Become A Protagonist Clone In Eroge Game?

Become A Protagonist Clone In Eroge Game?
Ch. 05 – Calm Down Lux



"Ah! A-anda sudah bangun?" tanya seorang gadis muda yang mengenakan seragam medis dengan wajah tersipu saat melihat bocah di depannya.


Bocah itu memiliki rambut seputih salju dan sepasang mata kanan berwarna biru safir bersinar sedangkan mata kirinya ... Ditutupi oleh eye patch putih.


Meski demikian, hal tersebut tersebut tidak membuat nilai plus bocah itu berkurang. Sebaliknya, itu menimbulkan keinginan yang tidak bermoral dalam hati gadis itu saat melihat penampilan bocah itu.


Hanya ...


Krak!


"Apa?!"


Gadis berseragam medis itu tertegun, kaget ketika tubuhnya tiba-tiba langsung dikurung dalam es.


Dia ingin melepaskan diri, namun tidak peduli apa yang dia lakukan, dia tidak bisa memecahkan es ini!


Adapun bocah itu, Lux, dia masih memiliki ekspresi sedingin es dan acuh tak acuh. Di balik eye patch, jarum jam bergerak di mata emasnya lalu berhenti pada angka romawi ... 'I'.


"Berhenti!"


Dari bayang-bayang, mendadak muncul para assassin dari Frost Family dan ingin menghentikan aksi Lux.


Tapi mereka terlambat selangkah ...


" ... Acceleration>>"


Sosok Lux seketika menghilang.


...***...


[ Kenapa kamu melarikan diri? ]


Di istana kesadaran, White Queen bertanya dengan tenang ketika dia menyaksikan bagaimana Lux berlari dengan kecepatan suara.


'Tidak ada alasan kecuali tempat ini berbahaya bagiku.'


[ Maksudnya? ]


'Aku bukan manusia asli. Kamu pasti tahu itu.'


[ ... Aku tahu. Kamu adalah manusia buatan ]


Untuk masalah ini, White Queen tentu saja tahu. Yang dia rasakan pertama kali ketika mengetahui fakta ini ... Adalah kemarahan.


Ya, kemarahan. Sebagai manusia buatan atau homunculus, tanpa ragu lagi Lux harus menderita rasa sakit yang tak manusiawi dan tidak terbayangkan.


Dan White Queen ... Ingin marah dan membunuh para ilmuwan yang telah melakukan hal demikian pada Lux.


Meskipun hatinya bergejolak niat membunuh dan kemarahan seperti binatang buas, ekspresi White Queen masih terlihat tenang lalu bertanya.


[ Lalu apa hubungannya? ]


'Untuk Duchness dari Frost Family, dia memiliki seorang anak laki-laki yang sangat dia sayangi. Dan kebetulan ... DNA putranya ada di tubuhku. Lalu bayangkan bagaimana perasaan seorang ibu ketika tahu DNA putra kesayangannya dijadikan sebsgai bahan eksperimen?'


[ Dia akan menghancurkannya tanpa sisa ]


'Jadi, jawabannya sudah jelas.'


Dengan pemikiran itu, Lux langsung mendarat di tumpukan salju setelah melewati salah satu pohon.


Akan tetapi, bocah itu langsung menyipitkan ketika melihat beberapa sosok tampak sedang menunggu dirinya.


"Wah, kita bertemu lagi bocah?"


Seorang kesatria yang tak asing muncul di depan Lux. Kesatria itu adalah sosok yang sempat menghalangi jalur pelarian Lux sebelumnya.


Kali ini yang membuat ekspresinya berubah adalah level kesatria itu lebih tinggi dari sebelumnya ...


Level 8 (rendah).


[ Butuh bantuan? ]


'Tidak.' Lux menggeleng lalu menciptakan sebuah topeng dari es untuk menutupi wajahnya yang terlalu ... Tampan.


"Hei, bocah. Kenapa kamu menjadi assassin? Kamu tahu, dengan bakat dan penampilanmu, aku ragu ada orang yang mau menolakmu."


Kesatria itu berkata dengan ragu. Namanya adalah Gelles. Awalnya, dia mengira Frost Assassin adalah seorang pembunuh tanpa hati.


Hanya saja, setelah mengetahui informasi dari Duchness Olivia, dia mengetahui kalau bocah di depannya hanyalah anak yang kekurangan kasih sayang dan mungkin ... Salah satu anak paling menderita.


