
Pertarungan hebat tanpa memakan korban membuat Fujimi bingung kenapa Sasaki yang sudah bertarung segila itu dapat menahan diri untuk tidak memberikan luka fatal kepada Pemburu Vampir yang sedang menyerangnya. Di sisi lain, Ishiro masih belum kalah dengan tubuh terluka akibat pukulan kuat dari Sasaki membangkitkan keinginan untuk tetap melawan balik sampai darah penghabisan.
Bukan hanya itu tiba-tiba di saat yang bersamaan Furuta dan Kuruta kembali datang untuk menyelamatkan Fujimi saking banyaknya Pemburu Vampir pada malam itu membuat Kanto ribut akan suasana pertarungannya. Sasaki diserang berkali-kali oleh permainan Ishiro dalam memakai belati peraknya bahkan dilakukan secara membabi- buta.
Namun, berapa kali Ishiro terus menyerang langsung sembuh dengan cepat membuatnya muak melihat kecepatan
penyembuhan instan tersebut sungguh mengganggu. Sasaki lebih unggul dari Ishiro sehingga memberikannya balasan berkali-kali lipat memakai tangan kosong sampai Ishiro muntah darah dihajarnya.
Lenora dan Fujimi bekerja sama dengan saling melindungi membuat Pemburu Vampir terkejut akan perbuatan keturunan Angelica bahkan Furuta dan Kuruta yang kembali itu sangat yakin kalau Fujimi di cuci otaknya sehingga menyerang Lenora secara bersama-sama.
Pertarungan dua sisi terjadi sampai Sasaki mulai menunjukkan pengendalian sisi Vampirnya secara penuh tiba-tiba Lenora dapat merasakan jantungnya berdetak kencang dengan rantai darah mulai ditunjukkan mengira Sasaki dalam bahaya ternyata kedua matanya berubah merah darah dengan taring diperlihatkan membuat Lenora
tersenyum lega.
"Lenora, serahkan di sini kepadaku!" teriak Sasaki dengan tatapan tajam
"Fujimi mari kita menyingkir dari sini!" teriak Lenora menarik tangan Fujimi menjauhi medan tempur yang sebentar
lagi akan dipenuhi oleh pergerakan Sasaki
Furuta dan Kuruta dihajar habis-habisan oleh Sasaki hingga tidak dapat bergerak lagi bahkan Ishiro dibuatnya pingsan. Namun, Sasaki merasakan kehadiran mirip sepertinya ternyata kepala sekolah Akademi Pemburu Vampir mendatangi lokasi pertempuran dengan membawa aroma mengerikannya.
Lenora bingung kenapa ada Chain Blood dalam tubuhnya kepala sekolah tapi Sasaki membantahnya dengan teriak nyaring memberitahu Lenora kalau kepala sekolah mengalirkan darah Vampir secara paksa sehingga bisa mempunyai aroma Chain Blood sontak kepala sekolah itu menunjukkan kekuatannya yang mana Sasaki dibuat terkejut.
Lenora bergegas untuk bersama Sasaki tapi kepala sekolah terus menghalanginya tapi dengan bantuannya Fujimi yang ikut serta seketika keadaan membalik. Kepala sekolah dibuat mundur hingga Sasaki dapat menggenggam tangannya Lenora lalu mengeluarkan aroma mengerikan agar melemahkan kepala sekolah tersebut tapi efeknya sama sekali tidak mempan bahkan tidak kehilangan panca indra.
"Saksikan iblis sesungguhnya!" teriak kepala sekolah mulai mengubah dirinya menjadi sosok iblis satu tanduk
Iblis itu mencakar bangunan seketika terbelah sampai memperlihatkan darah warga sipil yang mana Sasaki dapat mencium aroma tersebut seketika menyadari lawannya sudah tidak peduli akan nyawa siapa pun. Fujimi berusaha menyelamatkan warga sipil sedangkan Sasaki dan Lenora menghajar iblis satu tanduk itu sampai terjatuh ke tanah.
Keserasian pertarungan pasangan Chain Blood membuat Fujimi terpana dengan cepat menghajar bertubi-tubi iblis satu tanduk hingga tidak dipersilahkan bergerak sedikitpun. Di akhir pertarungan Lenora menghisap darahnya
Sasaki kemudian merantai tubuh iblis tersebut kemudian membakarnya sampai menjadi abu
Kerusakan yang disebabkan iblis satu tanduk menjadikan Kanto mirip seperti terkena bencana. Sasaki sangat kelelahan seketika Lenora bergegas membawanya kabur diikuti Fujimi dari belakang membuat Furuta dan kuruta kebingungan dengan keputusan keturunan Angelica yang mana sudah menyatakan dirinya tidak di cuci otaknya.
Bersambung...