
[ Apa kamu sudah tahu tentang magic gadis itu sejak awal? ] White Queen bertanya. Meski nadanya tenang, tapi jelas ... Wanita itu agak curiga.
" ... "
Lux tidak mengatakan apa-apa. Tidak perlu untuk menjawabnya karena jawabannya sudah jelas.
Sebagai player 'Spirit World', bagaimana mungkin dia tidak tahu tentang magic unik milik Kiara?
Justru karena dia tahu, dia sengaja memaksa Kiara menggunakan magic 'Ice Princess'.
Dia ingin tahu ... Seberapa kuat dari Ice Princess dibandingkan dalam plot?
Rasa penasaran ini membuat Lux tidak langsung mengakhiri pertarungan.
Jika tidak, Lux tidak mau repot-repot menunggu Kiara bangkit dan langsung membuat Kiara pingsan saat pertarungan dimulai.
Tapi hasilnya membuatnya sedikit kecewa.
Ice Princess memang kuat karena meningkatkan kekuatan penggunanya sampai menembus level lain dan serangannya termasuk kategori kerusakan mutlak, tapi hanya itu.
Dibandingkan dalam plot di mana Ice Princess hampir setara dengan Divine Ice Prince miliknya, Ice Princess milik Kiara saat ini sangat lemah.
'Sudah bisa membuatku menggunakan salah satu Ultimate Ice Magic-ku, dia sudah cukup kuat.'
[ Jangan meremehkannya. Walau dia saat ini sangat lemah, bukan berarti dia akan tetap sama di masa depan. Potensi Ice Princess sangat tinggi ]
'Aku tahu.' Lux membalas dengan tenang.
Lux mungkin sedikit kecewa, tapi bukan berarti dia akan meremehkan Kiara. Sebaliknya, dia harap hasil dari duel hari ini dapat menstimulasi keinginan Kiara untuk menjadi lebih kuat.
Lagipula ... Dalam plot, Kiara akan menjadi sosok yang hampir setara dengan Lux Silverfrost yang asli. Bahkan Kiara juga berhasil menghapus efek samping 'Ice Princess'.
Lux berhenti. Tatapannya beralih ke langit dan menemukan beberapa butiran salju mulai turun satu per satu ...
Sebagai pemilik Divine Ice Prince, tidak diragukan salju yang turun bagaikan surga baginya dan Lux cukup menyukai suasana dingin.
Hanya saja, salju yang turun membuatnya mengingat kembali kenangan yang tidak ingin dia ingat ...
Pemandangan di mana satu-satunya orang yang sangat dia sayangi membelai pipinya mati tepat di depannya ...
[ ... Lux? Ada apa? ]
" ... Bukan apa-apa," balas Lux dengan tenang.
Lux menatap ke langit. Melihat butiran salju, dia terdiam sejenak sebelum tangannya tanpa sadar menangkap salah satunya.
Merasakan betapa dinginnya salju itu, Lux memejamkan mata ...
"Sungguh ... Dunia ini ..."
...***...
"Aaahh...! Sakit! Sakit! Tolong!"
"Hentikan! Aku minta maaf! Tolong hentikan ini!"
"Ibu! Ini sangat menyakitkan!"
Di sebuah ruangan yang berisikan berbagai macam tabung aneh, terlihat banyak anak-anak dari berbagai usia.
Hanya saja, bukannya suasana yang penuh kegembiraan terdengar, sebaliknya yang terdengar adalah suara jeritan, suara memohon, dan teriakan penuh kesakitan.
Bukan hanya itu, anak-anak itu juga ciri fisik yang tidak normal. Ada yang memiliki telinga seperti goblin, ada yang memiliki ekor serigala, ada yang setengah dari tubuhnya tampak seperti dijahit dengan tubuh monster ...
Anak-anak itu ... Tidak lain adalah hasil subjek eksperimen yang diciptakan oleh Nyx Laboratory.
Beberapa ilmuwan berjas putih terlihat memasuki ruangan itu. Kedatangan mereka jelas tidak berniat untuk menghibur anak-anak itu.
Ekspresi mereka tampak acuh tak acuh meskipun anak-anak di depan mereka sudah memohon berapa kali.
Kebalikannya, para ilmuwan mengeluarkan semacam alat suntik. Tidak diketahui cairan apa yang terkandung di dalamnya tapi ketika disuntikkan ke tubuh salah satu anak ...
"AAAHHHH!!!"
