
Makam Sword Saint. Itu adalah salah satu tempat paling istimewa di wilayah Astrea Family karena menyimpan banyak sejarah dan mayat-mayat para Sword Saint.
Karena keistimewaannya, Makam Sword Saint juga menjadi salah satu tempat terlarang yang dikunjungi, terutama untuk para ilmuwan yang menganggap Makam Sword Saint sebagai bahan penelitian terbaik.
Tidak banyak orang yang punya otoritas untuk mengunjungi Makam Sword Saint, bahkan setingkat kaisar pun tidak bisa datang dengan sesuka hatinya.
Lagipula, di samping sejarahnya, ada banyak harta tersembunyi di makan itu dan bahkan mayat Sword Saint itu sendiri bisa dianggap sebagai harta karun.
Sudah banyak percobaan yang dilakukan orang-orang untuk memasuki Makam Sword Saint, tapi sialnya justru kematian yang menghampiri mereka.
Keamanan Makam Sword Saint benar-benar bukan lelucon.
Penjaga Makam Sword Saint saja memiliki level 9 (tinggi). Bukan hanya itu, Makam Sword Saint sudah dilengkapi oleh jebakan dan berbagai magic ultimate yang cukup memusnahkan level 10 (tinggi) tanpa banyak kesulitan.
Bahkan level Transcendent akan kesulitan memasukinya, menunjukkan betapa pentingnya tempat ini.
Hanya saja, kesulitan untuk memasuki Makam Sword Saint tidak berlaku untuk Theresia sejak dia dipilih oleh dunia sebagai Sword Saint berikutnya.
Kedua penjaga level 9 (tinggi) kewalahan saat ini ketika Theresia mendesak untuk memasuki Makam Sword Saint.
Jika Theresia sendirian, mereka akan mempersilahkan dengan murah hati tapi masalahnya ada anak asing yang tidak dikenal juga ikut masuk!
Tidak boleh ada orang asing yang dapat memasuki Makam Sword Saint. Ini adalah aturan yang sudah ditentukan sejak generasi ke generasi.
Tapi ...
"Aku adalah Sword Saint, tidak bisakah kalian memberiku beberapa kemudahan?" tanya Theresia dengan ramah, tapi tatapannya mulai menjadi dingin.
"Nona Sword Saint, tolong jangan buat kami kesulitan."
Kedua penjaga level 9 (tinggi) tidak berdaya. Walau mereka jauh lebih kuat tapi jelas ... Mereka juga tidak berani untuk menyinggungnya.
"Jangan khawatir, selama kunjunganku dirahasiakan, kalian akan baik-baik saja," ucap Theresia penuh keyakinan.
" ... "
Kedua penjaga itu terdiam. Memang jika hal ini tidak diketahui orang lain, mereka akan aman, tapi begitu diketahui ... Maka hukumannya tidak terbayangkan!
"Apa kalian masih takut?" Theresia mengerutkan kening. "Tenanglah, jika benar-benar ketahuan, aku adalah orang yang pertama kali membela kalian. Aku bersumpah atas nama Sword Saintku."
"Baiklah jika Anda berkata demikian ..."
Kedua penjaga itu menyerah dan membiarkan anak asing bersama Theresia masuk ke Makam Sword Saint.
Mendengar itu, Theresia tersenyum lalu berkata ramah kepada Lux. "Ayo masuk."
" ... "
...***...
Dan begitulah. Karena status Theresia sebagai Sword Saint, dia berhasil memasuki Makam Sword Saint bersama Lux dengan mudah.
Hanya saja, baik itu Lux dan White Queen sedikit terkejut.
[ Benar-benar msngejutkan. [Mana] dan kekuatan suci yang mengalir di tempat ini seolah tidak ada habisnya. Bahkan aku di masa kejayaanku tidak bisa dibandingkan dengan tempat ini ]
" ... " Lux menyipitkan mata.
Makam Sword Saint bukanlah tempat sesederhana itu. Tuhan tahu berapa kali karakter gamenya harus mati dalam playgame ketika dia mencoba menerobos Makam Sword Saint secara paksa.
Jebakan dan ultimate magic di tempat ini tidak terhitung. Beberapa diantaranya bahkan membuat para player berpindah tempat secara instan ke ruangan penuh monster.
Diantaranya adalah ultimate magic yang mensummon Phoenix level Transcendent yang memusnahkan para player secara instan.
Secara harfiah, ya ... Phoenix salah satu makhluk abadi dengan api terpanas di dunia.
