
Note : Maaf telat. Author kurang sehat selama beberapa hari ini.
...***...
Tiba di wilayah Astrea Family pertama kali, Duchness Olivia membiarkan Lux dan anak-anaknya berjalan-jalan dengan syarat untuk tidak berkeliaran terlalu jauh.
Karena Lux ingin mempersiapkan 'sesuatu', dia pergi tanpa ditemani siapa pun.
Adapun Eilaria? Untuk keamanan wilayah Frost Family, wanita itu harus tinggal agar tidak ada orang bodoh yang berani menyerang ketika Duchness Olivia tiada.
Kiara dan Misha awalnya ingin ikut bersamanya, sayangnya mereka terlambat karena Lux sudah pergi duluan.
Yang di luar dugaan adalah Lux akan bertemu dengan Theresia Astrea, Saint Sword terbaru dan ... Terkuat.
'Aku sama sekali tidak menyadari kalau itu dia.'
Ya ... Saat melihat Theresia, Lux pertama kali mengira itu hanyalah salah satu turis dari kerajaan tetangga.
Dia tidak berpikir kalau itu adalah Theresia Astrea, sosok Sword Saint pada era ini.
'Divine Protection of Presence Concealment ... Divine Protection yang cukup merepotkan.'
Lux tahu alasan kenapa dia sama sekali tidak tahu identitas Theresia justru disebabkan Divine Protection ini.
Divine Protection of Presence Concealment, memungkinkan penggunanya untuk menyembunyikan aura, penampilan, dan bahkan aromanya.
Ini juga memiliki efek yang dapat membingungkan orang lain sehingga tidak ada yang tahu kalau itu adalah Theresia meskipun Theresia berbicara dengan suaranya.
Lux baru saja terpengaruh oleh itu ...
'Karena tidak memiliki efek buruk padaku, maka Divine Ice Prince tidak bereaksi.'
Divine Ice Prince dapat menghilangkan segala efek buruk, debuff, penyakit, dan semua virus, tapi jika itu tidak berbahaya untuk tubuh Lux, maka efek itu tidak akan hilang.
Meski begitu, berkat efek adaptasi Divine Ice Prince, Lux pengaruh dari Divine Protection of Presence Concealment mulai melemah.
"Hah ..." Theresia menghela napas lega dan mengelap keringat dinginnya. "Akhirnya kita berhasil melarikan diri, tapi bagaimana mereka bisa menemukan jejakku?" Theresia merasa cukup bingung.
[ Dia memiliki pelacak di tubuhnya ]
Suara White Queen terdengar dan Lux juga menyadari itu ketika melihat ada semacam fluktuasi [mana] di sekitar rambut Theresia.
Jika Lux dan White Queen tidak sensitif terhadap perubahan [mana], mustahil mereka bisa tahu itu.
Hanya saja, saat Lux hendak mengatakan hal itu ...
"Ah, ketemu! Ternyata Ayah meletakkan pelacak di rambutku. Tidak heran." Theresia memegang ujung rambutnya dan tiba-tiba fluktuasi [mana] itu hilang ketika suara seperti pecah terdengar.
[ ... ]
" ... "
Lux dan White Queen terdiam saat melihat betapa mudahnya Theresia menyadari dan menghancurkan pelacak [mana] itu.
[ Sepertinya aku masih meremehkan Sword Saint ]
Setelah memusnahkan pelacak di tubuhnya dengan santai, Theresia kemudian menatap Lux dalam diam ...
"Err ... Kamu mungkin sudah tahu identitasku, tapi aku akan menyebut namaku. Theresia Astrea, Sword Saint selanjutnya."
Dengan nada yang lembut dan hangat, Theresia membuka jubahnya, memperlihatkan penampilannya yang dapat memukau lelaki manapun.
Rambut pirang indah, sepasang mata biru safir, dan gaun putih kuning yang penuh dekorasi unik. Kulitnya kemerahan terlihat begitu mempesona.
