
Keesokan pagi nya.
"Huahhhh"(manguap)
"Selamat pagi sayang"(aksa,memeluk)
"selamat pagi,kau tidak pulang?"
"Tidak,aku kan sudah bilang akan menemanimu"(aksa)
"Tidak usah kau kan banyak sekali pekerjaan,pulanglah!"
"Heyyy apa kau lupa,aku kan seorang CEO,aku boss nya,aku bisa datang dan pergi sesukaku,aku bisa mengerjakan pekerjaan ku lewat ponsel ini"(aksa,melihatkan ponsel)
"Benarkahhhh pak CEO?"
"Oh iya haruskah ku beri tahu ayahmu?"(aksa)
"Tidak usah,dia pasti akan sangat khawatir
aku tidak ingin membuatnya jadi banyak fikiran,kau tahu,terakhir aku ke sana,aku melihat ayah begitu sangat sehat,dann menjadi gemuk"
"Benarkahh?"(aksa)
"Iya,terimakasih"
Aksa hanya tersenyum manis padaku
"Baiklah,aku akan menelfon ina untuk membawa baju mu ke sini"(aksa,ingin menelfon)
"Tunggu,memangnya aku belum bisa pulang?"
"Kau akan pulang besok sayang"(aksa,sambil mengelus rambutku)
"Hahh lalu bagaimana dengan kuliah ku,hari ini aku juga harus ke kampus
dannn bagaimana dengan anak anak ku?"
"Anakk?"(aksa,bingung)
"Yaaa bunga mawar nya"
"Hahaha"(aksa,tertawa)
"sayang,aku sudah menelfon kampus untuk memberitahu mereka kalau kau sedang sakit"(aksa)
"Apaaa memberitahu?kau bilang apa?"
"Aku bilang pada dosen mu,emmm siapa namanya aksara,aku bilang belle istri ku sedang sakit jadi tidak bisa masuk kampus selama 2 hari"(aksa,senyum jahil)
"A apaaa istriiii?"
"hahaha aku bercanda,roy yang menelfon bukan aku"(aksa)
"Hemmmm ku kira benar kau menganggap ku istri kepada orang lain"(dalam hatiku)
"Oh iya soal bunga mawarnya,aku akan menyuruh orang untuk mengurusnya sementara"(aksa)
"Baiklahh,tapi tolong katakan pada mereka jangan terlalu banyak jika menyiram bunganya"
"Baiklah sayang"(aksa)
"Aku akan menelfon ina dulu"(aksa,menelfon)
1 jam kemudian
Toktoktok(suara mengetuk pintu)
"Tuan"(roy)
"Iya roy,masuk!"(aksa)
"maaf tuan tadi ina datang untuk membawa pakaian nona"(roy,memberikan tas berisi pakaian)
"Oh iya terimakasih"(aksa)
"Baik tuan"(roy)
Roy kembali meninggalkan ruangan ku dan menutup pintu rapat rapat
"Inii,ganti pakaian mu sayang"(aksa)
"Baiklah,keluar dulu"
"Kenapaaaa?"(aksa)
"Ihhh aku akan berganti pakaian dulu"
"Ya sudah ganti saja kenapa aku harus keluar?"(aksa)
"Ihhhh aku malu"
"Kenapa harus malu,aku kan suami mu,bukan kah aku berhak melihat nyaaaa"(aksa,ssenyum mesum dan jahil)
"Tidakkkkk,sanaaaa"
"Tanganmu kan di impus,apa kau bisa melakukannya sendiri?,biar kubantu"(aksa,memaksa)
"Tidak usah,bisa kah kau memanggil perawat wanita untuk membantu ku?"
"Hehe baiklah baiklah tunggu sebentar"(aksa,pergi ke luar ruangan)
"Royy tolong panggilkan perawat wanita!"(aksa)
"Baik tuan"(roy)
"Ada apa tuan?"(perawat)
"Istriku ingin mengganti baju nya,bisakah kau membantunya?"(aksa)
"Baik tuan,
kenapa tidak suami nya saja ya?"(perawat,merasa heran)
Perawat masuk dan aksa menunggu di luar.
