Bite me, Heal me!

Bite me, Heal me!
Bab 26 : Makan pagi.



Pagi-pagi Stefly sudah bangun untuk memasak. Walau sebenarnya malas tapi dia merasa tidak enak sebagai tuan rumah tidak menyediakan makan pagi untuk tamu-tamunya


"Wah.. nggak nyangka bakal ada masakan sebanyak ini dimeja makan Stefly." Ucap Vreya saat Stefly menghidangkan masakannya.


"Nathalie harus makan dulu sebelum berangkat kerja. Apa lagi semalam dia habis minum alkohol."


"Kamu nggak harus repot-repot begini kok Stef. Santai aja." Nathalie merasa tidak enak.


"Nggak repot kok Nath, aku malah yang udah repotin kamu. Terima kasih ya mau temenin aku disini padahal kamu sibuk." Kata Stefly sambil menuangkan sup daging ayam untuk Nathalie.


"Mesra banget sih kalian. Padahal aku juga temenin kamu lho Stef, nggak dapat makasih nih akunya?" Sindir Vreya.


Ting.. tong.. ting.. tong..


"Aku buka pintu dulu." Stefly membuka pintu apartemen.


"Hai.. pagi!" Si-Eun berdiri di depan pintu.


"Bibi?"


"Boleh masuk?" Tanya Si-Eun.


Stefly mempersilahkan Si-Eun masuk ke apartemennya.


"Mama? Ngapain kesini?" Tanya Nathalie.


"Wah.. cantik banget." Gumam Vreya saat melihat Si-Eun.


"Mama kepikiran terus soal Stefly, jadi mama kesini. Ada yang mau mama kasih buat Stefly." Kata Si-Eun.


"Apa bibi?"


"Apa Ma?"


Stefly dan Nathalie berbarengan bertanya.


"Jimat."


"Punya Stefly udah datang kok Ma." Kata Nathalie.


"Jimat itu nggak terlalu kuat, ada banyak vampir yang menginginkan darah Stefly." 


Kata-kata Si-Eun membuat bulu kuduk Stefly merinding.


"Kenapa mereka ingin menghisap darah Stefly?" Tanya Nathalie.


"Karena darah Stefly terlalu wangi, wanginya diatas rata-rata darah manusia lain. Mereka mengira darah Stefly bisa menimbulkan reaksi lain."


"Padahal nggak ada reaksi apa-apa tuh, tapi darahnya memang manis banget Ma." 


Si-Eun menoleh ke arah Nathalie.


"Hmm.. semalam, aku menggantikan tugas Bobby." Kata Nathalie sambil mengunyah makanannya.


"Tapi vampir-vampir itu akan tetap mengejar Stefly karena penasaran." Kata Si-Eun.


"Memang spesial banget ya darah Stefly?" Tanya Vreya yang tidak paham apa-apa soal vampir.


"Saya ambilkan piring ya bi." Stefly ke dapur untuk mengambil piring.


"Ma jangan bilang sesuatu yang mengerikan begitu dong! Kasian Stefly Ma, banyak hal luar biasa yang dia lewati belakangan ini. Dia pasti ketakutan." Bisik Nathalie ke Si-Eun.


"Makanya mama datang kesini! Mama bawa jimat yang ampuh mengusir vampir jahat." Kata Si-Eun.


Stefly datang membawa piring untuk Si-Eun. Mereka berempat makan pagi bersama.


Karena harus bekerja Nathalie pergi, begitu pula dengan Vreya. Sedangkan Si-Eun masih di apartemen Stefly.


"Kamu jangan takut ya Stef." Si-Eun membelai lembut rambut Stefly.


"Tapi kalau boleh jujur aku takut banget bi. Hidupku yang terbiasa tenang sekarang jadi heboh gini." Kata Stefly.


"Bobby anak baik, dia pasti akan bertanggung jawab." 


Stefly tersenyum, dia setuju Bobby memang orang baik.


"Pakai selalu gelang ini. Dan juga jangan lupa jimat yang dibeli Bobby juga selalu dibawa ya. Jimat itu mahal lho."  Si-Eun menunjuk jimat yang selalu Stefly bawa.


"Mahal?"


"Iya, mungkin sekitar dua lima dolar sampai delapan ribu dolar. Pembuatnya adalah seorang master penakluk vampir yang mata duitan." Cerita Si-Eun.


Stefly tidak menyangka Bobby mau berkorban untuknya


"Ya sudah bibi pulang ya, kamu harus tetap semangat ya Stefly. Hubungi aku atau Nathalie kalau butuh teman." Si-Eun berjalan menuju pintu.


"—Nggak usah diantar, kamu lanjut sana kegiatan kamu." Kata Si-Eun.


"Kenapa nggak teleportasi aja bi?" Tanya Stefly.


"Nggak asik, nggak bisa menikmati perjalanan. Aku pulang." 


"Hati-hati bi." Stefly menutup pintu apartemennya saat Si-Eun sudah masuk ke lift.


Stefly masuk ke apartemennya, sepi lagi. Tapi kali ini beda, Stefly merasa was-was dan takut sendirian di rumah.


"Huft.. aku mau mandi lalu pergi jalan-jalan aja deh." Stefly mandi lalu bersiap pergi, dia tidak ingin dirumah sendirian.


***Bersambung...


Jangan lupa komen dan like ya, terima kasih🙏***