Become A Protagonist Clone In Eroge Game?

Become A Protagonist Clone In Eroge Game?
Ch. 08 – Prince & Princess



...Agak terlambat tapi ... Selamat Hari Raya idul Adha...


...***...


"Duel dimenangkan oleh Tuan Muda Lux!"


Pada saat ini, suara Eilaria yang tenang tapi terkejut terdengar. Jelas, dia juga tidak mengharapkan bahwa duel Lux dan Kiara akan berakhir begitu cepat.


Suara tepukan orang-orang yang diam-diam menonton terdengar. Sama seperti Eilaria, mereka juga tidak menyangka nona jenius mereka yang terkenal itu akan kalah dalam sekejap.


Sepertinya ini perbedaan jauh antara pengalaman mereka ...


Mereka diam-diam menghela napas. Sementara kekuatan Kiara tidak diragukan sangat kuat, tapi dia belum cukup berpengalaman.


Sedangkan Lux kebalikannya. Sebagai Frost Assassin, pertarungan macam apa yang belum pernah dia alami? Dia sudah menghadapi berbagai macam musuh dan mereka jauh mematikan dibandingkan Kiara.


[ Kamu menang dengan mudah ]


'Kamu akhirnya muncul?' Lux mengangkat alis. Sudah berapa lama sejak White Queen tidak muncul.


[ Maaf, aku sedang memulihkan sebagian kekuatan jiwaku dan aku sudah menemukan magic kuat yang cocok untukmu ]


'Begitu?' Lux menggangguk tenang. 'Itu kabar yang baik.'


[ Namun aku tidak menyangka kamu bisa menguasai Nullification Ice Magic dalam waktu yang begitu singkat ]


'Itu belum sempurna,' ucap Lux di pikirannya dengan ekspresi yang tidak berubah. 'Nullification Ice Magic milik Ibu dapat memusnahkan Ice Magic tanpa lingkaran termasuk Ultimate dalam sekejap.'


[ ... ]


Jika ada orang lain yang mendengar apa yang Lux pikirkan, mereka mungkin akan muntah karena marah.


Lagipula, ada banyak orang mati-matian menguasai Nullification Ice Magic dalam hidupnya dan mengalami kegagalan.


Meskipun Nullification Ice Magic pada dasarnya tidak berguna untuk melawan Magic lain seperti Fire Magic dan sebagainya, tapi untuk menghadapi lawan seperti Frost Family dan Frozen Family, Nullification Ice Magic adalah Magic yang paling ampuh.


Bahkan Duchness Olivia, yang disebut salah satu jenius top butuh waktu lima tahun untuk menguasainya dan sepuluh tahun untuk mengembangkannya.


Tapi ... Lux berhasil menguasainya Nullification Ice Magic dalam waktu seminggu.


Queen pun tidak tahu harus berkomentar apa saat ini.


Lux mengabaikan kesunyian White Queen lalu dengan tenang menulis dengan serpihan es di udara, tepat di depan Kiara.


"Aku menang."


Walau Lux tidak berbicara, tapi orang-orang entah kenapa bisa merasakan ketidakpedulian dan acuh tak acuh dari bocah bertopeng itu.


Tanpa berniat mengatakan sepatah kata lagi, Lux hendak meninggalkan tempat ini.


"Tunggu."


Tiba-tiba, suara Kiara yang dingin terdengar yang membuat langkah Lux juga berhenti.


"Pertarungan ini belum berakhir."


Suhu di sekitar mereka menurun dratis. Aura yang sangat dingin dipancarkan dari tubuh Kista sampai menciptakan pecahan-pecahan es.


Melihat pemandangan ini, ekspresi Eilaria berubah. "Nona Muda Kiara, janga–"


BOOM!!


Ledakan aura biru es yang dahsyat menyebar. Seperti sebuah pilar, sebuah pusaran cahaya biru es melambung tinggi ke langit, menghancurkan beberapa penghalang dalam prosesnya.


