Curse: Chain Blood

Curse: Chain Blood
Bab 14: Desa Barat Yang Tidak Sesuai Ekspektasi Seram



Buku pertama buatan Raja Sora diberikan kepada Leon.


"Selesai membacanya membuatku sangat yakin bahwa kalian berdua adalah warisan Raja Sora." ucap Leon dengan penuh kepercayaan mengenai Chain Blood


Grey menghembuskan napas setelah mengetahui kebenaran mengenai Chain Blood sehingga merasa dirinya telah gagal menjadi Penjaga Hutan Neurune karena menganggap benar ucapan Raja Vampir ke-4.


"Kau baik-baik saja, Grey?" tanya Lenora


"Tidak perlu khawatir. Seharusnya kalian berdua lebih berhati-hati! Saat ini, Eden Hista sudah bergerak mencari kalian jika bertemu dengan Pemburu Hutan Neurune jangan harap bisa selamat darinya!" jawab Grey dengan tatapan serius serta memberikan saran


"Ayah." ucap Lenora menunduk sambil bersedih mengingat masa lalunya


Sasaki menggenggam erat tangan Lenora sambil tersenyum untuk membuatnya tenang. Mereka berdua harus bergerak agar mengetahui lebih banyak mengenai Chain Blood.


"Kami akan menuju desa barat untuk membaca buku kedua buatan Raja Sora. Apa ada saran mengenai desa itu?" tanya Sasaki


"Desa barat adalah tempat kelahirannya keturunan Edgar yaitu 10 perintah Vampir. Siapa pun akan takut ketika berkunjung ke desa tersebut sehingga menjadikannya sebagai desa tertutup. Kabut tebal di desa itu mirip seperti penghalang Hutan Neurune kalau bisa jangan bertindak gegabah saat sampai di sana, mengerti!" jawab Grey dengan nada khawatir


Lenora tertawa di saat Grey menunjukkan sifat khawatirnya.


"Berhenti tertawa!" teriak Grey dengan nada kesal


Lenora berhenti tertawa tapi sebelum pergi ada sesuatu yang harus disampaikannya agar Grey waspada.


"Grey berhati-hatilah dengan Sela Rosewein! Masih ingat dengan Bella? Dia adalah kakaknya, aku pernah diceritakan kalau Sela sebenarnya sudah tiada. Jadi, siapa pun Sela yang berbicara denganmu pokoknya berhati-hatilah!" ucap Lenora dengan serius memberikan Grey peringatan


"Aku mengerti!" balas Grey


Lenora membawa Sasaki pergi menuju desa barat dengan kecepatan yang sanggup sampai hanya beberapa jam saja. Sesuai perkataan Grey mengenai desa barat yang ditutupi kabut tebal ketika berada di depan gerbang desa sama sekali tidak ada penjaga.


Pintu gerbang terbuka seperti membiarkan musuh masuk. Setiap langkah kaki dipenuhi waspada akan sekitarnya setelah masuk desa tiba-tiba kabut tebal menghilang seketika menampakkan penduduknya yang terus memberikan tatapan sinis akan kedatangan mereka berdua.


"Apa ini desa hantu?" tanya Sasaki terus melihat penduduk diam tanpa bicara


"Hantu?" tanya balik dari Lenora yang sama sekali tidak memahami arti hantu


Tiba-tiba muncul seseorang dari belakang yang langsung merangkul hingga Sasaki merinding akan kehadiran Vampir berbau alkohol.


"Ikuti aku kalau kalian tidak mau terluka!" ancamnya dengan nada serius


Ancaman itu ingin Lenora respon memakai kekerasan tapi Sasaki menghentikannya sebab tujuan mereka adalah mencari buku kedua jika berbuat masalah maka akan sulit menemukannya saat semua penduduk menjadi musuh.


"Pelancong pasangan seperti kalian ini harus memeriahkan suasana kalau tidak maka aku harus bertindak kejam!" ancamnya sekali lagi membuat Lenora jengkel


"Sasaki menahan Lenora untuk kedua kalinya tapi memakai cara yang membuat jantung cenat-cenut sebab dipeluknya.


"Sepertinya memeriahkan suasana menjadi keahlian kami kalau berkenan tolong diantarkan!" balas Sasaki sambil tersenyum


"Haha, baguslah kalau begitu ikuti aku!" ucapnya sambil mengarah ke suatu tempat


Sepanjang perjalanan mengikuti penduduk tersebut, Lenora terus menempel tanpa ingin melepaskan pelukan yang Sasaki berikan hingga sampai di tempat yang dimaksud untuk memeriahkan suasana. Terdapat banyak penduduk desa selatan sedang berdiri dengan tatapan sinis sambil memegang gelas kayu ukuran besar.


"Bunuh mereka!" ucapnya dengan senyuman


Sasaki langsung merespon kata tersebut dengan memulai menggigit lengan kanannya tapi terhenti ketika semua penduduk mengangkat gelas kayu ukuran besar itu ke atas sampai menumpahkan air ke lantai yang mana baunya sangat menyengat mirip seperti alkohol.


"Habisi pelancong dengan alkohol khas desa barat!" teriaknya membuat penduduk desa barat bersemangat memulai perayaan


Ternyata penduduk desa barat sangat gembira akan kedatangan mereka berdua yang mana tidak pernah ada pelancong datang ke desa keturunan Edgar. Alkohol diminum, lagu dinyanyikan, menari bersama pasangan dan tertawa untuk memeriahkan perayaan sangat tidak masuk akal kalau mereka semua adalah keturunan Edgar yang gila seperti Eiko.


