
Note : Karya ini dibuat karena bosan. Jadi, jadwal update tidak jelas. Update tergantung pada suasana hati. Ada kemungkinan drop di tengah perjalanan. Karena itu pikir baik-baik sebelum membaca karya ini.
...Selamat membaca...
...***...
Tak ... Tak ... Tak
Suara langkah terdengar. Pemiliknya adalah seorang anak yang tampak berusia 10 tahun. Dia memiliki rambut seputih salju dan mengenakan jubah biru es bertudung. Sebuah topeng tengkorak menutupi wajahnya.
Hanya saja, pemandangan di sekelilingnya tampak mengerikan. Mayat-mayat yang seolah dimutilasi berserakan di mana-mana dan air darah menggenang layaknya danau.
Dan di depan bocah berjubah itu, tampak seorang pria paruh baya dengan perut yang gemuk. Dia mengenakan mantel yang mewah tanpa pakaian, tapi saat ini dia memiliki wajah yang penuh ketakutan dan teror.
Kedua kakinya hilang seperti habis ditebas. Untuk mencegahnya mati karena kehabisan darah, lapisan es menutupi lukanya.
"K-kenapa ... Kenapa kamu menyerangku?! A-aku tidak pernah menyinggungmu!"
Pria itu berkata dengan penuh amarah, tapi juga dengan rasa ngeri. Awalnya, dia hanya menjalankan bisnis seperti biasa. Siapa sangka bahwa dia akan ditargetkan oleh Frost Assassin, sosok yang sedang naik daun.
Apa yang lebih tidak terduga adalah kekuatan Frost Assassin. Dalam sekejap, dia langsung membantai semua prajurit bayaran level 5 (tinggi) yang dia sewa padahal informasi mengatakan bahwa Frost Assassin sekuat level 5 (rendah).
'Brengsek! Informasinya salah! Jelas-jelas dia lebih kuat dari level 5 (rendah)!'
Pria itu mengutuk orang yang mencari informasi yang salah. Jika bisa, dia bahkan ingin mencekik orang itu!
Sayangnya, dia tidak akan punya kesempatan untuk itu ...
Pria itu merasa kedinginan saat suhu di sekitarnya mulai menurun dan menatap sosok bertopeng itu dengan ketakutan.
Setiap langkah yang diambil oleh bocah bertopeng itu meninggalkan jejak es.
Auranya yang dingin dan tenang sangat mencekam sehingga membuatnya kesulitan bernapas.
"T-tunggu! Jangan bunuh aku! Aku bisa memberikanmu sebagian hartaku! Aku tidak tahu siapa yang memerintahkanmu, tapi aku bisa memberikanmu sepuluh kali lipat dari itu!" teriaknya dengan putus asa.
" ... " Bocah itu diam, tapi bukannya berbicara dengan suara, sebuah tulisan yang terbuat dari sepihan es melayang di udara. "Aku ingin informasi ..."
Pria itu cukup lega, tapi dia juga bingung kenapa Frost Assassin justru memilih berkomunikasi dengan cara ini alih-alih berbicara kepadanya dengan normal.
Tapi dia tidak bertanya karena takut akan dibunuh olehnya. Jadi, dia bertanya dengan ragu-ragu. "I-informasi yang apa yang kamu inginkan?..."
Sebuah pertanyaan muncul dalam bentuk tulisan di udara. "Apakah kamu pernah mendengar 'Divinity Frozen Magic'?"
"I-itu ..." Pria tua itu sangat ragu. Tentu saja, dia tahu tentang itu karena beberapa hari sebelumnya, dia menerima perintah untuk menangkap pemilik Magic.
Dis tidak tahu apa-apa tentang 'Divinity Frozen', tapi dia tetap menangkap pemilik Magic tersebut itu karena bayarannya yang menggiurkan.
Hanya saja, dia tidak mengerti kenapa Frost Assassin tertarik dengan hal ini ...
"A-aku tahu tentang itu ... A-apakah kamu mengenali pemiliknya?"
Frost Assassin tidak menjawab. Sebaliknya, dia bertanya : "Katakan di mana dia." Tulisan itu melayang di udara.
"D-dia sudah dibawa oleh Frozen Family–"
Slash!
