
Bobby pulang ke negara ini lebih cepat dari yang direncanakan, dia tidak tenang meninggalkan Stefly. Bobby pergi ke rumah Si-Eun karena Stefly masih ada disana.
Sebetulnya Bobby masih takut menemui Si-Eun karena dia tahu ujung-ujungnya dia akan kena marah Si-Eun.
“Kalau sudah niat punya kekasih apalagi kekasih mu sudah kamu seret ke zona bahaya seharusnya kamu nggak lagi memikirkan pekerjaan Hwang Bobby!” Si-Eun memarahi Bobby, dia merasa Bobby sudah berbuat salah menyeret Stefly pada situasi yang sulit dan membahayakan.
“Maaf bibi.” Bobby tertunduk dia merasa bersalah, tidak ada yang bisa dia katakan lagi selain itu.
“Kamu tahu kalau Stefly sekarang menjadi buron beberapa vampir jahat tapi kamu egois banget! Kamu malah pergi bekerja jauh darinya!”
“Iya bibi aku salah, aku minta maaf.”
“Bukan sama bibi minta maafnya tapi sama Stefly. Kamu harus tanggung jawab atas kekacauan yang kamu buat Bobby!”
Bobby menatap mata sang bibi, mencari tahu apa yang harus dia lakukan.
“Kenapa lihat bibi seperti itu? Nggak tau apa yang harus kamu lakukan?” Tanya Si-Eun.
Mendengar keributan antara Bobby dan Si-Eun membuat Stefly terbangun, dia keluar kamar dan melihat Bobby sedang berbincang dengan Si-Eun di ruang santai.
“Bobby?” Stefly berlari kegirangan menuju Bobby, lalu memeluknya erat. Bobby membalas pelukan Stefly.
“Aku kangen kamu Bob.”
“Sama Stef, kamu baik-baik aja kan?”
Mereka masih berpelukan.
“Ehem.. halo.. ada orang disini!” Si-Eun berdehem, dia risih melihat dua sejoli itu bersikap mesra.
“Maaf bibi.” Stefly melepaskan pelukannya pada Bobby.
Drrt.. drrt,,
Ponsel Bobby berbunyi, telepon masuk dari Nathalie.
“Bob dimana?” Tanya Nathalie.
“Di rumah mamamu, kenapa?” Jawab Booby.
“Aku nggak bisa menghubungi manajer mu, ada syuting dadakan.”
“Apa? Kenapa bisa gitu?”
“Manajer produksi memintaku buat menyelesaikan syuting dengan cepat karena banyak rumor-rumor negatif yang beredar.” Suara Nathalie terdengar kacau.
“Kenapa? Rumor apa?” Tanya Bobby.
“Jadi kamu mau gimana?” Tanya Bobby.
“Nanti malam kita ketemu untuk meeting perencanaan syuting dadakan.” Kata Nathalie.
“Oke.” Pembicaraan terputus.
“Kenapa? Kok kayaknya Nathalie panik?” Tanya Si-Eun khawatir.
“Ada masalah syuting bibi.”
“Tadi manajerku mengirim pesan katanya nanti malam ada meeting dadakan ya?” Tanya Stefly pada Bobby.
“Hmm..”
"—Bibi, kalau begitu kita pamit pulang ya? Kita harus siap-siap.” Bobby berpamitan pada Si-Eun.
“Apa masalahnya serius?” Si-Eun menahan tangan Bobby.
“Nggak kok Bi, nggak perlu khawatir. Bibi tahu sendiri kan anak bibi tuh tangguh?” Bobby dan Stefly akhirnya pamit pulang.
...----------------...
Malam hari Stefly dan Bobby meeting bersama Nathalie dan stafnya.
Syuting dadakan akan dilakukan besok di rumah Bobby.
Syuting besok memperlihatkan kedekatan Stefly dan Bobby saat di rumah.
"Jadi karena Shina ketahuan punya pacar, pasangan resmi kita cuma kalian aja. Jadi kalian harus terlihat akrab, mesra dan lain sebagainya. Karena konten 'Dare to Date?' mendatang hanya dibintangi kalian berdua." Jelas Nathalie.
Tak lama kemudian meeting selesai. Nathalie terlihat bermuka murung.
"Kamu kenapa?" Tanya Bobby.
"Nggak ada Bob."
"Ayo minum wine di rumahku!" Ajak Bobby.
Tanpa pikir panjang Nathalie meninggalkan stafnya untuk pergi ke rumah Bobby.
***Bersambung..
Jangan lupa like, komen, vote, nilai dan jejak lainnya, terima kasih😊***