"Katanya kalian ini penduduk seram, loh!" ucap Lenora sedang menikmati alkohol sampai mabuk


"Haha, dari dulu memang begitu sampai desa ini dikucilkan dari desa lainnya bahkan Raja Vampir ke-4 tidak peduli terhadap kami. Jadi, kangen dengan Raja Vampir ke-3." ucapnya sampai tersenyum serta rindu Raja sebelumnya


Sasaki menahan diri untuk tidak minum sebab masih waspada.


"Jangan terlalu kaku, anak muda!" ucapnya membuat penduduk desa barat langsung sopan


Wanita dewasa memakai kacamata dihadapannya itu memberikan kesan luar biasa cantik. Sikap sopan dari penduduk desa barat menyakinkan Sasaki bahwa wanita itu adalah pemimpinnya tapi siapa sangka pemimpin itu menunduk dihadapannya.


"Himelda Rosewein dari keturunan Valentine. Saya sudah menunggu kedatangan anda, pasangan Chain Blood!" ucap Himelda dengan senyum menawanya


Penduduk desa barat sangat terkejut mengetahui bahwa pelancong tersebut adalah pasangan Chain Blood sontak memberikan hormat seperti pemimpinnya.


"Tolong bersikap seperti biasa saja!" minta Sasaki tidak terlalu suka diberikan hormat seperti Raja


"Anda tidak boleh berbicara seperti itu. Kami sudah menunggunya sangat lama sekali kini membasmi keturunan asli Edgar akan terwujudkan!" ungkap Himelda mengenai keturunan Edgar


"Maksudmu?" tanya Sasaki ingin mengetahui lebih dalam mengenai keturunan Edgar


"Untuk lebih jelasnya silahkan baca buku kedua buatan Raja Sora!" jawab Himelda langsung memberikan tujuan mereka datang ke desa barat


Buku kedua berisi Raja Sora bersama Baphomet membangun ulang desa barat yang dipimpin Edgar menjadi desa yang akan mewujudkan perdamaian.


Baphomet berubah wujud menjadi sosok Vampir bernama Valentine dengan mengangkat dirinya sebagai Ratu Vampir ke-1 di Hutan Neurune. Sora merencanakan desa barat akan menjadi pasukan sebab darahnya bercampur ke setiap penduduknya hingga memutuskan sebuah keinginan dengan Baphomet mewujudkan keinginan tersebut.


Keinginannya Sora adalah melahirkan keturunan berdarah racun dinamakan Chain Blood tapi Baphomet tidak bisa melahirkan keturunan tersebut sehingga diputuskan suatu saat nanti akan ada manusia yang mencintai Vampir dengan berbagi kehidupan bersama rantai mengikat jantung keduanya menjadi satu jantung.


Valentine mengucapkan ramalan ke seluruh Hutan Neurune sontak membuat Edgar bersama keturunannya mulai bengis hingga tidak bermain-main dalam pertempuran lagi. Kasel, Himel dan Yumi mempercayai ramalan tersebut sehingga menahan gempuran Edgar bersama keturunannya dengan bekerja sama dengan manusia.


Angelica, Kasel, Himel dan Yumi terus menyebarkan ramalan Valentine dengan terus menunggunya sampai terwujudkan tapi tahun demi tahun berganti. Edgar bersama keturunannya yaitu 10 perintah Vampir mulai menyebabkan peperangan yang merusak dan menghancurkan.


Iblis dimunculkan menjadi pasukan yang sangat mengerikan bagi umat manusia sampai Angelica memutuskan untuk menyegel 10 perintah Vampir memakai peralatan buatan mendiang ibunya. Kasel, Himel dan Yumi terbunuh oleh Edgar dengan cara liciknya memanfaatkan kelemahan mereka bertiga.


Tersegelnya 10 perintah Vampir menyebabkan Edgar tidak lagi menampakkan diri sampai perang berhenti tapi Valentine masih terus menyebarkan ramalan hingga seiring waktu berjalan mulai dilupakan. Sora masih berkeliaran di Hutan Neurune mencari keberadaan Edgar untuk memastikan tidak lagi ada peperangan.


Buku kedua selesai dengan robekan di halaman terakhir.


"Edgar sama sekali tidak bisa membuat keturunan sehingga melakukan transfusi darah lalu diganti darah Raja Sora untuk menghapus aliran jahat itulah yang dimaksud membangun ulang desa barat. 10 perintah Vampir adalah hasil keinginan Edgar yang mau mempunyai keturunan sehingga Baphomet memberikan keturunannya sendiri tapi bukan Vampir melainkan Iblis." ungkap Himelda


"Kenapa disebut perintah Vampir?" tanya Sasaki


"Sebab mereka setengah Vampir dan setengah Iblis!" jawab Lenora mulai serius menyimak


"Itulah mengapa mereka disegel oleh Angelica!" saut Himelda


"Iblis tanduk merah yang muncul di desa selatan merupakan pasukan Edgar." ucap Sasaki


"Masih ada beberapa iblis tempur selain tanduk merah. Jadi, aku akan melatih kalian berdua memakai darah istimewa dan spesial dalam tubuh masing-masing yang mana digunakan untuk menghadapi 10 perintah Vampir!" ucap Himelda mulai menjalankan kewajibannya


Bersambung....