
Pukul enam sore semua pemain berkumpul di taman untuk persiapan pemilihan pasangan kencan berikutnya.
Keenam pemain berpakaian dan berdandan rapi agar terlihat cantik dan tampan di kamera.
Dari jauh Nathalie memperhatikan Lovely, dia sudah terlihat segar. 'Sepertinya zat zeronix bereaksi dengan baik.'
Nathalie mendekati Lovely, dia ingin memastikan keadaannya. "Bagaimana keadaan kamu Lovely?"
"Maaf ya, tadi aku ketiduran ya waktu dipijat?" Lovely merasa tidak enak pada Nathalie, padahal yang sebenarnya terjadi adalah Nathalie yang menghipnotisnya.
"Nggak apa kamu pasti kelelahan. Jaga dirimu baik-baik ya." Nathalie menepuk pundak Lovely.
Malam ini adalah penentuan siapa yang akan lanjut untuk syuting atau terhenti.
Bagi pemain yang tidak dipilih anak dieliminasi dan tidak akan mengikuti syuting selanjutnya.
Stefly, Lovely dan Shina menulis pada secarik kertas yang sudah diberikan staf. Mereka menulis nama pemain laki-laki yang mereka pilih.
Sedangkan pemain pria akan memberi bunga pada pemain wanita yang mereka pilih.
"Oke, sekarang saatnya pria maju menemui pilihan hati mereka, berikan wanita spesial anda bunga mawar merah yang kalian bawa. Silahkan." Pembawa acara mempersilahkan pemain pria memberikan bunga.
Denovian memberi bunga pada Shina, sedangkan Bobby dan Razer memberi bunga pada Stefly.
Dengan begitu Lovely dinyatakan tereliminasi.
BYUUUUUUR..
Ember yang berada di atas kepala Lovely tumpah, air membasahi tubuhnya. Hal ini memang sudah di setting oleh kru produksi. Lovely keluar dari panggung.
Kini giliran Stefly dan Shina membuka gulungan kertas mereka.
"Tiga.. dua.. satu.." Pembawa acara menghitung mundur lalu kedua wanita itu membuka gulungan kertas.
BYUUUUUUUUR..
Ember di atas kepala Razer tumpah karena Stefly memilih Bobby.
"Selamat Bobby-Stefly dan Denovian-Shina. Kalian akan lanjut untuk date selanjutnya." Semua bertepuk tangan menyambut kedua pasangan ini.
...----------------...
Selesai syuting semua pemain bersiap pulang dari villa.
Vreya menjemput Stefly, "Yuk Stef." Ajak Vreya.
"Sebentar kak." Stefly celingukan mencari Razer.
"Cari Bobby ya?"
"Bukan, cari Razer kak. Kok nggak kelihatan ya?" Stefly ingin meminta maaf pada Razer karena tidak memilihnya.
"Iya kak."
"Tadi aku lihat dia udah pulang duluan Stef. Kalau kamu mau minta maaf besok aku temenin deh ke rumah Razer." Kata Vreya.
"Benar ya kak?"
"Sekarang pulang yuk, udah malam."
Stefly dan Vreya memasukan barang-barang ke mobil.
"Stef?"
Stefly menengok saat mendengar suara Bobby memanggilnya.
"Udah mau pulang juga ya?" Wajah Bobby tampak senang.
"Hai vampir tampan." Sapa Vreya.
"Hush.. jangan ngawur bilang begitu." David memarahi Vreya.
"Emm.. coba ngengir dong? Mau lihat taringnya?" Vreya benar-benar penasaran dengan Bobby.
"Apaan sih kamu kak." Stefly menarik tangan Vreya saat mencoba mendekat ke Bobby.
"Nggak ada, keluarnya kalau mau hisap darah aja. Mau lihat?"
"Memang boleh?" Vreya semakin penasaran.
"Udah siap dihisap darahnya?" Bobby berbisik ke Vreya, lalu bulu kuduknya berdiri.
"Yuk pulang Stef." Vreya merasa ngeri sendiri, dia memilih kabur mengajak Stefly pulang.
Stefly, Bobby dan David tertawa.
"Pulang duluan ya." Stefly berpamitan pada Bobby dan David lalu masuk ke mobil.
"Emm.. itu manajernya Stefly ya Bob?" David bertanya pada Bobby.
"Iya, namanya Vreya. Kenapa? Minat?"
"Pulang yuk." David menghindari pertanyaan Bobby karena salah tingkah.
"Dih.. benar kamu minat sama Vreya nih Vid? Aku sih oke, nanti kita double date. Gimana?" Bobby terus menempel pada David, dia suka sekali jahil.
David tidak menjawab, dia terus saja masuk ke mobil tanpa menoleh ataupun melirik Bobby.
Bersambung...