
...– Astrea Family –...
"Nona Theresia?! Di mana Nona Theresia?!"
"Sial, Nona Theresia hilang lagi?! Cepat hubungi Nyonya!"
"Aduh, Nona Theresia, kenapa Anda kabur di saat penting seperti ini?!"
Pada saat ini, suasana Astrea Family tampak ribut dengan para pelayan dan kesatria berlarian sana sini dengan panik karena berusaha mencari seseorang.
Bagaimana tidak? Berbeda dari acara-acara sebelumnya, acara kali ini sangat penting dan tidak boleh dilewatkan!
Pelantikan Sword Saint!
...***...
Seorang paman yang baru saja keluar dari ruangan, tampak tercengang ketika melihat sosok yang akrab sedang duduk di kursi tokonya.
Itu adalah sosok gadis yang sangat cantik. Dia memiliki rambut pirang panjang yang dibiarkan tergerai begitu saja. Dia memiliki sepasang mata biru safir bersinar dan memakai gaun yang sangat indah.
Terlepas dari penampilannya yang masih berusia 12 tahun, kulitnya yang berwarna putih kemerahan membuat orang-orang akan linglung melihatnya.
Melihat paman itu, gadis itu, Theresia Astrea, sang Sword Saint tersenyum lembut dan berkata ramah.
"Selamat pagi, Paman Ben. Maaf telah menganggu waktumu, paman."
Tapi Ben tidak menanggapi ucapannya karena panik.
"Hei, gadis nakal! Kamu pikir apa yang kamu lakukan di tempat ini?!"
"Jangan khawatir Paman Ben. Semuanya akan baik-baik saja."
"Baik-baik apanya?! Kamu pikir pelantikan Sword Saint itu apa?!"
"Hmm ... Bukannya itu cuma pelantikan sebelum makan-makan?"
"Brengsek! Makan-makan kepalamu!"
Melihat reaksi Ben yang begitu luar biasa, Theresia mau tak mau tertawa pelan dengan itu.
Melihat ini, Ben menggerutu dengan kesal dan akhirnya menghela nafas. Kemudian dia duduk di kursi depan gadis itu.
"Dasar gadis nakal. Kamu pikir berapa banyak orang yang bermimpi untuk menjadi Sword Saint? Ini adalah gelar yang sangat sulit untuk dicapai!"
"Tapi aku tidak mau."
"Kamu tidak mau?! Sial, aku ingin memukulmu! Kami pikir Sword Saint itu mewakili apa?!"
"Aku tahu," ucap Theresia tenang. "Justru karena aku tahu apa yang diwakilinya, aku tidak mau menjadi Sword Saint. Untuk aku yang menyukai kebebasan, Sword Saint tidak cocok untukku."
" ... " Ben terdiam lalu berkata. "Lalu kamu ingin menjadi apa?"
"Bukankah sudah jelas?" Theresia menatap Ben sambil tersenyum. "Menjadi petualang adalah mimpiku!"
" ... Kamu benar-benar." Ben tidak berdaya dengan itu, tapi dia tersenyum tipis.
Sejujurnya, dia juga tidak terlalu mendukung Theresia untuk menjadi Sword Saint.
Lagipula, menjadi Sword Saint berarti akan terikat dengan banyak aturan dan kebebasannya akan dibatasi. Selain itu, Theresia harus terjun ke medan perang dan melawan banyak iblis level tinggi bahkan ... Demon Lord.
Jadi, untuk Ben yang sudah melihat Theresia seperti putrinya sendiri, tentu saja dia lebih suka Theresia tidak menjadi Sword Saint
Dibandingkan dengan menjadi Sword Saint, menjadi petualang jelas lebih baik.
Sayangnya, dia hanya pemilik toko cafe biasa, dia bisa tidak melakukan apa pun yang membantunya ...
Ben menghela napas dan berkata. "Kamu tahu ... Aku mungkin akan merindukan waktu-waktu kita seperti seperti ini."
Theresia mengerjap beberapa kali seolah tidak menyangka akan mendengar ucapan itu dari Ben yang membuatnya tanpa sadar dia tertawa.
"Apa yang kamu katakan Paman Ben? Meskipun aku akan menjadi Sword Saint, aku akan tetap terus mengunjungi tokomu. Lagipula, toko mana lagi yang semurah toko ini?" ucap Theresia dengan nada bercanda yang lembut.
"Kamu benar-benar menyebalkan ..." Ben kesal. Entah kenapa, dia merasa menyesal mengatakan kalimat itu tadi.
"Ah! Nona Theresia ada di sini!"