[ Mengejutkan ] Suara White Queen yang tenang terdengar. [ Sudah berapa lama sejak aku melihat magic Ice Princess? ]


Melihat ekspresi Lux sama sekali tidak berubah, White Queen mengangkat alisnya. [ Kamu tampak tidak terkejut. Apa kamu sudah memperkirakan ini? ]


" ... "


Lux tidak menanggapi. Dia hanya menatap sosok Kiara dengan tenang dan merasakan ... Level Kiara yang awalnya adalah level 4 (rendah) mulai menerobos ...


Level 4 (menengah) ... Level 4 (tinggi) ... Level 5 (rendah) ... Level 5 (menengah) ...


Dan berhenti pada level 5 (tinggi)!


Membuka matanya, sepasang pupil mata es Kiara terlihat. Tapi berbeda dari yang tadi penuh niat membunuh, tatapan Kiara saat ini penuh dengan kilau kegilaan.


Di sisi lain, Eilaria hendak mengambil tindakan, tapi berhenti begitu membaca tulisan es di udara.


"Jangan ikut campur."


Eilaria tertegun. Menatap punggung belakang seorang anak yang tetap tenang ... Dia menghela napas tapi dia mengangguk sambil tersenyum lembut dan menjauh dengan tenang.


"Sesuai keinginan Anda, Tuan Muda Lux."


Untuk menghindari kerusakan yang berlebihan, dia harus menggunakan kekuatannya lalu menyebarkan ke seluruh tempat.


[ Ada rencana? ]


'Tidak perlu.' Nada Lux sangat tenang. 'Melawan makhluk tanpa akal tidak begitu sulit.'


[ ... ] White Queen terdiam sebelum berkata sambil mengawasi sosok Kiara. [ ... Ya, kamu benar. Mengorbankan kewarasan untuk peningkatan kekuatan ... Bagiku, itu adalah perilaku bodoh ]


"Aaahhh....!!!"


Teriakan Kiara yang sangat keras menyebar. Saat itu pula, lingkaran sihir berwarna biru es yang tak terhitung jumlahnya muncul.


Tapi di detik berikutnya ...


Pyar!


Semua lingkaran itu langsung pecah seperti kaca dan terlihat sosok Lux yang mengangkat jarinya seolah selesai melakukan sesuatu, tanda bahwa bocah itu baru saja mengaktifkan Nullification Ice Magic.


'Ice Princess ...' Lux bergumam dengan tenang.


'Ice Princess', adalah magic unik kedua yang berhasil dibangkitkan oleh Kiara setelah Instant Spell. Efeknya tidak perlu dijelaskan. Magic ini pada dasarnya meningkatkan kekuatan Kiara sampai batas tertentu.


Kelemahan dari magic ini sudah jelas. Saat magic ini digunakan, sebagian besar kewarasan Kiara akan hilang.


Alih-alih Ice Princess, magic ini lebih cocok disebut 'Ice Berserker'.


'Tapi itu disebut Ice Princess bukan tanpa alasan.'


Ada sesuatu yang merepotkan dari magic Ice Princess. Saat penggunanya dalam wujud Ice Princess, maka setiap serangan yang dia hasilkan akan mengabaikan pertahanan apa pun.


Tidak peduli seberapa lapis dan tebalnya zirah yang orang itu pakai, serangan yang dihasilkan dalam wujud Ice Princess akan tetap membuat mereka terluka.


Dalam hal ini, kerusakan 'Ice Princess' disebut juga kerusakan absolut.


Dengan kata lain ... Satu serangan Kiara sudah bisa membunuh Lux.


Pyar! Pyar! Pyar!


Setiap kali lingkaran sihir muncul secara berterusan, maka lingkaran sihir itu akan hancur di detik berikutnya oleh Nullification Ice Magic milik Lux.