Penggambaran itu sudah bisa menunjukkan betapa mematikannya tempat ini.
Bahkan jika Lux bisa dianggap 'abadi' karena Mystic Eyes of Time World, dia tidak yakin bisa keluar dari tempat ini.
Untungnya, semua mekanisme pertahanan dan jebakan Makam Sword Saint di tempat ini dinonaktifkan sejak Theresia melangkah masuk.
Kalau tidak, di depan gerbang makam saja, Lux diharuskan untuk menghadapi dua penjaga level 9 (tinggi) sebagai pembukaan.
"Kita sudah sampai."
Lux berhenti ketika Theresia berkata. Lux mendongak dan melihat salah satu pemandangan yang mungkin sulit untuk dia lupakan.
Ada empat patung emas yang memancarkan aura suci dipahat dengan megah. Tiga lelaki tampan dan satu wanita cantik. Keempatnya tidak lain adalah Sword Saint sebelumnya.
Untuk sebuah makam, tempat ini sangat luas. Ada rerumputan hijau, bedanya rumput itu juga memiliki kilau emas dan meski berada di dalam ruangan tertutup, tempat ini masih pancaran sinar matahari yang hangat.
Orang-orang akan memiliki keinginan untuk tidur di tempat ini. Bahkan Lux bisa merasakan kehangatan dan kenyamanan dari tempat ini.
"Dan itulah makam para Sword Saint terdahulu."
Lux mengikuti arah jari Theresia. Tidak jauh dari mereka adalah batu nisan emas dengan hiasan bunga warna warni dengan tulisan yang tidak bisa dipahami oleh Lux.
Yang jelas ... Itu mungkin adalah nama mereka.
[ Ya, itu nama mereka. Ditulis dalam bahasa kuno. Sayangnya, aku tidak begitu mengerti ]
Tanpa diragukan lagi, tempat ini adalah salah satu tempat paling agung di Spirit World.
Orang-orang yang bisa datang ke tempat ini akan merasa paling beruntung di dunia, tapi ... Orang itu tidak termasuk Lux.
Tujuan Lux datang ke sini bukan untuk melihat Makam Sword Saint, tapi untuk sesuatu yang lain.
"Nah, kita sudah datang ke sini, apakah kamu sudah melihat sesuatu yang ingin kamu lihat?"
Lux menggeleng, yang membuat Theresia sedikit terkejut. "Belum? Lalu apa–"
" ... " Pupil mata Theresia menyusut saat membaca itu. "Kamu ... Kenapa kamu ingin ke tempat semacam itu?"
"Hanya penasaran."
" ... " Theresia terdiam lalu dengan tidak berdaya, dia pun berkata. "Baiklah, ikuti aku."
Makam Sword Saint, selain menjadi tempat pemakaman para Sword Saint terdahulu, tapi juga menyimpan sejarah lain yaitu ... Jasad atau bagian tubuh dari para penjahat terkenal yang mati saat melawan para Sword Saint.
Adapun mengapa jasad para penjahat itu disimpan di makam ini adalah sebagai bukti dan prestasi kalau Sword Saint benar-benar mengalahkan mereka.
Dan karena itu adalah jasad para penjahat, tempatnya bukanlah sebuah tempat yang enak dipandang.
Berbeda dari tempat pemakaman para Sword Saint yang indah, tempat pemakaman para penjahat itu sangat gelap dan penuh aura jahat.
Tempat itu kotor dan ada beberapa tulang berjubah yang tergeletak di lantai. Jaring laba-laba juga bisa ditemukan di sudut-sudut tempat.
Untuk orang lain, tempat ini adalah pemandangan mengerikan, tapi untuk para ilmuwan apalagi dari Nyx Laboratory, tempat ini adalah harta karun yang dapat membuat mereka tergila-gila.
Lagipula, penjahat yang dihadapi para Sword Saint bukanlah penjahat keroco. Itu adalah tokoh terkenal pada masanya, bisa mendapatkan sedikit sampel dari jasad mereka, banyak keuntungan yang bisa mereka hasilkan.
Apalagi kalau mereka berhasil menciptakan homunculus seperti Lux ... Itu saja cukup untuk membuat mereka hilang akal.
"Apakah kamu sudah puas melihatnya? Kita harus segera meninggalkan tempat ini." Theresia entah kenapa jadi gelisah. Dia merasa tidak nyaman karena aura jahat di tempat ini sangat berlawanan dengan aura sucinya.
Lux melirik-lirik tempat ini beberapa kali sebelum mengangguk tenang. "Aku mengerti. Kalau begitu, ayo kembali."
