Become A Protagonist Clone In Eroge Game?

Become A Protagonist Clone In Eroge Game?
Ch. 06 – New Young Master



"Kamu mungkin sudah tahu siapa aku, tapi sekali lagi, aku akan memperkenalkan diri. Namaku Olivia Frost, Duchness dari Frost Family saat ini sekaligus ... Orang yang akan menjadi Ibumu."


" ... "


Saat ini, Lux sudah berada di sebuah ruangan yang mirip kantor. Kantor berwarna biru dengan hiasan es mewah dan dokumen di meja itu juga tertata rapi.


Hanya saja, ucapan yang keluar dari bibir Duchness Olivia membuat Lux tidak bisa berpikir sejenak.


Setelah beberapa menit, sebuah tulisan dari serpihan es muncul di udara. "Kenapa?"


Melihat Lux tidak mau berbicara dengan suaranya langsung, Duchness Olivia hanya mengerutkan kening, tapi dia tidak terlalu keberatan.


"Apakah kamu menanyakan mengapa aku ingin menjadi Ibumu?"


Lux mengangguk tenang. Sampai sekarang dia masih tidak mengerti ... Kenapa Duchness Olivia, sang Ibu yang sangat posesif pada protagonis ingin mengangkatnya sebagai putranya?


Duchness Olivia ingin menjawab, tapi dia tampak ragu-ragu sejenak sebelum suara wanita itu akhirnya terdengar.


" ... Tidak ada alasan, itu hanya karena aku ingin."


" ... "


Di balik topeng, Lux mengangkat alisnya. Itu alasan ingin menjadi Ibunya? Rasanya ... Sulit dipercaya.


"Aku tahu itu sangat sulit untuk dipercaya, tapi yakinlah ... Aku benar-benar ingin merawatmu. Aku juga tidak terlalu mengerti ... Mungkin, karena hubungan antara kita berdua atau aku terlalu merindukan Shin?"


[ Dengan kata lain, kamu hanyalah pengganti putranya ]


' ... Benar.' Lux menyetujui pendapat White Queen.


Duchness Olivia putus asa. Lux bisa tahu itu betapa gilanya wanita ini berusaha mati-matian mencari protagonis Shin dalam plot.


"Jadi ... Apakah kamu ingin menjadi putraku, Lux Silverfrost?" tanya Olivia dengan tenang. Entah kenapa, dia merasa agak gugup dan telapak tangannya berkeringat.


" ... "


Untuk penawaran itu, Lux tidak langsung menjawab. Dia mulai berpikir dengan tenang.


Sejujurnya ... Penawaran Duchness Olivia cukup menggoda dan bukan hal yang buruk untuk menerimanya.


Lagipula, begitu dia menjadi bagian dari Frost Family, maka Nyx Laboratory tidak akan begitu berani mencari masalah dengannya.


Yah ... Walau mungkin ada beberapa konspirasi di balik layar dari mereka untuk mendapatkan dirinya, tapi Lux cukup yakin bisa menyelesaikan semua itu ...


Namun ...


'Apakah orang-orang itu menerima keberadaanku?'


Memikirkan adik dan kakak perempuan protagonis, Lux mengerutkan kening. Meski Duchness Olivia mungkin entah kenapa tidak terlalu membencinya lagi, hal yang sama tidak bisa dikatakan untuk heroine lain di tempat ini.


Bukan hanya itu, pelayan dan para kesatria di Frost Family juga mungkin tidak akan suka padanya sehingga memiliki keinginan untuk membunuhnya.


Bagaimanapun, kenangan mereka bersama Shin lebih dalam dan indah. Tiba-tiba ada anak asing yang menggantikan posisi tuan muda mereka ... Hal tersebut pasti akan menimbulkan rasa tidak puas dari mereka.


Apalagi mengingat Lux adalah 'pembunuh', Frost Assassin yang terkenal. Membunuh di usia yang begitu muda pasti memiliki citra yang buruk untuk sebagian besar orang.


"Apalah kamu khawatir?" Duchness Olivia bertanya dengan tenang. Melihat Lux tidak menjawabnya, wanita itu melanjutkan.


"Jangan khawatir ... Selama aku menjelaskan, mereka pasti akan mengerti dan menerima keberadaanmu. Juga, posisi ini bukannya selamanya. Begitu Shin kembali ... Maka kamu bisa meninggalkan posisi ini."


Ketika mengucapkan akhir kalimat itu, Duchness Olivia tiba-tiba merasa sangat ... Tidak nyaman.


