Beauty And The Best Husband

Beauty And The Best Husband
# Pertemuan ke 2



Ketika sampai di rumah, aku segera mandi dan langsung memasak untuk ayah, aku menunggu ayah pulang sambil membaca dan menonton tv lalu tidak sengaja tertidur di sofa dengan tv menyala.


Jam menunjukan pukul 4 sore, aku pun terbangun dan sepertinya aku tidur terlalu lama, aku melihat jam dan menuju kamar ayah, biasanya jam 4 sore ayah sudah pulang tapi ku lihat dalam kamar ayah tidak ada, ternyata ayah belum pulang, aku merasa khawatir karena tidak biasanya ayah pulang terlambat apa lagi tadi ayah bilang akan pulang lebih cepat, aku coba untuk tenang dan masih menunggu ayah, 4 jam sudah aku menunggu ayah pulang, jam sudah menunjukan pukul 8 malam tapi ayah masih belum pulang, karena terlalu khawatir dan perasaan ku tidak enak, aku memutuskan untuk menyusul ayah ke rumah bos ayah.


#kejadian ayah


Ternyata ketika ayah sampai di rumah tua muda, ayah langsung menuju taman pribadi milik tuan muda, tidak sembarangan orang bisa masuk ke taman ini karna taman ini adalah taman kenangan tuan muda bersama bunda nya yang sudah tiada, taman ini di penuhi bunga mawar merah yang sangat indah,cantik,dan wangi, yaaaa bunga mawar merah adalah bunga kesukaan bunda nya, dulu taman ini di rawat oleh bunda dari tuan muda dan sampai sekarang taman bunga mawar merah ini tetap terjaga dengan aman karna ketika tuan muda melihat taman ini tuan muda merasa bunda nya ada di dekat tuan muda.


Tapi kejadian malang menimpa ayah, ketika membersihkan taman dengan penuh hati-hati, ayah tidak sengaja tertidur dan ada orang jahat yang berusaha memfitnah dan menjebak nya dengan merusak taman bunga mawar merah tersebut. Tamannya benar-benar rusak, tidak ada bunga mawar merah tersisa satu pun, dan ketika ayah tertidur tuan muda yang merasa rindu dengan bunda nya langsung menuju taman dan dia pun merasa terkejut dan marah besar melihat taman nya hancur dengan bunga-bunga yang sudah rusak dan patah.


"Heiii kau pak tuaaaa... " (tuan muda)


Ayah terbangun dan merasa kaget karena melihat wajah tuan muda nya yang memerah karna marah dengan tangan mengepal dan melihat sekeliling taman itu sudah hancur berantakan.


"I... iya tuan muda" (Ayah)


" Apa yang kau lakukan dengan taman dan bunga mawar ku hahh, apa kau sengaja merusaknya hahh? apa kau tidak tahu ini adalah taman kenangan ku bersama bunda ku ?? "(tuan muda).


Tuan muda sungguh sangat marah sampai-sampai para pegawai yang ada di rumah luas nya bisa mendengar teriakan nya dari jauh dan merasa takut dengan kemarahan nya.


" Ta... tapi tuan muda saya tidak tahu, saya tidak melakukan apa-apa tuan" (Ayah)


ayah terus membela diri nya, mengatakan kebenaran tapi tuan muda menyuruh para penjaga untuk menyeret ayah ke ruangan bawah tanah, ayah di kurung di sebuah ruangan seperti penjara bawah tanah, ayah hanya bisa pasrah dan berharap tuan muda akan membebas kan nya.


Tuan muda memerintah kan para penjaga nya agar tidak melepaskan ayah ku sampai dia mengakui perbuatan nya.


*Back


Ketika sampai di rumah bos ayah aku langsung menuju gerbang rumah yang mewah, disana ada seorang satpam yang berjaga, aku pun bertanya apakah dia mengenal ayah ku pak Darji.


aku bertanya kepada pak satpam dengan senyum yang masih ku pertahankan


" iya selamat malam nona, ohhh pak darji tukang kebun yang tadi membuat tuan muda marah besar ya? "(satpam)


" A... apa pak? mengapa tuan muda marah besar kepada ayah saya pak? "


Aku bertanya kembali dengan hati sangat khawatir


" Ohh jadi nona ini anak nya, ayah nona itu telah merusak taman bunga mawar merah milik tuan muda, nona tau ayah nona pasti di hukum dengan sangat berat oleh tuan muda, tadi dia di seret menuju penjara bawah tanah dan saya dengar dia di kurung, saya sangat kasihan apa lagi ayah nona sudah tua tapi saya dan yang lain tidak bisa melakukan apa-apa, kami sangat takut melihat tuan muda kami marah besar seperti itu"(satpam)


Ketika mendengar jawaban pak satpam aku langsung lemas dan tak bisa menahan tangis dan khawatir apalagi ayah memiliki asma, obat nya bahkan tidak di bawa karena ayah bilang akan pulang cepat.


" Apa bapa bisa membawa saya ke tempat ayah berada pak? saya mohonn pak" Aku segera meminta pertolongan pak satman dengan berurai air mata dan hendak bersujud di depan nya


" Aduhh saya takut nona, saya tidak berani, tapi jika nona ingin menyelamatkan ayah nona, nona bisa lewat gerbang belakang karena di sana minim penjagaan, saya tidak tahu dimana letak ruang bawah tanah tersebut karena itu rahasia, tapi ruang bawah tanah itu berada di dalam salah satu ruangan yang mencurigakan, nona akan tahu kalau nona sudah melihat nya, saya hanya bisa mengatakan ini pada nona, saya tidak bisa mengantarkan nona karena saya takut di pecat non, ehh tapi saya mohon nona jangan memberitahu siapa pun kalau saya memberi tahu nona sedikit tentang posisi dimana ayah nona ya"(satpam)


Mendengar hal itu aku langsung berterima kasih kepada pak satpam dan bergegas pergi menuju gerbang belakang, gerbang belakang memang minim penjagaan tapi ternyata banyak CCTV, aku tidak memperdulikan meskipun banyak CCTV meskipun aku tahu nanti aku akan ketahuan lewat CCTV itu aku tidak berfikir panjang, aku langsung menaiki pagar dan menuju suatu ruangan yang terlihat mencurigakan dan rahasia secara diam-diam dan memperhatikan sekitar, aku menuju suatu ruangan yang terlihat mencurigakan dan rahasia sepertinya ruangan itu menuju bawah tanah, ternyata benar ruangan itu membawa ku menuju ayah, aku melihat ayah sedang tertidur di lantai tanpa alas tanpa air tanpa makanan, kulihat ayah menggigil kedinginan, bernafas agak berat, mungkin karna asma ayah kambuh, aku langsung lari menuju ayah dengan air mata tidak bisa di bendung.


" Ayahhh? " aku membangunkan ayah sambil berderai air mata, ayah pun terbangun dan segera mendekati ku


" belle anak ku kenapa kamu di sini belle? ayah mohon pergilah nak " (Ayah)


" Ayahhhh, apa yang ayah lakukan sehingga ayah di sini? " aku bertanya kepada ayah dan air mata ku benar-benar mengalir deras.


" Ayah mu ini tidak bersalah Belle, ada yang menjebak ayah belle, ayah di fitnah oleh seseorang belle "(Ayah)


Aku melihat ayah juga menangis dengan begitu takut