Curse: Chain Blood

Curse: Chain Blood
Bab 16: Akademi Pemburu Vampir



Akademi Pemburu Vampir sebuah tempat yang mengajarkan dan meningkatkan kemampuan manusia untuk menghadapi musuh penghisap darah. Tempat tersebut berdiri atas nama Angelica yang mana tersembunyi dari kalangan manusia normal sehingga sangat tertutup agar tidak tersebar dan menimbulkan keributan.


Lenora dan Sasaki berhasil masuk Akademi Pemburu Vampir dengan bantuan koneksi temannya Himelda. Rantai pengekang yang merupakan kemampuan baru langsung digunakan untuk menutupi aroma mengerikan walaupun berpisah tapi masih harus mempertahankan jarak.


Mereka berdua memulai pelajaran di Akademi Pemburu Vampir. Awal pembukaan, kecantikan yang Lenora perlihatkan ketika mengenalkan diri membuat satu kelasnya terpikat sedangkan Sasaki saat mengenalkan diri langsung berpura-pura seperti orang polos atau lebih tepatnya seorang pecundang.


Sasaki menjadi bual-bualan para wanita di kelasnya sedangkan Lenora menjadi pusat perhatian baik di kelasnya serta di kelas lainnya. Namun, sebenarnya Lenora sangat benci kalau Sasaki terus dihina bahkan dijelek-jelekin ketika berkumpul dengan teman kelasnya.


Sebenarnya Sasaki melakukan itu agar bisa bergerak bebas di balik layar untuk mencari sosok keturunan Angelica dengan membuatnya menjadi pesuruh teman kelasnya sehingga bisa memanfaatkan alasan tersebut agar memeriksa kantor akademi.


"Sama sekali tidak ada dokumennya." ucap Sasaki tidak mendapatkan apa pun


Pembelajaran di Akademi Pemburu Vampir terus dilanjutkan mereka berdua sampai ada pembelajaran yang mengharuskan semua murid menghina dan memusatkan kebencian terhadap Vampir membuat Sasaki mengangkat tangan untuk bertanya alasan mereka harus diperlakukan seperti itu.


Pertanyaan Sasaki tidak dijawab melainkan teman sekelasnya langsung merundung tapi sama sekali tidak masalah karena Sasaki mendapatkan informasi penting setelah melihat beberapa murid bersikap aneh serta melupakan apa yang barusan diperintahkan guru akademi.


Sasaki terus bertindak sedangkan Lenora terus mengambil perhatian hingga salah satu dokumen didapatkannya yang mana bertuliskan minuman para murid ternyata air suci. Namun, air suci ini bukan air biasa sebab ada beberapa bahan yang dicampurkan sehingga mencuci otak murid sehingga melontarkan kebencian terhadap Vampir.


Akhirnya, Sasaki menemukan informasi penting hingga kejadian tidak terduga membuat salah satu murid melakukan aksi bunuh diri tapi dihentikan guru. Ada banyak yang mengira karena teror dari Vampir tapi Sasaki sama sekali tidak mempercayai gosip tersebut sehingga memastikannya sendiri dengan mendatangi kantor guru.


Tubuh mereka dipaksa untuk terus berlatih dan ditanamkan pikiran membunuh Vampir tanpa memberikan belas kasihan. Sasaki menyuruh Lenora untuk memeriksa sampel air suci ternyata di dalamnya terdapat zat berbahaya yang berasal dari bunga Ambiel.


Menurut Lenora, Bunga Ambiel adalah bunga yang terbiasa tumbuh di sekitar Kastil dengan memiliki aroma wangi disertai bentuknya kecil menjadikan bunga favorit para penduduk desa utara. Namun, terdapat zat mengerikan pada bunga tersebut jika manusia mengonsumsinya membuat hilang akal dan mudah dikendalikan.


Membawa Bunga Ambiel adalah hal mustahil untuk dilakukan karena Raja Vampir ke-4 sangat menyukai wangi bunga tersebut sehingga Lenora memastikan bahwa ada Vampir yang bersekongkol dengan manusia yang berniat memicu perang kembali.


Sasaki memahami modus mengerikannya Akademi Pemburu Vampir hingga mendapatkan dokumen penting mengenai keturunan Angelica. Bergerak cepat untuk menyampaikan informasi tersebut akan tetapi sosok mengerikan sedang mengawasi gelapnya malam membuat Sasaki berhenti bersikap ceroboh.


Dokumen penting tidak boleh sampai ketahuan hingga Sasaki bernapas lega di saat tidak ada pengawasan mengerikan itu lagi. Sasaki melaporkan hasilnya membuat Lenora merasa senang karena langkah mereka untuk bertemu keturunan Angelica hanya tersisa beberapa langkah lagi.


Sudah lima hari Sasaki tidak bersama Lenora ketika berada di satu kamar yang sama membuat Lenora tidak kuasa menahan keinginannya. Senyuman manis tapi bergairah membuat Sasaki hanya bisa diam di ranjang kasur ternyata Lenora menghisap darahnya karena sudah menahan lapar selama lima hari tanpa makan.


Sasaki merasa malu karena menganggap keperjakaannya akan diambil malam itu juga tapi Lenora sebenarnya cukup malu bertindak duluan. Jadi, dia berpura-pura dengan alasan lapar tapi sebenarnya menunggu Sasaki bersikap agresif dengan Lenora memberikan dorongan akan tetapi Sasaki masih belum terpancing.


Malam itu, mereka berpisah tapi Sasaki mencium Lenora untuk melepaskan rasa rindunya. Akibat ciuman tersebut aroma mengerikan meningkat membuat Sasaki berusaha sekuat tenaga mengekangnya agar tidak menyebar ke seluruh Akademi Pemburu Vampir ternyata hanya Sasaki yang menyadari hal tersebut sedangkan Lenora masih tersipu malu serta mengingat terus-menerus ciumannya.


Bersambung....