
Keesokan harinya
Hari ini disekolah ada acara penting untuk menyambut donatur terbesar untuk kampus,sebenarnya aku sangat malas ke kampus karna aku tau siapa orang yang di sebut donatur terbesar itu.
"Ahhh apakah aku bolos saja?"
tok tok tok(suara ketukan pintu)
"Nona sudah bangun?"(ina)
"Sudah ina"
"Sarapan sudah siap"(ina)
"Iya aku baru bangun"
mau tidak mau aku harus pergi ke kampus,dia pasti tidak akan menemui ku disana,dia akan pura lura tidak mengenalku,bukan kah dia malu mengakuiku,bahkann dia mempermalukan ku.
Aku segera bersiap
selesai sarapan aku langsung pergi bersama roy.
Dikampus
"Akhirnya sampai,emmm dimana mita?"
"Perhatian perhatian semua mahasiswa ditunggu di aula"(suara mc)
"Aula?"
aku pun pergi terlebih dahulu ke aula sambil sesekali melihat kiri dan kanan mencari mita.
"Belle...aku disini"(mita,memanggil)
akhirnya aku bertemu mita,aku pun pergi bersama nya menuju aula.
"Wahhh aku baru pertama kali ke aula ini,lihatlah sungguh besar belle"(mita,merasa kagum)
"Iya aku juga baru lertama kali,seperti stadion bola"
"Ayo duduk di sana"(mita,menarik tanganku)
"Ayooo".
Semua mahasiswa dari berbagai fakultas telah berkumpul.
"Baik semuanya karna acara akan dimulai dimohon untuk diam sejenak,acara hari ini adalah ulang tahun kampus kita yang ke 40 tahun,dan kita akan kedatangan donatur terbesar di kampus kita silahkan dan mari kita sambut
ANGKASA MAHENDRA"(mc)
"WAHHHHHHHHHHHHH"(suara semua mahasiswa yang hadir)
"AAAAAAAAA"(suara teriakan histeris kaim hawa)
"Yaampunnn dia sangat tampan"(mahasiswa 1)
"Aku ingin pingsan"(mahasiswa 2)
"Lihatlah sungguh sempurna"(mahasiswa 3)
"Bellleeee lihatlah dia ya ampun aku tidak percaya ada laki laki setampan itu,bahkan lebih tampan dari pak dosen,seperti yang ada di film film"(mita merasa kagum)
"Haaaahhh biasa saja"
"A apaaaa kau buta ya belle,setampan itu kau sebut biasa"(mita)
Aku sebenarnya ingin melihat wajahnya,tapii aku takut perasaan ku makin tak karuan,hari ini dia sungguh tampan dengan setelan jas yang membuatnya begitu berwibawa.
Di sisi lain,aksa terlihat melihat kesana kemari seperti sedang mencari seseorang
"Ah ketemu,rupanya disana,meskipun bersembunyi,mata ku sangat tajam setajam elang"(aksa,bicara dalam hati)
Aksa mengambil alih mikrophone.
"Ehemmm,hallo semua apa kabar perkenalkan saya angkasa mahendra senang bertemu dengan mu,,maksud ku senang bertemu dengan kalian"(aksa)
"Belle apakah aku tidak salah lihat,dia sedang melihat ke arah kita,lihatlah!"(mita)
"Aku melihatnya sejenak,ternyata dia memperhatikan ku,tak sengaja mata kita saling berpandangan,aku langsung mengalihkan pandangan ku"
"prok prok prok"(suara tepukan tangan)
Setelah 1 jam di aula,akhirnya acara inti telah selesai,dilanjutkan acara lainnya,aku bilang pada mita kalau aku akan ke uks dulu sebetar karna merasa pusing.
Aku keluar untuk menghirup udara segar,tiba tiba ada seseorang yang menarik tangan ku.
"aksa?
Aww lepaskan"
"Masuk"(aksa,meminta ku masuk ke mobilnya).
"Tidak mau"
"Masuklah aku ingin bicara"(aksa,memaksa)
Aku terpaksa masuk kesalam mobilnya.
Dia membawa ku ke sebuah tempat,yaaa ternyata danau dekat rumahku,tempat pavorit ku,dan tempat pertama kali aku bertemu dengannya.
"I ini,untuk apa mengajaku ke sini?"
"Turunlah"(aksa)
Aku pun turun,jujur aku sangat rindu tempat ini,apalagi dengan pohon besar disana,
Ayoo,(aksa,menarik tangan menuju pohon besar)
"apa kau tidak akan berpelukan dengan pohon besar ini?bukan kah ini teman mu?(aksa)
"Emmm kenapa kau bisa tahu"
"(aksa,saling berhadapan dan berpandangan)
Deggg "di da sudah tau?(aku berbucara dalam hati)
"Se sejak kapan?"
