Best Choice

Best Choice
BERTEMU KEMBALI



SEPTEMBER 2019


Sinar matahari dengan gagahnya menyinari kamar tidurku. Bantal, guling, bahkan kursiku terpanggang oleh panasnya sinar matahari. Namun, sinar matahari tidak akan mengalahkanku karna aku punya solusinya. AC!!! Bantulah majikanmu ini!!! Cringgg!!!


Lisa memasuki kamar tidurnya dan segera menutup jendela serta tirai jendela dan langsung menghidupkan AC di kamarnya. Tubuh yang penuh keringat setelah pulang sekolah menyebarkan aroma semerbak di kamarnya.


Ting...!! (Chat)


"Lis. Sore nanti aku sama Soni mau ke cafe XOX, mau ikutan gak?"


"Ikut deh, mumpung lagi gak senggang. Ehh entar jangan lupa bawa pesananku ya"


"Pesanan? Gila ya lu... aku jemput ntar. See ya"


"Oke"


Setelah membalas pesan dari Kia, dia mencampakkan HP nya begitu saja ke tempat tidur dan berlari ke bawah menuju meja makan. Aroma luar biasa masuk ke saluran pernapasan Lisa dan membuat grombolan cacing di perutnya heboh.


Lisa mengambil piring dan mengisi penuh piringnya dan segera mengambil ancang-ancang untuk segera melahap semua lauk pauk yang diambilnya.


Suapan pertama


"Gimana sekolah kamu lis? aman aja kan?" tanya mama lisa yang masih mencuci piring di dapur.


"Aman ma"


Suapan kedua


"Teman kamu ga ada yang macam-macam kan?"


"Gak ma"


Suapan ketiga


"Besok mama mau arisan, kamu temani mama"


"Ma. kata guruku kalau makan ga boleh bicara" jawabku cepat untuk mengalihkan topik pembicaraan


"Gurumu itu teman mama. Ehhhh.. jadi besok jangan lupa dan ga ada alasan untuk ga ikutan"jawab mama cepat.


"Ma. Aku gak mau ikutan" aku malas membahas masalah arisan mama yang ujungnya akab merugikanku.


"Ga ada alasan. Besok harus ikut. Kalau gak kamu dan mana end" saut mama dan berjalan pergi meninggalkanku tanpa memberikan pilihan untukku. Aku sudah menduga apa yang akan dilakukan mama. PERJODOHAN. LAGI.


Percakapan tadi siang masih terngiang ditelingaku. Apa yang harus kulakukan besok? Ini udah jelas kalau aku bakalan di jodohin lagi. Ngeselin ihh..


"Hoi!!! Lisa!! kok bengong terus lu? kepanasan atau kenapa?" lamunanku buyar seketika dan menjawab Kia dengan gelengan kepala.


" Kesambet ya lu? geleng-geleng kayak mbah dukun" crocosnya lagi dan Soni hanya terkekeh melihat omelan pacarnya itu.


"Ehh BTW, ntar liburan semester kita kemana? aku udah nabung loh dari awal semester" tanyaku kepada mereka.


"Aku sih bebas. Kamu beb?" tanya Kia kepada Soni.


"Aku setuju" jawabku cepat dan Kia menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Ehh tapi kita bertiga aja ni?" tanyaku


"Kita mau ajak siapa? ehh tunggu. Lu nanya gini supaya si Soni nyebut teman-teman cowoknya kan? Ihhh gatel ah lu" omel Kia kepadaku.


"Gak lah. Aku tu gak sengenes itu ya. Lagian aku tu single and free" jawabku mematahkan ucapan Kia.


"Yaudah. Entar aku tanyain sama temanku siapa aja yang mau ikutan" jawab Soni kalem dengan ejekan tak berujung dari Kia kepadaku.


Saat mendengar namaku dipanggil, aku berjalan menuju kasir untuk mengambil pesanan kami. Saat aku berjalan sambil membawa pesananku aku mendengar suara berat yang ku kenal. Namun saat aku melihat ke sekeliling tidak ada wajah yang ku kenal.


"Kenapa lu jalannya linglung gitu?" tanya Kia karena cara jalanku sangat aneh.


"Gak. Mungkin aku salah dengar. Ehh besok kita gak jadi pergi ya. Aku mau pergi ke arisan mama" jawabku sambil meminum vanilla latte pesananku.


"Ihh kok gitu sih. Kan udah janjian"


"Jangan ngeluh ke aku dong. Ke mama sono"


"Makannya punya pacar, biar gak dijodohin mulu lu" ejek Kia dan langsung menyandarkan badannya ke Soni yang sedang memainkan Hp nya.


HUJAN.


Kia dan Soni mengantarkanku pulang dengan selamat sentosa. Namun, saat aku berlari kecil menuju teras rumah, aku melihat seorang lelaki memasuki rumahku. Aku memasuki rumah dengan langkah mengendap-endap layaknya pencuri dan saat aku berjalan menuju tangga untuk masuk ke kamarku, disanalah mata-mata itu melihatku.


"Lisa!! Mau kemana kamu! Sini salam tante Maya" teriakan mama masuk ke telingaku dengan sangat jelas. Aku menatap mereka dan berjalan pelan lalu mendekati mereka.


"Maaf ya tante, basah tangannya" ucapku pelan sambil menyungkem tante maya dan membalikkab badan untuk kembali menuju tangga.


"Ehh.. Ehh.. tunggu Lisa. Dodinya juga salamin dong, masa diacuhin" aku berjalan mendekatinya dan melihat wajahnya. TIDAK BERUBAH.


"Kamu temani Dodi dulu Lis. Mama sama tante Maya mau ke rumah tante Zizi sebentar" ucap mama kepadaku dengan nada aneh.


"Tan. Mari saya antar saja" suara berat itu. Suara yang kurindukan.


"Dodi disini saja. Tante bisa nyetir kok. Yuk May, ntar telat"


Suasana sunyi. Hanya terdengar suara dari TV. Aku dan Dodi duduk berjauhan. TENTU SAJA. Tidak mungkin kami duduk bedekatan. Aku memainkan Hp ku begitu juga dengan dia. Namun, pikiranku tetap kepadanya. Kenapa dia tidak menanyakan kabarku? Segitu tidak pentingnya aku? Setidaknya harus ada percakapan santai karena kami telah mengenal satu sama lain sejak kecil. Aku SEDIH karena sikapnya.


...****************...


TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR


LIKE DAN KOMENNYA KAKA ❤


KRITIK DAN SARANNYA JUGA DEH ❤


SEHAT TERUS YA KAMU ❤


LOVE YOU~