Jeritan penuh kesakitan terdengar. Anak yang matanya tampak seperti monster kejang-kejang sambil mengeluarkan busa putih dari mulutnya.
Satu per satu anak diberikan suntikan tersebut dan nasib mereka tidak berbeda jauh dari anak sebelumnya ...
Hanya suara tangis dan jeritan keras yang bisa didengar di ruangan itu ...
Tapi ada satu anak ... Satu-satunya anak yang tidak mengeluarkan suara apa pun sejak awal kelahirannya.
Seorang bocah berusia 5 tahun. Terlepas dari ekspresinya yang datar, bocah itu memiliki penampilan di luar nalar.
Rambut seputih salju dan sepasang mata heterochromia. Mata kanannya berwarna biru safir sedangkan mata kirinya berwarna emas dengan pola jam romawi.
Dia hanya mengenakan baju putih longgar di tubuhnya. Mendengar teriakan anak-anak di sekitarnya, ekspresinya sama sekali tak berubah seakan-akan teriakan mereka tidak menganggunya.
Bahkan ketika tubuhnya disuntik ... Bocah itu tetap tidak mengalami perubahan. Dia tidak berguling-guling di tanah atau mengeluarkan sedikitpun suara. Dia masih berdiri di posisinya seperti gunung es yang takkan roboh.
Tatapannya tetap kosong saat para ilmuwan-ilmuwan perempuan mendekati dan menyuntik dirinya dengan tatapan terobsesi.
Saat itu ... Wanita cantik berambut hijau dengan pupil vertikal celah layaknya ular berdiri di depannya.
Senyumannya begitu indah, tapi tatapannya ... Penuh kegilaan yang tak terbatas.
"Sempurna ... Kamu adalah satu-satunya karya 'kami' yang paling sempurna ..."
Bocah itu mendapati dirinya saat ini sedang dipeluk oleh wanita itu dengan erat. Dia juga merasakan wanita itu menghirup aromanya dengan rakus.
Wanita itu berbisik di telinganya dengan lembut ...
"Ah ... Aku benar-benar tidak ingin orang lain memilikimu, tapi untuk itu ... Aku harus melenyapkan setiap orang yang terlibat dalam penelitian ini."
Walau ucapan dan suara wanita itu terdengar gila serta posesif, tapi bocah itu bisa merasakannya ... Kasih sayang darinya.
"Kamu hanya bisa menjadi satu-satunya hasil mahakarya 'milikku' ... Lux."
...***...
" ... "
Membuka matanya, Lux terbangun. Dia duduk di atas tempat tidur sambil menyeka kedua matanya.
Melihat ke luar jendela, salju masih turun dengan lebat saat awan menutupi cahaya bulan di tengah malam ini.
'Itu mimpi yang tidak menyenangkan.'
Lux memejamkan mata dengan tenang dan mengingat kembali kelahirannya sebagai Lux Silverfrost.
Lima tahun lalu, anak-anak yang tak terhitung jumlahnya terlibat dalam sebuah penelitian yang tidak manusiawi.
Penelitian itu disebut dengan 'Lux Project'.
Disebut demikian karena para ilmuwan yang terlibat di dalamnya ingin menciptakan sebuah keberadaan yang setara dengan salah satu Hero (Pahlawan) di masa lalu.
Nama Pahlawan itu adalah Luxia Silverfrost, dikenal sebagai pahlawan perempuan terkuat dan tercantik pada masanya.
Luxia Silverfrost juga disebut sebagai 'Hero of Winter', gelar yang didasarkan pada magic uniknya sendiri yakni 'Winter Magic.'
Dia juga adalah wanita pertama dalam sejarah yang berhasil membentuk kekuasaannya sendiri di sebuah kota yang kini bernama Winter City, kota yang setara dengan sebuah kerajaan.
Kekuatannya diagungkan sedemikian rupa oleh penduduk Winter City sehingga tidak ada yang tahu kekuatan aslinya.
Adanya Lux Project adalah untuk menciptakan keberadaan yang setara dengannya melalui percobaan.
Tapi sayangnya, penelitian ini mengalami banyak kegagalan. Dari lima ratus anak yang dijadikan sebagai subjek percobaan, hanya tiga puluh anak yang selamat, itu pun menjadi cacat dan bermutasi menjadi monster.
Jika bukan dikarenakan kekaisaran yang membutuhkan lebih banyak kekuatan tempur, penelitian Lux Project pasti sudah diberhentikan.
