Become A Protagonist Clone In Eroge Game?

Become A Protagonist Clone In Eroge Game?
Ch. 14 – Sword Saint's Inauguration



"Darimana saja kamu Lux?" tanya Kiara sambil mengerutkan kening. Dia sedikit agak tidak senang karena Lux tiba-tiba pergi tanpa mengatakan apa pun.


"Hanya jalan-jalan ..."


Kiara menghela napas, tapi dia tidak mendesaknya lagi. "Kalau begitu, ayo berkumpul dengan Ibu. Selain itu, kamu juga harus mengganti pakaianmu."


"Aku mengerti."


Lux mengangguk. Saat hendak berjalan, tangan kanannya tiba-tiba digenggam lagi oleh Kiara, membuatnya terdiam sejenak lalu menjadi tidak peduli dengan gerakannya.


Mengetahui ini, Kiara hanya diam-diam menggengam tangan Lux lebih erat dan berkata dalam hati ketika merasakan kelembutan tangannya ...


'Tidak heran Misha selalu ingin memegangnya.'


...***...


'Sangat luas.'


Lux akhirnya tiba di sebuah mansion yang mewah dengan lambang sebuah pedang emas di gerbang. Bukan satu mansion, tapi puluhan mansion lain di sekitar mereka yang disediakan untuk para bangsawan lain.


Tentu saja, mansion untuk Frost Family lebih mewah dan besar dibanding mansion lainnya mengingat Frost Family adalah keluarga bangsawan tingkat duke.


Saat melihat sebuah kereta kuda berwarna hitam ungu dengan lambang jubah bersalib, Lux menyipitkan mata.


'Jadi Apocalypse Family juga sudah tiba?'


Lux tidak tahu apakah kepala keluarga Apocalypse Family menghadiri pelantikan ini, tapi dia lebih berharap untuk bertemu dengan tuan muda Apocalypse Family itu.


Selain itu ...


"Frozen Family sepertinya tidak hadir kali ini," komentar Kiara saat melihat tidak ada kereta kuda dengan ciri khas Frozen Family.


Lux tidak mengatakan sepatah kata, tapi dia mulai menjadi tenang mengetahui fakta itu. Sungguh, dia benar-benar tidak ingin bertemu dengan Duchness dari Frozen Family.


Ya ... Sama seperti Frost Family yang dipimpin oleh Duchness Olivia, kepala keluarga Frozen Family juga dipimpin oleh seorang perempuan.


Adapun namanya, itu akan dibahas di lain waktu. Lagipula ada yang lebih penting dari itu ...


'Keamanannya sangat tinggi ...'


Lux memejamkan mata. Melalui persepsinya yang sangat sensitif terhadap gerakan dan fluktuasi [mana], dia bisa merasakan ada banyak pasukan tersembunyi di balik bayang-bayang.


Ini bukan hanya assassin dari Frost Family, tapi juga pelindung Apocalypse Family dan bangsawan lain. Yang paling mencolok adalah 10 kesatria Astrea Family level 8 (rendah) yang menjadi penjaga di sekitar mansion.


Meskipun level Transcendent bisa memusnahkan kekuatan tempur setingkat ini dengan mudah, tapi level 10 (tinggi) akan kesulitan untuk menerobos pasukan ini.


Benar saja ... Level Transcendent adalah kekuatan puncak di dunia ini yang sulit ditembus.


Lux bertanya-tanya berapa banyak waktu yang dia butuhkan untuk menembus level Transcendent?


[ Itu tidak akan lama. Aku yakin ] ucap White Queen tenang, tapi penuh kepastian.


'Kuharap demikian.'


Komunikasi antara Lux dan White Queen terputus saat dia mulai memasuki mansion khusus Frost Family.


Pelayan dari Astrea Family menyambut kedatangan mereka. Kiara hanya mengangguk, mengusir mereka semua pergi sedangkan Lux ... Hanya mengikuti Kiara dengan tenang dari belakang.


Tidak butuh waktu yang lama, mereka sudah berkumpul dengan Duchness Olivia dan Misha.


...***...


"Bagaimana menurut kalian tentang Astrea Family?" tanya Duchness Olivia.