Sebuah kilatan biru dingin melesat dan melewati leher pria tua tersebut. Dia terkejut dan memegang lehernya dengan tidak percaya saat menatap Frost Assassin.
"K-kamu–"
Tapi sebelum dia bisa mengatakan apa pun, cairan berwarna merah langsung menyembur dari lehernya layaknya pancuran air. Tubuh tanpa kepala dan kaki terbaring di tanah.
Setelah meliriknya dengan tenang, Frost Assassin langsung berbalik. Dia tidak pernah mengatakan bahwa dia akan membiarkan pria tua ini hidup setelah pertanyaannya terjawab.
Perlahan-lahan, seluruh mayat yang berhamburan di sana sini perlahan membeku lalu pecah menjadi serpihan layaknya sebuah debu.
Frost Assassin sudah mendapatkan informasi yang dia butuhkan. Jadi, tidak perlu tinggal di tempat ini lebih lama.
Dia harus segera meninggalkan tempat ini sebelum pasukan kekaisaran tiba.
Atau itulah yang dia pikirkan ...
BOOMM!
Sebuah ledakan yang sangat besar seketika memusnahkan posisi Frost Assassin. Ledakan itu terjadi saat nyala api biru membara meraung seperti naga.
"Hah ... Kamu membuat ulah lagi, Frost Assassin."
******* napas seorang pria tua terdengar. Tubuh Frost Assassin yang selalu tenang kini sedikit membeku saat merasakan aura yang sangat besar menekannya.
Begitu kabut besar menghilang, sosok pria dewasa terlihat. Dia memiliki rambut hitam gelap dan memakai armor biru gelap. Dia membawa pedang biru yang memiliki rune misterius di tangan kanannya yang ditopang di bahunya dengan santai.
Dan di pinggang kanannya, ada pedang yang sama tapi ukurannya lebih kecil. Sekilas, ekspresinya pria tersebut terlihat santai, tapi Frost Assassin tahu ... Bahwa pria itu adalah monster berkulit manusia.
"Kukira kamu sudah cukup gila karena membantai banyak Baron dan Viscount yang tak terhitung jumlahnya tapi ... Sekarang kamu mulai mengincar Count? Aku tidak tahu apa yang ada kepalamu itu." Dia menghela napas.
" ... "
Frost Assassin tidak menanggapi pria tersebut. Sekarang, dia mulai berpikir kritis dan memikirkan solusi untuk melarikan diri dari tempat ini. Munculnya Second Commander di luar prediksinya ...
"Percuma. Kamu tidak akan bisa melarikan diri kali ini. Bagaimanapun, sekarang selain aku, masih ada pasukan kekaisaran lain yang telah mengepung tempat ini."
" ... "
Pernyataan santai itu membuat Frost Assassin terdiam. Dalam hati, bocah bertopeng itu menghela napas. Sepertinya dia sudah tidak punya pilihan lain ...
'Mungkin aku akan mulai serius ...'
"Hm?" Pria tua itu mengangkat alisnya lalu ekspresinya nenjadi serius. "Shadow Magic? Tidak ... Itu sesuatu yang lain ..." Dia menyipitkan mata saat bayangan tubuh Frost Assassin tiba-tiba meluas sampai 40 meter.
Dan ekspresinya segera berubah dratis.
Dari bayangan, beberapa sosok yang memiliki penampilan mirip Frost Assassin muncul seolah-olah itu klon.
Jika itu hanya belasan, dia tidak akan mempermasalahkan hal tersebut.
Tapi masalahnya ... Jumlahnya ratusan!
Dan bukan hanya itu, para klon ini sepertinya memiliki daging dan tulang asli, bukan sekadar klon biasa yang akan menghilang setelah diserang beberapa kali!
Dengan kata lain, manusia asli!
Fakta ini membuatnya tercengang!
"Oke, kamu memiliki beberapa trik di sana, Frost Assassin. Aku harus sedikit serius ..." Dia mulai melihat Frost Assassin sebagai lawan yang layak.
Dia mungkin bisa mengalahkan bocah pembunuh itu meski dengan satu jari, tapi untuk membunuhnya, itu mustahil.
Dia tidak yakin kenapa, sepertinya Frost Assassin memiliki Magic unik yang membuatnya tidak bisa mati bagaimanapun caranya.