Tapi Kiara seperti tidak peduli dengan hal itu. Alih-alih berhenti, dia terus menciptakan lingkaran sihir dan kecepatannya bertambah meski [mana]-nya dikonsumsi secara gila-gilaan.


[ Dia benar-benar bodoh ] White Queen tidak ragu untuk mengatainya. [ Dia sudah tidak bisa berpikir lagi. Kenapa kamu tidak langsung mengakhirinya? ]


" ... "


Lux tidak membalas. Dia masih menggunakan Nullification Ice Magic untuk melenyapkan semua Ice Magic milik Kiara.


Pemandangan ini berlaku terus menerus sampai ...


Wosh!


Lux memiringkan kepalanya sedikit, sebuah tombak es melintas dan memusnahkan dinding di belakang bocah itu.


BOOM!


"??!"


Semua orang terkejut melihat itu. Bahkan White Queen yang baru saja mengejek Kiara mengangkat alisnya dengan ekspresi acuh tak acuh.


Adapun Lux, sedikit retakan muncul di topengnya akibat tekanan angin yang dibasilkan oleh tombak itu.


Dia hanya melirik tombak es itu sejenak tanpa perubahan ekspresi sebelum kembali menatap Kiara yang tubuhnya mulai memancarkan aura dingin yang lebih tebal.


Lux mengambil selangkah ke depan dan di detik berikutnya ...


Bocah bertopeng itu menghilang.


"Aaahhhh...!!"


Dan raungan Kiara menggema diikuti dengan banyak lingkaran sihir yang bermunculan bersamaan!


Pyar!


Tidak butuh waktu yang lama, lingkaran-lingkaran sihir itu pecah, tapi berbeda dari yang tadi, masih ada lingkaran sihir yang tersisa!


Wosh! Wosh! Wosh!


Belasan tombak es yang tajam melesat dan menargetkan semua lingkaran sihir yang tersisa menyebabkan semuanya hancur dalam seketika.


Tapi meski demikian ...


[ Hati-hati ]


Wosh! Wosh! Wosh!


Tombak es yang tak terhitung jumlahnya menghujani sosok Lux, tapi bocah itu langsung meloncat tinggi sambil menciptakan dua pedang es.


Memegang erat kedua pedangnya, tanpa ragu Lux langsung mengayunkan pedangnya, memusnahkan semua tombak es yang mengincarnya.


Namun seolah tidak ada habisnya, saat Lux menghancurkan tombak es yang ada, tombak es yang lainnya muncul sebelum melesat ke arahnya.


Tidak mungkin menahan semuanya bahkan dengan kecepatannya, Lux pun memutuskan untuk menghindar.


Menjadikan tombak es sebagai tolakan gravitasi, Lux melompat ke arah lain sambil menebas tombak es yang bisa dia tanggapi.


Dua pedang es Lux berubah, bergabung menjadi satu. Saat selesai, sebuah busur terlihat berada di tangan kanannya.


Tidak berkedip, Lux seolah menarik tali busur dan satu anak panah es muncul. Saat satu tombak hampir mencapai dirinya, dia langsung melepaskan anak panah.


Wosh! Bang! Bang! Bang!


Itu hanya satu anak panah, tapi tiba-tiba saja itu menjadi banyak, mulai dari belasan, puluhan, dan bahkan ratusan!


Ratusan anak panah langsung menghancurkan semua tombak es menjadi ledakan kabut.


Sebelum orang-orang mengira Lux akan santai, mereka tercengang ketika melihat tombak es yang sangat-sangat besar sekitar 50 meter bergerak dengan kecepatan tinggi!


Melihat ini, Lux menyipitkan mata. Busur di tangan kanannya tiba-tiba berputar dengan kecepatan tinggi seperti gasing dan begitu tombak es raksasa hampir mengenainya, dia langsung melemparkan busurnya yang kini tampak seperti cakram.


BOOOMM...!!


