
Nathalie menggedor-gedor pintu kamar Bobby.
Tok.. tok… tok.. tok.. tok..
Bobby yang sedang memakai kemeja menghembus nafas kasar, dia tahu bahwa Nathalie yang menggedor-gedor pintu kamarnya, vampir bisa mencium bau vampir lainnya saat berada di sekitar mereka.
"Apa sih Nath?" Bobby membuka pintu dengan kesal.
"Hish.. kamu ini, kemejanya dikancingin dong!" Nathalie mengancingkan kemeja pantai yang Bobby kenakan.
"Hih.. aku aja." Bobby menepis tangan Nathalie.
"—ada apa?" Tanya Bobby ketus.
Nathalie menerobos masuk ke kamar Bobby. "Aku udah tolong kamu semalam, aku juga udah bersedia akan menjaga Stefly saat kamu ke luar negeri. Jadi sekarang saatnya kamu balas kebaikan aku."
Bobby mengerutkan dahi, perasaannya tidak enak. Nathalie pasti akan meminta bantuan yang aneh-aneh.
"Apa?"
"Kamu sama Lovely kan nanti syuting date di pantai, aku mau banyak skinship diantara kalian."
Benar sekali prediksi Bobby, pasti permintaan yang aneh.
"Skinship seperti apa? Gandengan tangan kan? Okay! I've no complain!" Bobby masih menganggap wajar soal pegangan tangan.
"That's not enough Bobby! Kissing! Deep kissing with fire inside! Naughty kiss! Muah.. muah.."
Bobby jijik mendengarnya.
"Nggak! Big NO! Nggak mau! Sana sana keluar." Bobby mengusir Nathalie.
"Oke, oke. Just kiss! Cium pipi Lovely aja." Nathalie masih mencoba bernegosiasi.
"Nggak, cium tangan aja."
"Huft.. oke, tapi pakai perasaan yang dalam. Biar terlihat meyakinkan waktu direkam."
Bobby tidak menjawab. "Apa pasangan lain juga ada permintaan skinship gini?" Tanya Bobby.
"Ada."
"Kissing?" Mata Bobby terbelalak lebar.
"Rahasia, itu hak prerogatif aku sebagai produser. Bye Bob, dandan yang ganteng ya." Nathalie keluar dari kamar Bobby.
"His.. dasar Nathalie!" Bobby kesal.
...----------------...
Syuting kali ini akan diadakan di tiga tempat berbeda.
Pasangan Denovian dan Shina syuting di wahana permainan indoor.
Sedangkan Stefly dan Razer syuting di sebuah kawasan foodcourt. Tempat ini sebenarnya adalah sebuah gang yang disulap menjadi foodcourt, sepanjang gang dipenuhi penjual yang menjajakan berbagai macam makanan.
Razer membawa kamera untuk syuting vlog, keduanya menikmati syuting kali ini karena keduanya suka makan.
"Hmm.. enak banget ini Stef, cobain deh." Razer menyuapi Stefly kue mochi es krim.
"Hmm.. es krimnya creamy banget tapi nggak bikin enek. Aku mau yang rasa matcha deh." Stefly memakan lagi kue mochi es krim rasa matcha.
"Hmmm.."
Berbeda dengan pasangan Bobby dan Lovely yang disetting mesra oleh Nathalie.
Nathalie mengawal syuting Bobby dan Lovely di pantai.
Mereka menikmati resort dan pantai. Melakukan spa pasangan, menari salsa di pinggir pantai, hingga saat sunset tiba menjadi puncak kemesraan yang Nathalie inginkan.
Bobby dan Lovely duduk di pantai memandang laut dan matahari yang perlahan tenggelam. Lovely menyenderkan kepalanya di bahu Bobby.
"Indah banget ya Bob sunsetnya?"
"Hmm.. iya." Bobby sebenarnya risih tapi apa boleh buat dia harus menjalani syuting dengan baik.
'Kira-kira Stefly dan Razer baru ngapain ya? Huft.. jadi kepikiran.' Dalam hati Bobby.
"By the way, cewek-cewek bule pasti lebih cantik dan menggoda ya Bob menurutmu?" Lovely selalu saja mengangkat pembicaraan yang tidak disukai Bobby.
"Nggak juga."
"Emm.. orang kayak kamu pasti mantannya banyak ya?" Tanya Lovely.
"Nggak tuh."
"Kalau aku lihat di sosial mediamu, kamu sering party. Pasti banyak cewek yang nempel sama kamu dong? Gimana cara kamu menanggapinya kalau nggak suka?"
Lovely lebih seperti orang yang sedang mewawancarai untuk mengulik cara Bobby memperlakukan wanita.
'Gawat, agresif banget nih Lovely. Bobby mukanya semakin nggak enak gitu.' Batin Nathalie yang sejak tadi memperhatikan ekspresi wajah Bobby.
"Kalau sekedar berteman sih masih oke, tapi kalau sampai melewati batas aku pasti langsung menolak dengan tegas." Kata Bobby.
"Oya? Masa sih?" Lovely mencoba mencium Bobby tapi dihindari.
Lovely tersenyum,"Bercanda Bob."
Bobby tersenyum kecut, dia melirik Nathalie dengan tatapan macan.
"Cut! Syuting selesai. Saatnya kita bersiap pulang ke villa." Nathalie segera memberhentikan syuting.
Bobby berdiri lalu berjalan menghampiri Nathalie.
"Kamu pasti senang kan? Udah puas?" Bobby berbisik pada Nathalie.
"Kalau menuruti keinginanku ya belum puas Bob, kurang greget gitu. Apa lagi muka kamu dari tadi masam." Nathalie mencubit pipi Bobby.
PLAK!
Bobby menjitak kepala Nathalie lalu pergi masuk ke mobilnya.
Nathalie menghampiri Lovely. "Akting yang bagus Lovely, good job!"
"Iya, tapi Bobby cemberut terus."
"Ah.. dia memang begitu dari lahir."
Lovely menahan mual.
"Eh.. kenapa Lovely?" Tanya Nathalie.
"Mungkin kelelahan, aku masuk ke mobil dulu ya." Lovely berlari kecil menuju mobilnya.
Bersambung...