Beautiful Transfer Student And Smart Guy

Beautiful Transfer Student And Smart Guy
Kedekatan Bersama Dia



Chapter 9


Setelah Kuro mengingat kejadian itu, Kuro pun membuka matanya dan bangun dari tempat tidurnya itu.


Kuro: “(Hah) kenapa aku malah mengingat kejadian itu lagi” Sambil bangun dari tempat tidurnya.


Ia pun melihat foto bingkai yang ada di mejanya. Terdapat foto Kuro dan ‘gadis itu’ di foto tersebut.


Kuro: “Andai saja waktu itu kamu tidak melakukan hal seperti itu, pasti kamu sekarang sudah ada di sampingku terus.” Sambil memegang foto bingkainya.


Kuro pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu ia menganti pakaiannya, dan langsung ke ruang makan, saat sampai disana ternyata tidak ada apapun untuk bisa dimakan, saat ia membuka kulkas pun ternyata tidak tersisa apapun di dalam kulkas tersebut.


Kuro: “Sepertinya aku harus berbelanja untuk hari ini” Sambil mengeluarkan dompetnya.


Ia pun melihat isi dompetnya yang ternyata hanya tersisa 50.000 ¥ saja.


Kuro: “(Hah) Kurasa uang yang hanya segini saja sepertinya tidak akan cukup untuk sebulan.” Sambil menghela napas.


Tiba tiba bel rumah berbunyi.


Kuro: “Hmm siapa yang datang malam-malam begini” Sambil berjalan ke pintu masuk.


Kuro pun membuka pintunya sedikit dan ternyata yang datang tersebut adalah Shiro.


Shiro: “Hai, selamat malam Kuro.” Sambil melambaikan tanganya.


Kuro: “O-oh, selamat malam juga, ada perlu apa kesini?”


Shiro: “Ini ada sedikit makanan dari rumah, mau makan bersama tidak?” Sambil mengakat sedikit tempat makanannya.


Kuro: “Hmm datang di saat yang tepat” berbicara di dalam hati, sambil tersenyum.


Kuro pun membuka pintunya dan mempersilakan Shiro masuk ke rumahnya, di saat Shiro masuk ia melihat sekeliling rumahnya yang ternyata sangat rapih dan bersih.


Shiro: “Rumahmu ternyata sangat bersih dan rapih yah” Sambil melihat sekeliling”


Kuro: “Iya begitulah, ayo ke ruang makan kebetulan aku juga sangat lapar.” Berbicara di dalam hati. Sambil berjalan.


Tiba-tiba berbunyi suara perut dari kuro, ia pun langsung membuang mukanya dikarenakan merasa malu.


Shiro: “Sepertinya kamu sudah sangat lapar yah.” Sambil tersenyum dan tertawa.



Kuro: “Sudalah tak perlu di ungkit lagi.” Sambil cemburut sedikit.


**********


Sesampai di ruang makan…


Kuro: Biarkan aku saja yang mengambil alat makannya kamu langsung duduk saja.” Sambil bersiap menyiapkan alat makannya.


Setelah menyiapkan semua alatnya, Shiro langsung menaruh semua makanannya di piring masing-masing.


Shiro: “Nah dah selesai ayo kita makan”


Kuro: “Iyah”


Kuro pun menyantap makanannya.


Kuro; “Hmm enak, apa ini buatanmu?”


Shiro: “Iyah, apa kamu menyukainya?


Kuro: “Lumayan”


Shiro: “Senang mendengarnya.” Sambil tersenyum.


Mereka berdua pun kembali menyantap makanannya hingga habis.


Kuro: “Ah kenyang sekali, untung kamu datang di saat yang tepat, terima kasih ya Shiro.” Sambil menepuk perutnya.


Shiro: “Sama-sama, aku senang bisa membantu.” Sambil tersenyum.


Selang beberapa menit Kuro pun melihat jam yang sudah menadakan jam 7 malam.


Shiro: “Ayo kita beres-beres dulu saja ini agak berantakan”


Kuro: “Oiya bener juga yasudah ayo kita beres-beres dulu.”


Mereka pun mulai membersihkan ruang makannya sampai bersih dan rapih lagi, beberapa menit kemudaian mereka berdua pun selesai membersihkannya.


