
Kerusakan pada bangunan dan jumlah korban yang tidak main-main menyampai 20 ribu baik orang tua sampai anak-anak. Kemunculan iblis satu tanduk menimbulkan kontrovesi disertai terbongkarnya rahasia besar pemerintahan Jepang tepatnya Kanto mengalami kerusuhan dari kalangan muda untuk menyebarkan apa yang selama ini disembunyikan dari mereka semua.
Keberadaan Vampir memberikan ketakutan, kehadiran iblis membuat sekte pemujanya secara terang-terangan mulai menyebarkan ajaran sesat dan Pemburut Vampir lebih diutamakan daripada polisi, tentara maupun anggota pertahanan lainnya kini sudah tidak ada lagi kata rahasia-rahasiaan.
Lima hari setelah penculikan keturunan Angelica.
Poster buronan Sasaki, Lenora dan Angelica dijadikan kambing hitam sehingga dianggap dalang atas insiden yang terjadi di Kanto. Seluruh wilayah yang ada di Jepang sedang mencari mereka bertiga tapi masih belum ditemukan. Televisi terus mempasang poster di setiap kali membawa berita agar tidak ada siapa pun yang melupakan penjahat tersebut.
Fujimi memakai masker dengan posisi tempat duduk berada jauh dari pandangan orang yang lagi menikmati makanan cepat saji. Lenora memasang ekspresi jijik melihat burger yang mana tidak bisa dimakannya sedangkan Sasaki ikut menikmati burger karena sudah lama tidak memakannya.
"Walaupun sudah lima hari kita bersama tapi aku sama sekali tidak pernah terbiasa melihat kalian berdua ini! Setengah Vampir dan setengah manusia yang bisa mengontrol kedua sisi tersebut sesuka hatinya dan saat ini sedang menikmati burger sedangkan dia yang seutuhnya adalah Vampir dengan bebasnya berjalan di teriknya matahari tanpa terluka. Saat ini, aku mulai meragukan pikiranku sendiri!" ungkap Fujimi dengan ekspresi bingung
"Lenora bisa seperti itu karena kemampuan Chain Blood!" balas Sasaki sambil makan
"Kantuk dan terbakar tidak akan ada pengaruhnya kepadaku karena aliran darah istimewanya sedang mengalir di pembuluh darahku!" balas Lenora
"Maksudnya?" tanya Fujimi tidak memahami apa yang Lenora ucapkan
"Intinya adalah dia memakai darahku untuk menutupi darah spesialnya!" jawab Sasaki sambil makan kentang goreng
Tiba-tiba muncul penjahat yang memanfaatkan kekacauan Kanto untuk mewujudkan idealisme organisasinya dengan menodongkan senjata ke seluruh pelanggan termasuk Sasaki yang lagi mengunyah kentang di mulutnya. Namun, dari semua orang yang lagi ketakutan hanya mereka bertiga saja masih melanjutkan tanpa merasa takut membuat salah satu penjahat langsung menembak tepat mengenai tubuhnya Sasaki.
Menembak pasangannya harus bersiap dibayar nyawa seketika penjahat itu terbunuh secara sadis oleh Lenora memakai kuku tajamnya untuk mencabik-cabik orang yang menembak Sasaki membuat Fujimi jijik melihat organ dalam berhamburan di lantai.
"Sampai kapan kamu tiduran di situ, Sasaki?" tanya Fujimi kesal melihat Sasaki masih melanjutkan makanannya
Peluru yang menembus tubuhnya Sasaki perlahan keluar dengan sendirinya membuat sandera terkejut begitupun penjahatnya sontak Lenora membunuh mereka semua sampai tidak tersisa hingga tempat yang menyediakan makanan cepat saji berwarna merah darah.
Fujimi ingin sekali muntah melihat semua itu seketika mereka bertiga pergi untuk menuju Hutan Neurune agar mempertemukan keturunan Angelica kepada Himelda. Di saat kedatangannya malam itu juga diadakan pesta untuk menyambut keturunan Angelica yang berhasil didapatkan antara senang atau kesal dinyatakan dirinya sebagai korban tapi Fujimi hanya pasrah menerimanya.