Dia tidak tahu kenapa dirinya merasa seperti ini, pemikiran bahwa Shin pulang lalu menggantikan posisi Lux membuatnya tidak senang dan enggan.


Dia hanya merasa ... Lux mungkin akan lebih baik.


Menyadari apa yang dia pikirkan, Duchness Olivia tertegun lalu menggeleng panik.


'A-apa yang aku pikirkan?'


Mencoba tenang, Duchness kemudian melanjutkan lagi. "Tenang saja, sekali pun Shin pulang dan menggambil kembali posisinya, keberadaanmu tetap akan sama berharga dan sepenting sebelumnya. Jadi Nyx Laboratory tidak akan melakukan apa pun padamu."


"Aku mengerti. Kalau begitu, mulai sekarang, tolong rawat aku, Ibu."


Mendengar jaminan Duchness Olivia, Lux tidak ragu-ragu lagi dan segera menerimanya. Di saat berikutnya ...


"Bicara dengan suara."


"???"


"Saat bersamaku ... Tidak apa-apa jika berbicara dengan suaramu."


Lux diam sambil menatapnya sejenak lalu mulai membuka mulutnya dan suara yang seperti bukan suara fana terdengar.


"Baiklah ... Ibu."


" ... "


Duchness Olivia hampir kehilangan akalnya ketika mendengarnya. Untungnya, dia sangat bagus dalam pengendalian dirinya, jadi dia tetap tenang.


"Kamu bisa keluar. Akan ada pelayan yang akan memandumu menuju ke kamar. Jika ada tempat yang ingin kamu kunjungi atau berjalan-jalan ... Sampaikan saja kepada pelayan itu."


"Dimengerti."


"Kalau begitu, keluarlah." Duchness Olivia berhenti menatap Lux dan berpura-pura membaca dokumen.


Lux juga berbalik dan hendak menggengam gagang pintu, tapi gerakannya terhenti sebentar. "Ibu."


"Apakah ada sesuatu?"


"Tidak ada. Hanya ... Terima kasih."


" ... Bukan apa-apa," ucap Duchness Olivia acuh tak acuh. "Keluarlah dari ruangan ini kalau kamu tidak butuh hal lain."


Lux mengangguk tenang sebelum membuka pintu lalu keluar dari kantor Duchness Olivia, meninggalkan sosok Duchness Olivia sendirian.


Hampir saja dia lepas kendali. Jika tekadnya kurang kuat, dia mungkin akan langsung memaksa Lux dan melakukan hal yang di luar nalar ...


Menarik napas dalam-dalam, Duchness Olivia berusaha menyembunyikan rona merah di wajahnya.


Menghirup aroma tubuh Lux yang masih tersisa di kantornya, wanita itu bergumam dengan tak wajar.


"Lux ..."


...***...


[ Apa kamu yakin ingin bergabung dengan keluarga ini? ]


White Queen bertanya sambil mengerutkan kening. Sejujurnya, meski ekspresinya tenang, dalam hati dia merasa agak tidak senang.


'Kita tidak ada pilihan. Menolaknya justru akan berujung dengan paksaan. Selain itu ... Bergabung dengan Frost Family bukan hal yang buruk.'


Meski Lux tidak begitu tahu apa yang membuat Duchness Olivia sampai berubah pikiran, tidak diragukan ini adalah hal yang baik.


Lagipula, siapa yang ingin diincar dan dIbunuh tanpa henti oleh seorang wanita yang mirip yandere?


'Juga, dengan status sebagai seorang tuan muda Frost Family, orang-orang dari Nyx Laboratory akan berhenti menargetkanku untuk sementara.'


[ Selama kamu memiliki aku, aku bisa mengusir para serangga yang mengincarmu ]


'Itu tidak cukup.' Lux berkata tenang di pikirannya. 'Sementara aku tidak meragukan kekuatanmu, tapi saat ini kamu cukup lemah. Selain itu, keberadaanmu tidak boleh terekspos oleh mereka. Kamu adalah kartu truf yang hanya bisa digunakan pada saat tertentu.'


Kekuatan di mana bisa menahan level Transcendent sebanyak tiga kali tidak boleh disia-siakan begitu saja.


[ Begitu ... Aku mengerti ]


Mendengar penjelasan itu, White Queen pun tidak terlalu memikirkannya lagi dan mengangguk tenang.