"Ups, sepertinya aku ditemukan. Baiklah, kalau begitu sampai ketemu lagi, Paman Ben."
"Tunggu dulu! Janga–"
Boom!
Sayangnya Ben sudah terlambat. Terjadi gelombang angin kencang yang membuat semua barang-barang di toko Ben berantakan ketika Theresia melesat tinggi ke langit.
Menatap kosong ke sebagian perabotan tokonya yang hancur, Ben langsung berteriak keras penuh kekesalan dan kemarahan.
"DASAR GADIS NAKAL!!!"
...***...
"Sepertinya aku berhasil melarikan diri dari mereka."
Memakai jubah yang dia temukan di tengah jalan tadi, Theresia diam-diam keluar dari gang.
Adapun pelantikan Sword Saint? Orang-orang mungkin akan menganggapnya sebagai kehormatan, tapi untuk Theresia ... Dia tidak tertarik untuk itu.
Sebaliknya, dia harap ketidakhadirannya di pelantikan ini dapat membuat ayahnya berhenti memaksanya menjadi Sword Saint.
'Sword Saint ...'
Merasakan tubuhnya yang seolah penuh dengan energi murni dan suci tidak ada habisnya, Theresia memejamkan mata.
Sword Saint tidak dipilih begitu saja. Hanya orang-orang tertentu yang bisa mendapatkan gelar ini.
Alasan Theresia dipilih untuk menjadi Sword Saint karena ... Divine Protectionnya.
Divine Protection adalah semacam berkah yang diberikan oleh dunia atau dewa-dewi tapi hanya Astrea Family yang akan menerima Divine Protection.
Alasan mengapa hanya Astrea Family yang menerima perlakuan khusus ini ... Tidak ada yang tahu apa sebabnya.
Divine Protection kurang lebih seperti magic. Perbedaannya adalah Divine Protection tidak menggunakan [mana] dan biasanya bersifat pasif.
Dan Divine Protection milik Theresia disebut Divine Protection of the World, yakni Divine Protection yang menunjukkan bahwa Theresia benar-benar dicintai oleh dunia.
Dengan Divine Protection ini, Theresia bisa mendapatkan Divine Protection yang dia inginkan sesuai dengan keadaan dan situasinya.
Ya ... Divine Protection apa pun yang Theresia inginkan.
Pertama-tama harus diketahui bahwa jumlah Divine Protection sangat banyak sehingga tidak terhitung. Diantaranya ada Divine Protection yang bahkan dapat membuat seluruh dunia kacau.
Dan Theresia bisa mendapatkan Divine Protection semacam itu dengan mudah.
Satu-satunya keterbatasannya adalah tubuh Theresia tidak begitu kuat untuk menahan Divine Protection begitu banyak.
Saat ini, Theresia hanya bisa menahan 7 Divine Protection. Lebih dari itu, tubuhnya akan meledak.
Tapi meski begitu, setiap Divine Protection sangat berguna dan kuat-kuat. Bahkan Duke dari Astrea Family pun hanya memiliki dua Divine Protection yang kuat.
Dan saat ini, Theresia baru saja mengisi slot Divine Protectionnya yang tersisa dengan Divine Protection yang tidak begitu kuat?
'Divine Protection of Running.'
Ini adalah Divine Protection yang baru saja Theresia dapatkan karena dia ingin melarikan diri dari Astrea Family.
Adapun efeknya ... Begitu Theresia memutuskan untuk melarikan diri, maka tidak ada satupun orang yang bisa menangkap dan mengejarnya!
Untuk seorang pencuri dan pengecut, tidak diragukan lagi Divine Protection adalah yang paling berguna!
Justru berkat Divine Protection ini, orang-orang dari Astrea Family tidak ada yang berhasil menangkapnya.
"Aku yakin ayah akan marah karena telah menyia-nyiakan slot Divine Protectionku ..." guman Theresia.
Dia yakin bahwa ayahnya akan marah besar, tapi dia tidak terlalu takut karena bahkan selevel ayahnya, tidak mungkin untuk mengalahkannya karena salah satu Divine Protection miliknya.
Tidak ingin memikirkan hal itu lagi, Theresia mulai melihat pemandangan di sekitarnya dengan penuh antisipasi.
Kemudian Theresia terpesona dengan pemandangan sekitarnya. Kereta kuda dan orang yang tak terhitung jumlahnya sedang lalu lalang.
Suasana semarak dan suara para pedagang memenuhi seluruh tempat. Bendera yang melambangkan Astrea Family dipajang bisa dilihat di mana-mana.
