
Tiga hari berlalu dengan cepat setelah duel antara Lux dan Kiara. Selama itu pula, tidak ada peristiwa lain yang menarik perhatian Lux.
Sejujurnya, Lux pikir Kiara akan datang menemukan dirinya sambil mengucapkan kata-kata bermusuhan.
Dia tahu betul tentang harga diri Kiara. Setelah kalah dalam duel itu, Kiara pasti tidak akan terima dan mencoba menantang dirinya lagi.
Betapa salahnya dia berpikir demikian ...
"Untuk beberapa hari yang lalu ... Aku minta maaf."
" ... "
Suasana hening memenuhi Lux. Dia menatap gadis di depannya yang secara sukarela menundukkan kepala kepadanya dalam diam.
Bahkan Eilaria dan Misha bersama pelayan pribadinya tertegun seolah apa yang mereka lihat saat ini tidak bisa dipercaya.
Melihat Lux tidak membalas ucapannya, Kiara salah paham mengira dia tidak akan memaafkannya, jadi dia pun berkata :
"Aku tahu sulit untuk memaafkanku setelah perilakuku yang sangat kasar, tapi berikan aku kesempatan untuk menebus kesalahanku."
"Tidak ... Kamu tidak perlu melakukan itu. Aku sudah memaafkanmu."
Membaca tulisan es itu, Kiara mengernyit tapi pada akhirnya, dia mengangguk tenang.
"Baiklah, kalau begitu ... Lux? Bisakah aku memanggilmu seperti itu?"
"Ya ..."
"Kamu juga bisa memanggilku dengan Kakak Kiara."
"Kamu yakin?"
"Aku tidak keberatan."
Menatap Kiara yang ekspresinya benar-benar tidak menunjukkan penolakan, Lux pun berkata.
"Aku mengerti, Kakak Kiara."
"Tidak perlu begitu sopan. Dalam hal status, kamu lebih tinggi dariku," ucap Kiara. "Dan aku tahu ini kurang sopan, tapi bisakah aku bergabung dengan kalian?"
"Aku baik-baik saja."
"S-selama Kakak Kiara tidak merebut Kakak Lux, aku baik-baik saja."
" ... "
Entah kenapa, suasana menjadi hening sejenak setelah Misha mengucapkan kalimat itu tanpa ragu-ragu.
Untungnya, suasana hening itu dipecahkan dengan kemunculan seorang assassin dari Frost Family yang bertekuk lutut di depan Lux, Kiara, dan Misha.
"Maaf menganggu waktu luang Tuan Muda dan Nona Muda. Duchness Olivia memanggil Anda bertiga untuk berkumpul di ruang makan."
...***...
"Kalian bertiga mulai akrab."
" ... "
Pada saat ini, Lux, Kiara, dan Misha sudah duduk di sebuah kursi. Di depan mereka sudah disajikan berbagai hidangan mewah yang ditempatkan di atas meja.
Di tengah dan paling ujung meja adalah Duchness Olivia, yang menyipitkan mata saat melihat ketiga anak-anaknya.
Tatapannya terhenti sejenak saat melihat Lux sebelum kembali menatap Kiara.
"Katakanlah Ibu, ada apa Ibu memanggil kami bertiga secara bersamaan?" tanya Kiara dengan tenang.
"Setelah kekalahanmu dalam duel itu, kamu menjadi lebih tenang."
"Semuanya berkat konspirasimu, Ibu."
" ... "
Suasana dingin seketika memenuhi ruangan, bahkan Misha pun sedikit gugup dan memegang lengan Lux dengan erat.
Adapun Lux, ekspresinya sama sekali tidak berubah di balik topeng. Meskipun dari sudut pandang lain, pemandangan ini terlihat menakutkan, tapi Lux tahu Ini adalah cara Frost Family mengungkapkan kasih sayang mereka.
Yah ... Walaupun cara mereka agak aneh, tapi mengingat kepribadian Frost Family, entah kenapa ini terasa cocok.
"Bagaimana perasaanmu di tempat ini, Lux?"
Melihat Duchness Olivia mengabaikan Kiara, Lux pun langsung membalas. "Baik ..."