"Tidak buruk," ucap Kiara acuh tak acuh. "Meskipun pelayanan ini masih kurang dibanding istana kekaisaran."


Lux dan Misha belum pernah mengunjungi istana kekaisaran, jadi mereka tidak berkomentar. Tapi mereka juga setuju kalau pelayanan Astrea Family sangat bagus.


"Besok adalah pelantikan Sword Saint. Ibu sudah menyiapkan pakaian untuk kalian, tapi untuk Lux ..." ucapan Duchness Olivia terhenti sejenak.


Dalam hati, Duchness Olivia sedikit ragu-ragu. Sebenarnya, dia ingin melihat Lux yang berpakaian bagus, tapi bayangkanlah apa yang terjadi jika hal itu justru meningkatkan pasona Lux?


Lux berpenampilan normal saja sudah bisa membuat gadis polos yang tak terhitung jumlahnya linglung. Apalagi jika mengenakan pakaian bagus?


Memikirkan sosok Lux yang dikelilingi banyak gadis, Kiara mengerutkan kening dan Misha merasa agak gelisah.


"Aku sudah menyiapkan pakaianku sendiri dan Ibu tidak perlu khawatir. Aku akan memakai topeng, jadi aku tidak terlalu menarik perhatian."


"Bagus jika begitu ..."


Meskipun Lux mungkin masih menarik perhatian karena memakai topeng yang mencolok, tapi yang jelas itu tidak seberapa dibandingkan Lux tanpa topeng.


"Ibu juga ingin bilang sesuatu." Duchness Olivia menatap ketiga anaknya dengan acuh tak acuh. "Jika ada yang membuat kalian tidak senang, katakan pada Ibu. Biar Ibu yang mengurusnya."


" ... " Ucapan dingin itu berhasil membuat mereka terdiam sebentar.


" ... Aku tidak begitu lemah." Kiara merasa diremehkan karena tentu saja dia tidak akan datang ke Duchness Olivia lalu merengek seperti anak kecil.


Itu adalah perilaku yang memalukan!


Bahkan Misha yang pemalu pun tidak akan melakukan semacam itu!


"Ibu tahu." Duchness Olivia mengangguk. Dia paham betul kepribadian anak-anaknya. "Itu hanya untuk jaga-jaga."


"Hm ..." Kiara mendengus dingin. Tentu saja, dia tahu kalau Duchness Olivia hanya merasa khawatir kepada mereka.


Meski begitu, dia merasa tidak senang karena diremehkan. Kecuali Lux, dia tidak berpikir ada siapa pun yang bisa mengalahkannya.


Ah, kecuali dua orang. Sword Saint dan Tuan Muda Apocalypse Family. Kedua orang itu punya kekuatan untuk mengalahkan Kiara.


Sedangkan Lux? Dia hanya berpikir satu-satunya orang yang bisa mengalahkannya hanya Theresia sementara Tuan Muda Apocalypse Family setara dengannya. Sisanya hanyalah keroco yang tidak perlu dia perhatikan.


Tapi ...


'Kapan insiden Sword Saint itu terjadi?'


Ini membuat Lux mengernyit. Lagipula tujuannya datang ke sini bukan semata-mata untuk melihat pelantikan Sword Saint.


Dia memiliki dua tujuan yang pertama adalah Makam Sword Saint dan yang kedua adalah insiden dalam pelantikan Sword Saint yang disebutkan dalam plot.


'Waktu dan lokasinya tidak spesifik, tapi untuk berjaga-jaga ...'


Di balik topeng Lux, Mystic Eyes of Time World bersinar sesaat sebelum menjsdi tenang.


Keanehan Lux tidak disadari oleh siapa pun, termasuk White Queen sendiri yang sibuk melakukan sesuatu.


"Istirahatlah secukupnya."


Dengan demikian, sekeluarga Frost Family itu pun berpisah. Misha sedikit kecewa karena tidak bisa tidur dengan Lux.


Lux terdiam, tapi mau bagaimana lagi? Wilayah Astrea Family bukanlah tempat tinggal mereka. Jadi, Lux hanya bisa menghiburnya dengan berjanji akan menemaninya saat pulang.


Dan begitulah ... Hari Lux dan Frost Family di wilayah kekuasaan Astrea Family berlalu tanpa masalah.


