
Sekarang aku sudah bisa bernafas lega karena tidak ada lagi kejadian yang aneh-aneh setelah acara pertunangan itu. Kini hidupku lebih datar dan aku menyukainya. Mama juga akhir-akhir ini tidak menjodohkanku. BAHAGIANYA!
Sekarang adalah waktuku untuk fokus menyiapkan masa perkuliahan karena dalam waktu 4 bulan aku akan menginjakkan kakiku di bangku kuliah. SENANGNYA!
Apakah ini yang ku inginkan? Bahagia dan kesenangan seperti ini kah yang ku inginkan? Di satu sisi aku merasa hampa, di satu sisi aku merasa senang. SANGAT LABIL!
"Lisa, malam ini mama sama papa mau pergi ya. Kamu jangan pulang terlalu lama" ucap mama sambil membereskan barang-barang di meja cafeku.
"Mama mau kemana sama papa?" pertanyaanku membuat mama menyeringai aneh.
"Malam mingguan dong sayang, emangnya kamu yang katanya punya pacar tapi kelihatan jomblo ngenes" tawa mama sambil menepuk-nepuk pundakku.
"Ya udah, mama pergi ke salon dulu ya, Bye jomblo" ejek mama padaku dan pergi meninggalkanku yang otomatis membuat moodku hancur.
SEBEL
tring...tring.... Panggilan masuk dari Kia
Iyalah siapa lagi yang mau cari aku selain Kia dan Romi.
"Apa?!" ucapku ketus.
"Kesambet lo? Ntar aja deh, sekarang lo harus bantu gue"
"Apaan?"
"Si Romi tiba-tiba gak mau berangkat ke Singapur. Jadi nyokapnya nyalahin gue ini sekarang. Gue juga ga bisa hubungi dia" ucapnya sedih dan galau.
"Hm... kalau gitu aku cari dia ke tempat tongkrongannya dulu. Lo tenang aja, mungkin dia butuh waktu sendiri" ucapku menenangkannya.
Aku mengambil barang-barangku dan menitipkan cafeku ke manager, saat aku akan berjalan ke pintu keluar, disanalah dia berdiri dan aku dengan jelas melihat wajah murungnya.
"Surya, ice amreicano 2 ya" ucapku pada Surya yang hari ini bekerja sebagai kasir.
"Duduk Rom, kakiku bisa pegal kalau kita berdiri terus"
"Jadi? Ada apa?" tanyaku padanya namun tidak mendapatkan jawaban dari mulutnya. Dia hanya menghela nafas berkali-kali.
"Kita udah temenan lama, kalau nanti Kia sendiri aku bisa temani dia 24 jam. Jadi sebenarnya kamu tuh ga usah khawatir sama Kia. Aman kok. Zaman juga udah canggih, bisa video call juga kan?" ucapku meyakinkannya.
"Ntah lah Lis, gue bingung sama jalan hidup gue. Disatu sisi gue ga mau ngecewain Kia, disatu sisi gue harus nuruti mama. Tapi kalau nuruti mama, gue harus putus sama Kia" ucapannya membuatku bingung. Kenapa harus putus?
"Kamu kan masih sayang sama Kia, jadi ga perlu putus dong. Tentang mama kamu....... apa mungkin mama kamu yang nyuruh kamu putus sama Kia?" tanyaku hati-hati dan mendapatkan anggukan darinya.
Aku juga menghembuskan nafas dan kembali melihat Romi yang sangat lemah tak berdaya.
"Rom, kamu sayang sama mama kamu?" angguknya.
"Kamu juga sayang sama Kia?" angguknya lagi.
"Kalau begitu kamu bicara dengan mama kamu baik-baik tentang hubungan kalian dan Kia juga harus ikut andil. Kalian itu harus punya tali yang kuat supaya mama kamu itu percaya kalau kalian serius dalam hubungan ini. Coba kamu pikir, sejak kapan dan kenapa mama kamu ga suka sama Kia?" pertanyaanku membuatnya terdiam dan berfikir.
"Jawabannya adalah sejak mama kamu tau kalau Kia adalah anak dari musuhnya" ucapanku membuatnya membelalakkan matanya.
"Apa maksud kamu?"
"Kamu tidak seharusnya mendengar ini dari mulutku, setelah ini kamu harus berbicara dengan mamamu dan Kia"
"Jadi apa yang terjadi?!" tanyanya tidak sabar.
"Aku pernah dengar dari mama, mama bilang kalau dulunya mama kamu dan almarhum mama Kia adalah musuh di masa sekolah. Masalah cowok. Aku tidak tau detail pastinya" ucapku sambil mengaduk-aduk americanoku.
Tak berapa lama kemudian, Romi bangkit dari duduknya dan tersenyum kepadaku. "Makasih Lis, lo yang terbaik" itu adalah ucapan terakhirnya dan dia pergi meninggalkan cafeku.
Tring.... Tring.... Panggilan masuk dari mama
"Halo ma, kenapa?"
"Lis, bantuin mama dong"
"Apaan?" tanyaku.
"ATM mama ketinggalan di rumah, tolong ambilin ya, mama tunggu di salon"
Tanpa menunggu jawabanku mama langsung mematikan panggilannya.
-SALON-
Aku langsung berjalan masuk dan menuju ruangan biasa tempat mama duduk, namun sebelum aku melangkah masuk, aku mendengar obrolan mereka.
"Kamu yakin?"
"Ntah la, aku tidak ingin memaksanya tapi aku juga tidak mau dia nanti sendirian"
"Dia juga udah besar, ada teman. Pasti akan baik-baik aja"
"Tapi tetap aja, pasti dia akan kesepian"
Obrolan itu berhenti dan beberapa menit kemudian aku melangkah masuk ke dalam ruangan.
"Ma, ini ATM nya"
"Halo tante" sapaku pada tante Maya dan dijawab dengan senyumannya.
"Lis, nanti malam kamu ga pergi sama Kia?" tanya mama.
"Ga ma. Kia sama Romi lagi sibuk" jawabku singkat dan duduk di samping mama.
"Kalau gitu....."
"Ga ma. Aku mau istirahat di rumah aja. Mama have fun sama papa ya. Bye" aku memotong perkataan mama dan berdiri kembali, kemudian pergi meninggalkan salon.
dddrrttt pesan masuk
"Aku jemput kamu jam 20.00"
"Ada perlu apa? Aku sibuk"
"Aku yang lebih sibuk dan aku sudah berbaik hati meluangkan waktuku untukmu"
"Apa maksudmu?"
"Mamamu mengenali mamaku"
...****************...
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR
LIKE DAN KOMENNYA KAKA ❤
KRITIK DAN SARANNYA JUGA DEH ❤
SEHAT TERUS YA KAMU ❤
LOVE YOU~