"Ada yang aneh bukannya masuk Hutan Neurune harus melewati kabut?" tanya Fujimi menyadari keanehan tersebut
"Tepat sekali. Sepertinya bukan kita saja yang bergerak melainkan Raja Vampir ke-4 dengan menghilangkan kabut maka memudahkan Pemburu Vampir untuk berkeliaran di sepanjang Hutan Neurune untuk memburu Vampir lemah. Rencana mereka yang menyulut perang sepertinya akan terjadi tapi rencana kita juga akan terjadi maka dari itu Sasaki, Lenora mari lanjut ke rencana selanjutnya!" jawab Himelda dengan ekspresi senang
Penduduk desa barat sudah siap untuk menurunkan kursi Raja Vampir ke-4 tapi dibutuhkan sosok Penjaga Hutan Neurune yaitu Grey Vallen agar serigala serta keturunannya ikut membantu sebab Himelda mendengar bahwa adiknya menyatakan ramalan Valentine benar adanya sehingga akan mewujudkannya di dukung oleh kakak.
Tetapi setelah penyebaran pemberontakan tersebut membuat kehadiran Grey Vallen mulai diincar. Jadi, Himelda menyuruh Lenora dan Sasaki untuk membantu desa selatan agar tidak diperbarui oleh Pemburu Hutan Neurune yaitu Keluarga Hista ketika mendengarnya saja membuat Lenora menunjukkan ekspresi seriusnya.
Fujimi akan tetap bersama Himelda lalu mereka berdua langsung bergerak menuju desa selatan karena sangat lelah selama lima hari belum tidur demi menjaga diri dari Pemburu Vampir akhirnya mereka berdua mulai kelelahan dengan menginginkan tidur.
Malam itu di sebuah goa. Sasaki dan Lenora tidak lagi saling malu dengan pelukan disertai kelembutan setiap menyentuh kulit dari pasangannya menjadikan malam itu sebagai hari mereka berdua melepaskan keperjakaan dan keperawanan.
Malam berikutnya, Sasaki dan Lenora sudah sampai di desa selatan tetapi melihat apa yang terjadi kepada desa tersebut karena ada banyak kerusakan seketika mereka keliling mencari keberadaan Grey Vallen dan Leon Vallen hingga menemukannya di ruangan tersembunyi yang pernah menjadi tempat rapat.
Leon sangat senang melihat pasangan Chain Blood baik-baik saja tapi melihat kondisi Grey yang mana sangat terluka parah akibat bertarung melawan Eden Hista. Pertarungan dahsyat dari Penjaga dan Pemburu menyebabkan desa selatan hancur sampai terbakar dengan cepat Leon mencoba seluruh penduduknya untuk segera mengungsi ke desa timur.
Pertarungan terjadi dua malam tanpa henti. Grey mengalami break down tepat ke jantungnya menyebabkan seluruh tubuh menjadi lemah sampai tidak bisa menyembuhkan dirinya lagi. Lenora teringat kemampuan spesial ayahnya yang mana dapat membuat jantung Vampir mengalami denyut lemah hingga merusak ketika waktu sudah ditentukan.
Secara diam-diam melihat sosok mengerikan tersebut tapi melihatnya saja membuat Sasaki gemetar hingga berusaha sekuat tenaga menahan diri agar tidak ketahuan. Taring tajam dengan ukuran sedikit panjang, dua tanduk berapi disertai wujud hitam gelapnya berbentuk perempuan membuat sosoknya seperti Vampir bercampur Iblis.
Ternyata dari belakang Leon mengikuti Sasaki seketika menjelaskan bahwa itu adalah 10 Perintah Vampir yaitu perintah Perasaan bernama Pandora. Saat ini, dia memegang kendali penuh desa selatan dengan menjadikan beberapa penduduk yang tidak berhasil mengungsi mengikuti perintahnya untuk mencari keberadaan Grey Vallen.
Leon menjelaskan bahwa ada Eden dan Sela Rosewein yang datang untuk menuntut penjelasan dari Grey seketika Sela mengubah wujudnya menjadi Pandora yang mana Eden langsung menyerang Grey sedangkan Sela menghasut penduduk desa selatan untuk saling membunuh.
Pada saat itulah, desa selatan menjadi seperti sekarang ini. Sasaki tidak menyangka akan ada lawan semengerikan itu kini mereka tidak boleh menganggap remeh kekuatan dari keturunan Edgar. Sasaki bersama Leon perlahan kembali ke ruangan tersembunyi untuk membawa Grey kabur menuju desa barat ketika hampir berhasil tiba-tiba Pandora melihatnya.
Lenora bersama Sasaki langsung menahan Pandora sedangkan Leon disuruh untuk membawa Grey menuju desa timur agar mendapatkan bantuan dari Bella Rosewein. Lenora dan Sasaki harus menghadapi lawan kuat untuk pertama kalinya setelah berhasil mengendalikan Chain Blood membuat jantung mereka berdua memberikan tanda berbahaya.