Theresia menghela napas lega lalu tanpa ragu-ragu menggandeng tangan Lux.
"...?" Lux sedikit bingung.
"Kamu mungkin merasa takut, jadi aku melakukan ini," ucap Theresia dengan penuh kepastian.
'Oh ...' Lux mengerti dan tidak terlalu peduli.
Theresia sedikit bahagia melihat ini dan mulai merasa kalau mengunjungi makam para penjahat ini tidak terlalu buruk.
Tapi Theresia tidak tahu bahwa saat dia meninggalkan makam itu sambil menggandeng Lux, tiba-tiba belasan tangan muncul dari bayangan dan menelan salah satu jazad tulang-berulang penjahat itu ...
...***...
"Tolong berhenti sampai di sini, Nona Sword Saint."
"Err ... Apakah ada masalah?" tanya Theresia dengan canggung.
Dua penjaga level 9 (tinggi) tiba-tiba menghalangi jalan Theresia dan Lux untuk pergi.
Kedua penjaga itu memiliki ekspresi tak berdaya saat salah satu diantara mereka menjelaskan. "Nona Sword Saint ... Tolong kembalilah, kami tahu Anda sedang dalam melarikan diri dari pelantikan Sword Saint. Ini adalah acara penting, Anda tidak bisa meninggalkannya begitu saja."
" ... "
Theresia terdiam. Dia tidak menyangka kedua penjaga ini akan mengetahuinya saat dia mengunjungi Makam Sword Saint.
Dengan Divine Protection of Running, dia bisa melarikan diri tanpa kendala meski kedua penjaga itu memiliki level tinggi tapi dia tahu begitu melarikan diri, maka yang selanjutnya datang adalah ayahnya dan level Transcendent.
Juga, dia tidak ingin melibatkan Lux dalam masalah ini. Jadi pada akhirnya, dia pun mengangguk dengan wajah kusam.
"Iya, iya, aku akan kembali." Theresia merasa kesal, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan.
Dia menatap Lux sejenak dengan tatapan sedikit obsesif. "Sayang sekali kita harus berpisah di sini, tapi kita akan bertemu lagi. Aku akan menunggumu. Saat itu, kuharap bisa mengetahui namamu."
" ... " Lux hanya diam mendengar itu dan mengangguk.
Theresia tersenyum puas lalu membiarkan dirinya dibawa pergi oleh salah satu penjaga level 9 (tinggi).
"Nak ..."
Saat itu, tangan penjaga itu mendarat di pundak Lux, membuat kedua matanya menyipit dan tubuhnya tegang. Dia siap untuk bergerak jika penjaga itu menemukan sesuatu darinya tapi ...
"Aku sebagai perwakilan Nona Sword Saint minta maaf sebesar-besarnya. Kamu pasti sudah kerepotan dibawa kesana-kemari olehnya, tapi yakinlah dia bukan orang yang buruk."
Melihat penjaga itu meminta maaf dengan ekspresi kasihan, tubuh Lux yang tegang perlahan rileks.
Tapi Lux masih waspada, berjaga-jaga jika penjaga itu menemukan sesuatu yang mencurigakan.
"Ngomong-ngomong, Nak." Penjaga itu mendekatkan wajahnya lalu berkata malu. "Kamu tahu, aku ingin mengajak seseorang berkencan. Bisakah kamu bilang pewangi jenis apa yang kamu pakai? Itu memiliki aroma yang bagus."
" ... "
[ Aku akan membunuh lelaki ini ]
...***...
"Wilayah Astrea Family ... Benar-benar sangat kuat."
Beberapa mil jauh dari wilayah Astrea Family, beberapa sosok berjubah biru gelap bergumam dengan santai.
Di belakangnya adalah seorang berjubah yang sama. Bedanya tubuhnya sedikit pendek. Dengan nada acuh tak acuh, dia berkata.
"Aku tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Fifth Order dengan memerintahkan kita untuk menyerang Astrea Family secara langsung, tapi kuharap misi ini bisa selesai."
"Yah, kuharap dengan selesainya misi ini, kita akan diangkat sebagai Order lainnya."
"Aku setuju." Dia mengangguk tenang.
"Ngomong-ngomong, aku sudah menentukan target kita. Kekuatan tempur kita tidak cukup mengingat kehadiran Apocalypse Family dan Frost Family. Di situlah, magicmu sangat berguna ..."
" ... " Dia terdiam sesaat lalu berkata acuh tak acuh. "Katakan apa yang harus aku lakukan."