Shiro: Emm apa ku boleh melihat kamarmu?” Berbicara dengan sedikit malu-malu.


Seketika kuro langsung kaget mendengar perkataan itu dari shiro, dan membuat otak kuro langsung traveling.


Kuro: “S-shiro a-apa k-kau be-berencana u-untuk-"


Tiba-tiba Shiro langsung mencubit pipi Kuro dengan sangat keras.


Shiro: “Jangan berpikir yang aneh-aneh dong Kuro!!! Lagipula aku hanya ingin melihat kamarmu saja.” Sambil mencubit pipi kuro.


Kuro: “D-duh Sakit tau, yasudah aku antar.” Sambil mengusap pipinya.


Di kamar Kuro…


Sesampai di kamarnya Shiro melihat sekeliling kamarnya yang ternyata banyak sekali gambar lukisan hasil dari buatan Kuro.


Shiro: “Wow apa ini semua yang kamu yang gambar?”


Kuro: Iya begitulah…


Shiro: Wow ternyata kamu seorang pelukis yang handal yah.” Sambil tersenyum.


Shiro pun melihat sekeliling kamar lagi dan melihat sebuah foto bingkai yang ada di meja kuro.


Shiro: “Wow foto siapa ini bagus sekali” Sambil memegang foto bingkai tersebut.


Kuro: “Hei, jangan memegang foto pribadi orang.” Sambil berjalan ke Shiro.


Shiro: “Sepertinya aku kenal fo- A-aduh, kepala ku ko tiba-tiba pusing” Sambil menaruh foto bingkai tersebut.


Kuro: “Shiro, kau tidak apa-apa? Sambil memegang pundak Shiro.


Tiba-tiba tubuh shiro terasa lemas dan langsung pingsan di badan Kuro.


Kuro: “Hei Shiro kau kenapa? Hei?” Sambil menepuk pipi Shiro.


Kuro langsung mengendong Shiro ke luar rumah, dan pergi ke rumah shiro yang ada di samping rumahnya, Kuro pun langsung memencet bel rumah shiro dengan mengunakan kakinya.


TING TONG Bel pun berbunyi dan datang seseorang dari pintu yang ternyata adalah kepala sekolah/ayah Shiro.


Kuro: “Paman, ini Shiro sedang pingsan, tolong bantu aku membawanya ke kamarnya!!!


Ayah Shiro pun hanya meng-iyakannya dan langsung membantu Kuro membawa Shiro ke kamarnya. Setelah membawa Shiro ke kamarnya, ayah kuro mengajak Kuro ke ruang tamu.


**********


Ruang tamu…


Kuro pun di persilahkan duduk.


Ayah Shiro: “Terima kasih Kuro telah membawa Shiro pulang, tapi kenapa dia bisa pingsan?


Kuro: “Entalah aku pun tidak tau, tiba-tiba saja dia pingsan begitu saja pas melihat foto yang ada di rumahku” Sambil megeleng-geleng kepalanya.


Ayah Kuro: “APA!!! SEBUAH FOTO!!!” Sambil menaikan nada bicaranya.


Kuro: “Iya, Ada apa memangnya?”


Ayah Kuro: Hmm lupakan saja, oh yah ayah dan ibumu tidak ada di rumah kan? Ini ada sedikit uang dari paman tolong terima ya, anggap saja ini rasa terima kasih paman karna kamu sudah membawa Shiro pulang.” Sambil mengeluarkan uangnya.


Kuro hanya menyalurkan tangannya dan mengambil uang tersebut.


Ayah Shiro: “Oh ya ini sudah malam lebih baik kau pulang saja Kuro, besok juga kau harus sekolah.


Kuro pun hanya meng-iyakan dan pamit dari Ayah shiro, dan langsung pulang.


Di perjalanan…


Kuro: “Tadi kenapa ya ayah shiro bisa sekaget itu mendengar omonganku tadi.” Berbicara di dalam hati, dan sambil berjalan.


Di tempat lain di rumah Shiro…


Ayah Shiro: "Hmm. Tahap pertama dan kedua sudah selesai sudah, saatnya ke tahap selanjutnya.” Sambil tersenyum dan memandang bulan dari jendela…


Chapter 9 END


Beautiful Transfer Student And Smart Guy