Tombak es itu terbelah menjadi dua bagian persegi panjang saat ditembusi oleh cakram es Lux.


Bongkahan-bongkahan es itu hancur di tanah dan Lux menemukan sosok Kiara yang perlahan mengumpulkan semua [mana]-nya menjadi satu titik di lingkaran sihir.


Nullification Ice Magic milik Lux saat ini tidak begitu kuat melenyapkannya, jadi ...


Pedang es muncul lagi di tangan Lux. Kali ini pedang itu tampak lebih bertenaga dan tidak mudah hancur.


Mengarahkan pedangnya ke depan, Lux berjongkok sederhana dengan satu kaki ketika menempati bongkahan es yang sedang jatuh di udara.


"HANCURRR...!!!"


BLAAARR...!!


Seperti sebuah serangan cahaya bertenaga, pilar cahaya biru es langsung dimuntahkan oleh lingkaran sihir yang diciptakan oleh Kiara.


Pilar itu terlihat begitu menakutkan karena apa pun yabg dilewatinya langsung membeku dalam sekejap mata sebelum musnah berkeping-keping. Bahkan gelombangnya saja sudah membekukan sebagian besar lapangan ini!


Menyaksikan ini, baik itu Eilaria dan para penonton lainnya menjadi tegang. Mereka bersiap untuk mengambil tindakan jika kerusakannya sangat besar tapi ...


