Best Friend

Best Friend
Sepasang Kalung Tanda Cinta



Sepertinya Adam masih marah sama Andra. Gara-gara keasyikan main seharian dengan Mona, Andra jadi lupa janjinya sendiri. Padahal sebelum pergi shoping bersama Mona, ia sudah membuat janji dengan Adam buat makan malam bersama di Quin caffe (tempat biasa mereka menghabiskan waktu). Rencananya ia juga akan memberikan salah satu kalung yang sudah di pesannya dua minggu yang lalu, tapi semua gagal karena kesalahannya sendiri.Dan hari ini, ia bertekad untuk meminta maaf dan akan memberikan kalung yang tertunda kemarin.


"Pokoknya hari ini gak boleh gagal lagi!" Tekatnya kuat. "Gue kan jadi merasa bersalah banget sama Adam." Lanjutnya, mengeluarkan Hp dan bersiap menulis pesan.


[Sayang.. bisa gak kita ketemuan sekarang?]


[Lebih baik kita jangan ketemu dulu. Aku masih sebel sama kamu yang.]


[Aku gak mau di PHPin lagi. Ngajak ketemu habis itu ngilang gak ada kabar!!]


[Soal kemarin aku minta maaf sayang...]


[Kemarin aku benar-benar lupa kaloj kita ada janji.]


[Lupa?]


[Ya karna kamu terlalu sibuk ngurusin urusan kamu yang gak jelas itu!!]


[Kalok kemarin kamu lupa, kenapa pas aku chat gak kamu bales. Bahkan di bukak pun enggak!! Di telpon juga sama aja.]


[Kemarin kamu tuh udah buat aku nunggu lama. Lama..... Banget. Sampek di lihatin orang-orang.]


[Iya-iya. Aku minta maaf sayang.]


[Aku akan jelasin semuanya setelah kita ketemu nanti ya.]


[Jangan marah lagi ya sayang. Aku sedih kalok kamu marah terus sama aku.]


[Ya udah iya. Aku gak marah lagi.]


[Tapi kamu juga harus janji gak bakal PHPin aku lagi. Dan kali ini harus datang tepat waktu ]


[Thanks ya sayang. Makin lope lope aja aku sama kamu.]


[Ok. Aku janji gak PHP in kamu lagi. Dan kali ini aku bakal datang on time.]


[Kita ketemuan di depan perpus aja ya sekarang.]


[Iya sayang.]


*****


Akhirnya Andra bisa bertemu dengan Adam. Ia mencoba menjelaskan mengapa waktu itu ia bisa lupa kalu sudah janjian. Tapi Andra tak menjelaskan yang sebenarnya, karna ia masih belum siap menceritakan persahabatannya dengan Mona. Akhirnya ia mengaku jika ia lupa karna terlalu sibuk mempersiapkan diri untuk lomba tari minggu depan. Ia beralasan jika kemarin bu Ratih menghubunginya mendadak dan menyuruhnya untuk segera ke sanggar, latihan sampai malam. Membuatnya lupa menghubungi Adam.


Akhirnya Adam percaya saja dengan alasan yang di buat pacarnya. Meski ia terlihat masih sedikit marah. Andra hanya mendiamkan saja. Toh nanti kalau sudah gak marah lagi pasti dia mau di ajak ngobrol.


Mereka cukup terdiam cukup lama. Beberapa kali Andra melirik ke arah Adam. Tetapi yang di lirik tetap saja cuek tak mau tau, malah asyik memainkan Hp. Membuat Andra tidak tahan dan akhirnya memulai obrolan.


"Ehm.... Aku mau kasih kamu.... Kejutan. Kamu mau kan terima?" Tanya Andra akhirnya dengan bersemangat. Membuka percakapan.


"Kejutan apa?" Tanya balik Adam dingin dan cuek. Matanya masih saja tertuju pada Hp.


Akhirnya Andra mengeluarkan kotak kecil dari dalam tasnya, dan ia sodorkan di hadapan Adam. Kotak yang sebenarnya sudah ingin ia berikan dari dua minggu yang lalu.


"Apa ini?" Tanya Adam bingung, mengernyitkan dahi. Tapi akhirnya ia terima dan membukanya. "Untuk apa kalung kalung ini?" Lanjutnya bertanya kembali.


"Ih... Sayang. Ini kejutan yang aku katakan tadi!!" Jawab Andra manja. Akhirnya ia melihat senyum yang mulai mengembang di bibir Adam.


Adam mengambil salah satu kalung berbandul bentuk setengah hati dari dalam kotak, menggantung dan memperhatikannya. "Lalu untuk apa ini?" Tanyanya heran.


"Untuk lambang cinta kita yang gak akan pernah putus." Jawab Andra kalem, manja.


Adam hanya mengangguk setuju dan tersenyum kepada Andra. Dan akhirnya ia mengenakan kalung itu, tak lupa ia memakaikan satu kalung nya lagi di leher pacarnya.


"Makasih ya sayang. Udah mau maafin aku, mau terima barang dari aku. Meskipun gak seberapa sih." Ucap Andra lembut, terharu. "Dan mungkin... Udah maafin aku." Lanjutnya ragu-ragu.


"Sama-sama sayang. Tapi aku gak mau liat kamu seperti kemarin-kemarin lagi. Yang mulai cuek dan asik sendiri. Apalagi udah mulai PHPin aku." Balasnya terlihat sedikit kesal ketika mengingat kejadian-kejadian kemarin. "Tapi aku seneng kok hari ini. Bisa lihat sikap manja-manja kamu lagi. Bisa lihat senyum manis lamu." Lanjutnya mencoba menggombali Andra, mecolek hidung kekasihnya itu.


"Ih... Apaan sih kamu yang." Desah Andra Manja, malu-malu.


Adam langsung merangkul pundak pacarnya dengan senyuman yang mengembang di bibirnya. "Yuk kita pulang." Ajaknya akhirnya. "Aku anterin sampek rumah deh." Lanjutnya senang.


"Ok." Jawab Andra singkat. "Tapi kita makan siang dulu yuk ke tempat biasa." Pintanya manja.


Akhirnya sepasang kekasih yang berbahagia itu pun pergi meninggalkan pelataran perpustakaan. Pergi makan siang dan mengantarkan pacarnya pulang.


Hari ini Andra senang sekali. Dapat melihat senyum yang merekah kembali di bibir Adam yang ditujukan hanya untuknya. Mendapatkan maaf dan melihat Adam mau menerima hadiah darinya. Ia juga bisa mengganti janjinya kemarin yang ia lupakan, dengan makan siang bersama tadi. Pokoknya hari ini adalah hari membahagiakan untuk Andra.