...***...


Bukan hanya mereka bertiga, tapi semua pelayan Astrea Family yang ditugaskan di mansion itu juga linglung dengan wajah yang agak memerah.


Lux berdiri tenang. Rambut putihnya berkibar saat diterpa oleh angin. Topeng putih polosnya memperlihatkan sebagian wajahnya, tepat di bagian kanan.


Mata biru safir itu berkedip begitu disinari cahaya matahari. Dia memakai jas putih yang memiliki hiasan biru es dan dasi biru tua. Dia juga memakai mantel yang menutupi bagian belakangnya.


Setiap kali dia mengambil langkah, ada samar-samar bekas serpihan es yang mengudara.


Penampilannya yang begitu unik memukau banyak orang, bahkan White Queen yang mengaksikan ini dari dalam tubuh Lux mulai merasa napasnya menjadi panas.


Tubuh Duchness Olivia gemetar. Lalu buru-buru mendekati Lux. Dengan secepat kilat, dia mengganti topeng setengah wajah Lux dengan topeng sepenuhnya.


Hal ini membuat semua gadis dan pelayan yang melihatnya tersadar dengan napas tersengal-sengal. Entah kenapa merasa sangat disayangkan.


"Topeng ini ... Kamu tidak boleh memakainya lagi." Dengan nada dingin dan obsesi, Duchness Olivia langsung menghancurkan topeng itu.


Melihat itu, Lux tidak tahu harus berkata apa saat ini.


"K-kakak ..." Suara lemah dan lembut Misha terdengar.


Menatap Misha, Lux memiringkan kepala tapi mengerjap ketika gadis itu langsung membenamkan kepalanya ke tubuh Lux.


Tidak terlalu melawan, Lux mengangkat Misha yang munggil ke pelukannya dan membiarkan gadis itu menghirup aromanya dalam-dalam.


Untungnya, perbedaan tubuh 10 tahun dan 5 tahun sangat besar, jadi saat Lux menggendongnya, Misha tampak seperti anak kucing yang hanya ingin bersama induknya.


Kiara berusaha untuk tenang agar tidak diambil kendali oleh rasa cemburu. Mau tak mau merasa kesal karena Misha memanfaatkan kesampatan ini!


Sementara Duchness Olivia menghela napas dalam hati. Mau tak mau berpikir ... Kenapa pesona dan penampilan Lux benar-benar tidak mencerminkan Shin?


Memang Shin juga lucu dan tampan, tapi dibandingkan dengan Lux ... Itu seperti membandingkan fana dan dewa.


"Lalu ayo berangkat."


Mereka mengangguk dan menaiki kereta kuda milik Frost Family.


...***...


Pada saat ini, Lux dan lainnya sudah tiba di lokasi yang ditentukan. Kemunculan mereka sempat menarik perhatian bangsawan lain yang hadir, tapi hanya itu.


Karena Lux sudah memakai topeng, sosoknya tidak begitu menarik perhatian daripada sebelumnya. Tapi meski begitu, masih ada beberapa gadis murni dan polos linglung melihatnya.


Lux dan keluarganya mengambil posisi duduk paling depan. Misha juga dengan patuh beranjak dari pelukan Lux dan duduk di sampingnya.


Tempat ini tidak diragukan lagi sangat indah. Meski tidak seindah Makam Sword Saint, tapi itu dapat membuat banyak orang terpesona sampai menimbulkan banyak diskusi dan bisik-bisikan antar bangsawan.


Saat itulah, sebuah aura yang besar datang dari langit. Di balik topeng, kedua mata Lux melebar.


Semua orang yang hadir juga sangat terkejut dan hati mereka bergetar tatkala aura agung dan megah menyebar dari atas langit.


Rasanya seolah hendak menghancurkan tubuh mereka di detik berikutnya!


Suara raungan dan pekikan menggema. Muncul makhluk seperti naga emas yang memancarkan aura suci dan ada lagi makhluk seperti burung dengan tubuh berapi membara.


Tidak sampai di sana, muncul lagi empat siluet manusia berpakaian jubah kuno putih emas yang memancarkan karisma dan temperamen suci.


Memandang mereka saja sudah membuat mereka ingin tunduk!