"<Mengumpulkan sebagian besar [mana]-nya, Lux mulai berkata pelan ..." ... Absolute Thrust>>"Krak! WOSH!Bongkahan es yang menjadi pijakan Lux hancur berkeping-keping saat Lux mulai melesat dengan kecepatan penuh, mendekati pilar es.Jika itu orang selain Frost Family melihat ini, mereka akan menganggap perilaku Lux sangat gila, tapi pada saat ini ... Mereka akan merasa takjub dengan pemandangan ini.Energi dari pilar es yang seharusnya memusnahkan Lux seketika diterobos ketika satu tusukannya menembusi pilar es itu.Dan kecepatan Lux tidak berkurang. Sosoknya masih bergerak dengan kecepatan tinggi saat ujung bilah pedangnya akan menembusi dahi Kiara.Saat Eilaria dan yang lainnya mengira Lux akan menang, mereka tertegun ketika tombak es muncul dari tanah tanpa lingkaran sihir seolah sudah menanti kemunculan bocah itu.'Bahaya–'Eilaria hendak beraksi. Bahkan saat ini, dia tahu Lux tidak mungkin menghindari itu karena gerakan Lux terlalu cepat.Atau setidaknya itulah yang dia pikirkan ..."<>"Suara Lux yang tenang terdengar. Layaknya teleportasi, saat mereka menyadarinya, sosok Lux berkedip dan sudah muncul tepat di belakang Kiara.Kiara, yang kewarasannya mulai kembali karena Ice Princess berhenti, juga tertegun. Gadis itu berbalik danhendak melawan, namun ...Tubuhnya langsung menjadi dingin saat pedang es yang tajam tepat berada di lehernya. Pupil gadis itu gemetar karena berbeda kali ini, ujung pedang Lux menggores lehernya ...."Kamu kalah ... Kak Kiara.""Aku tida–"Saat Kiara ingin membalas dengan tidak terima, tubuhnya langsung tertegun dan kepalanya menjadi kosong. Matanya melebar seakan baru saja melihat sesuatu yang mencengangkan.Melihat ini, Lux mengangkat alisnya, tampak sedikit tidak mengerti.Saat itu sosok Eilaria muncul tepat di sampingnya. Hanya saja, bukannya memarahi Kiara, wanita itu justru berkata pada Lux."Tuan Muda Lux ..." Suara Eilaria terdengar tidak berdaya. "Topeng Anda ...""???" Tanda tanya muncul di kepala Lux kemudian dia menyentuh wajahnya. "Ah ..."Barulah saat itu Lux sadar ... Bahwa topengnya pecah dalam bentrokan tadi, membuat wajah dan rambutnya yang selama ini disembunyikan diperlihatkan dengan jelas.Meski eye patch hitam menutupi mata kirinya, tapi hal tersebut sama sekali tidak mengurangi pesonanya, dan justru memiliki citra aneh yang cukup mematikan untuk lawan jenis.Bisa dilihat dari ekspresi tercengang para penonton yang pertama kali melihat penampilan 'asli' Lux.Mereka sudah mendengar dari Duchness Olivia bahwa Lux Silverfrost memiliki penampilan di luar nalar, namun mereka tak menyangka ... Kalau Lux tampak begitu 'sempurna'!Lux tidak mengatakan apa pun tentang reaksi mereka. Dia hanya menciptakan topeng es lalu memakainya dengan tenang.Saat topeng itu menyembunyikan wajahnya, mereka semua langsung pulih dan sadar. Tapi beberapa ada yang merasa kecewa dan masih linglung ..."Ayo pergi."Tulisan es dibaca oleh Eilaria dengan jelas. Wanita itu menghela napas tak berdaya lalu mengangguk lembut. "Baik, Tuan Muda Lux.""T-tunggu!"Suara Kiara yang dingin terdengar, tapi kali ini suaranya tidak begitu dingin, suara gadis itu terdengar agak gemetar.Bukan hanya itu, wajah Kiara juga tampak cukup merah dan tatapannya terlihat agak tidak wajar."Nona Muda Kiara, tolong berhen–" Eilaria berpikir Kiara ingin mencari masalah karena tidak terima dengan kekalahannya di duel tadi, tapi ucapan Kiara selanjutnya membuatnya berkedip."Kenapa ... Kenapa kamu tidak membunuhku?... Dengan kekuatanmu, kamu harusnya bisa melakukannya dengan mudah ..."Pertanyaan itu berhasil menghentikan dan menarik perhatian Lux. Dia melirik Kiara yang saat ini tampak lemah dan rapuh seperti kaca yang akan jika tidak dirawat dengan hati-hati.Keadaan Kiara yang tidak berdaya tanpa sadar menimbulkan keinginan Shin di dalam dirinya untuk membantunya ...Tapi itu hanya sesaat ... Sebelum Lux menekan perasaan yang 'menganggu' itu.Tetap saja ..."Karena itu tidak perlu," jawab Lux dengannya tenang. "Selain itu ... Ucapanmu tidak salah."Mendengar suara Lux dengan jelas untuk pertama kalinya, proses berpikir Kiara menjadi lamban dan menjadi kosong.Dia menatap Lux, hendak mengatakan hal lain, tapi efek samping dari penggunaan Ice Princess langsung muncul yang membuat tubuhnya terasa lemah dan kesadarannya perlahan menghilang.Melihat punggung Lux mulai menjauh, timbul keinginan di dalam hati Kiara untuk menghentikannya.Sayangnya, dia sudah tidak punya kekuatan lagi ...'Aku ... Benar-benar bodoh ...'Merasakan Kiara sudah tidak sadarkan diri, Lux hanya mengatakan beberapa kata pada Eilaria."Bawa dan rawat dia. Aku akan kembali sendiri.""Tapi–" Ucapan Eilaria terhenti ketika dia melihat sosok Lux sudah menghilang dari tempatnya.Eilaria tidak berdaya dengan hal ini, tapi dia tetap menuruti perintah Lux ......***..."Duchness Olivia ... Pertarungan sudah berakhir.""Begitu, aku mengerti."Mendengar laporan dari assassin di depannya, Duchness Olivia membalas dengan nada acuh tak acuh.Untuk tantangan Kiara kepada Lux, dia sudah menduganya. Lagipula, dia tahu betapa terobsesinya Kiara terhadap Shin."Tapi apakah ini tidak apa-apa, Duchness? Membiarkan keduanya bertarung satu sama lain ...""Tidak masalah. Dengan duel ini, Kiara juga akan menyadari kekurangannya dan mulai mengenali kekuatan Lux, tapi ..." Duchness Olivia menyipitkan mata. "Karena telah bersikap 'kasar' kepada ahli waris Frost Family, dia tetap harus diberikan hukuman bukan?"" ... "Assassin itu terdiam, tapi punggungnya sudah penuh dengan keringat dingin ketika melihat ekspresi Duchness Olivia yang begitu menakutkan.Mengerikan!