Dibandingkan dengan ibukota kerajaan lain yang pernah dia kunjungi, tanpa ragu pemandangan di depannya ini lebih menyegarkan.
Entah kenapa, Theresia merasa bangga sekaligus malu. Bangga karena orang-orang ini hadir untuknya dan malu karena dia tidak berniat memenuhi harapan mereka.
Theresia menghela napas diam-diam lalu mulai bergabung dengan kerumunan orang-orang. Lagipula, sangat jarang bagi dirinya untuk berjalan di luar mansion Astrea Family!
Jadi tentu saja, dia harus memanfaatkan kesempatan ini!
Selain itu, dia melihat beberapa permainan dan item yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Hal ini membangkitkan rasa ingin tahunya terhadap sesuatu yang baru.
Tapi ketika dia sibuk melihat-lihat dan bermain di beberapa toko, tiba-tiba dia mendengar sesuatu ...
"Ah, habislah anak itu ... Dia bertemu dengan Si Ganas Gami."
"Dilihat dari penampilan anak itu, sepertinya dia anak bangsawan."
"Sungguh, kenapa mereka membiarkan anak itu sendirian?"
"Sebaiknya kita tidak ikut campur ..."
Keributan itu berhasil menarik perhatian Theresia. Dia segera menghampiri sumber keributan itu, tapi apa yang dia dengar selanjutnya membuatnya mengerutkan kening ...
"Bocah, kamu berani menabrakku dan menumpahkan minumanmu. Menurutmu apa yang sebaiknya aku lakukan padamu?"
Suara pria dewasa tapi terdengar sangar memasuki pendengaran Theresia.
Pria itu tampak berdiri dengan ekspresi marah saat menatap ke sosok bocah berjubah putih salju dengan lambang es.
Melihat lambang itu, ekspresi Theresia sedikit berubah. Orang lain mungkin jarang tahu lambang itu, tapi untuk Theresia dia sangat mengenalinya!
Hanya saja, ekspresi Theresia menjadi dingin ketika melihat pria itu hendak menarik kerah bocah itu.
Meskipun Theresia tidak berniat untuk menjadi Sword Saint, bukan berarti dia akan duduk diam ketika melihat kejahatan di depan matanya!
Sosok Theresia berkedip. Saat muncul kembali, dia sudah berdiri tepat di depan pria itu sambil memegang pergelangan tangannya.
Kemunculan mendadak Theresia mengejutkan semua orang, termasuk pria itu karena dia adalah level 3 (tinggi) tapi dia sama sekali tidak bisa melihat gerakan gadis itu!
Adapun bocah itu, dia menatap Theresia dengan tenang. Tangannya yang baru saja terangkat bergerak kembali ke posisi semula, tapi di ujung jarinya terlihat sedikit serpihan es yang melekat ...
"S-siapa kamu?! Apa kamu tidak tahu siapa aku?!"
"Oke, itu kalimat khas yang diucapkan oleh penjahat, tapi tidak terduga itu cocok untukmu."
"Brengsek! Lepaskan aku!"
Pria itu memberontak dan melontarkan pukulan ke arah Theresia, tapi gadis itu hanya menyipitkan mata.
Sebelum pukulan itu mengenai Theresia, tiba-tiba pria itu merasakan tuhuhnya seolah diputar dengan kencang.
"Hah?"
Pria itu linglung ketika melihat bagaimana tubuhnya diterbangkan dengan mudah oleh seorang anak yang terlihat 12 tahun dan ...
BOOM!
Dia langsung menabrak ke salah satu dinding di sekitar itu sampai roboh dan menyebabkan ledakan kecil.
Menepuk-nepuk kedua tangannya, Theresia menatap pria yang tidak sadarkan diri itu dengan santai.
'Ingin melawanku dengan tangan kosong? Maaf saja, tapi ... Di dunia ini aku mungkin sudah termasuk salah satu orang terkuat tanpa senjata.'
Divine Protection of Unarmed Mastery. Ini adalah Divine Protection Theresia di mana dia akan menjadi sangat kuat tanpa senjata apa pun.
Untuk para seni bela diri, Divine Protection ini seperti musuh bebuyutan untuk mereka.
Orang-orang yang melihat bagaimana Si Ganas Gami ditumbangkan begitu saja oleh seorang anak seketika tercengang dan hampir tidak mempercayai apa yang mereka saksikan.
Theresia tidak terlalu peduli dengan reaksi orang di sekitarnya. Dia berbalik dan mulai mendekati bocah berjubah itu. Dengan nada ramah dan lembut, dia berkata.
"Apa kamu baik-baik saja? Jangan takut karena aku ada di sini."
