren malahan sebaliknya.


"Lenora, aku sangat bersyukur bertemu denganmu oleh karena itu sebagai pasanganmu tidak akan kuperlihatkan sisi jelek. Baiklah, aku akan mendukung keegoisanmu itu!" jawab Sasaki dengan senyuman


Lenora dan Sasaki berpegangan tangan seperti sebuah simbol yang menyatakan saling mendukung.


Bella yang masih di dalam kamarnya teringat akan suatu ramalan hanya diketahui segelintir orang mengenai Pasangan Chain Blood yang akan meruntuhkan Keluarga Edgar dengan menciptakan perdamaian sesuai keinginan Raja Sora.


"Apa yang aku lakukan di sini?" tanya Bella pada dirinya sendiri


Keinginan Raja Vampir ke-3 yang dia layani, keinginan para sahabatnya yang setia menemani dan keinginan cintanya yang tiada demi melindungi akhirnya membuang kebencian Bella terhadap rasnya sendiri.


"Ramalan sudah berjalan. Valentine berseru untuk seluruh Vampir agar mengikuti pasangan tersebut sehingga perang penuh darah ini akan segera dihentikan." ucap Bella sambil keluar rumah menuju makam


Sebuah makam menggunakan peti mati dengan mayat di dalamnya. Bunga dan rumput hias menggelilingi sekitarnya.


"Jelma maaf sudah membenci desamu!" ucap Bella sambil memeluk foto pasangannya


Bersambung....