Best Choice

Best Choice
PERJODOHAN 1



HUJAN


Apakah dengan jatuhnya air dari langit bisa menghentikan kegilaan mama dalam menjodohkanku?


Kalau bisa, aku akan menjadi manusia paling bahagia di bumi ini


kalau tidak, lebih baik kau hentikanlah menjatuhkan air ke bumi karena bakalan banjir.


"Lisa jangan lama-lama dong, kita udah telat nih. Jalanan juga bakalan macet karna hujan" omel mama dari lantai bawah dengan risau.


"Aku udah selesai dari tadi ma. Ini mau turun kok"


Benar saja, jalanan super duper macet. Mama dengan muka juteknya mulai kesal dengan kemacetan ini. Saat aku membuka laci mobil, mataku tertuju pada selebaran foto yang ada di laci mobil. Foto laki-laki muda.


"Siapa nih? Simpanan mama?" tanyaku penuh curiga.


"Enak aja ya kamu tuh kalau ngomong. Kalau papa dengar bisa jadi geprek mama"


"Siapa ni? Jangan bilang dia yang bakalan dijodohin sama aku?"


"Liat aja nanti. Kamu tu kepo banget. Udah mau sampai kok ini di rumah tante Zizi"


"Ini anaknya tante Zizi? Yang beneran aja lah ma! Mama tau kan kalo tante Zizi itu cerewetnya melebihi mama! Bahkan julidnya. Mama ihhh.. Mau buat aku mati muda ya!" omelku kesal dengan pilihan mama.


"Kamu tu yang lebih cerewet dari mama. Udah ahh jangan bete gitu, udah nyampe nih. Senyum ya, jangan malu-maluin" titah mama untuk menuruti permintaannya.


Mobil sudah memasuki halaman rumah tanta Zizi dan mama memarkirkan mobilnya dengan sempurna.


"Ayo masuk Lisa. Ngalain kamu diam disana aja?" ajak mama.


"Aku disini aja ma, duduk di taman. Mama masuk aja"


"Lisa jangan banyak tingkah deh"


"Mama. Aku disini aja" rengekku kepada mama dan mama menyerah kepadaku.


Rumah tante Zizi cukup luas dan terawat, bahkan kolam ikannya aja bersih kinclong. Suara ribut heboh masih jelas kedengaran dan aku sudah bosan disini. Untung saja aku duduk menjauh dari tongkrongan ibu-ibu itu, kalau tidak aku pasti sudah diapa-apakan.


"Itu ikan hias, jadi natapnya biasa aja" suara itu membuatku menghadap belakang dan melihat pemilik suara. Sesuai dengan foto.


"Apaan sih" ucapku mengacuhkannya dan kembali menatap kolam ikan.


"Kok lu ikutan ke arisan ibu-ibu?"


"Mau dijodohin"


"Ha? Gue ga nanya masalah jodoh lu"


"Gue? Gila ya lo?"


"Silahkan bilang itu ke para orangtua di dalam"


Aku merasakan langkah kaki menjauh dariku dan semoga dia bisa menghentikan perjodohan gila ini. Seketika suara di dalam menjadi hening dan aku mendengar suara ribut dari kamar lantai atas.


"Bercekcok lah kalian, biar aku bisa pulang dengan tenang"


Selang 30 menit, mama memanggilku untuk masuk ke dalam dan menyuruhku duduk disamping anak tante Zizi. Ibu-ibu disini dengan ganasnya menatapku dengan tatapan pemangsa yang sedang lapar.


"Jadi begini Lisa. Anak tante ini namanya Excel. Berhubung dia udah tamat SMA, tante mau kuliahin dia di Bandung. Nah kamukan 1 tahun lagi tamat. Jadi nanti kamu mau gak temani anak tante?"


"Aku belum tau sih mau kuliah dimana tante, tapi pasti kuliah" jawabku tenang.


"Nah... Karena itu. Kuliah kalian ini bakalan 1 tempat, saling menjaga satu sama lain. Jadi supaya tidak terjadi yang tidak-tidak lebih baik kalian diikatkan dalam pertunangan saja, menikahnya kalau sudah mapan. Bagaimana?" ini kenapa semua mata natapnya ke aku? lah ini cowok setuju emangnya? kok dia diam aja sih!


Mati la aku! Apa yang harus ku lakukan. Tidak mungkin aku menyetujui perjodohan ini. Pasti ada cara kan?


"Mohon maaf nih tante. Tapi aku udah punya ikatan sama orang lain" ucapku asal.


"Apa maksud kamu Lisa?!" tanya mama marah.


"Aku udah punya pacar ma. Mama sih gak pernah nanya-nanya" jawabku pelan takut diterkam.


"Kamu bohongkan? Mama gak percaya! Mana buktinya? Sini kasi lihat mama fotonya, chat, sama nomor telponnya" kekeh mama seperti detektif gadungan.


"Jangan kepo deh ma. Inikan privasi aku" mata mama melebar siap menerkamku hidup-hidup.


Aku sudah berkeringat dingin, namun berusaha tenang agar tidak ketahuan bohongnya. Pokkknya aku ahrus membatalkan perjodohan ini. Tapi bagaimana semua orang disini dibutakan oleh sikap sok manis tante Zizi. Aku harus berjuang!!


"Assalamuakaikum. Loh kalian kenapa duduk melingkar gini?"


Suara lembut datang dari luar pintu dan diaanalah muncul tante Maya. Ntah kenapa aku berharap tante Maya bisa menghentikan perjodohan ini. Tolongin aku tante Maya.


...****************...


TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR


LIKE DAN KOMENNYA KAKA ❤


KRITIK DAN SARANNYA JUGA DEH ❤


SEHAT TERUS YA KAMU ❤


LOVE YOU~