Curse: Chain Blood

Curse: Chain Blood
Bab 18: Sasaki Mode Full Vampir



Gedung tertinggi bagian atapnya. Fujimi akhirnya bisa bergerak setelah Lenora menggenggam tangan Sasaki yang mana menutup aroma mengerikan serta kemampuan lainnya. Saat ini, Fujimi menginginkan penjelasan dari mereka berdua tapi Sasaki dapat merasakan kehadiran seseorang yang jaraknya jauh terus bergerak.


"Lenora, aku akan pergi menangani pengganggu!" ucap Sasaki langsung terjun dari gedung


"Mari kita mulai pertanyaan pertama terlebih dahulu sebelum menuju penjelasan. Apa benar dirimu keturunan Angelica?" tanya Lenora


Fujimi menunjukkan bekas tanda lahir yang mana setiap keturunan asli dari Angelica akan memiliki tanda lahir yang sama di bagian perut. Himelda juga mengatakan hal yang sama kepada Lenora menjadikan kepastian bahwa Fujimi adalah keturunan asli Angelica.


"Pertanyaan kedua berdasarkan apa Akademi Pemburu Vampir sangat membenci kami bahkan melakukan pencucian otak dengan memakai Bunga Ambiel?" tanya Lenora


"Menurutku itu kebencian kepala sekolah lalu dilampiaskannya kepada murid agar mereka ikut sama sepertinya. Pencucian otak dengan Bunga Ambiel memang dilakukan tapi aku sudah mengubahnya sehingga saat ini pasti sudah terjadi kepanikan satu Akademi Pemburu Vampir setelah insiden yang kalian perbuat." jawab Fujimi


"Pertanyaan terakhir siapa dalang yang bekerja sama dengan kepala sekolah?" tanya Lenora dengan nada serius


"Bunga Ambiel dikirim atas nama Sela Rosewein." jawab Fujimi membuat Lenora menatap tajam


Lenora sangat tidak mengerti kenapa Sela Rosewein sekelas pelayan setia rela bekerja sama dengan manusia bahkan mengambil Bunga favoritnya Raja. Namun, satu hal yang pasti Lenora mengerti yaitu Sela Rosewein menyulut peperangan antara manusia dengan Vampir.


"Baiklah, penjelasan ini membutuhkan banyak waktu selagi sempat aku akan memberitahumu alasan dari penculikan ini dan kenapa kami sangat membutuhkanmu." ucap Lenora


Di sisi lain, Akademi Pemburu Vampir mulai kepanikan karena muridnya ketakutan saat mengalami insiden tersebut. Kepala sekolah mulai bertindak setelah mengetahui Fujimi diculik oleh pasangan Chain Blood dengan cepat memanggil Pemburu Vampir tingkat tinggi dalam jumlah banyak langsung mengejar target.


Melalui CCTV seketika foto Sasaki dan Lenora terpasang menjadi buronan untuk setiap Pemburu Vampir diberbagai wilayah dengan memberikan hadiah besar jika dapat menangkap keduanya hidup-hidup. Hal tersebut dilakukan karena kepala sekolah sudah menunggu kedatangan Chain Blood bahkan memberitahu ke semua Pemburu Vampir.


bahwa, Sasaki dan Lenora adalah senjata pembunuh Vampir yang sudah lama ditunggu-tunggu setiap organisasai anti Vampir kini mereka berdua menjadi buronan tingkat atas akan hadiahnya. Di sisi lain, saat Sasaki berhasil turun dari atas gedung tertinggi tanpa cedera sama sekali ternyata musuh yang tadinya jauh sudah menampakkan dirinya.


Pria dewasa itu memegang belati perak seperti sebuah mainan hingga saat sudah menginjak permukaan tanah yang mana Sasaki berada di depannya langsung mendapatkan serangan cepat membuat pakaiannya Sasaki tersayat-sayat bahkan melukainya.


"Namaku Asahi Ishiro salam kenal tuan Vampir yang hadiahnya akan menjadi milikku!" ucap Ishiro sambil tersenyum


Ishiro mengira serangannya diberikan secara fatal sehingga memutuskan pemenangnya adalah dia akan tetapi sesaat Sasaki mulai tumbang ke tanah disertai penuh darah tiba-tiba menyeringai dengan warna mata berubah.


"Cuma bercanda!" ucap Sasaki langsung memulihkan dirinya


Satu tinju dengan kepalan tangan bagaikan peluru mengokang kuat langsung memukul wajah Ishiro sampai terlempar jauh dengan tubuhnya menghantam keras ke tembok. Sesaat Ishiro dikalahkan tiba-tiba puluhan Pemburu Vampir bertindak bersama-sama untuk mengalahkan Sasaki sontak perkelahian satu versus puluhan Pemburu Vampir terjadi hingga suasana Kanto ramai akan kerusakan.


Siapa pun mulai tidak menganggap remeh lawannya sebab Vampir tersebut bergerak seperti ahli dalam pertarungan tangan kosong sehingga lawannya dipukul habis-habisan, dilempar, ditendang, diinjak dan lain-lainnya sampai memegang belati perak yang dimainkannya mirip seperti Ishiro menjadikannya sosok Vampir tergila untuk pertama kalinya dalam sejarah.


Di sisi lain, Lenora sudah selesai menjelaskan semuanya kepada Fujimi selama 1 jam lebih setelahnya keturunan Angelica itu sangat mempercayai akan ramalan Valentine sebab ada sebuah penekanan di jiwa untuk keturunan Angelica agar mengikuti pasangan Chain Blood sesuai ramalan Valentine serta menurut instingnya.


Lenora bersama Fujimi pergi memeriksa kondisi di bawah gedung ternyata saat sampai betap terkejutnya dia saat melihat puluhan Pemburu Vampir tingkat tinggi tergeletak di tanah tanpa bisa melawan lagi dengan Sasaki menampakkan mata warna putihnya yang mana Lenora langsung paham kalau saat ini Sasaki sudah memasuki mode full Vampir.


Namun, sebanyak apa pun Sasaki membuat musuhnya tidur dan pingsan masih ada yang bermunculan seketika tawa nyaringnya bergema di Kanto serta senyuman dan tatapan mata ingin mencicipi seluruh darah lawannya. Sasaki menjadi sosok Vampir melebihi perkiraan Lenora bahkan Fujimi sendiri hanya bisa terdiam melihat belati perak dipegangnya tanpa merasakan sakit sama sekali.


Sasaki terus mengamuk dibantu dengan Lenora bahkan Fujimi memutuskan mengikuti mereka berdua walaupun dianggap buronan tapi dia mempercayai instingnya dan penekanan jiwa dari leluhurnya.


Bersambung....