Lux Project memakan terlalu banyak kerugian dan percobaannya juga sangat tidak manusiawi.
Sungguh mengherankan ada sisi gelap seperti itu di game eroge.
Sebenarnya, Lux Project akan ditutup oleh Nyx Laboratory karena penelitian tidak menumbuhkan hasil apa pun, tapi setelah Lux Silverfrost lahir, semua itu berubah ...
Lagipula, siapa sangka bahwa perilaku sembrono mereka untuk menculik tuan muda dari Frost Family akan mendapatkan hasil seperti itu?
Akibatnya, para ilmuwan itu gila dan mulai melakukan berbagai macam percobaan pada Lux.
Percobaan itu bermacam-macam ... Mulai dari seluruh tubuhnya disuntik dengan cairan-cairan aneh, dimasukkan DNA para Magical Beast unik, dan dipaksa mengikuti sebuah siksaan yang membuat jiwanya menderita.
Untungnya, berkat adaptasi efek Divine Ice Prince, Lux masih bertahan meskipun ... Dia justru semakin disiksa oleh para ilmuwan.
'Itu tidak mudah ...'
Hidup sebagai Lux Silverfrost tidak mudah. Meski dia terlihat selalu tenang, tapi faktanya dia memang merasa rasa sakit.
Bahkan sampai saat ini, tubuhnya tanpa sadar gemetar dan berkedut saat mengingatnya kembali.
Ini bukan disebabkan rasa takut, tapi tubuhnya benar-benar trauma terhadap siksaan tidak manusiawi dari Nyx Laboratory.
Samar-samar, Lux bahkan bisa merasakan bagian tertentu di tubuhnya terasa sangat sakit parah.
"Ukh ..."
Memegang wajahnya dengan gemetar, Lux mengerutkan kening dengan tidak nyaman. Bahkan untuknya, tidak mungkin untuk melupakan rasa sakit itu.
Dia masih mengingat semuanya dengan jelas di tubuhnya.
Sungguh ... Apa yang dipikirkan oleh Lux Silverfrost yang asli sampai bisa menahan semua rasa sakit ini?
"Benar-benar ... Gila."
Lahir sebagai Lux Silverfrost bukanlah sebuah keberuntungan, melainkan sebuah kesialan.
Memang benar Lux berhasil membangkitkan tiga magic unik dengan identitas Lux Silverfrost, tapi jika dia bisa memilih, dia lebih suka menjadi karakter biasa tanpa kekuatan apa pun.
Bagaimanapun, terlalu banyak hal yang harus dia korbankan untuk kekuatannya. Bahkan saat ini, Lux tidak begitu ingat kenangan kehidupan pertamanya.
Sayangnya, pengemis tidak bisa memilih.
Dengan tenang, Lux kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ingin tidur kembali, tapi tiba-tiba dia menyadari sesuatu.
"???"
Lux mengangkat alisnya saat melihat selimutnya terlihat lebih besar dan ... Ada sepasang tangan munggil sedang memeluknya dengan erat dari dalam selimut.
Lux langsung mengangkat selimutnya dan apa yang dia lihat selanjutnya membuatnya terdiam.
"Kakak?..."
Suara lembut tapi lemah terdengar seperti kicauan di telinga Lux.
Terlihat gadis munggil berusia 5 tahun yang sangat imut. Dia memiliki rambut berwarna putih salju dan sepasang mata biru safir.
Terlepas dari senyumannya yang malu-malu dan bahagia, sosoknya terlihat sangat rapuh seolah bisa hancur kapan saja.
" ... Misha."
"Ya?"
"Kenapa kamu di sini?"
"M-maaf ... Apakah aku menganggu Kakak?"
"Tidak. Bukan itu." Ekspresi Lux tetap netral. "Kamu tidak seharusnya berada di sini."
"Tapi ... Aku ingin tidur bersama Kakak malam ini. B-bisakah?" Misha bertanya dengan malu-malu, tapi penuh harapan.
" ... " Lux terdiam sejenak lalu membalasnya. "Jika Ibu mengizi–"
"Ya! Terima kasih, Kakak ..."
Ucapan Lux belum selesai, tapi Misha sudah bahagia dan langsung menerjang untuk memeluknya.
Lux menahan tubuh Misha agar gadis itu tidak jatuh, tidak terlalu mempedulikan perihal Misha yang menghirup lehernya dengan kuat.
