Bite me, Heal me!

Bite me, Heal me!
Syuting kolaborasi.



Stefly dan Bobby menikmati kencan mereka di taman bermain. Stefly langsung mengajak Bobby bermain kora-kora setibanya di tempat bermain. Bobby sempat kaget ternyata Stefly punya nyali yang besar.


Lalu setelah itu Stefly mengajak Bobby menaiki Roller coaster. Lalu masuk ke rumah hantu, lalu naik bianglala, naik bumper car dan lain sebagainya.


"Tunggu Stef tunggu, kamu nggak capek?" Bobby dan Stefly baru saja selesai bermain Sky swinger, nafasnya masih ngos-ngosan.


"Ya capek sih Bob, tapi seru. Aku udah lama banget nggak ke tempat bermain rasanya fresh bangey bisa teriak-teriak melepaskan stres. Maaf ya Bob kamu kecapekan ya?" Tanya Stefly.


"Udah jam lima sore nih, kita makan dulu yuk. Kita udah melewatkan jam makan siang lho." Ajak Bobby.


"Oke, yuk." Stefly menarik tangan Bobby mengajak pergi ke food court. 


'Unik banget sih si Stefly ini. Dia punya semangat yang menggebu-gebu ternyata. Aku kira dia cewek pendiam. Ternyata saat merasa sehat dia cewek yang ceria.' Batin Nathalie, ia dan stafnya terheran-heran dengan semangat bermain Stefly. Hari ini Stefly memang terlihat begitu bersemangat untuk bermain.


Stefly, Bobby dan semua staf beristirahat hingga pukul enam sore. Lalu syuting terakhir diambil di wahana komidi putar.


Suasananya benar-benar romantis, lembayung senja yang tenang. Matahari yang mulai tenggelam, musik yang sudah mati, dan putaran komidi putar yang syahdu.


Bobby dan Stefly menaiki komedi putar sambil saling bercerita. Mereka benar-benar menikmati kencan pertama mereka, tanpa beban, seperti bukan syuting.


...----------------...


Pagi hari.


Stefly jogging pagi, dia merasa badannya semakin hari semakin bugar. Hal ini bisa saja terjadi pada orang yang rutin dihisap darahnya oleh vampir zeronix.


"Eh.. kok Bobby nggak kelihatan ya? Tumben dia nggak jogging?" Stefly joging sambil melihat ke berbagai arah mencari keberadaan Bobby tapi nihil.


Setelah tiga puluh menit berlalu Stefly kembali ke apartemennya. Dia melihat ponselnya yang ternyata ada dua panggilan tak terjawab masuk.


"Siapa nih?" Stefly membuka sebuah pesan masuk.


'Hai Stef, ini Razer. Maaf pagi-pagi mengganggu, aku cuman mau tanya apa kamu mau kolaborasi konten sama aku? Aku nggak maksa Stef, jangan terbebani ya. Kalau nggak mau juga nggak apa kok.'


"Waaah.. mau diajak bikin konten sama Razer, mau banget dong." Stefly segera membalas pesan Razer, menyetujui ajakannya.


Akhirnya Stefly dan Razer membuat janji bertemu. Razer akan menjemput Stefly jam sebelas siang.


...----------------...


Pukul 11:11


Razer menjemput Stefly di tempat parkir apartemen. 


"Hai Stef." Razer menyapa dari dalam mobil.


"Hai."


"Ayo masuk, nanti kulit kamu jadi hitam kalau panas-panasan." Razer meminta Stefly masuk ke mobil mewahnya.


Stefly masuk, lalu memasang sabuk pengaman.


"Wah.. keren banget Razer mobil kamu." Stefly mengagumi interior mobil Razer yang sudah di kustom sesuai keinginannya.


"Ini hasil bikin konten Stef. Kamu juga pasti banyak kam penghasilan dari bikin konten?" Tanya Razer sambil menyetir.


"Ya bersyukur bisa buat beli apartemen."


"Beli mobil juga pasti bisa kamu Stef." 


"Tapi aku nggak bisa nyetir, hehe.." Stefly merasa malu.


