
Hujan
Mending turunin aja deh airnya banyak-banyak
Aku lagi gerah
Karna PARASIT
Aku berjalan memasuki cafe miliki tante Zizi yang berjarak 15 menit dari sekolahku. Cafe yang cukup ramai untuk menghasilkan profit yang besar, tapi kenapa terus berhutang dengan mama?
"Ngapain lo disini?" aku menoleh ke arah kasir dan mendapati excel berdiri disana. Dia bekerja? atau hanya kebetulan?
"Hai anak mama" jawabku tenang dan tentu saja dia memasang wajah marah yang sangat jelas karena ucapanku.
"Vanilla latte 1" sambungku memesan minuman kesukaanku.
"Lo kira gue babu lo? Gue anak pemilik kalau lo ga tau!" Bentaknya dengan suara pelan agar pelanggan tidak merasa terganggu.
"Heh. Kalau lu gak kerja, mending minggir karena gue mau mesan. Ganggu kerjaan orang aja sih lo" ucapku sarkas dan milirik mbak kasir di sebelahnya dan menyebutkan kembali pesananku.
Excel berjalan keluar cafe tergesa-gesa dan meninggal kesan tak enak kepadaku. Aku melirik ke luar cafe dan mataku menemukan mobil tante Zizi yang terparkir rapi diluar.
"Mbak. Tante Zizi di atas? Di kantor?" tanyaku kepada waitress disana.
"Iya kak. Mau saya panggilkan?"
"Ohh gak usah mbak. Saya aja yang naik"
Aku menaiki tangga setelah menerima pesananku. Sepi. Aku melihat ke dalam ruangan, namun tidak ada orang satupun. Aku menunggu di ruangannya, namun.... "Tenang aja deh lo, gue bakalan bayar tapi minggu depan. Lo kirim aja berliannya besok. Iya bakal gue bayar. Takut amat deh lo, kayak sama siapa aja" jelas aku mendengar suara tante Zizi dari dalam toilet. Dia juga berdebat dengan seseorang tentang berliannya.
Tante Zizi membuka pintu kamar mandi dan disanalah dia berdiri kaku melihatku dan langsung bertingkah aneh dan mematikan sambungan Hp nya. Sangat mudah ditebak.
"Lisa. Ya ampun. Kok ada disini? Sama mama kamu ya?" ucapnya basa-basi sambil melirik ke luar ruangan.
"Sendirian tan. Ada yang mau kubicarakan" ucapku pada tante Zizi dan dia mulai kembali bertingkah tidak tenang.
"Aku mau beli mobil tan. Tapi mama gak bolehin aku buat beli" sambungku dan membuat alis tante Zizi mengkerut.
"Terus? Kenapa mama kamu gak kasih? Nanti tante bujuk deh mama kamu. Gimana kalau kamu setuju dengan pertunangan yang kita bahas? Supaya kamu bisa dapat mobil" ucap tante Zizi dengan riang mengungkapkan idenya, namun membuatku merinding.
"Pertunangan? Aku gak tertarik tan. Alasan mama gak izinin aku beli mobil karena uang mama masih sama temennya" jawabku cepat dan meliriknya tajam.
Tante zizi gelisah dan menelan ludahnya berkali-kali. Dia berjalan mendekatiku dan duduk disampingku.
"Gak tan" jawabku cepat dan dia lega.
"Ahh... masalah perjodohan. Tante gak tau ya kalau anak tante sukanya 'sejenis'?" ceplosku dan membuat tante Zizi marah dan berdiri dari duduknya.
"Apa maksud kamu?! Kamu jangan fitnah anak saya ya!! Kurang ajar kamu?!" teriaknya dan hampir memukulku namun dia berhasil mengontrol emosinya.
"Tan. Satu sekolahan juga tau anak tante gay. Jadi mending tante support si Excel atau didoakan biar balik ke jalan yang benar. Bukan dengan dijodoh-jodohin!" ucapku mengeluarkan sedikit amarahku.
"Saya tidak akan pernah mempercai kamu dan kamu lihat aja, kamu akan bertunangan dengan Excel!!" ucap tante Zizi sambil menunjuk-nunjukku.
"Ahh aku gak peduli tan. Yang aku peduliin sekarang 'AKU MAU BELI MOBIL'!!" ucapku dengan penekanan.
Aku berdiri, dan berjalan mendekatinya. Dia berjalan mundur dan berhenti saat punggunya menabrak pintu kamar mandi.
"Tante tau gak? Karena tante minjam uang mama jadinya aku gak bisa beli mobil. Tante menghambatku. PARASIT. Apakah aku boleh menyebut tante dengan kata itu? Aku mau dalam 1 minggu tante udah kembalikan uang mama. Atau aku bisa bawa masalah tante ke pengadilan. Tante taukan kalau 300 JUTA itu bukan uang yang sedikit?!!! Jadi mari kita selesaikan baik-baik" ucapku dengan tatapan tajamku dan membuatnya tak berkutik.
"Ahh berlian. Pasti harganya sangat mahal" ucapku lagi dan berjalan keluar dari ruangannya.
Aku harus berterimakasih karena informasi mujarab dari Kia. Aku memberitahukan kabar kemenanganku.
"Makasi buat infonya Kia. Sangat amat bermanfaat. Tapi lo tau dari mana kalau si Excel gay?"
"Malu gue bilangnya"
"Kenapa? Dia ngaku ke lo?"
"Jangan terkejut. DIA NEMBAK SONI TAHUN LALU. DIA MUSUH GUE!!!!"
"Wow. So brave. Tapi makasih banyak ya Kia. Besok gue traktir deh"
...****************...
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR
LIKE DAN KOMENNYA KAKA ❤
KRITIK DAN SARANNYA JUGA DEH ❤
SEHAT TERUS YA KAMU ❤
LOVE YOU~