Bite me, Heal me!

Bite me, Heal me!
Syuting hari kedua - Permainan



Setelah syuting utama selesai para pemain dipersilahkan untuk melakukan kegiatan bebas.


Stefly memanfaatkan waktu untuk syuting ASMR untuk video singkat yang akan diunggah di akun sosial media miliknya.


Tok.. tok..


Stefly menghentikan syuting dan langsung membuka pintu kamarnya.


"Razer?" 


"Baru apa Stef? Mengganggu nggak?" Tanya Razer malu-malu.


"Emm.. sebenarnya aku baru syuting untuk konten singkat di Instagram sih." 


"Oh.. maaf Stef kalau gitu nggak jadi deh." Razer panik karena ternyata dirinya mengganggu Stefly.


"Eh.. nggak ganggu kok Razer, memang mau apa?" 


"Tadinya mau ngajak ngobrol, maaf ya Stef sekali lagi aku ganggu kamu." Razer menggaruk kepalanya salah tingkah.


"Nggak apa-apa kok Razer, udah mau selesai. Tunggu sebentar ya, sepuluh menit saja. Nanti kita ngobrol." 


"Oke, aku tunggu di balkon ya." Razer berjalan ke balkon sedangkan Stefly melanjutkan syuting ASMR-nya.


Sekitar lima belas menit berlalu Stefly akhirnya keluar dari kamar menemui Razer di balkon.


"Maaf ya Razer lebih lama dari yang aku janjikan." Stefly merasa tidak enak pada Razer yang setia menunggunya.


"Nggak apa kok Stef. It's okay!" 


"Kalau nggak karna kebutuhan endorse mending nggak deh syuting di tempat lain, ribet." 


"Hehe.. memang seninya jadi youtuber gitu sih Stef. Ribet bikin kontennya bisa berjam-jam atau bahkan berhari-hari tapi yang tayang cuman beberapa menit saja. Udah gitu dapat komentar pedas pula kalau kontennya nggak sesuai dengan yang diharapkan penonton. Nasib.. nasib."


Stefly tertawa mendengar curahan hati Razer sebagai youtuber, dia merasa sangat setuju dengan itu.


"Senangnya bisa ngobrol sama sesama youtuber gini jadi merasa punya teman yang bebannya sama." Stefly mulai menikmati obrolannya dengan Razer.


"Memang kamu nggak ada teman sesama youtuber yang akrab?"


Stefly menggeleng pelan. "Aku bahkan nggak percaya diri buat memulai pertemanan."


"Emm.. jangan khawatir Stef, aku siap kok jadi teman kamu." Razer mengulurkan tangannya, Stefly menyambut, mereka bersalaman tanda memulai pertemanan mereka.


Diam-diam dari ruang santai di lantai dasar Bobby memperhatikan Stefly dan Razer.


"Kalau kamu gimana Bob?" Tanya Lovely.


"Eh.. maaf? Apa? Apa?" Karena terlalu fokus memperhatikan Stefly Bobby jadi tidak mendengar apa yang sedang dibahas oleh Lovely, Shina dan Denovian


"Kita baru bahas olahraga rutin, kalau kamu olahraga rutinnya apa Bob?" Lovely mengulang pertanyaannya.


"Oh.. aku cuman jogging, treatmil, sit up, push up ya.. pokoknya olahraga ringan yang bisa dilakukan di rumah." Jawab Bobby.


"Emm.. kayaknya dari tadi kamu nggak fokus deh Bob." Shina diam-diam memperhatikan Bobby.


"Mungkin karena baru hari pertama syuting jadi masih penyesuaian sama banyak kamera." Bobby mencari alasan yang masuk akal.


"Santai saja Bob, anggap rumah sendiri." Denovian mengajak Bobby bercanda.


"Tapi seharusnya kamu yang paling jago lho di depan kamera. Secara kamu ini artis internasional yang bukan kaleng-kaleng." Lovely selalu menunjukkan ketertarikannya pada Bobby di setiap kesempatan.


"Ah.. nggak juga." Bobby menurunkan tangan Lovely yang bersandar di bahunya, dia risih dengan sikap Lovely.


"Emm.. aku ajak Stefly dan Razer buat ikut ngobrol disini ya?" Bobby mengambil inisiatif itu agar mereka berdua tidak asik sendiri.


"Boleh." Jawab Shina.


Bobby menaiki anak tangga berjalan menuju balkon.


"Eh.. maaf ya mengganggu." Bobby basa-basi terlebih dahulu.