Lahir sebagai homunculus, dipaksa untuk menerima siksaan tidak manusiawi, mencoba melawan tapi tidak berdaya, dan kelahirannya ditolak oleh banyak orang ...


Itu adalah pengalaman yang tidak bisa dibayangkan, bahkan untuk Gelles sendiri. Jika dia berada dalam posisi Lux, dia mungkin sudah mati karena gila.


Untuk pertanyaan Gelles, Lux tidak menjawab. Sebenarnya, Lux sudah memikirkan saran Gelles.


Hanya saja, banyak keluarga dan kekuatan lain yang tidak memenuhi persyaratan Lux.


Nyx Laboratory bukanlah kesemek lembut. Mereka memiliki kekuatan tempur yang gila karena memiliki beberapa anggota di level 10 (tinggi) dan bahkan level Transcendent.


Setidaknya, keluarga yang dipilih oleh Lux setara atau paling tidak sekuat dengan Nyx Laboratory dan memiliki level Transcendent.


Dan tidak banyak yang mencapai level Transcendent. Bahkan hanya keluarga tingkat duke saja yang memiliki makhluk di Level Transcendent.


Diantara keluarga duke di kekaisaran, ada dua pilihan keluarga yang cocok untuknya.


Yang pertama adalah Frost Family. Frost Family memiliki sejarah yang panjang dan tentunya memiliki level Transcendent tapi jelas ... Tidak mungkin Lux bergabung mengingat kebencian Duchness Olivia.


Lalu yang kedua adalah ... Apocalypse Family, sebuah keluarga di mana ada banyak jenius dengan beragam magic unik yang kuat dan mematikan.


Yah ... Meskipun tidak ada yang memiliki magic dan bakat semengerikan milik Lux, tapi tidak diragukan Apocalypse Family adalah tempat berkumpulnya para monster dan cocok untuknya.


'Adapun bergabung dengan kekaisaran atau kerajaan lain ... Itu lebih mustahil. Mereka tidak akan percaya pada hasil ciptaan Nyx Laboratory. Mereka pasti akan curiga dan mencoba membunuhku.'


Lux sudah memikirkannya matang-matang. Dia sudah memikirkan kerugian dan keuntungan sehingga dia bisa menentukan pilihan yang tepat.


'Aku hanya perlu melarikan diri dari tempat ini lalu mencari pemilik magic 'Divinity Frozen' dan bergabung dengan Apocalypse Family dengan mudah.'


Setelah berpikir dengan acuh tak acuh, Lux siap untuk menggunakan spell ice berskala besar sebagai pengalihan.


"Sejujurnya aku ingin melawanmu sendiri, tapi kami khawatir akan terkena trik yang sama lagi. Jadi ... Kami akan melawanmu secara bersamaan."


Mage, assassin, dan knight. Sekali lagi, Lux melihat pasukan elit dari Frost Family dan beberapa diantaranya bahkan telah melampaui level milik Lux.


Dan pemandangan di mana dia yang hanya seorang bocah, dikepung oleh pasukan elit super, membuat Lux tidak tahu harus berkomentar apa sesaat.


[ ... Mereka benar-benar tidak meremehkanmu ] Bahkan White Queen terdiam.


Dia tidak menyangka Frost Family mementingkan Lux sedemikian rupa hingga tidak ragu-ragu mengerahkan sebagian besar kekuatan pasukan elitnya.


Seolah-olah ... Lux adalah iblis yang harus dibasmi sebelum tumbuh menjadi Demon Lord.


Saat ini, kecuali Lux menggunakan Mystic Eyes of Time World, mustahil dia bisa melarikan diri.


Sayangnya, meskipun Lux sudah istirahat selama beberapa hari (tidak yakin), [mana]-nya bahkan belum pulih 1% akibat pertarungan sebelumnya.


Ditambah dia baru saja menggunakan Mystic Eyesnya yang membuatnya kehabisan [mana] ...


'Sepertinya ... Hanya bisa menggunakan itu.'


Menatap ke langit, Lux menyipitkan mata. Tapi ketika dia hendak menggunakan salah satu spell ice magic yang berbahaya ...


Deg!


Jantung Lux berdetak cepat. Perasaan yang sangat akrab dan aneh sekali lagi memenuhi dirinya.


'Tidak–'


Ekspresi Lux sedikit berubah. Dia melompat cepat ke belakang, hanya untuk membuat para pasukan elit Frost Family mengejarnya.


