
Keesokan harinya
huaaaaa(menguap)
Jam menunjukan 06.00
seperti biasa aku bersiap siap ke kampus.
"Selamat pagi ina,selamat pagi semua"
Seperti biasa juga aku sarapan sendiri,aksa sudah berangkat,aku memulai sarapan ku,dan aku melihat ada map berisi berkas berkas di meja .
"Ina"
"Iya nona"(ina)
"Berkas siapa ini"
"yaampunnn ini berkas nya tuan muda,
royyyy.."(ina,berteriak memanggil roy)
"Ada apa"(roy)
"Berkas tuan muda tertinggal"(ina)
"Apaaa..
sini biar ku suruh orang mengantadnya"(roy)
"Ehhh tidak usah,biar aku saja"
Aku mengajukan diri untuk mengantarkan berkas ini ke kantornya,sebenarnya aku ingin melihat seberapa megah perusahaan nya sehingga dia kadang terlihat sombong.
"Tapi nona anda harus kuliah,tidak usah repot repot,aku akan menyuruh orang saja".(roy)
"Ehhh tidak perlu royy,lagi pula masih ada waktu kann,aku tidak akan terlambat".
"Baiklah nona"(roy)
Setelah menyelesaikan sarapan aku langsung mengajak roy untuk berangkat.
"Ayo roy"
"Mari nona"(roy)
Dijalan seperti biasa tidak ada percakapan antara aku dan roy,karna roy itu irit sekali dalam berbicara.Akhirnya aku sampai di kantor aksa,dannn yaampun MAHENDRA GROUP benar benar perusahaan yang sangat besar,begitu mewah dann aku melihat karyawan karyawan nya yang begitu modis,bahkan ada yang dari luar negeri juga.
"Nona saya mengantar sampai sini saja"(roy)
"Oh baiklah roy"
Aku bingung bagaimana mencari dia di tempat sebesar ini,lalu secara kebetulan aku melihat aksa sedang berjalan menuju suatu ruangan bersama teman teman temannya,aku langsung memanggilnya
"Aksaaa,aksaa"(sambil melambaikan tangan)
Aksa menoleh padaku,aku segera berlari dan menghampirinya,tapii wajahnya sangat aneh,ekspresinya seperti tidak suka akan kehadiranku
"Kauu"(aksa)
"Iniii berkas mu tertinggal di rumah"
"Wawww brotherr siapa gadis cantik ini"(sean)
"Kau seharusnya tidak kesini"(aksa,berbisik)
"A apa"
"Heyy siapa dia?"(sean)
"Dia sepupuku"(aksa)
Degggg..
Ketika dia memperkenalkan ku sebagai sepupu,entah kenapa begitu sangat menyakitkan,padahal aku tahu aku memang istri kontraknya yang harus dia sembunyikan dari dunia luar
"Sepupu?kenapa kau tidak bilang punya sepulu secantik dan semanis ini broo"(sean)
"Sttt diamlah atau ku pecat sekarang juga..
masuklah duluan aku akan menyusul"(aksa)
"Ok ok.. dahh adek cantik"(sean,sambil mengedipkan mata)
Aksa mengambil berkas itu dengan kasar.
"Berikan padaku,sekarang pergilah"(aksa,mengusir dan hendak pergi)
"Ehhh tunggu"(memegang lengan aksa)
"Stttt"(dengan kasar melepaskan tanganku)
Aku tidak bisa berkata kata,dia sangat kasar,berbeda dengan aksa yang ku kenal beberapa hari yang lalu,meskipun tidak lembut tapi cukup baik.
"Sudah ku bilang pergilah,kau tidak seharusnya datang kesini,bukankah di rumah banyak pelayan yang lain,apakah mereka terlalu malas untuk mengantar berkas penting boss nya"(aksa)
Aksa berteriak dan membentak ku di depan orang ramai,sehingga kita menjadi fokus perhatian.
"Ada apa,siapa itu yang di marahi bos"(karyawan 1)
Aku melirik kiri kanan,banyak yang memperhatikan dan membicarakan ku,aku merasa sakit hati,mencoba menahan air mata ku,maksudkuu kenapa dengan orang ini,,aku sudah baik baik datang untuk mengantar berkas nya tapi dia malah marah marah tidak jelas,apa mungkin dia takut kalau aku mengaku ngaku istrinya dan dia akan merasa malu?.
tiba tiba ada suara wanita memanggil.
"Aksa"(lucy)
Aksa dan aku menoleh
"Lucy"(aksa,terkejut)
Wanita itu berlari manghampiri aksa dan langsung memeluknya dengan penuh cinta.
"Sayanggg aku sangat rindu"(lucy)
"Sa sayanggg",Aku hanya terdiam dan melihat mereka berpelukan
"Apa yang kau lakukan disini?..(aksa,sambil melepaskan pelukan wanita itu)
"A aku rindu padamu,aku ingin bicara"(lucy,dengan nada manja yang menjijikan)
"Huhhhh baiklah ikut denganku "(aksa,seperti terpaksa)
"Tunggu"(aksa,menghentikan langkahnya)
"Belle pergilah kita akan bicara nanti"(aksa,lalu meneruskan langkahnya)
Aku merasa sedang di atas gunung,lalu aku terjatuh ke bawah jurang,perasaan ku bukan hanya sedih atas perlakuannya,tapii mungkinkah aku telah salah mengartikan kebaikannya selama ini.