"Hati-hati ... Fisikmu sangat lemah."
"Y-ya, m-maaf Kakak."
Misha merasa sedikit bersalah, tapi lebih dari itu dia hanya merasa sangat bahagia saat ini. Hatinya hangat ketika Lux peduli padanya.
Lux dan Misha kemudian baring bersama di tempat tidur. Hanya saja, Misha ganti posisi dengan meringkuk ke dalam pelukan Lux
Lux tidak terlalu peduli dan membiarkan Misha melakukan sesukanya. Selama itu bukan hal yang keterlaluan ... Dia memaklumi semua perilaku Misha.
'Misha Frost ...'
Seperti yang bisa ditebak, dalam plot Misha Frost adalah adik perempuan dari Shin Frost, sang protagonis.
Satu hal yang menarik dari Misha dan Shin adalah kedua belah pihak belum pernah bertemu sama sekali karena pada saat kelahiran Misha, Shin sudah diculik oleh para ilmuwan Nyx Laboratory.
'Terima kasih berkat itu, sekarang Misha menganggapku satu-satunya kakak laki-lakinya.'
Karena Misha belum pernah bertemu dengan Shin, maka Misha tidak memiliki rasa posesif terhadap Shin.
Jadi, mengetahui Lux menjadi kakak laki-lakinya, Misha tidak memiliki banyak penolakan, bahkan gadis itu menyambut keberadaannya dengan kedua tangan terbuka lebar.
"Kakak ... Apakah kamu memiliki mimpi buruk?" Suara lembut Misha terdengar, tapi terdengar bahwa gadis munggil itu juga sangat khawatir.
Lagipula, Lux tiba-tiba terbangun di tengah malam, jadi tidak bisa dihindari kalau dia akan khawatir pada 'kakak lelaki' satu-satunya ...
Pertanyaan itu tidak langsung dijawab oleh Lux. Dia hanya membelai rambut Misha dengan tenang, membuat gadis itu sedikit tersipu.
"Itu bukan apa-apa. Sebaiknya kamu tidur ... Terlalu banyak aktivitas akan membuat tubuhmu cepat lelah."
" ... " Misha diam, tapi ekspresinya yang cemberut mengungkapkan ketidakpuasan gadis itu karena Lux menyembunyikan sesuatu darinya.
Meski begitu, dia tidak memaksa Lux untuk berbicara karena dia sama sekali tidak tahu tentang masa lalu Lux.
"Aku benci dengan magicku ... Ini membuatku tidak boleh banyak bergerak ..."
"Jangan katakan itu. Walaupun saat ini tidak berguna, magicmu akan banyak membantumu di masa depan nanti."
"Tapi aku ingin bermain dengan Kakak. Magic ini menghalangiku."
" ... "
Lux tidak mengatakan sepatah kata lagi dan hanya memejamkan mata dengan tenang.
Jiks Kiara membangkitkan magic 'Instant Spell' dan 'Ice Princess', maka magic yang berhasil dibangkitkan oleh Misha adalah 'Frost Heart'.
Frost Heart pada dasarnya magic yang menyerap suhu dingin di sekitarnya secara pasif dan menumpuk semuanya di tubuh Misha.
Begitu tumpukannya mencapai batas tertentu, Misha dapat menembus ke level lain tanpa harus melakukan apa pun.
Frost Heart juga akan memperkuat tubuh dan meningkatkan pasokan [mana] Misha meskipun ... Itu butuh waktu yang lama.
Frost Heart bisa dibilang ... Adalah salah satu magic paling berguna karena dapat memperkuat seseorang tanpa harus melakukan apa pun. Magic yang cocok untuk orang pemalas.
Hanya saja, kelemahannya sudah jelas. Tubuh Misha akan terasa lemah karena dia harus menanggung beban energi yang diserap oleh Frost Heart.
Setidaknya, sampai tubuhnya diperkuat oleh Frost Heart, Misha tidak bisa melakukan banyak kegiatan berat ...
"Kakak?"
"Ada apa?" tanya Lux.
"Aku senang memilikimu sebagai satu-satunya kakak laki-laki ..."
" ... "
Menatap Misha yang sudah tertidur lelap meringkuk di pelukannya, ekspresi Lux tampak tenang.
Dia hanya diam-diam berpikir ...
'Aku ingin tahu ... Apakah kamu masih akan mempertahankan kalimat itu setelah melihat Shin?'