Mengumpulkan sebagian besar [mana]-nya, Lux mulai berkata pelan ...


" ... Absolute Thrust>>"


Krak! WOSH!


Bongkahan es yang menjadi pijakan Lux hancur berkeping-keping saat Lux mulai melesat dengan kecepatan penuh, mendekati pilar es.


Jika itu orang selain Frost Family melihat ini, mereka akan menganggap perilaku Lux sangat gila, tapi pada saat ini ... Mereka akan merasa takjub dengan pemandangan ini.


Energi dari pilar es yang seharusnya memusnahkan Lux seketika diterobos ketika satu tusukannya menembusi pilar es itu.


Dan kecepatan Lux tidak berkurang. Sosoknya masih bergerak dengan kecepatan tinggi saat ujung bilah pedangnya akan menembusi dahi Kiara.


Saat Eilaria dan yang lainnya mengira Lux akan menang, mereka tertegun ketika tombak es muncul dari tanah tanpa lingkaran sihir seolah sudah menanti kemunculan bocah itu.


'Bahaya–'


Eilaria hendak beraksi. Bahkan saat ini, dia tahu Lux tidak mungkin menghindari itu karena gerakan Lux terlalu cepat.


Atau setidaknya itulah yang dia pikirkan ...


"<>"


Suara Lux yang tenang terdengar. Layaknya teleportasi, saat mereka menyadarinya, sosok Lux berkedip dan sudah muncul tepat di belakang Kiara.


Kiara, yang kewarasannya mulai kembali karena Ice Princess berhenti, juga tertegun. Gadis itu berbalik danhendak melawan, namun ...


Tubuhnya langsung menjadi dingin saat pedang es yang tajam tepat berada di lehernya. Pupil gadis itu gemetar karena berbeda kali ini, ujung pedang Lux menggores lehernya ....


"Kamu kalah ... Kak Kiara."


"Aku tida–"


Saat Kiara ingin membalas dengan tidak terima, tubuhnya langsung tertegun dan kepalanya menjadi kosong. Matanya melebar seakan baru saja melihat sesuatu yang mencengangkan.


Melihat ini, Lux mengangkat alisnya, tampak sedikit tidak mengerti.


Saat itu sosok Eilaria muncul tepat di sampingnya. Hanya saja, bukannya memarahi Kiara, wanita itu justru berkata pada Lux.


"Tuan Muda Lux ..." Suara Eilaria terdengar tidak berdaya. "Topeng Anda ..."


"???" Tanda tanya muncul di kepala Lux kemudian dia menyentuh wajahnya. "Ah ..."


Barulah saat itu Lux sadar ... Bahwa topengnya pecah dalam bentrokan tadi, membuat wajah dan rambutnya yang selama ini disembunyikan diperlihatkan dengan jelas.


Meski eye patch hitam menutupi mata kirinya, tapi hal tersebut sama sekali tidak mengurangi pesonanya, dan justru memiliki citra aneh yang cukup mematikan untuk lawan jenis.


Bisa dilihat dari ekspresi tercengang para penonton yang pertama kali melihat penampilan 'asli' Lux.


Mereka sudah mendengar dari Duchness Olivia bahwa Lux Silverfrost memiliki penampilan di luar nalar, namun mereka tak menyangka ... Kalau Lux tampak begitu 'sempurna'!