Bahkan Lux harus mengakui ... Theresia adalah gadis paling cantik yang dia temui sejauh ini.
[ Kecuali aku ]
" ... "
Lux tidak membalas atas ucapan White Queen yang sedikit cemburu. Sebagai gantinya, Lux hanya mengangguk untuk tanda kesopanan kepada Theresia.
"Merupakan kehormatan bisa bertemu dengan Anda, Nona Sword Saint."
Dengan etiket ala bangsawan, Lux membungkuk dan memberikan penghormatan kepada Theresia dengan tenang.
Melihat perilaku Lux, Theresia entah kenapa merasa canggung dan tidak nyaman. "Kamu tidak harus begitu sopan. Panggil aku Theresia sudah cukup." Theresia mencoba sebisa mungkin untuk akrab dengan Lux.
"Aku mengerti, Nona Theresia."
" ... " Saat ini, Theresia tiba-tiba menyesal karena telah memperkenalkan dirinya.
Dia tidak ingin Lux memperlakukannya secara berbeda. Dia ingin dipandang dengan derajat yang sama seperti orang lain, bukan sebagai Sword Saint atau individu dari Astrea Family.
Berusaha untuk mencairkan suasana, Theresia kemudian berkata. "L-lalu bisakah kamu menyebut namamu?"
" ... " Lux menatap Theresia dengan tenang lalu serpihan es membentuk tulisan. "Kamu bisa menebak identitasku."
Membaca itu, Theresia mulai berpikir dalam-dalam dan seolah menjadi detektif, dia mulai berkata dengan nada menyelidik.
"Menilai penampilanmu dan lambang di jubahmu, kamu pasti berasal dari Frost Family kan? Tapi aku tidak pernah dengar ada anak laki-laki di Frost Family kecuali satu ..." Dia menatap Lux dengan mata melebar. "Apa jangan-jangan kamu adalah Shin Frost, anak dengan kekuatan suci terkuat di dunia?!"
" ... "
[ ... ]
Sejak kapan Shin punya kekuatan suci?
"Tapi kudengar Shin Frost sudah hilang dari Frost Family setelah bertahun-tahun. Mungkinkah ..." Theresia menatap Lux. "Kamu sudah ditemukan kembali oleh Duchness Olivia?"
" ... "
[ Aku tidak tahu apakah dia pintar atau terlalu bodoh ]
Sementara mereka harus mengakui apa yang Theresia ucapkan itu masuk akal, tapi gadis itu tetap saja menebaknya dengan salah.
Lux menghela napas diam-diam dan hendak memperkenalkan diri, tapi Theresia sudah berkata duluan.
"Yah, siapa pun dirimu, aku tidak peduli. Aku hanya ingin bilang ..." Theresia memberikan senyuman paling indah yang pernah dia berikan. "Senang bisa bertemu denganmu, Putra Frost Family."
Menatap Theresia yang tersenyum lembut sambil mengulurkan tangannya, Lux terdiam sesaat lalu ragu-ragu menjabat tangannya.
"Ah, bisakah aku tahu produk apa yang kamu pakai sampai tanganmu bisa selembut ini? Ini lebih lembut dari tanganku."
" ... "
Baiklah, kali ini Lux benar-benar tidak bisa berkata-kata.
Tapi Theresia tidak bisa disalahkan juga. Karena efek Divine Ice Prince dan magic ketiga Lux yaitu Champions Charm, penampilan dan pesona Lux sudah ditingkatkan ke level yang tak terbayangkan.
Saat ini, jika Lux mengaku bahwa penampilannya adalah yang kedua, maka tidak ada yang berani menyebut dirinya sebagai yang pertama.
"Kamu mungkin masih asing di tempat ini, bagaimana kalau aku mengajakmu jalan-jalan?"
Menatap Theresia yang tampak seperti tidak memiliki niat lain, Lux hanya mengangguk tenang.