"Jangan berpikir melarikan diri!"


Pedang es langsung muncul di tangan kanan Lux dan berputar sambil mengayunkan pedangnya, hanya untuk menemukan itu hancur di detik berikutnya ...


Tapi Lux tetap tenang. Dia hanya menciptakan senjata dari es dalam berbagai bentuk, pedang, belati, tombak, kapak, dan seterusnya ...


Dia menciptakan semuanya tanpa henti!


Hanya ...


Krak! Pyar!


Semua itu hancur.


Baik itu pedang, kapak, tombak, dan senjata lain yang terbuat dari es seketika pecah.


Senjata es tak terhitung yang diciptakan oleh Lux hancur dalam sekejap mata. Melihat ini, bahkan pasukan elit Frost Family tertegun, tidak mengerti apa yang terjadi.


Mendadak gerakan mereka semua berhenti ketika Gelles memberikan tanda isyarat untuk tidak melakukan apa pun dengan lambaian tangan.


"Bocah itu sudah berakhir," gumam Gelles.


Berbeda dari yang lain masih bingung, Gelles sudah bisa menebak siapa yang kini dihadapi oleh Frost Assassin.


Meskipun ... Sosoknya masih tak terlihat.


'Kalau begitu, akan kugunakannya tanpa ragu-ragu.'


Kilatan dingin melintas di tatapan Lux. Jarinya menari-nari dan suhu yang awalnya rendah semakin rendah.


Salju-salju menjadi beku dan tubuh Lux perlahan memancarkan aura sejuk yang bahkan akan membuat manusia biasa langsung menjadi patung es!


"<Pyar!Dan itu gagal sekali lagi. Salah satu spell terkuat milik Lux tidak bisa diaktifkan dan hancur, membuat kedua mata bocah itu sedikit melebar.'Nullification Ice Magic harusnya tidak begitu ku–'Pluk!Ketika Lux ingin meminta bantuan dari White Queen, tiba-tiba ... Tubuhnya dipeluk dari belakang, menyebabkannya tidak bisa bergerak karena tertegun.'Apa–'"Tenanglah ... Lux."" ... " Mendengar suara itu, semua kekuatan Lux langsung lenyap seolah meninggalkan tubuhnya. Bocah itu ... Merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.Menyentuh tangan putih mulus yang kini memeluknya dengan tenang dan erat, bibir Lux tanpa sadar berkata : " ... Ibu.""Ya ... Ibumu ada di sini. Sekarang berhenti melawan dan pulanglah bersama kami, oke?"" ... ""Aku tahu kamu sulit percaya mengingat pengalaman sebelumnya. Tapi ... Kami tidak akan membunuhmu, aku bersumpah atas nama Frost Family.""Begitu ... Aku mengerti."Setelah mendengar itu, tubuh Lux perlahan tenang dan berhenti melawan karena dia yakin Duchness Olivia tidak akan mengingkari ucapannya, apalagi setelah bersumpah seperti itu ...


Pyar!


Dan itu gagal sekali lagi. Salah satu spell terkuat milik Lux tidak bisa diaktifkan dan hancur, membuat kedua mata bocah itu sedikit melebar.


'Nullification Ice Magic harusnya tidak begitu ku–'


Pluk!


Ketika Lux ingin meminta bantuan dari White Queen, tiba-tiba ... Tubuhnya dipeluk dari belakang, menyebabkannya tidak bisa bergerak karena tertegun.


'Apa–'


"Tenanglah ... Lux."


" ... " Mendengar suara itu, semua kekuatan Lux langsung lenyap seolah meninggalkan tubuhnya. Bocah itu ... Merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.


Menyentuh tangan putih mulus yang kini memeluknya dengan tenang dan erat, bibir Lux tanpa sadar berkata : " ... Ibu."


"Ya ... Ibumu ada di sini. Sekarang berhenti melawan dan pulanglah bersama kami, oke?"


" ... "


"Aku tahu kamu sulit percaya mengingat pengalaman sebelumnya. Tapi ... Kami tidak akan membunuhmu, aku bersumpah atas nama Frost Family."


"Begitu ... Aku mengerti."


Setelah mendengar itu, tubuh Lux perlahan tenang dan berhenti melawan karena dia yakin Duchness Olivia tidak akan mengingkari ucapannya, apalagi setelah bersumpah seperti itu ...