"Jika ada sesuatu yang tidak kamu sukai di tempat ini ... Katakan saja pada Ibu. Mengerti?"
" ... "
Nada acuh tak acuh Duchness Olivia membuat Lux terdiam, tapi dia tetap mengangguk tenang. "Ya."
"Dan ... Misha."
"Y-ya, Ibu."
"Apakah kamu merasakan sakit di bagian tertentu?"
"T-tidak, sejauh ini aku baik-baik saja Ibu."
"Bagus."
Melihat Duchness Olivia yang seolah-olah mencoba akrab dengan mereka, Kiara mengangkat alisnya, tapi tidak berkomentar apa pun tentang itu.
"Sekarang ... Alasan Ibu mengumpulkan kalian bertiga adalah Ibu ingin menyampaikan sesuatu."
" ... " Ketiganya menunggu ucapan Duchness Olivia selanjutnya.
"Sword Saint dari Astrea Family ... Sudah ditentukan."
Pernyataan itu berhasil membuat Kiara mengerutkan kening dan Lux menyipitkan mata sedangkan Misha tampak sedikit bingung.
"A-anu ... S-sword Saint itu siapa?" tanya Misha dengan malu.
"Ah, aku hampir melupakannya." Duchness Olivia menyadari bahwa usia Misha masih terlalu muda. Jadi wajar jika Misha tidak tahu.
Duchness Olivia ingin menjelaskan pada Misha, tapi dia juga bingung bagaimana menjelaskan.
"Sword Saint pada dasarnya adalah sosok yang setara dengan Pahlawan atau bahkan melampauinya," jelas Lux dengan nada tenang.
Ketiga perempuan itu sedikit linglung saat mendengar suara Lux yang begitu tenang dan mempesona, tapi Duchness Olivia segera sadar dan membalas.
"Ya, kurang lebih begitu."
"Jadi apa hubungannya Sword Saint ini dengan kita?" tanya Kiara.
"Karena Sword Saint pada dasarnya adalah sosok yang melambangkan sebagian besar kekuatan kekaisaran, Kaisar memutuskan untuk melakukan pertemuan dengan keempat keluarga duke dan seluruh bangsawan untuk mendiskusikan perkembangan lebih lanjut."
"Hanya itu? Maka tidak ada hubungannya dengan kami bukan?"
"Ada," ucap Duchness Olivia singkat. "Selain acara pertemuan antar semua bangsawan, kaisar juga akan melakukan pelantikan sebagai bentuk kehormatan. Dengan kata lain ... Kalian bertiga bisa ikut bersamaku ke wilayah Astrea Family."
Mendengar itu, baik Kiara dan Lux mengangkat alis. Pernyataan Duchness Olivia tidak sulit untuk dimengerti.
Yang disebut pelantikan tidak lain hanyalah omong kosong. Yang sebenarnya diinginkan oleh kaisar adalah ... Persaingan antar anak-anak muda semua bangsawan.
"Merepotkan ..." guman Kiara mengerutkan kening. Dia benar-benar tidak ingin terlibat dalam hal ini.
Persaingan antar anak bangsawan bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele. Harga diri dan nama keluarga mereka dipertaruhkan.
Tentu saja, mereka bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin hubungan yang baik dengan bangsawan lain, tapi sayangnya tidak semudah itu.
Setiap bangsawan berusaha untuk saling menjatuhkan satu sama lain, termasuk keempat keluarga duke yang saling bersaing.
"Aku tidak memaksa kalian untuk ikut. Aku hanya ingin menyampaikannya. Pilihan ada pada kali–"
"Aku ikut ..."
"Lux?" Baik itu Duchness Olivia dan Kiara sedikit terkejut.
Terutama Duchness Olivia yang tidak menyangka Lux mau mengambil resiko.
"Kamu yakin dengan itu? Ada kemungkinan kamu akan ditemukan ..." Duchness Olivia tidak melanjutkan ucapannya karena dia tahu Lux mengerti apa yang dia maksud.
Berbeda di wilayah Frost Family di mana semua orang yang mencurigakan pasti akan dibasmi, di wilayah lain seperti Astrea Family kemungkinan besar ada penyusup dari Nyx Laboratory.