...***...
[ Aku mulai merasa gadis ini menyebalkan ]
'Aku setuju,' ucap Lux di pikirannya tanpa ragu-ragu.
Pada saat ini, Lux diseret oleh Theresia ke beberapa tempat asing yang belum pernah dia kunjungi.
Toko mainan, museum, dan berbagai tempat unik lainnya. Sepanjang jalan, Theresia terus menerus membicarakan tentang betapa bagusnya wilayah Astrea Family.
"Kamu tahu? Walau sejarah kami tidak sepanjang Frost Family dan keluarga lain, tapi kekuatan Astrea Family adalah yang terkuat di kekaisaran. Bahkan kekaisaran pun akan mengalami kerugian besar berhadapan dengan kami."
Mendengar itu, Lux tidak memiliki reaksi yang besar. Walau mungkin Theresia terdengar sangat sombong, tapi Lux tahu ... Bahwa apa yang keluar dari mulut Theresia itu adalah kenyataan.
Astrea Family pada dasarnya setara dengan kekaisaran, bahkan bisa menyebabkan kekaisaran kehilangan banyak kekuatan tempur.
Walau tidak banyak level Transcendent di Astrea Family, tapi yang menjadi sumber kekuatan di Astrea Family adalah Divine Protection dan kekuatan suci mereka. Dengan kedua hal itu saja, Astrea Family pada dasarnya hampir tak terkalahkan.
Dengan kekuatan Astrea Family yang begitu kuat? Apakah Lux tidak pernah memikirkan untuk bergabung dengan keluarga ini?
Sebenarnya, pemikiran ini memang terlintas di benak Lux. Tapi dia langsung melupakannya mengingat latar belakangnya.
Sangat tidak realistis seorang pembunuh bergabung dengan Astrea Family yang merupakan keluarga suci.
Bukannya diterima, Lux pasti akan dibunuh oleh Astrea Family.
Begitu dia ditargetkan oleh Astrea Family, Lux tidak akan selamat dan pasti akan mati.
Bahkan saat ini, Lux yakin tidak mungkin dia akan menang saat melawan Theresia sekalipun menggunakan Mystic Eyes of Time World dan Divine Ice Prince.
Kekuatan Astrea Family sangat overpower sedemikian rupa sehingga banyak membuat para penjahat ketakutan.
Apalagi Astrea Family melahirkan Sword Saint yang merupakan manifestasi keadilan. Puncak kekuatan suci untuk membasmi kejahatan di dunia.
'Tunggu ... Penjahat?'
Langkah Lux tiba-tiba berhenti. Sebuah pemikiran yang aneh melintas di benak bocah itu, yang membuatnya merenung.
"Apakah ada sesuatu yang aneh?" tanya Theresia dengan agak khawatir. "Oh, mungkinkah kamu lapar? Kalau begitu–"
Lux menarik ujung lengan Theresia. Gerakan inisiatif Lux membuat gadis itu membeku dan terkejut.
Beberapa kata es mulai melayang di udara. "Kamu mengatakan akan membawaku kemanapun yang aku inginkan lalu ... Bisakah kamu membawaku ke makam Sword Saint?"
" ... " Theresia awalnya linglung sebelum buru-buru berkata dengan semangat dan hangat. "Oke, oke, ayo pergi! Aku akan membawamu kemanapun yang kamu inginkan!" Gadis itu tersenyum bahagia.
Lux mengangguk dan tidak terlalu mempedulikan antusiasme Theresia. Suara White Queen terdengar di benak Lux.
[ Apa yang kamu rencanakan dengan mengunjungi makan Sword Saint? ]
'Sesuatu ...'
Lux tidak menjelaskan. Hanya meninggalkan jejak misterius yang membuat White Queen menyipitkan mata.
[ Jangan lakukan sesuatu yang berbahaya ]
'Aku tahu.'