"Royy,bagaimana apakah ada informasi tentang penghianat itu?"(aksa)
"Tidak tuan kami masih menyelidiki nya"(roy)
"Baiklah"(aksa)
dertttt dertttt(suara ponsel,ada yang menelfon)
"Hallo sean?"(aksa)
"Aksaa,apa kau baik baik saja
kudengar kau di hadang oleh musuh
benarkahhh?"(sean)
"Iya benar"(aksa)
"Kau tidak apa apa?"(sean)
"Tidakk aku baik baik saja,apa dikantor aman?"(aksa)
"Syukurlah,aman,kau tenang saja aku akan mengurus semua,kenapa tidak di kantor jika baik baik saja?"(sean,heran)
"Emmm aku sedang malas saja"(aksa)
"Okk baiklah"(sean,menutup panggilan telfon)
"Iya tuan"(roy)
"Apa kau memberi tahu sean?"(aksa)
"Tidak tuan aku tidak memberi tahu siapa pun"(roy)
"emmm mungkin orang lain memberitahu nya"(aksa,merasa aneh).
Perawat pun keluar,aksa pun masuk kembali.
"apa sudahhh?"(aksa)
"Iya sudahh"(sambil menarik narik sesuatu)
"Sedang apa?"(aksa,mendekat)
"seleting baju nya macet"
"Apaaa,mana ku lihat"(aksa,kesempatan)
"Dengan malu malu aku memperlihatkannya"
"Wawww ternyata sangat besar"(aksa,melihat yang lain)
"A apa,lepaskan"
"Kenapa?
diamlah akan ku bantu"(aksa,menyentuh sesuatu)
"Emhhh,jangannn"(sedikit mendesah)
"Kenapa?"(aksa)
"Tapi"
"Cuppp,diamlah"(aksa,mencium)
Aksa meremas kedua p******a ku.
Aku meremas kerah aksa karna menikmatinya.
Lalu kepala nya mulai menunduk dan menghisap p******a ku.
"emhhh
Awww sakitt,kenapa di gigit?"
Aksa menggigit p****g nya hingga terasa sakit
"Hhe maaf aku tidak tahan"(aksa,melepaskan gigitannya)
"Sudahh"
"Aku masih mau"(aksa)
"toktoktok,tuann?"(roy)
"Ishhh selalu ada gangguan"(aksa,kesal)
"Sebentar"(aksa,membenarkan sleting baju ku)
"Sudah "(aksa)
"Terimakasih"
"Masukk"(aksa)
"Ada dokter ingin memeriksa nona"(roy,masuk memberitahu)
"Baiklah"(aksa)
"Selamat pagi tuan?"(Dr dikta,masuk ruangan)
"Selamat pagi"(aksa)
"Keadaan nya sudah membaik,hari ini sudah boleh pulang,tapi di rumah harus lebih banyak istirahat"(Dr dikta,memeriksa ku)
"Baik dr"
"saya permisi"(Dr dikta,pamit)
"Terimakasih"(aksa)
Dr dikta keluar dan hanya aku dan aksa yang ada di ruangan.
"Tuhhkan aku bilang apa,aku sudah boleh pulang hari ini"
"Iya iya mari bersiap"(aksa)
"Iya"
Aku bersiap untuk pulang ke rumah,kami pun sudah meninggalkan rumah sakit,dan akhirnya sampai di rumah.
"Selamat datang tuan,nona"(para pelayan)
"Yaaa(mengangguk pada pelayan)
ayoo....
Awas hati hati"(aksa membantuku berjalan)
"Ihhh kau ini terlalu berlebihan"
"Tidurlah dan istirahat"(aksa,membaringkan ku di kasur)
"Tidurrr?aku kan baru bangun kenapa harus tidur lagi"
"Ihhh kau kan harus banyak isyirahat sayang"(aksa)
"Iya tapi bukan harus selalu tertidur kann
aku ingin nonton tv saja"
"Baiklah tuan putri"(aksa,mengambil remot dan menyalakan tv)
"Apa kau butuh sesuatu?"(aksa)
"Tidak,pergilah kau belum istirahat kan,kalau perlu sesuatu aku akan memanggil ina"
"Baiklah,aku akan melihat pekerjaan ku sebentar,aku akan kembali"(aksa,mencium kening ku lalu pergi).
"Ina?"(aksa)
"Iya tuan?"(ina)
"Jaga nona muda baik baik"(aksa)
"Baik tuan"(ina)
"Ingattt jangan sampai terulang hal seperti kemarin"(aksa)
"Ba baik tuan"(ina)
Kamar Aksa
"Huhhh aku belum istirahat dari kemarin(membaringkan diri di kasur)
kamar ini terlalu luas,kasur nya juga terlalu lebar,dan aku hanya tidur seorang diri,apaaaaa...(memikirkan sesuatu)
yaaaa nanti akan ku urus,aku lebih baik tidur sebentar"(aksa,mulai memejamkan mata).