Curse: Chain Blood

Curse: Chain Blood
Bab 17: Angelica Fujimi



10 hari tinggal di Akademi Pemburu Vampir.


Semakin hari Akademi semakin tidak jelas akan arah pembelajaran karena muridnya dipaksa bergerak sesuai perintah guru layaknya robot hingga ada banyak yang tidak sanggup menjalankan perintah tersebut sebab para guru memaksa mereka meminum air suci setiap 1 jam sekali.


Para murid tiada henti melontarkan kebenciannya terhadap Vampir. Sasaki menyadari keanehan dari para guru yang sedari awal terus memantau Lenora sepertinya cara palsu minum air suci sudah tidak bisa dilakukan lagi. Untungnya Lenora bisa menipu guru dengan beberapa teknik cepat sehingga cangkir berisikan air suci digantinya air biasa.


Sementara itu, tatapan tajam terus mengarah Sasaki selama pelatihan yang berasal dari perempuan berkacamata memegang belati perak sembari berbicara lewat bibir seperti menyampaikan sesuatu. Apa yang disampaikan perempuan itu adalah "Kau aneh" sontak Sasaki menganggapnya sebagai keturunan Angelica karena wajah sudah diketahui.


Sasaki mulai bertindak agar keturunan Angelica sekali lagi menampakkan diri atau memaksanya dengan melakukan hal gila. Koneksi temannya Himelda dijadikan perantara pesan untuk menyampaikan rencana tersebut tetapi dia menolak karena tidak ingin terjadi pertumpahan darah.


Untuk membuat temannya Himelda setuju maka Lenora mengajukan diri kalau dia tidak akan membiarkan satu pun murid dihisap darahnya oleh Vampir yang haus darah nanti. Saat sudah setuju maka rencana tersebut dijalankan dengan Himelda menyetujuinya seketika membawa lima Vampir haus darah yang sudah tidak bisa berpikir jernih lagi.


Dengan terowongan menuju Akademi Pemburu Vampir berhasil mereka lalui hingga tiba di permukaan sontak satu Akademi langsung panik. Lima Vampir dengan ganasnya bertindak mengikuti insting mereka mengincar mangsa akan tetapi dihentikan oleh bayangan hitam. Lenora memegang janjinya sehingga menolong murid yang akan dihisap darahnya sedangkan Sasaki masih memantau kedatangan keturunan Angelica.


"Berhenti di sana!" teriaknya sambil mengeluarkan dua belati perak


Di saat keturunan Angelica mulai beraksi tiba-tiba Sasaki berdiri dihadapannya sambil memperlihatkan mata merahnya sontak perempuan itu sangat terkejut akan kehadiran Vampir lainnya tapi yang lebih membingungkan adalah dihadapannya setengah Vampir.


Lenora melihat tanda dari Sasaki untuk membereskan Vampir yang sudah tidak waras dengan cepatnya membunuh mereka sampai satu Akademi terkejut akan sosoknya Lenora dan Sasaki.


"Siapa kalian?" tanyanya dengan serius memegang dua belati perak di kedua tangannya


Sasaki menyadari dua pergerakan dari arah samping kanan dan kiri seketika meminta Lenora untuk menghalangi mereka. Rambut hitam pendek disertai tatapan tidak takut menunjukkan bahwa dia asli keturunan Angelica sontak dua penjaganya langsung turun tangan untuk melindunginya tapi Lenora dengan cepat menghempaskan mereka berdua dari Sasaki.


"Angelica Fujimi sebagai keturunan Angelica, aku akan menculikmu!" ucap Sasaki dengan nada serius


Dua penjaga keturunan Angelica bergerak sangat cepat sampai memotong kedua tangannya Sasaki sontak Lenora menendang mereka berdua tanpa memberikan belas kasihan hingga terlempar keluar Akademi Pemburu Vampir kemudian mengejarnya agar tidak menghalangi Sasaki.


"Fujimi-sama!" teriak penjaga itu yang bernama Furuta


"Bertahanlah kami akan segera datang!" teriak penjaga yang merupakan saudara dari Furuta bernama Kuruta


Seketika kedua matanya Sasaki berubah warna putih yang langsung mengekang tubuh dua penjaga itu memakai rantai darah. Fujimi memanfaatkan celah tersebut untuk menyerang tapi dari atas datang Lenora dengan mempersiapkan tendangan jika keturunan Angelica itu ingin melukai Sasaki.


Fujimi berhasil menghindar tendangan mengerikan yang mana dapat meretakkan lantai Akademi ternyata lawannya tidak lemah seperti yang dipikirkannya ketika memantau Sasaki. Dua penjaga itu merupakan Pemburu Vampir tingkat tinggi sehingga tahan banting sampai memaksa melukai diri agar terlepas dari rantai darah karena Sasaki tidak ingin melukai mereka lebih jauh seketika dilepaskannya.


Furuta dan Kuruta memanfaatkan belas kasihan tersebut untuk menyerang Sasaki tetapi Fujimi berteriak dengan sangat nyaring menyuruh keduanya agar menjauhi musuh. Sasaki hanya melangkah ke belakang dengan tangan bersiap menggenggam tangannya Lenora ketika itu terjadi sontak aroma mengerikan menyebar ke seluruh Akademi menyebabkan mereka semua lumpuh sampai tidak bisa bergerak sedikitpun kecuali Fujimi.


Ternyata dua penjaga masih terlalu kuat karena melawan aroma mengerikan sontak Sasaki tidak mempunyai pilihan lain sehingga menarik Lenora untuk mengaktifkan Kiss To Death.


"Mari kita lakukan!" ucap Sasaki


"Hum!" balas Lenora


Mereka berdua berciuman seketika Fujimi bertekuk lutut di lantai Akademi karena tubuhnya mati rasa bahkan dua penjaga itu pingsan di tempat begitupun lainnya. Sasaki mendekati Fujimi bersama Lenora sontak memberikan aroma mengerikan yang sangat menusuk seluruh tubuhnya karena tidak berdaya kini keturunan Angelica berhasil diculik dengan membawanya keluar dari Akademi.


"Siapa kalian yang sebenarnya?" tanya Fujimi berusaha bergerak tapi tidak bisa


"Akan aku jelaskan untuk saat ini menjauhi Akademi Pemburu Vampir adalah pilihan utama. Jadi, diam dan turuti perkataanku!" jawab Sasaki dengan tatapan tajamnya


Fujimi hanya bisa diam dibawa mereka berdua ke suatu tempat yang sangat tersembunyi.


Bersambung....