Become A Protagonist Clone In Eroge Game?

Become A Protagonist Clone In Eroge Game?
Ch. 02 – Mother's Protagonist



'Aku harus meninggalkan tempat ini ...'


Itu adalah pemikiran Lux ketika dia mulai merasakan jantungnya berdetak kencang dengan cepat.


Lux, karena dia lahir dari DNA Shin, sang protagonis, maka Lux juga memiliki kemiripan aura seperti milik Shin.


Tapi selain itu, untuk beberapa alasan, Shin dan ibunya, Olivia Frost memiliki semacam hubungan di mana mereka bisa merasakan keberadaan satu sama lain selama berada dalam jarak tertentu.


Hal tersebutlah yang membuat Olivia tidak akan pernah salah membedakan putranya.


Namun saat ini, tiba-tiba muncul sebuah aura yang mirip putranya ... Tidak diragukan lagi akan menarik perhatian Duchness Olivia.


Tanpa berpikir lebih panjang, Lux memutuskan untuk meninggalkan tempat ini.


Meski dia memiliki perasaan khusus dan ingin memeluk Duchness Olivia, tapi Lux tahu bahwa itu bukanlah perasaannya, melainkan perasaan asli Shin yang sangat merindukan ibunya.


Hanya saja, dia tidak menyangka aksinya justru membuat Duchness Olivia menyadari keberadaannya ...


"Hentikan anak itu."


Suara itu tidak keras, namun di tengah-tengah keheningan ini meskipun suara air hujan deras terdengar, ucapan Duchness Olivia bisa didengar dengan jelas oleh Lux.


Para kesatria awalnya bingung sebelum di detik berikutnya, sosok mereka berkedip dan muncul dalam formasi mengelilingi Lux.


Melihat ini ... Lux terdiam.


"Nak, Duchness Olivia memanggilmu. Jadi bisakah kamu ikut dengan kami?"


" ... " Lux tidak menanggapi ucapannya yang membuat para kesatria mengerutkan kening.


Biasanya, orang-orang akan merasa terhormat atau bahkan bahagia, tapi respon acuh tak acuh anak berjubah ini membuat mereka bingung.


'Mungkin karena dia terlalu muda, jadi dia tidak tahu identitas Duchness?'


Namun meski begitu, anak itu tidak menjawab pertanyaannya yang membuatnya sedikit kesal karena perilaku itu dianggap kurang sopan.


"Nak, kamu–"


Kesatria itu hendak menyentuh bahunya, tapi di detik itu–


Bang!


"Hah?"


Kesatria itu hanya merasakan tubuhnya seperti dijungkir balik. Saat dia sadar, tubuhnya telah dihempaskan ke tanah sementara Lux memegang tangan kesatria itu.


Para kesatria terkejut sebelum ekspresi mereka berubah dan mengeluarkan pedang masing-masing.


Seorang anak yang terlihat seusia 10 tahun bisa membanting seorang kesatria level 3 (tinggi) dengan mudah jelas tidak normal!


Tapi sebelum mereka sempat bereaksi, di balik topeng tengkorak itu, mata emas Lux bersinar dingin dan bayangan tubuhnya melebar luas.


Lalu–


KABOOM!!


Terjadi ledakan yang sangat besar dan keras di tengah-tengah kota.


...***...


'Sudah berhasil melarikan diri dari kejaran Second Commander, sekarang aku harus melarikan dari kejaran pasukan elit Frost Family?'


Memikirkan hal ini, Lux tidak tahu harus berkata apa. Apakah ini yang disebut keluar dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya?


Lux kurang yakin, tapi dia tidak punya untuk memikirkan hal tersebut ketika melihat belati yang tak terhitung jumlahnya melesat cepat ke arahnya!


Sambil melompat dari atap ke atas, Lux kemudian menciptakan dua pedang es sebelum dengan cepat menangkis semua kejaran belati itu!


Suara percikan dan dentingan besi terdengar beberapa kali. Saat itu pula, beberapa sosok berpakaian serba hitam biru muncul di depannya.


Penampilan mereka hampir mirip dengan ninja. Bedanya ... Semuanya adalah perempuan, tidak ada satupun laki-laki. Hal itu terlihat dari lekuk tubuh mereka karena pakaian ketat.


'Assassin dari Frost Family kah? Dan ditambah dengan kesatria level 3, 4, dan 5 ...'


Dalam keadaan normal, Lux bisa melawan dan melarikan diri dengan mudah. Sayangnya, saat ini keadaannya tidak keadaan prima, jadi mustahil dari bisa meninggalkan tempat ini tanpa terluka.