Hal inilah yang membuat Frost Assassin selalu berhasil melarikan diri. Tidak peduli berapa kali mereka membunuhnya, dia akan selalu muncul kembali seperti mayat yang baru bangkit dari kuburnya.
Suhu yang awalnya sangat dingin kini mulai meningkat tatkala api biru menari-nari di udara dan menyelimuti pria itu.
Semua sosok yang mirip Frost Assassin tampak bersiap-siap. Puluhan pedang es mulai terbentuk di sekitar mereka, tapi digabungkan dengan jumlah setiap individu, pedang es tersebut meningkat menjadi ratusan atau bahkan ribuan.
"Bersiaplah, Frost Assassin ... "
Dan dengan itu–
– Pertarungan dimulai.
...***...
Jedaar!
Suara petir bergemuruh. Awan menjadi gelap gulita. Setelah beberapa menit, satu demi satu tetesan air jatuh perlahan jatuh sebelum hujan deras mulai berlaku.
Di sebuah gang yang gelap, kotor, dan bau, disertai para pengemis yang berbaring, tampak sosok kecil seperti bocah bertopeng sedang menyeret tubuhnya yang terluka dengan susah payah.
Bocah itu tidak lain adalah Frost Assassin, yang baru saja melarikan diri dari kepungan Second Commander.
'Sudah kuduga ini keputusan yang buruk ...'
Dalam hati, dia menghela napas. Dia benar-benar gila karena menghadapi salah satu manusia terkuat di dunia secara langsung.
Sekarang, luka yang dia dapatkan tidak bisa pulih bahkan dengan magicnya yang kuat.
Tentu saja, lukanya bisa pulih jika dia bersikeras, tapi konsumsi yang harus dia keluarkan bukan main-main.
Menggeleng ringan, bocah itu menatap ke arah langit, tidak peduli air hujan membasahi topeng dan pakaiannya.
'Lima tahun ...'
Sudah pima tahun dia hidup di dunia ini ...
Ya ... Bocah itu adalah seorang reinkarnasi. Namanya adalah Lux Silverfrost ... Setidaknya, saat ini dia menyebut namanya demikian.
Untuk beberapa alasan, dia bereinkarnasi ke dunia ini. Awalnya, dia mengira ini adalah dunia fantasi biasa, tapi dia tiba-tiba menyadari fakta yang mengerikan.
Dia bereinkarnasi ke dunia game eroge yang pernah dia mainkan di kehidupan pertamanya, yang bernama Spirit World.
Dia menyadari fakta itu ketika mendengar identitasnya, terutama dia terbangun di sebuah laboratorium eksperimen yang tidak manusiawi.
Lux Silverfrost, merupakan sosok yang lahir dari DNA seseorang dan berbagai DNA lainnya.
Dengan kata lain, Lux bukanlah manusia yang lahir dari rahim, melainkan manusia buatan atau homunculus.
Adapun DNA yang melahirkan Lux ... Itu adalah DNA milik protagonis di dunia ini, Shin Frost.
'Siapa sangka alih-alih bereinkarnasi sebagai salah satu tokoh penting, aku justru bereinkarnasi sebagai klon protagonis? Dan bukan hanya itu, identitasku juga seorang villain?'
Lux ingin menertawakan nasibnya yang menyedihkan. Dalam plot, ketika Lux Silverfrost mengetahui bahwa dia adalah klon sang protagonis, dia mencoba membunuh protagonis karena rasa tidak terima.
Menurut Lux Silverfrost, dia adalah yang asli sedangkan Shin Frost adalah yang palsu. Tidak ada yang senang ketika tahu bahwa ternyata kita hanyalah salinan dari seseorang.
'Hal inilah yang membuat Lux Silverfrost menjadi salah satu villain utama.'
Tapi hal itu tidak akan terjadi lagi karena Lux tidak berniat untuk mati.
Adapun identitasnya ... Meskipun dia merasa rumit, dia tidak terlalu memikirkannya.
Selain itu, dia mungkin harus berterima kasih pada protagonis karena berkat DNA-nya, Lux berhasil membangkitkan magic yang sangat kuat dan unik.
Dikarenakan magic ini jugalah alasan kenapa Lux bisa melarikan diri dari laboratorium yang tidak manusiawi itu.
'Tapi meski begitu, karena aku adalah hasil karya mereka yang sangat sempurna, mereka mencoba mencariku seperti anjing gila ...'