Jika mereka tahu Lux Silverfrost, mahakarya mereka berada di wilayah Astrea Family, Nyx Laboratory pasti tidak ragu-ragu untuk mengambil tindakan.
"Aku akan baik-baik saja."
Mendengar ucapan Lux yang begitu tenang seolah penuh keyakinan, Duchness Olivia tidak ragu lagi.
"Baiklah, tapi ingat ... Jika ada masalah, jangan ragu untuk memanggil Ibu."
Lux mengangguk sebagai tanggapan. Adapun Kiara dan Misha, mereka sedikit bingung karena tidak mengerti. Kiara mengerutkan kening dengan curiga karena dia merasa ada informasi penting yang disembunyikan oleh ibunya.
"K-kalau begitu, aku ingin ikut sama Kakak Lux ..." Misha yang pemalu berkata lembut.
Mendengar hal itu, Kiara juga tidak perlu ragu lagi. "Aku juga ikut."
" ... "
Melihat kedua putrinya yang setuju, Duchness Olivia sedikit terkejut dalam hati. Lagipula, dia tahu keduanya tidak tertarik dalam acara semacam ini.
Misha bisa dimengerti mengingat fisiknya yang lemah tapi untuk Kiara ... Duchness Olivia sedikit curiga.
Menatap Lux, dia bergumam dalam hati ...
'Ini tidak mungkin, kan? Mereka baru bertemu satu hari ...'
"Karena semuanya sudah setuju, kita akan berangkat besok. Bersiap-siaplah, tapi sebelum itu ..."
Melihat hidangan yang sudah disajikan di depan mereka, Duchness Olivia melanjutkan kalimatnya. "Ayo kita nikmati makanan."
...***...
[ Di generasiku, Sword Saint tidak ada, tapi jika itu muncul di generasimu, ini adalah petanda buruk ]
'Kamu benar.' Lux mengangguk.
Untuk sebagian besar orang, kemunculan Saint Sword adalah petanda baik, tapi untuk Lux dan White Queen, itu memiliki arti sebaliknya.
Sword Saint adalah salah satu keberadaan yang sangat dicintai oleh dunia. Tidak berlebihan untuk mengatakan Sword Saint kurang lebih seperti protagonis.
Tapi seperti yang disebutkan ... Protagonis seringkali akan terlibat dalam masalah. Dalam kasus Sword Saint, itu berarti masalahnya jauh lebih besar.
Adapun masalah apa yang terjadi, termasuk Lux sendiri, tidak ada yang tahu.
'Dalam plot, disebutkan akan terjadi beberapa insiden saat pelantikan Sword Saint, tapi tidak dijelaskan secara detail.'
Itulah yang membuat Lux ingin ikut dalam acara ini. Rasa penasaran di dalam hatinya mendorong dirinya untuk ikut campur.
Adapun merusak plot atau semacamnya? Lux sudah tidak terlalu peduli dengan itu. Lagipula, sejak dia memutuskan untuk melarikan diri dari Nyx Laboratory, dia sudah merusak alur cerita dunia ini.
Selain itu ... Lux penasaran dengan penampilan Sword Saint saat ini.
Tapi untuk berjaga-jaga ...
'White Queen ...'
[ Ada apa? ]
'Kamu sebelumnya mengatakan sudah menemukan magic yang cocok untukku bukan? Lalu ajarkan padaku.'
[ ... ] White Queen terdiam sesaat lalu berkata tenang: [ Baiklah ... ]
...***...
"Sword Saint sudah ditentukan. Apa kalian sudah mendengarnya?"
"Ya, ya, itu benar ..."
"Sial, kalau begini kekaisaran akan menjadi lebih kuat lagi dan kita tidak punya kesempatan untuk melanjutkan rencana kita."
"Lalu menurut kalian, apa yang harus kita lakukan?"
"Menurutmu apa yang harus kita lakukan?"
"Bukankah sudah jelas?"
"Ya, sudah jelas kan?"
Beberapa sosok berjubah itu saling menatap dengan menyeringai kejam dan gila.
"Ayo lakukan..."
"Ya, ya ... Ayo kita lakukan."
"Ini akan menjadi menyenangkan ..."
Di malam itu, tepat pada hari itu, suara cekikan dan tawa aneh terdengar menggema.