Tetap saja, pasukan Frost Family benar-benar tidak bisa diremehkan. Bahkan Lux tidak menyadari kalau ternyata cukup banyak anggota elit yang melindungi Duchness Olivia di balik bayang-bayang.


Yah, mengingat status Duchness Olivia yang terhormat, tidak heran keamanannya begitu tergaja.


Meskipun ... Duchness Olivia sebenarnya termasuk kategori monster karena wanita itu selangkah lagi sebelum masuk level Transcendent, kekuatan puncak di dunia ini.


"Berhentilah, Nak. Jangan khawatir, kami tidak berniat untuk melukaimu. Duchness bisa menjamin itu."


" ... "


Jika itu orang lain, dia mungkin akan percaya. Sayangnya, Lux adalah sebaliknya.


Lux paling kenal seperti apa Duchness Olivia. Duchness Olivia, sebagai ibu dari sang protagonis, dia sangat menyayangi Shin, bahkan bisa dibilang cukup posesif.


Karena itulah, begitu Duchness Olivia mengetahui ada keberadaan yang diciptakan dari DNA putra kesayangannya, Lux yakin tidak ada ending yang baik untuknya.


Hal ini sudah diperlihatkan secara langsung dalam plot. Kalian harus tahu kalau dalam plot, bukan hanya Duchness Olivia yang posesif terhadap protagonis Shin, tapi para heroine lain juga sangat posesif terhadapnya.


Dan mereka semua selalu mencoba membunuh Lux Silverfrost yang asli karena keberadaan Lux Silverfrost merupakan penghinaan bagi protagonis.


Jadi bisa dibilang ... Kelahiran Lux Silverfrost tidak diterima dan ditolak keras oleh dunia ini.


Karena itulah, Lux tidak akan percaya pada ucapan assassin perempuan itu.


Saat itu, air hujan di yang turun di sekitar Lux tiba-tiba membeku dan mengudara seolah melindungi sosok kecilnya.


Menyaksikan pemandangan aneh ini, para assassin menjadi waspada. Kilatan keterkejutan melintas di tatapan mereka.


'Magic tanpa rapalan dan lingkaran?'


Tidak disangka anak di depan mereka bisa menggunakan magic tanpa harus melewati dua tahap.


Pertama-tama, hukum di dunia ini mengharuskan setiap orang yang memakai sihir harus merapalkan semacam nyanyian dan setelah itu muncul lingkaran sihir sebelum mewujudkan jenis kekuatan sihir yang diinginkan.


Tapi ada beberapa kasus di mana orang-orang bisa melewati tahap rapalan dan lingkaran. Kasus yang pertama adalah mereka cukup ahli dan yang kedua adalah ... Memiliki magic yang unik.


Dan Lux, termasuk dalam kasus yang kedua.


Berkat DNA protagonis Shin dan DNA Duchness tertentu dari Frozen Family, Lux berhasil membangkitkan salah satu magic paling kuat dan unik di dunia.


Bukan hanya itu, Lux juga tidak akan bisa mati karena faktor usia, kebal terhadap semua penyakit, virus, dan efek buruk lain yang bisa berdampak pada tubuh.


Dalam kondisi dan keadaan apapun, Lux bisa beradaptasi dengan mudah. Serangan elemen apa pun akan dikurangi 50% kerusakannya.


Kecepatannya meningkatkan level sepuluh kali lebih cepat dibandingkan para jenius surga itu.


Berkat magic ini, perkembangan Lux seperti monster dan berlawanan akal sehat.


Tentu saja, yang paling penting adalah ...


'Pemilik magic ini ditakdirkan akan menjadi sosok yang disegani begitu tumbuh dewasa.'


Dalam plot, itulah yang terjadi pada Lux Silverfrost yang asli. Menjadi 'Pangeran' adalah takdir Lux Silverfrost. Faktanya, hal ini sudah dicapai oleh Lux Silverfrost yang asli. Gelarnya saat itu adalah ... 'Ice Prince'.


Yah ... Meskipun dia mati dibunuh oleh Shin dan para heroine.


'Tapi berkat ini, rasa sakit di tubuhku juga tidak menghambatku.'


Efek Divine Ice Prince, bisa beradaptasi dengan mudah dalam kondisi dan keadaan apa pun.


Sekalipun hidup Lux berada di ujung tanduk, dia tidak akan panik. Sebaliknya akan tetap tenang dan masih bisa berpikir jernih.


Bagaimanapun, seorang 'pangeran' harus tetap tenang bukan?


BOOOM...!!