"Nggak apa, yang penting banyak uang, haha." Razer tahu pasti penghasilan sebagai seorang youtuber.


"By the way, kita mau bikin konten apa nih?" Tanya Stefly karena penasaran.


"Konten makan ASMR Stef, kan kamu ratu ASMR di negara ini."


"Wah.. seru tuh! Jadi semakin nggak sabar." 


"Tenang saja, semua sudah disiapkan oleh staf-ku di rumah. Biar nggak banyak makan waktu." 


Stefly hanya mengangguk-angguk. Suasana hatinya sangat baik hari ini.


"Hai Bob, ada apa?" Sapa Stefly.


"Kamu baru apa? Sudah makan siang belum?" Tanya Bobby.


"Aku baru dalam perjalanan ke rumah Razer, mau bikin konten kolaborasi. Nih dia baru menyetir."


"Hai Bro!" Sapa Razer.


"Emm.. bilang sama Razer aku mau ikut syuting." 


Stefly bingung kenapa tiba-tiba Bobby ingin ikut padahal dia pernah bercerita tidak ingin membintangi acara selama berada di negara ini selain 'Dare to Date?'.


"Emm.. Razer, katanya Bobby mau ikut bikin konten." Stefly menyampaikan pesan ke Razer.


"Wah.. boleh banget dong! Terhormat sekali aku bisa bikin konten bareng Bobby Hwang sang rapper tampan kelas internasional, haha.." Razer merasa senang, dia sudah membayangkan bahwa videonya kali ini akan menarik banyak penonton.


"Aku kirim alamat rumah Razer ya Bob." Kata Stefly.


"Iya, aku segera meluncur." Bobby mengakhiri pembicaraan.


"Katanya Bobby mau segera meluncur."


"Kencan kalian kemarin pasti sukses ya? Jadi kalian semakin akrab ya sekarang?" Sindir Razer.


Stefly hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan Razer.


...----------------...


Stefly dan Razer sampai terlebih dahulu di rumah Razer, baru lima belas menit kemudian Bobby datang.


Lalu mereka bertiga mulai syuting ASMR mukbang. Razer dan timnya sudah menyediakan kepiting besar, pizza, tortilla, spageti, dan puding.


Syuting berjalan seru dan lancar. Ketiganya menikmati makan sambil melakukan ASMR yang kadang gagal karena mereka tidak sabar makan dengan pelan.


"Seru banget syuting kali ini. Terima kasih ya Stef, Bob kalian udah meluangkan waktu untuk kolaborasi sama aku." Razer dengan rendah hati berterima kasih.


"Sama-sama Razer, diundang lagi lain kali juga boleh." Stefly ketagihan berkolaborasi dengan Razer.


"Oke deh, siap."


"Kalau begitu kita pulang ya." Bobby pamit, dia mengajak Stefly pulang dengan mobilnya.


Di dalam mobil untuk beberapa waktu tidak ada yang mengeluarkan suara, entah mengapa suasananya agak canggung.


"Emm.. kamu kenapa Bob tiba-tiba mau ikut kolaborasi sama Razer?" Akhirnya Stefly yang mengajak bicara terlebih dahulu.


"Emm.. memang kamu nggak tahu apa alasannya?" Bobby malah balik bertanya.


"Kalau aku tahu nggak akan tanya Bob." -_-


"Emm.. aku nggak suka kamu dekat-dekat sama Razer." 


Stefly mengerutkan dahinya, dia menatap Bobby yang sedang konsentrasi menyetir.


"Jangan menatapku seperti itu, walau baru menyetir aku bisa tahu kamu menatap aku." 


"Kenapa kamu nggak suka dengan hal itu?" Dengan polosnya Stefly bertanya.


'Nih orang benar-benar nggak paham atau memancing aku buat terus terang sih?' Batin Bobby.


"Bob?" Stefly menegur Bobby.


"Ehem.. karena aku suka sama kamu Stef, jadi aku cemburu kalau kamu dekat dengan lelaki lain."


DEG!


Jantung Stefly rasanya hampir copot karena terlalu cepat berdetak. Matanya melotot mendengar pengakuan Bobby.


Bersambung...