" ... "
"???" Theresia sedikit bingung melihat tidak ada respon apa pun dari anak itu lalu dia tertegun di saat berikutnya.
"Terima kasih ..."
Melihat tulisan es yang melayang, Theresia sedikit heran karena tidak semua orang bisa melakukan sesuatu seperti anak ini.
Sangat langka seseorang bisa mengendalikan elemen tanpa mantra dan lingkaran.
Kemudian dia menyadari sesuatu.
Anak di depannya memakai sebuah topeng yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Topeng itu memiliki sedikit bagian tengkorak dan memiliki garis-garis es pada sebagiannya.
Tidak ... itu bukannya buruk, sebaliknya itu terlihat sangat unik ...
Itu perasaan yang aneh. Bahkan Theresia merasa bingung dengan perasaan yang dia alami saat ini. Dia hanya merasa ... Penampilan anak berjubah ini sempurna.
Sempurna sedemikian rupa sehingga bahkan Theresia pun linglung dan tidak bisa berpikir jernih.
Rasanya seolah-olah ... Dia sudah bertemu dengan bagian jiwanya yang paling penting.
" ... " Anak itu sepertinya bertanya-tanya kenapa Theresia tidak mengatakan apa-apa sehingga memiringkan kepala dengan tenang. Sekali lagi, tulisan es itu muncul: "Apakah ada masalah?"
"Eh? T-tidak!" Theresia buru-buru mengelengkan kepala. Nadanya terdengar gugup entah kenapa.
Dan Theresia menyadari hal lain juga. Ada aroma yang unik dipancarkan dari tubuh anak itu meski samar-samar.
Anak ini mungkin tidak sadar, namun aromanya yang sangat memabukkan sampai membuat Theresia agak pusing!
Mendengar tanggapan itu, anak itu hanya mengangguk tenang. Dia kemudian berbalik dan memutuskan untuk kembali.
Hanya ...
"T-tunggu!"
" ... "
Anak itu mengangkat alisnya di balik topeng saat tangan Theresia menghentikan pergelangan tangannya.
Adapun Theresia, dia berusaha untuk tenang sambil merasa terkejut karena kulit anak ini sangat lembut, jauh lebih lembut dari kulitnya!
Setelah menarik napas dalam-dalam, Theresia kemudian berkata lembut. "Ini mungkin mendadak tapi ... Apakah kamu ingin ikut bersamaku?"
" ... " Anak itu terdiam. Dia ingin menolak tapi ...
"Tolong jangan langsung menolak. Jangan takut, aku sama sekali tidak berniat melukaimu. Percayalah." Untuk pertama kalinya, Theresia menggunakan nada memohon yang akan membuat siapa pun di Astrea Family tercengang.
Lagipula siapa yang menyangka Theresia yang keras kepala akan bersikap seperti itu untuk seorang anak biasa.
Yah ... Walaupun kurang tepat untuk menyebutnya anak itu sebagai anak biasa.
Tetap saja, nada memohon Theresia berhasil membuat anak itu mengangguk dan setuju. "Baik ..."
Theresia lega lalu hatinya tiba-tiba dipenuhi dengan kebahagiaan. Rasa bahagia ini bahkan melampaui semua momen gembira yang pernah dia alami sebelumnya.
"Nona Theresia! Kami mohon tolong jangan lari lagi!"
Saat itu, suara kesatria yang putus asa terdengar menggema di telinga semua orang.
Orang-orang tertegun lalu menatap sosok Theresia dengan ekspresi kaget. Bahkan anak itu berkedip dengan sedikit heran.
"Aduh! Aku ditemukan lagi."
Theresia juga cukup terkejut karena pasukan Astrea Family bisa menemukannya padahal salah satu Divine Protectionnya bisa menyembunyikan auranya.
'Apakah ada pelacak khusus?' Theresia bertanya-tanya, tapi ...
"Ayo kita pergi sebelum ditangkap!"
Tanpa ragu-ragu, Theresia menarik tangan anak itu. Merasakan ini, anak itu menyipitkan mata lalu ekspresinya kembali tenang.
Tidak melawan, dia membiarkan dirinya dibawa oleh Theresia. Namun di pikirannya suara seorang wanita terdengar.
[ ... Aku sudah membencinya saat melihatnya pertama kali ]
Meski suara itu tenang, namun entah kenapa ... Anak itu bisa merasakan rasa kecemburuan dari nadanya.
Kesampingkan itu ...
'Sekarang apa yang harus kulakukan? Aku sudah melihat Sword Saint secara langsung.'
Memejamkan mata, Lux membiarkan dirinya dibawa pergi oleh Theresia.