Beauty And The Best Husband

Beauty And The Best Husband
#Pertemuan ke 3



Tangis kami pun pecah, tapi tiba-tiba aku dan ayah dikagetkan dengan para penjaga yang menarik tangan ku dengan kasar


" Heii kau nona sedang apa berada di sini hah? " tanya salah satu pengawal.


Aku dan ayah merasa kaget, dan tiba-tiba mereka menyeret dan membawa ku pergi dari ayah, aku hanya bisa menangis dan berteriak


" Ayahhhh "


aku berusaha melepaskan tangan ku tapi mereka terlalu kuat. Aku pasrah dan mereka membawa ku ke suatu ruangan, ketika aku masuk aku melihat sosok pria yang pernah ku tolong di danau, pria tampan yang ku kira adalah pangeran ternyata adalah tuan muda yang jahat dan berhati batu.


" Tuan muda kami membawa anak dari pak tua tukang kebun itu"(penjaga 1)


Tuan muda kejam itu pun menoleh ke arah ku, aku langsung memaling kan muka ku sejenak aku berfikir aku merasa aku salah telah menyelamatkan nya waktu itu. Entah dia tahu aku yang pernah menyelamatkan nyawa nya waktu itu, tapi ketika salah satu penjaga yang waktu itu juga ada di tempat kejadian ketika tuan muda hendak mengakhiri hidup nya berbisik pada tuan muda kejam itu dan tiba-tiba dia memandang ku dengan tatapan teduh tapi hanya beberapa detik setelah itu kembali dengan tatapan monster nya.


" Apa yang kau lakukan dirumah ku? "(tuan muda).


" Anda telah mengurung ayah ku, apa anda tidak lihat dia hanya pria tua, dia tidak bersalah, dia di jebak, dia di fitnah, tolong lepaskan ayah ku, dia satu-satu nya keluarga ku, dia bahkan tidak bisa bernafas dibawah sanah, asmanya kumat, aku mohon, kurung saja aku sebagai ganti nya" dengan ucapan panjang aku memohon kepada tuan muda kejam itu sambil menangis dan berlutut, tapi pria itu memang tak punya hati, wajah nya bahkan datar dan sangat dingin dengan tatapan tanpa rasa iba


" Baiklahhh aku akan melepaskan ayah mu dan kau jadi ganti nya, besokkau harus kembali ke sini dan menandatangai perjanjian dengan ku, malam ini ku izninkan kau pulang bersama ayah mu, tapi jika besok kau tidak menepati janji mu ayah mu akan ku buat menderita"(Tuan muda)


Aku merasa bahagia bisa membawa ayah pulang dan mengganti nya, tak apa jika memang harus aku yang menanggung nya asalkan ayahku selamat. Aku pun meninggalkan ruangan tersebut diantar oleh kedua pengawal menuju luar gerbang, disana aku bertemu ayah yang sedang menungguku, aku segera berlari ke arah nya, memeluknya sambil menangis, ayah bertanya mengapa aku bisa membebaskan ayah, tapi aku tidak menjawab nya dan langsung membawa ayah pulang ke rumah.


Sampai di rumah aku segera membawa obat asma ayah, aku menyuapi nya makan, dan karena cape ayah pun langsung tertidur di kamar.Aku bergegas menuju kamar ku, aku tidak bisa tidur memikirkan perjanjian apa yang akan aku tandatangani besok dengan tuan muda kejam itu.


Keesokan hari nya aku segera bangun, setelah selesai dengan semua perkerjaan rumah aku pun pamit kepada ayah untuk pergi ke suatu tempat karena ada urusan, aku tidak ingin ayah khawatir jadi aku terpaksa berbohong.


Dan akhirnya aku sampai di sarang monster yang terlihat seperti istana, yaaaa aku akan bertemu makhluk mengerikan bertampang pangeran tampan. ketika sampai pintu rumah itu aku bertemu salah satu penjaga, dia membawa ku menuju ruangan tuan muda kejam, ketika sampai aku masuk dan melihat tuan muda kejam itu sedang berdiri melihat kebun bunga mawar yang hancur. Aku hanya berdiri dan di dalam ruangan itu hanya ada aku, tuan muda kejam dan juga penjaga yang selalu mengikuti nya kemana pun dia pergi, mungkin pria itu sekretaris nya.


"Duduk" (Tuan muda)


Dia menyuruhku duduk di kursi yang ada di dekat nya, aku pun segera duduk.


" Baca ini"(Tuan muda)


Aku merasa aku sedang bermimpi, atau apakah aku sedang berada di alam lain, aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang aku baca.


" Segera tandatangani dan besok kita akan menikah di KUA, jika kau menolak maka aku akan menyeret tubuh ayah mu dan mengurungnya kembali"(Tuan muda).


Mendengar pernyataannya tadi aku merasa takut dan tidak pikir panjang aku segera menandatangani perjanjian tersebut.


"Perjanjian ini akan berakhir ketika taman dan bunga nya kembali seperti sedia kala atau meskipun sudah kembali seperti sedia jika aku belum menginginkan berakhir nya perjanjian maka aku tidak akan membatalkan nya" (Tuan muda)


aku terkejut mendengar kembali pernyataan pedas dari mulut nya, tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa, aku hanya berharap tuhan melindungi dan menyelamatkan ku.


" Berapa umur mu? "(Tuan muda)


" Umur saya 19 tahun Tuan muda" aku menjawab dengan pandangan masih tertunduk


"Pulanglah besok akan ada yang menjemputmu, hari ini sekretaris ku juga akan ke rumah mu untuk mengantarkan semua keperluan mun besok" (Tuan muda)


Aku pun tidak banyak bicara, hanya tertunduk dan langsung pulang diantar seorang supir pribadi tuan muda kejam itu. Di perjalanan aku hanya melamun, ternyata usia muda ku akan kacau seperti ini, aku berfikir tentang kuliah ku, tentang bagaimana aku akan memiliki suami dan tinggal bersama dengan monster yang menjelma menjadi pangeran.Apakah aku akan bahagia atau aku akan di siksa setiap hari oleh calon suami ku si tuan muda kejam itu.


Tanpa aku sadari ternyata aku sudah sampai di depan rumah, aku keluar dari mobil dan ayah menyambut ku.


" Belle diantar siapa? " (Ayah)


" I... itu supir pribadi calon suami ku ayah"


aku memberanikan diri akan mengatakan kepada ayah bahwa besok aku akan menikah dengan si tuan muda kejam, semoga saja ayah tidak kaget dan pingsan, ayah pun kaget dan merasa aneh.


" Apa calon suami?, kau akan menikah dengan siapa belle bukan nya kamu mau kuliah? bahkan ayah sudah meminjam uang kepada tuan muda untuk mu kuliah"(Ayah)


Ayah bertanya padaku dengan nada sedih


aku bingung harus memulai dari mana.