"Yuk gabung ngobrol di bawah saja sama yang lain. Biar semakin akrab." Bobby langsung mengajak mereka berdua untuk ikut berkumpul.


"Boleh.. boleh.. yuk Stef." Ajak Razer.


Akhirnya mereka berdua bergabung, ikut berbincang dengan yang lain. 


Suasana akrab mulai terbangun, mereka ngobrol hingga larut malam.


 


...----------------...


Pagi hari..


Seluruh pemain sedang sibuk mempersiapkan diri untuk syuting utama. Syuting utama kali ini adalah permainan berpasangan.


Ada tiga permainan dimana setiap pemain akan secara bergiliran berganti pasangan setiap bermain permainan yang berbeda, tujuannya untuk membuat mereka yakin siapa yang akan mereka pilih esok hari sebagai pasangan kencan pertama mereka.


Sebelum syuting dimulai seluruh pemain dipersilahkan untuk makan pagi pukul sembilan. Lalu tepat pukul sepuluh lebih tiga puluh menit syuting utama dimulai.


Permainan pertama adalah permainan tembak-tembakan. Pemain wanita diberi bando dengan kertas minyak berbentuk bulat sebagai mahkota, pasangan lain akan berusaha membuat kertas minyak itu rusak. Pasangan terakhir yang bertahan akan mendapatkan kesempatan untuk memilih pasangan di permainan berikutnya.


Pasangan permainan ini adalah Stefly-Bobby, Shina-Razer, Lovely-Denovian.


Ketiga pasangan bersiap di halaman belakang villa.


“Bersedia… siap.. mulai.” Pembawa acara menembakan pistol mainan sebagai tanda permainan dimulai.


“Kamu di belakang aku terus ya Stef.” Kata Bobby sambil berjaga-jaga untuk menembak lawan, namun pasangan lainnya juga tidak kalah bersemangat untuk melakukan permainan ini. Setelah lima menit berlangsung pasangan Lovely-Denovian kalah, mereka terpaksa keluar dari permainan.


“Stef pokoknya kamu ikutin terus aku ya.” Bobby sejak tadi melindungi Stefly dari musuh.


“Maju Bob Kalau berani.” Razer sengaja menembakan pistol air ke Bobby lalu mereka berempat mulai bermain.


Karena lantai basah tanah menjadi licin, akibatnya Stefly hilang keseimbangan, tapi untungnya Bobby dengan sigap menarik tangan Stefly.


“Aaaak..” Stefy kaget saat tubuhnya bertabrakan dengan tubuh Bobby, kini Stefly berada dalam pelukan Bobby. Beberapa detik tubuh mereka menempel tanpa celah, detak jantung keduanya pun mulai tidak beraturan.


“Yes kena! Yuhu..” Shina berhasil membuat kertas di bando Stefly rusak.


“Priiiit.. priiiit.. prtiiiit.. permainan selesai, dan pemenangnya adalah Razer dan Shina, tepuk tangan semua.” Pembawa acara membimbing keenam pemain untuk berkumpul.


“Oke, sekarang saatnya Razer dan Shina untuk memilih siapa yang akan mereka ajak sebagai pasangan di permainan selanjutnya, kalian boleh tetap berpasangan juga lho.” Jelas pembawa acara.


Razer mempersilahkan Shina untuk memilih.


“Emm.. Razer nggak apa ya kalau aku pilih pasangan lain?” Shina sedikit tidak enak pada Razer.


“Boleh kok Shina, kebetulan aku juga ingin seperti itu.” Jawab Razer malu-malu.


“Oke, kalau begitu aku akan pilih Bobby sebagai pasangan aku di permainan berikutnya.” Shina memilih Bobby.


“Kalau aku akan memilih Stefly.” Kata Razer,


“Oke dengan begitu Lovely dan Denovian akan berpasangan lagi di permainan selanjutnya.” Kata pembawa acara.


Syuting berhenti tiga puluh menit untuk persiapan permainan berikutnya.


“Kamu nggak apa-apa Stef? Ada yang sakit gara-gara tadi?” Bobby mengkhawatirkan keadaan Stefly.


“Nggak kok Bob, terima kasih ya tadi udah bantu aku, kalau nggak mungkin aku bakal jatuh.” 


“Sama-sama. Emm.. Stef sebaiknya kamu ganti baju deh, udah lumayan basah tuh.” 


“Iya, aku memang mau ganti baju dulu. Bye.” Stefly buru-buru berjalan menuju kamarnya.


‘Huft.. kenapa aku jadi salah tingkah gini sih di depan Bobby?’ Batin Stefly.


Bersambung...