
Akhir-akhir ini aku sering melihat ke langit, melihat gumpalan awan di atas sana, tapi yang paling ku sukai adalah awan berwarna abu-abu. Alasannya? Cantik!!Entahlah, awan itu membuat pikiranku terbang jauh dan menenangkanku. Sangat aneh, tapi aku sangat menyukainya.
Suara mobil dari depan pagar membuyarkan lamunanku dan ku sadari bahwa itu adalah mobilnya. Aku berjalan keluar rumah dan memasuki mobilnya dalam diam, begitupun dia.
"Jadi apa yang terjadi?"
"Seperti yang kubilang kalau mamaku mengenali mamamu"
"Jadi apa yang salah dengan itu?" tanyaku tidak peduli.
"Menurutmu apa yang bakalan terjadi? Apakah kau lupa dengan memori terakhir mamaku terhadapmu?"
"Ahh... I hate this" ucapku pelan menyadari kenyataan yang menimpaku.
"Jadi apa yang akan kita lakukan?" tanyaku dengan hati yang tidak tenang dan pikiranku hanya kepada 'AKAN DIJODOHKAN'
"Makan" ucapnya dan membuatku menoleh ke arahnya dengan cepat.
"Aku belum makan malam" lanjutnya.
Kami memasuki cafe dan duduk dalam keramaian, hanya suara pelanggan lain yang terdengar dan tidak ada suara yang keluar dari mulut kami berdua. Sangat AWKWARD. Makan malam selesai begitu saja dan apakah akan langsung pulang?
"Kita sudah ditunggu di rumah, ayo cepat pergi dari sini"
"Hah? Apa? Rumah?" tanyaku dengan muka yang terlihat bodoh.
"Mamamu sudah menunggu di rumah"
"Kau berhubungan dengan mamaku, ehhhh, maksudku kau dan mamaku saling berkirim pesan atau semacamnya?" tanyaku heran dan tidak mendapatkan jawabannya melainkan anggukan.
-RUMAH-
Mama dan papa duduk di ruang tamu dan menyambut kedatangan kami, Perasaanku sudah tidak enak dengan tingkah mereka.
"Silahkan duduk Hedi" mamaku mempersilahkannya duduk.
"Ada apa ini ma?" tanyaku dengan tidak sabaran.
"Begini Lis, jadi mama, papa, mamanya......."
"Tante biar saya saja" dia memotong ucapan mama dan langsung melihat ke arahku.
"Aku ga mau dengar!!" ucapku tegas dan mengalihkan pandanganku ke lantai.
"Lisa, ini......"
"Ma, aku ga mau dijodohin, ini udah kesekian kalinya ma, ayolah" ucapku kepada mama.
"Ini baru yang ke-5 Lis, jangan berlebihan deh" jawab mama kekeh.
"Maaf, tapi perjodohan ini adalah permintaanku" ucapannya membuatku terdiam seribu bahasa. Kenapa dia mau dijodohkan denganku? Apakah tidak ada cewek lain di dunia ini yang mau sama dia? Apakah dia pikir aku dengan senang hati mau dijodohin dengannya?
"Intinya, kali ini mama ga mau menerima penolakan dari kamu. PERJODOHAN INI HARUS BERLANGSUNG" mama mengucapkan kalimat itu dan pergi bersama papa ke lantai 2 meninggalkan kami di ruang tamu.
"Lo gila ya?!!" teriakku padanya begitu saja.
"Dengar ya, gue ga suka sama lo, lo pikir selama ini gue bersikap baik karena suka sama lo? Gue itu tertekan!" Setelah aku memarahinya, aku tidak mendapatkan respon darinya dan aku merasa malu karena marah-marah tanpa berpikir jernih.
"Aku menyukaimu" ucapnya.
"Jangan gila!"
"Aku juga serius! Maaf ya, lebih baik lo pulang" aku mengusirnya.
...Malam yang berat....
...Hati yang susah menerima....
...Hati yang kosong tapi ingin diisi....
...Pilihan....
...Ego....
...Apa yang harus ku pilih....
...'Mengejar' atau 'Dikejar'...
"Wahh, akhirnya teman gue laku juga" ucap Kia dengan suara yang sangat keras, sehingga membuat pekerja cafeku tertawa mendengarnya.
Ya. Kami sekarang ada di cafeku dan aku menceritakan semuanya kepada Kia. Tapi dia malah bahagia dengan ceritaku.
"Kia ini bukan saatnya untuk senang, aku kan lagi dijodohin"
"Lis!! Come on!! Lo bukan dijodohkan tapi si Hedi ini emang suja sama lo kan? Sadar dong!! Ada cowok yang suka sama lo dan minta dinikahkan sama lo!!" ucapnya dengan demangat 45.
Aku hanya menghembuskan nafas dan berfikir keras untuk kelanjutab kejadian ini. Apakah yang akan ku lakukan?
"Ehh wait? Kenapa lo galau gini? Lo emang suka sama si Hedi?" tanya Kia dengan wajah detektifnya.
"Gila ya?!" jawabku cepat.
"Kalau gitu tinggal di tolak" ucapnya santai.
"Tapi....."
"Apa? Lo ngerasa ga enak sama si Hedi atau sama mama lo?"
"Gak. Tiba-tiba aku kepikiran sama percakapan mama kemarin sama tante Maya. Mama bicara tentang aku yang bakal kesepianlah, pergilah, dan aku masih belum tau maksud kata-kata mama"
"Ya udah terima aja si Hedi biar mama lo senang"
"Tapi....."
"Apa? Lo masih mau mengharapkan si Doni? Dia udah tunangan loh. Jangan diganggu lah"
"Pokoknya gue gak setuju kalau lo lebih milih si Doni" sambung Kia.
Aku hanya terdiam mendengar ucapan Kia. Mungkin tidak seharusnya aku masih mengharapkan Doni yang sudah menghilang dari hidupku bertahun-tahun. Melepas dan merelakan, apakah itu akan menjadi lebih baik untukku?
...****************...
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR
LIKE DAN KOMENNYA KAKA ❤
KRITIK DAN SARANNYA JUGA DEH ❤
SEHAT TERUS YA KAMU ❤
LOVE YOU~