Lux sudah menjadi buronan saat ini. Walau dia punya pagic kuat sehingga dia bisa lepas dari kejaran ilmuwan-ilmuwan gila itu beberapa kali, itu tidak akan bertahan lama.
'Apalagi mengingat wanita dengan otak jenius itu ...'
Siluet seorang wanita dewasa yang cantik dengan rambut hijau muda dan sepasang pupil mata bagaikan ular melintas di benak Lux, yang membuatnya terdiam.
'Aku benar-benar harus menemukan heroine itu untuk perlindungan ...'
Lux bangkit. Jadi untuk menghindari pengejaran tanpa habis dari laboratorium dan wanita jenius itu, dia butuh kekuatan lain untuk melindunginya.
Salah satu target yang sudah dia tetapkan adalah pemilik Divinity Frozen. Selama Lux menyelamatkannya, dia bisa mendapatkan perlindungan sementara dari 'keluarga itu' ...
Trak! Trak! Trak!
Suara tapak kaki kuda yang tak terhitung jumlahnya terdengar diikuti dengan suara roda yang ditarik.
Lux, yang mendengar itu mengangkat alis lalu berjalan keluar gang. Dirinya menemukan bahwa ada banyak orang-orang dan bahkan wali kota ini berkumpul seperti sedang menyambut individu berstatus mulia.
'Apa yang terjadi ...'
Kemudian Lux menemukan sebuah lambang yang cukup familiar. Itu adalah lambang seperti es, tertempel jelas pada sebuah kereta kuda mewah berwarna biru muda dan memiliki beberapa debu salju.
Dan ada lima kereta kuda lain yang mengelilingi kereta kuda mewah itu seolah sedang melindunginya.
Bukan hanya itu, terlihat puluhan kesatria berarmor biru salju dan perak sambil memakai jubah bertugas menghalangi kerumunan.
'Itu ...'
Kilasan kenangan masa lalu muncul di benak Lux dan tubuhnya tanpa sadar ingin meninggalkan tempat ini.
Di dunia ini, hanya ada satu keluarga yang memiliki kereta kuda dengan lambang es dan salju mencolok seperti itu.
Frost Family atau dengan kata lain ... Keluarga Shin Frost, sang protagonis.
'Mengingat plot saat ini, berarti orang yang berada di dalamnya adalah–'
Tidak butuh waktu yang lama, Lux segera melihat sosoknya.
Seorang wanita dewasa melangkah keluar dari kereta kuda mewah itu. Dia memakai gaun indah berwarna biru putih yang mengkilap. Rambut peraknya memanjang ke paha.
Dia memakai sebuah cadar transpar, tapi meski begitu, hal tersebut tidak mengurangi pesona dan penampilannya.
Seolah takut menodai sosoknya, air hujan yang kini turun deras sama sekali tidak membasahi tubuhnya.
Bahkan wali kota yang sudah memiliki banyak istri pun terpesona sebelum bergidik ketakutan ketika merasakan niat membunuh yang intens.
Salah satu sosok kesatria berarmor bagus itu berlutut di depan wanita itu lalu berkata penuh hormat.
"Duchness Olivia. Karena cuaca kurang mendukung untuk melanjutkan perjalanan, alangkah baiknya jika kita beristirahat di hotel ini sementara."
" ... "
Wanita itu, kepala keluarga dari Frost Family, Olivia Frost, tidak menjawab pertanyaan kesatria itu. Sebaliknya, dia justru sedang menatap ke arah tertentu dalam hening.
"Duchness?" Kesatria itu tampak bingung.
Duchness Olivia hanya diam, tapi dalam hati, perasaannya berdebar kencang karena dia merasakan perasaan yang familiar, tapi asing ...
'Shin?'
Ya ... Itu adalah aura putranya, yang telah hilang selama bertahun-tahun dan kini itu muncul sekali lagi.
Hanya saja ... Aura itu lebih gelap dan dingin, berbeda dari auranya yang hangat dan nyaman.
Sebelum Duchness Olivia berpikir, tiba-tiba dia melihat siluet kecil berjubah yang perlahan menjauh diantara kerumunan.
Jantung Duchness Olivia seolah berhenti berdetak lalu berkata dengan dingin.
"Hentikan anak itu."