'Holy Dragon, Flame Phoenix, dan empat level Transcendent ...'


Ini pertama kalinya Lux melihat begitu banyak orang kuat berkumpul. Salah satu diantara keenam makhluk itu sudah cukup untuk membunuh semua orang yang hadir di sini dengan mudah.


Bahkan Duchness Olivia yang levelnya 10 (tinggi) bisa dibunuh dengan beberapa kali gerakan oleh mereka.


Sebutan Astrea Family sebagai keluarga terkuat di kekaisaran itu benar. Dengan enam makhluk Transcendent, orang bodoh mana yang berani memprovokasi ini?


Tidak heran kekaisaran sangat menghargai Astrea Family. Dengan adanya kekuatan tempur yang begitu besar di samping mereka, tidak ada yang perlu mereka takutkan!


Dan sekarang ditambah dengan Sword Saint yang masa depannya tidak terbatas, kekuatan Astrea Family akan semakin tak terkalahkan!


"Mulai pelantikan."


Suara yang agung itu terdengar. Kesatria yang tak terhitung jumlahnya berseru dan memukul-mukul tanah dengan keras. Suara dentuman yang dihasilkan oleh kekompakan mereka membuat orang-orang kagum dan tegang.


Saat itulah, semua orang terpesona sekali lagi.


Seorang gadis berusia 12 tahun. Dengan wajah yang sangat muda dan berkulit putih mulus kemerahan, dia tampak sangat cantik.


Rambut pirang emasnya diikat menjadi kuncir kuda. Mata birunya bersinar dengan ketagasan dan kedalaman yang tidak bisa ditebak.


Tidak seperti sebelumnya di mana dia memakai gaun indah, gadis itu kini mengenakan armor putih emas dengan rok yang indah.


Saat dia mengambil langkah, aura suci yang sangat murni dan nyaman memenuhi suasana.


Tidak terhitung anak laki-laki yang langsung jatuh hati saat mereka melihat sosoknya.


Kepala keluarga Astrea Family, Hard Astrea atau Duke Hard, mengacungkan sebuah pedang yang disarung ke arah gadis itu.


"Theresia Astrea. Dengan ini, dunia sudah menunjukmu sebagai Sword Saint selanjutnya. Apakah kamu sanggup dan mampu menanggung status ini?!"


Menatap pedang yang disarung itu, Theresia menyipitkan mata. Untuk sesaat, dia memiliki dorongan untuk menolak, tapi ...


Dia menggertakkan giginya lalu dengan tegas berkata. "Saya menerimanya!"


BOOOM!


Bertelatan dengan itu, tubuh Theresia langsung memancarkan aura suci keemasan yang besar. Bahkan menciptakan pilar tinggi yang menembus awan-awan.


Gelombang kejutnya sampai dapat memusnahkan semua benda. Berkat Holy Dragon, tidak ada kerusakan yang terjadi.


Tapi semua orang sudah terpana ketika melihat betapa agungnya sosok Theresia yang menerima gelar itu.


Aura suci terakumulasi di tubuh semua orang dan beberapa diantaranya langsung menembus level!


Boom! Boom! Boom!


Semua orang tercengang. Merasakan tubuh mereka penuh dengan kekuatan. Hampir semuanya tidak bisa berkata-kata!


'Level 6 (rendah) ...'


Merasakan dirinya menembus level baru, bahkan Lux pun mengernyit. Begitu pula dengan Kiara dan Misha telah menembus level baru.


Pada saat ini, sekali lagi semua orang merasa kagum dan hormat. Tidak menyangka kekuatan suci Sword Saint dapat membantu mereka menembus level!


Datang ke tempat ini ternyata tidak sia-sia!


Para makhluk Transcendent Astrea Family juga sangat kagum dan gemetar bahagia.


Ini adalah pemandangan yang luar biasa. Lagipula, bahkan Sword Saint sebelumnya tidak pernah menyebabkan pemandangan luar biasa sedemikian rupa!


Sword Saint, Theresia Astrea. Dia akan membawa Astrea Family ke puncak yang belum pernah dicapai oleh Sword Saint sebelumnya!


Memikirkannya saja sudah membuat seluruh Astrea Family bersemangat!