Nyawa mereka sedang dipertaruhkan melawan Pandora yang merupakan Vampir Perintah Perasaan.
"Hey, hey, lama tidak bertemu Lenora dan Sasaki!" ucap Pandora sambil menyeringai dengan wujud mengerikannya
Napas Sasaki terasa sangat berat sampai penduduk desa selatan berdatangan diberikan perintah untuk menangkap. Lenora bergerak cepat membawa Sasaki mundur tapi muncul rantai terpasang di leher mereka masing-masing seketika mengembalikan ke posisi awal.
"Hahaha, lihatlah kalian tidak akan bisa kabur dari tempat ini. Aku Pandora Vampir Perintah Perasaan akan menangkap lalu membawa kalian berdua kepada Raja!" ucap Pandora dengan tawa nyengir
"Lenora bagaimanapun caranya kita harus kabur dari sini. Saat ini tidak ada cara untuk mengalahkan monster sepertinya!" teriak Sasaki dengan ekspresi ketakutan
"Aku tahu itu! Tapi bagaimana caranya?" tanya Lenora memukul mundur penduduk desa selatan yang berusaha menangkapnya
Kiss to Death dilakukan membuat penduduk desa selatan jatuh lemah ke permukaan tanah tapi di saat itulah Pandora bergerak sangat cepat langsung menusuk tubuh Sasaki memakai runcing tajam yang keluar dari wujud mengerikannya seketika muntah darah disertai racun menyebar ke seluruh tubuhnya Sasaki.
Lenora langsung menghajar Pandora sekuat mungkin sampai terlempar tetapi Sasaki masih kesakitan yang mana berbeda jauh dengan rasa sakit yang pernah dirasakannya. Sasaki berusaha membuang racun memakai darah istimewanya lalu berusaha menyembuhkan diri tapi Pandora kembali membuat Lenora terkejut hingga mendapatkan serangan kejutan.
Tubuhnya dihantam ke tanah sampai membentuk sebuah kawah dilanjutkan dengan menusuk tubuh Lenora sama seperti yang dilakukan kepada Sasaki. Jeritan Lenora membuat Sasaki menunjukkan kemarahan dengan ganasnya menghajar habis-habisan wujud mengerikannya Pandora sampai bertekuk lutut di tanah.
Pandora terus menyerang tubuh Sasaki sampai menyebarkan racun tapi tidak melemahkan pukulan yang terus dilancarkan kepadanya sampai wujud mengerikan itu hancur dengan memperlihatkan sosok Sela Rosewein. Lenora bangkit dengan cepat mengekang tubuh lawannya memakai rantai darah tapi saat Sasaki ingin mengakhirinya tiba-tiba Eden datang membelah tubuh Sasaki menjadi dua bagian.
Lenora muntah darah kebingungan dengan apa yang terjadi kepada tubuhnya di saat Sasaki terbelah itu mulai kehilangan kesadaran tapi muncul sebuah pikiran masa depan yang mana Lenora bisa mati jika Sasaki pingsan saat itu juga. Sasaki mengamuk memakai tangannya yang berubah menjadi cakar kemudian menghempaskan musuhnya memakai kekuatan penuh sisi Vampir hingga permukaan tanah terbelah oleh kelima cakarnya.
Eden menyelamatkan Pandora di sisi lain Sasaki menyelamatkan Lenora yang muntah darah terus menerus. Break down terpikir oleh Sasaki sontak memeriksa dadanya Lenora yang mana terdapat sebuah simbol dengan cepat menyadari bahwa Lenora terkena hal yang mirip seperti Grey Vallen.
"Sialan!" teriak Sasaki dengan ekspresi marah
"Bawa kemari anak itu dan serahkan dirimu sekarang juga, manusia!" ucap Eden dengan tatapan dingin
"Manusia ini sangat menarik tidak ada yang pernah bisa membuatku bertekuk lutut tapi dia bisa melakukannya. Aku sangat ingin menjadikan dia sebagai tubuh baruku!" ucap Pandora
"Tubuh baru dan menyerah? Maju sini dan aku akan memberikan kalian kekalahan!" teriak Sasaki dengan nada percaya diri
"Mari kita lihat sejauh mana dirimu bisa menahan dua lawan sekaligus!" ucap Eden bersiap menyerang Sasaki
Bersambung....