Aku langsung pergi menghapiri roy yang sedang menungguku di parkiran
"Nona,kenapa?"(roy)
"Ayoo cepat pergi dari sini"
Roy berlaga bingung,padahal dia mengetahui kejadian tadi gapi berpura pura tidak tahu
Di mobil aku tidak berhenti menangis roy hanya diam dan fokus menyetir.Akhirnya sampai di kampus,aku segera masuk ke kelasku.
Dikantor,
Jam 06.00,sebelum aku Belle datang ke kantor.
"Stttt sialannnn berkas penting malah tertinggal di rumah"(aksa,memeriksa tas)
Mengambil ponselnya.
"Sttt aku lupa mengisi daya ponsel"(aksa,membanting ponselnya ke kursi)
Tok tok tok(suara mengetuk pintu)
"Masuk"(aksa)
"Aksa aksa ini gawattt"(sean,langsung masuk dengan wajah panik)
"Cihhh kenapa kau ini tiba tiba datang dan berkata gawat...gawat..."(aksa)
"heyyy aku baru mendapat info dari orang orang kita kalau enzo musuh bebuyutanmu mengirim orang untuk mengawasi kita"(sean)
"Apaaa"(aksa)
"Yaaa dan dia terlihat sedang berada di dekat perusahaan kita"(sean)
"Suruh orang orang kita menjaga di dengan lebih ketat dan hati hati,perhatikan cctv dan semua yang terlihat aneh"(aksa)
"Okk baiklahh".(sean,mengambil ponsel dan menelfon),
"Oh iya klien kita dari Qatar sudah menunggu di ruang meeting".(sean)
"Baiklah ayoo".(aksa)
Kejadian sesudah aku belle datang
"Awww aksa sakitt
kamu menyakiti tanganku"(lucy)
"Diammm,suruh siapa kau datang kemari"(aksa,menarik tangan lucy dengan kasar).
"Masuk"(aksa,mendorong nya masuk ke ruangannya)
"Kenapa kau kasar sayang"(lucy)
"Stoppp it jangan panggil aku sayang"(aksa,dengan wajah marah)
"Apa yang ingin kau bicara kan denganku?"(aksa)
"A akuu...aku ingin kembali padamu,aku menyesal"(lucy dengan wajah memelas)
"Hahaha sungguh luar biasa,seenaknya kau pergi mencampakanku,bahkan disaat aku benar benar rapuh dan menyerah pada dunia"(aksa,dengan ekspresi jiji)
"Ta tapi aku pergi untuk karir ku"(lucy,memengang tangan aksa)
"Karir?"(aksa)
Menunjukan beberapa foto.
"Berkarir menjadi wanita ****** di luar negeri bukan?"(aksa)
"A apa,kau dapat dari mana?"(lucy)
"Tidak penting ini dari mana atau dari siapa"(aksa)
"okk giliranku yang berbicara,ingatlah kata kata ku..(aksa mendekatkan wajahnya dengan wajah lucy)
aku angkasa mahendra tidak lagi mencintaimu,aku angkasa mahendra sudah melupakanmu..
jadi kumohon lucy jangan ganggu hidupku,pergi dan jangan temui aku,anggap saja kita tidak pernah berteman"(aksa,dengan penuh kemarahan)
"Kenapa kau berbicara seperti itu padaku
aku tahu kau masih sangat mencintaku bukan,lagi pula foto itu adalah hasil editan,itu bukan aku"(lucy)
"Hahaa,stoppp,apa kau tahu,kenapa aku sangat ditakuti musuh musuhku?
karna aku tidak segan melukai orang yang mengganggu ketenangan ku,kalau kau masih mengganggu ku,kau akan menjadi target ku selanjutnya"(aksa,dengan senyum menakutkannya)
Dengan penuh ketakutan lucy pergi berlalri meninggalkan aksa dan kantornya.
"Aaaaaa"(aksa,membanting barang)
"Belle,apa aku sudah keterlaluan padanya?"(aksa)
Mengambil ponsel nya yang tadi sudah di charger,lalu menelfon roy
"Hallo roy"(aksa)
"Iya tuan"(roy)
"Dia sudah sampai?"(aksa)
"Sudah tuan,euuu,tuan aku sangat minta maaf karna twlah mengantarnya untuk menemui mu di kantor,maaf aku baru tau kalau musuh kita sedang...."(roy)
"Cukup royy,tidak apa apa,
apa dia menangis?"(aksa)
"Yaa tuan"(roy)
"Huhhhh baiklah tolong jaga dia untuk ku"(aksa,suara nya seperti meenyesal)
"Baik tuan aku akan menjaga nya"(roy"