"tidak pemting sejak kapan,
Tapi...terimakasih"(aksa)
Aku hanya terdiam tak menjawab karna sedang berfikir sejak kapan dia tau.
"Heyy,kenapa melamun,apa kau sedang teringat saat kau memberiku nafas buatan?wah wahhh kau telah mencium ku belle"(aksa,menggoda)
"Ihhhh kauuu,jika tidak ku beri nafas buatan kau sudah mati"
"Hahaha tenanglah"(aksa)
Aksa mendekat padaku,dan mendorong tubuhku ke belakang merapat ke pohon besar itu,wajahnya begitu dekat hingga nafasnya bisa ku rasakan,anehnya aku mulai terhipnotis dan tidak ingin menjauh.
"Bagaimana cara mu menciumku?"(aksa)
"A apa?"
Cupp(suara bibir saling menempel)
"Apakah seperti itu?"(aksa)
"kauuu?"
Cupppppppp(lebih lama)
Yaaa dia mnciumku,dua kali untuk yang kedua bahkan lebih lama,dia membuka mulutnya dan terus menciumku,menjelajahi seluruh area mulutku,menghisap bibir dan lidah ku,ini sunggu aneh,aku mulai terhipnotis dengannya dan mulai membuka mulut ku juga,dan kita berciuman agak lama.
Bibir ku dia lepasan dari bibir nya,dia menatapku dan mengusap bibir ku.
"Maniss"(aksa)
Aku tidak bisa berkata kata,aku bingung dengan kejadian yang baru saja terjadi.
"Heyyy tidak usah malu,dengarkan aku aku minta maaf atas kejadian di kantor,aku melakukan itu bukan karna membencimu atau malu mengakui mu,aku ingin melindungi mu"(aksa)
"Melindungi?"
"Iya melindungi,kau harus tahu banyak sekali musuh ku di luar sana yang sangat berbahaya yang sedang mengintai dan mengawasi ku,sebenarnya aku takut,aku takut kalau mereka tahu kau dekat dengan ku mereka akan menyakitimu"(aksa,berusaha meyakinkan)
"Kenapa,apa urusan nya denganku?"
"Karna kau orang terdekatku,aku trauma,duluu mereka juga melakukan hal sama pada bunda ku,kau tau sebenarnya kecelakaan bunda bukanlah kecelakaan yang tidak di sengaja,tapii ini di sengaja,ada orang yang sengaja membuat rem mobilnya blong sehingga masuk jurang"(aksa)
"Hahh benarkah?"
"Iyaa,aku sudah menyelidikinya
aku sudah mulai mengiklaskannya tapi aku tidak mau kejadian yang sama terulang kembali
"(aksa)
"Saat di kantor sean bilang padaku kalau musuhku berada di sekitar kantor dan mengawasi ku,makannya aku berlaku tidak baik padamu agar mereka menganggap kau bukan siapa siapa ku"(aksa)
"Yaaa aku mengerti,maafkan aku sudah salah paham dan menganggapmu buruk"
"Benar kau sudah paham?
tidak ingin bertanya siapa lucy?"(aksa,menggoda)
"Aku tidak perduli"
"Benarkahhh?"(aksa)
"Siapa dia?.."
"Hahaha dia mantan kekasihku"(aksa)
"Mantan?tapi dia memanggilmu sayang"
"Iyaa dia ingin kembali tapi ku tolak"(aksa)
"Kenapa?"
"Karnaaa aku sudah tidak mencintainya"(aksa)
"Benarkahhh?"
"Iya benar"(aksa)
"Emmmm okk aku percaya"
"Apa kau memaafkanku?"(aksa)
"I iya aku memaafkanmu"
"Emmmm yang tadi kita lakukan,maafkan aku karna lancang,akuuu bingung bagaimana mengatakan nya,mungkin ini terlalu cepat,tapii aku sudah berfikir tentang hal ini,,"(aksa,mengumpulkan keberanian)
"Belle aku mencintaimu"(aksa)
"Apaaa?
A aku bingung apakah ini juga dinamakan cinta,tapi aku tidak ingin jauh dari mu,aku ingin bersamamu"
"Benarkah?"(aksa,tidak percaya)
"Jadiii mari kita jalani hubungan suami istri kita,kita mulai perbaiki semuanya,apa kau mau belle?(aksa)
"Iya aku mau"
Berpelukan
Aku melihat kesungguhan dalam mata nya,meskipun terbilang singkat hanya beberapa hari perasaan sudah tumbuh di hati masing masing,tapiii mungkin ini yang namanya takdir.