
“Jadi pacarku! Kau tak akan rugi sedikitpun,” kata Nick.
Nick mendekatkan wajahnya pada wajah Lie hingga menimbulkan semburat merah di wajah Lie yang putih bersih.
“A–aku jadi pacarmu?” tanya Lie terkejut.
Lie merasa jengah saat wajah Nick mendekati wajahnya hingga terasa hembusan nafas Nick yang hangat menerpa wajah Lie. Lie berusaha menjauhi wajah Nickholas namun apa daya, dinding tinggi menghalangi punggung Lie.
“Ya ... ! Kesempatanmu hanya sekali”–Nick memegang kuat pergelangan tangan Lie–“jawab yes or no!”
FLASHBACK 5 TAHUN YANG LALU.
Nickholas Rainer Kansil seorang siswa kelas 12 di sebuah sekolah SMA ternama. Tahun ini usia Nick baru menginjak 17 tahun. Nick dengan postur tubuh atletis dengan tinggi di atas rata-rata membuat Nick masuk dalam tim inti basket di sekolahnya. Nick termasuk siswa berotak encer bagai air, segala pelajaran dengan kesulitan tingkat dewa sekalipun dapat dengan mudah ia lahap hanya sekali cerna.
Penampilan Nick laksana model, tak sedikit kaum hawa yang menaruh hati padanya. Namun tak sedikit pula mereka di buat patah hati oleh Nick karena tak bisa menggapai hati Nick dan mundur dengan teratur. Mereka hanya bisa mengagumi Nick dari jauh, bahkan gadis cantik dan sempurna seperti Isabella sang primadona sekolah pun tak mampu menggetarkan apalagi meruntuhkan hati Nick.
Popularitas Nick tak hanya di lingkungan sekolah tapi juga di luar sekolah. Terutama saat lomba basket antar sekolah. Nick bagai magnet bagi kaum hawa, ia memiliki daya tarik tersendiri. Bertanding basket tanpa suporterpun, tak akan membuat tim basket Nick kalah support dan gentar menghadapi lawan karena suporter lawan dengan suka rela memberi tepuk tangan dan yel-yel mendukung tim basket sekolah Nick, hingga tak jarang membuat tim lawan down.
Walau ketenaran Nick ibarat bintang bersinar di langit namun itu tak membuat Nick memiliki banyak teman. Karena Nick terkenal memiliki sifat dingin, sedingin es di kutub utara sehingga kesan angkuh melekat kuat pada diri Nick. Kalau pun ia bicara, ia akan bicara seperlunya saja jangan berharap minta lebih. Walau sekali bicara bisa membuat lawan bicara mati kutu. Kata-kata yang terlontar dari mulut Nick terkadang terdengar tajam menusuk hati dan pedas membuat telinga merah terbakar. Di tempat keramaian Nick lebih memilih menyendiri jika tidak memungkinkan ia mengenakan earphone, tak heran kalau ia di juluki oleh teman-temannya "COOL".
Hari ini awal masuk sekolah, seluruh kelas 12 yang terbagi menjadi 7 kelas jurusan MIPA. Terutama para gadis sangat berharap bisa satu kelas dengan Nick. Walau Nick bukan sosok yang humble tapi bagi mereka bisa satu kelas dengan Nick adalah suatu hadiah dari langit. Mereka jadikan Nick seperti candu penambah semangat di kelas apalagi ini kelas akhir di mana tuntutan pencapaian nilai menentukan kelulusan sangat tinggi sekaligus bisa nikmati ciptaan Tuhan yang luar biasa. Karena Nick di lihat dari berbagai sudut tetap good looks.
Di aula sekolah para siswa menyemut di depan papan pengumuman yang memuat nama-nama mereka yang terbagi menjadi beberapa kelas. Sebenarnya saat libur sekolah sudah beredar pengumuman yang sama melalui chat grup sekolah. Cuma antara percaya tak percaya apakah ini mimpi atau kenyataan terutama mereka pada gadis yang satu kelas dengan Nick.