Sementara Lux berjalan, dia tiba-tiba bisa merasakan kehadiran seseorang yang seperti mengikutinya lalu kehadiran itu berdiri di depannya.


Sebuah suara yang lembut dan ramah terdengar jelas di telinga Lux.


"Senang bertemu dengan Anda Tuan Muda Lux. Perkenalkan, saya adalah mantan kepala pelayan pribadi Duchness Olivia dan saat ini, saya diperintahkan untuk menjadi pelayan pribadi Anda, nama saya Eilaria. Mulai sekarang, mohon bantuannya."


Langkah Lux berhenti. Di depannya adalah seorang wanita dewasa yang sangat cantik dan mempesona dengan pakaian maid merah putih.


Rambut berwarna perak merah muda dan sepasang mata amethyst sedang mengawasi dirinya dengan penasaran.


Senyuman yang lembut dan hangat di wajah gadis itu terlihat sangat serasi dan cocok. Bahkan senyumannya lebih hangat dari sinar matahari.


Hanya saja, tubuh Lux langsung menjadi tegang dan waspada. Bukan tanpa alasan, dia merasakan level gadis ini jauh melampaui levelnya dan bahkan hampir setara dengan kekuatan Duchness Olivia.


Level 10 (menengah)!


Dengan kata lain, hanya beberapa langkah lagi sebelum wanita ini mencapai level Transcendent!


Lux tidak tahu harus berkata apa. Haruskah dia merasa senang atau waspada karena tidak menyangka Ibunya itu meletakkan sosok yang over power di sisinya?


Bahkan Shin, yang merupakan protagonis tidak menerima perlindungan mewah seperti ini bukan? Pengawal Shin paling kuat hanya level 5 (tinggi).


Menyadari kewaspadaan Lux, wanita itu, Eilaria langsung berkata lembut.


"Ah, maaf Tuan Muda telah membuat Anda waspada. Tolong jangan khawatir, sejak status saya menjadi pelayan pribadi Anda, tidak ada yang bisa memberikan perintah kepada saya termasuk Duchness Olivia kecuali Anda."


Lux menyipitkan mata. Walau senyuman wanita itu selembut biasa, tidak mungkin baginya mempercayai ucapan Eilaria semudah itu.


"Saya tahu Anda sulit untuk percaya, tapi Anda akan yakin dengan kesetiaan saya setelah beberapa waktu."


Mendengar pernyataan lembut tapi penuh keyakinan dari wanita di depannya, Lux terdiam.


Terlepas dari kewaspadaan Lux, dia juga tahu bahwa wanita ini bisa dipercaya sedikit.


Lagipula ... Eilaria adalah salah satu sub-heroine yang sangat membantu Shin saat plot memasuki pertengahan cerita ...


Selain itu, memiliki pelindung level 10 (menengah) bukan hal yang buruk, bisa menjadi salah satu kartu trufnya. Jadi ...


"Senang bertemu denganmu ... Namaku Lux Silverfrost, mulai sekarang mohon bantuannya juga."


Lux merasa kurang sopan jika tidak berbicara kepada pengawalnya dengan 'tulisan', jadi dia memakai suaranya.


Hanya saja, dia tidak menyangka respon Eilaria begitu berlebihan.


" ... "


Mata wanita itu melebar, dia menutup mulutnya dengan sopan seolah terkejut. "Ara ..."


Senyuman Eilaria menjadi lebih lembut dan penuh kasih entah kenapa lalu berkata hangat.


"Sekarang, saya mulai mengerti mengapa Duchness memerintahkan saya untuk berada di sisi Anda, Tuan Muda Lux."


" ... "


"Tapi sekadar saran dari saya, Tuan Muda Lux. Tolong jangan berbicara dengan suara Anda kecuali di saat tertentu, oke?"


Lux menatap Eilaria yang kini menatapnya dengan tatapan ... Yang belum dia terima sejak dia hidup. Itu terlalu lembut dan hangat sampai membuatnya agak bingung sesaat.


Tidak mau memikirkannya, sebuah tulisan es langsung muncul di depannya.


"Mengerti ..."


"Tidak perlu begitu sopan Tuan Muda Lux. Apakah Anda ingin jalan-jalan dan mengenal lebih akrab dengan tempat tinggal baru Anda? Selain itu, saya yakin banyak yang bersemangat untuk bertemu dengan Anda."


Lux menatap ke arah luar jendela dan menyaksikan proses salju turun dari langit sebelum perlahan-lahan mendarat di permukaan tanah dengan lembut.


"Ya ..."


...***...