Lux tidak mengatakan apa pun tentang reaksi mereka. Dia hanya menciptakan topeng es lalu memakainya dengan tenang.


Saat topeng itu menyembunyikan wajahnya, mereka semua langsung pulih dan sadar. Tapi beberapa ada yang merasa kecewa dan masih linglung ...


"Ayo pergi."


Tulisan es dibaca oleh Eilaria dengan jelas. Wanita itu menghela napas tak berdaya lalu mengangguk lembut. "Baik, Tuan Muda Lux."


"T-tunggu!"


Suara Kiara yang dingin terdengar, tapi kali ini suaranya tidak begitu dingin, suara gadis itu terdengar agak gemetar.


Bukan hanya itu, wajah Kiara juga tampak cukup merah dan tatapannya terlihat agak tidak wajar.


"Nona Muda Kiara, tolong berhen–" Eilaria berpikir Kiara ingin mencari masalah karena tidak terima dengan kekalahannya di duel tadi, tapi ucapan Kiara selanjutnya membuatnya berkedip.


"Kenapa ... Kenapa kamu tidak membunuhku?... Dengan kekuatanmu, kamu harusnya bisa melakukannya dengan mudah ..."


Pertanyaan itu berhasil menghentikan dan menarik perhatian Lux. Dia melirik Kiara yang saat ini tampak lemah dan rapuh seperti kaca yang akan jika tidak dirawat dengan hati-hati.


Keadaan Kiara yang tidak berdaya tanpa sadar menimbulkan keinginan Shin di dalam dirinya untuk membantunya ...


Tapi itu hanya sesaat ... Sebelum Lux menekan perasaan yang 'menganggu' itu.


Tetap saja ...


"Karena itu tidak perlu," jawab Lux dengannya tenang. "Selain itu ... Ucapanmu tidak salah."


Mendengar suara Lux dengan jelas untuk pertama kalinya, proses berpikir Kiara menjadi lamban dan menjadi kosong.


Dia menatap Lux, hendak mengatakan hal lain, tapi efek samping dari penggunaan Ice Princess langsung muncul yang membuat tubuhnya terasa lemah dan kesadarannya perlahan menghilang.


Melihat punggung Lux mulai menjauh, timbul keinginan di dalam hati Kiara untuk menghentikannya.


Sayangnya, dia sudah tidak punya kekuatan lagi ...


'Aku ... Benar-benar bodoh ...'


Merasakan Kiara sudah tidak sadarkan diri, Lux hanya mengatakan beberapa kata pada Eilaria.


"Bawa dan rawat dia. Aku akan kembali sendiri."


"Tapi–" Ucapan Eilaria terhenti ketika dia melihat sosok Lux sudah menghilang dari tempatnya.


Eilaria tidak berdaya dengan hal ini, tapi dia tetap menuruti perintah Lux ...


...***...


"Duchness Olivia ... Pertarungan sudah berakhir."


"Begitu, aku mengerti."


Mendengar laporan dari assassin di depannya, Duchness Olivia membalas dengan nada acuh tak acuh.


Untuk tantangan Kiara kepada Lux, dia sudah menduganya. Lagipula, dia tahu betapa terobsesinya Kiara terhadap Shin.


"Tapi apakah ini tidak apa-apa, Duchness? Membiarkan keduanya bertarung satu sama lain ..."


"Tidak masalah. Dengan duel ini, Kiara juga akan menyadari kekurangannya dan mulai mengenali kekuatan Lux, tapi ..." Duchness Olivia menyipitkan mata. "Karena telah bersikap 'kasar' kepada ahli waris Frost Family, dia tetap harus diberikan hukuman bukan?"


" ... "


Assassin itu terdiam, tapi punggungnya sudah penuh dengan keringat dingin ketika melihat ekspresi Duchness Olivia yang begitu menakutkan.


Mengerikan!