Pertarungan antara Lux dan para assassin dari Frost Family dimulai. Tapi pada saat itu pula, assassin perempuan itu berseru kaget.


"Kamu adalah Frost Assassin!"


Ketika melihat topeng dan jubah hitam Lux perlahan berubah warna menjadi biru es, mereka langsung mengidentifikasi identitasnya.


Tidak banyak orang yang bisa menggunakan Ice Magic selain anggota dari keluarga seperti Frost Family dan Frozen Family.


Tapi siapa anggota Frost Family dan Frozen Family yang begitu gabut untuk berjalan-jalan di kota dengan penampilan berjubah dan bertopeng?


Maka hanya ada satu orang ...


Frost Assassin!


Pembunuh yang mulai terkenal baru-baru ini karena prestasinya!


Tidak bisa mati seperti undead, pembunuh dengan tingkat akurasi 100%, dan seterusnya.


Ada begitu banyak gelar yang diberikan pada Lux karena prestasinya yang luar biasa dan gila!


Tidak ada yang tahu latar belakangnya dan asal usulnya, tapi orang-orang hanya menebak bahwa Frost Assasin mungkin adalah seorang pengkhianat dari Frost Family atau Frozen Family!


Tebakan orang-orang itu tidak salah. Lux memang memiliki hubungan dengan kedua keluarga tersebut.


Hanya saja ... Hubungannya lebih rumit.


BLAARRR...!!


Berusaha mengatur pernapasnnya, Lux menatap belati-belati yang melesat dengan kecepatan tinggi.


Belati itu juga berbahaya karena memiliki efek akan akan membekukan darah target dan akan meledak.


Tapi untuk Lux yang memiliki 'Divine Ice Prince', efek belati itu bagaikan lelucon untuknya, bahkan lebih seperti makanan siang.


Menciptakan lebih banyak pedang es, puluhan atau bahkan mungkin ratusan, Lux tidak berkedip saat menghujani para assassin perempuan itu dengan pedangnya.


Para assassin itu juga kewalahan. Tidak menyangka bahwa Frost Assassin yang terkenal itu benar-benar lebih ahli dari mereka!


Dan tentu saja sangat mematikan!


Lux tidak menargetkan para assassin itu secara acak. Faktanya, dia menargetkan semua titik vital mereka semua!


Inilah yang membuat para assassin ini bekeringat dingin dan fokus memusnahkan semua pedang es yang menghujani mereka.


Meski tampak seolah membunuh, sebenarnya Lux tidak berniat demikian. Dia yakin 100% Duchness Olivia akan bergerak begitu salah satu bawahannya mati.


Biarpun Duchness Olivia masih agak lemah dari Second Commander, tapi Lux tidak begitu percaya diri bisa menghadapinya secara langsung kecuali dia menggunakan trik yang dia pakai ketika melawan Second Commander.


Juga, Lux tahu para assassin dari Frost Family akan bertahan walau titik vital mereka diincar.


Dia melakukan ini untuk menahan mereka dan menciptakan kesempatan untuk melarikan diri.


Hanya ...


BLAARRR...!!


' ... Merepotkan.'


Mendarat dengan tenang, Lux menyipitkan mata ketika melihat lokasi tempat dia berdiri sebelumnya hancur dengan es.


Pelakunya adalah seorang kesatria berarmor besar dan berat di mana memiliki rambut putih dan sepasang mata abu-abu ganas.


Pedang dua tangannya tertancap dalam di tanah ketika es perlahan-lahan menyebar dalam radius 100 meter.


"Kamu lumayan juga, bocah. Kurasa seperti yang diduga dari Frost Assassin."


' ... Level 7 (tinggi).'


Mengetahui lawan yang akan dia hadapi, ekspresi Lux tampak serius di balik topeng. Dia tidak bisa menghadapinya ... Setidaknya tidak sekarang.


'Haruskah aku menggunakannya lagi? Tapi dengan jumlah [mana]-ku ...'


"Kamu seharusnya menurut dengan tenang. Sekarang ..." Tatapan kesatria itu berkilat dingin. "Aku akan menunju–"


"Cukup."


Waktu seolah terhenti, suara seorang wanita yang bergema diiringi langkah yang tenang berjalan melewati kesatria tersebut.


Kesatria itu mengangkat bahu dan berkata santai. "Sesuai keinginan Anda, Duchness."


Wanita itu, tanpa terkena setetes air hujan sedikit pun, menatap sosok Lux dengan dingin lalu membuka mulutnya.


"Frost Assassin ... Atau haruskah kusebut juga ... 'Hasil mahakarya' dari Nyx Laboratory?"


" .... "